Wanita Down Syndrome dan Ibu Jadi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Sariyati (63) dan putrinya, Putri (24), yang merupakan penyandang down syndrome turut menjadi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur.

Dalam peristiwa tersebut, sang ibu menderita luka berat hingga harus menjalani operasi pengangkatan organ. Sementara putrinya selamat tanpa luka serius.

"Alhamdulillah anak ini kondisinya cukup baik ya setelah diobservasi. Yang parah itu ibunya, kemarin setelah dilakukan operasi pengangkatan limpa karena organ dalamnya itu ada beberapa bagian yang hancur," ujar Nia, pendamping korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah ya seperti mukjizat, kebaikan dari Allah gitu. Anaknya sangat baik gitu anaknya," sambungnya.

Pada saat kejadian, kedua korban diketahui sedang menumpang KRL dari Stasiun Cakung menuju Stasiun Cikarang.

Nia mengatakan ibu dan anak yang mengontrak di kawasan Cikarang Barat itu ternyata sama sekali tidak memiliki keluarga di ibu kota. Usai menelusuri latar belakang korban, tim berhasil terhubung dengan anggota keluarga yang berada di luar daerah.

"Alhamdulillah keluarga, salah satu anaknya dari Sumatera ya, dari Agam, sudah datang ke sini," jelas Nia.

Saat ini, Sariyati dan Putri ditempatkan dalam satu ruang rawat inap kelas 1 agar sang anak yang berstatus rawat jalan tetap bisa mendampingi ibunya. Fasilitas pemulihan ini difasilitasi melalui kebijakan rumah sakit dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang juga menanggung seluruh biaya pengobatan korban secara penuh.

Sebelumnya, Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Hingga berita ini diturunkan, korban meninggal dunia mencapai 16 orang.

(kna/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |