Strategi Investasi Bitcoin GameStop Terungkap, Gunakan Opsi untuk Raup Premi

2 months ago 58

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan ritel gim asal AS, GameStop, mengungkap strategi pengelolaan aset kripto mereka melalui dokumen resmi yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).

Dalam laporan Form 10-K yang diajukan pada 24 Maret 2026 untuk periode hingga 31 Januari 2026, GameStop menjelaskan bahwa seluruh kepemilikan Bitcoin mereka dipindahkan ke platform Coinbase Prime sekitar 16 Januari 2026.

Dikutip dari Bitcoin.com, Jumat (27/3/2026), langkah ini sempat memicu rumor bahwa perusahaan akan keluar dari investasi kripto. Namun, dalam laporan tersebut ditegaskan bahwa pemindahan ini bersifat operasional, bukan likuidasi aset.

GameStop diketahui menjual opsi covered call terhadap 4.709 Bitcoin—atau sekitar 99,98 persen dari total kepemilikannya.

Opsi tersebut memiliki harga kesepakatan antara USD 105.000 hingga USD 110.000 per Bitcoin, dengan jatuh tempo hingga 27 Maret 2026. Sementara itu, hanya satu Bitcoin yang masih tercatat langsung dalam neraca perusahaan.

Strategi covered call memungkinkan perusahaan memperoleh premi di awal, sambil tetap memiliki eksposur terhadap Bitcoin selama harga berada di bawah level tertentu.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Awal Investasi dan Kebijakan Perusahaan

GameStop pertama kali membeli 4.710 Bitcoin pada Mei 2025 dengan nilai sekitar USD 500 juta. Harga rata-rata pembelian berada di kisaran USD 106.000 hingga USD 107.900 per koin.

Sebelumnya, pada Maret 2025, dewan direksi telah mengubah kebijakan investasi perusahaan untuk memasukkan Bitcoin dan stablecoin berbasis dolar AS sebagai bagian dari cadangan kas.

Dalam skema kerja sama dengan Coinbase Credit, aset Bitcoin yang dijaminkan dianggap telah berpindah kendali.

Akibatnya, sesuai standar akuntansi AS, GameStop menghapus 4.709 Bitcoin dari neraca dan mencatat piutang aset digital senilai USD 428 juta, yang kemudian turun menjadi USD 368,3 juta per 31 Januari 2026.

Langkah ini membuat posisi GameStop dalam daftar pemegang Bitcoin korporasi global merosot tajam, dari sekitar peringkat 21 menjadi 190.

Meski demikian, perusahaan menyatakan bahwa eksposur ekonominya tetap setara dengan kepemilikan langsung Bitcoin.

Rugi Besar di Tengah Strategi Premi

Sepanjang tahun fiskal 2025, GameStop mencatat kerugian total sebesar USD 131,6 juta dari aset digital dan piutang terkait, atau sekitar 3,6 persen dari total penjualan bersih.

Rinciannya meliputi:

  • Kerugian terealisasi USD 71,8 juta saat penghapusan aset
  • Kerugian belum terealisasi USD 59,7 juta akibat penurunan harga Bitcoin
  • Kerugian kecil USD 0,1 juta dari penyesuaian nilai satu Bitcoin yang tersisa

Namun, strategi opsi menghasilkan keuntungan belum terealisasi sebesar USD 2,3 juta, meski sebagian tergerus oleh kewajiban derivatif sebesar USD 0,7 juta.

Risiko dan Prospek ke Depan

Saat laporan dirilis, harga Bitcoin berada di kisaran USD 68.000–USD 69.000, jauh di bawah harga kesepakatan opsi. Kondisi ini membuat opsi tersebut tidak dieksekusi, sehingga GameStop berpotensi mempertahankan premi sebagai pendapatan.

Namun, perusahaan juga menyoroti sejumlah risiko, seperti volatilitas harga Bitcoin, risiko kredit dari pihak mitra, hingga ketidakpastian regulasi.

Hingga saat ini, GameStop belum mengumumkan pembelian Bitcoin tambahan maupun strategi baru setelah kontrak opsi tersebut berakhir.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |