Remaja Dikeroyok Teman hingga Tewas di Surabaya Gara-gara Sandal

8 hours ago 4

Surabaya, CNN Indonesia --

Seorang remaja di Surabaya, Thomas Julius Kristianto (19), tewas setelah diduga dikeroyok oleh empat orang temannya.

Tragisnya, aksi kekerasan yang merenggut nyawa alumnus SMAN 11 Surabaya tersebut dipicu oleh perkara sepele, yakni perselisihan soal ganti rugi sandal bermerek Crocs.

Berdasarkan keterangan kakak korban, Hana Novia Kristiani (32), bermula dari masalah pertengahan Mei 2026. Saat itu, Thomas memakai sandal milik terduga pelaku yang tertinggal di rumah temannya karena alas kakinya sendiri basah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sandal itu kemudian disebut hilang dari jok motor tempat korban menyimpannya. Pihak pelaku lantas menuntut ganti rugi sandal baru. Hana mengaku pihak keluarga sebenarnya telah beriktikad baik dan memenuhi tuntutan tersebut.

"Lalu adik info ke saya bahwa si pelaku meminta ganti rugi. Saya sudah kasih uang ke adik saya terkait ganti rugi tersebut dan juga adik saya sudah mengembalikan dengan sandal yang baru," kata Hana, Sabtu (6/6).

Hana menyebut pelaku sempat mengonfirmasi telah menerima sandal pengganti itu dan ia mengira masalah sudah selesai.

Namun, tak lama kemudian, pelaku kembali tak terima dan mengeklaim sandal aslinya berharga sekitar Rp1,5 juta, sedangkan sandal baru dari korban ditaksir hanya senilai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

"Apakah betul Rp1,5 juta? Bahkan model sandalnya saya tidak tahu. Bagaimana caranya saya percaya bahwa harga sandal tersebut Rp1,5 juta jika tidak ada bukti pembelanjaannya," ujar Hana.

Mala petaka itu terjadi, Sabtu (30/5) malam di kawasan Jalan Manukan Mukti, Tandes. Menurut penuturan tetangga korban, Thomas awalnya keluar rumah dengan berjalan kaki untuk membeli minuman di sebuah toko.

Tapi di lokasi, korban berpapasan dengan kelompok pelaku yang berjumlah empat orang. Thomas sempat diajak berduel sebelum akhirnya diseret ke lokasi lain dan diduga dikeroyok hingga lemas tak sadarkan diri.

Setelah tak berdaya, para pelaku sempat membonceng korban. Di tengah jalan, korban terjatuh dan ditinggalkan begitu saja dalam kondisi tergeletak di dekat salah satu toko di Jalan Manukan Mukti.

"Tahunya itu (korban ditemukan) jam 01.30 WIB Minggu dini hari jadi ada tetanggaku berdua dengan temannya. Temanya ini ditelpon sama teman di lokasi itu. Mereka berdua langsung ke klinik Dokter Danu. Yang bawa ke rumah sakit gak tahu juga, ya diduga para pelaku," ungkap tetangga korban.

Pihak keluarga yang mendapat kabar langsung bergegas menuju sebuah rumah sakit di Jalan Manukan Tengah. Akibat luka parah yang dideritanya, kondisi Thomas kian memburuk hingga harus dirujuk ke RSUD dr Soetomo.

Setelah berjuang melewati masa kritis saat dirawat di RSUD dr Soetomo, Thomas akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (4/6).

Hana pun mengutuk keras aksi brutal yang dilakukan oleh para pelaku tersebut, sampai mengorbankan nyawa adiknya hanya demi sebuah alas kaki.

Keluarga pun berharap agar pihak kepolisian bertindak tegas, mengusut tuntas seluruh pelaku, dan memberikan keadilan yang seadil-adilnya atas hilangnya nyawa Thomas.

"Cuma disayangkan anaknya emosi bahkan berujung melakukan tindakan anarki yang mana menghilangkan nyawa seseorang hanya motif ganti rugi sebuah sandal," kata Hana.

Sementara itu, pihak Polrestabes Surabaya mengaku telah menangkap empat orang yang diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap Thomas, hingga remaja tersebut tewas. Keempatnya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ya benar sudah diamankan 4 orang pelaku. Inisialnya CJF, AAY, KVRL dan RU," kata Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus mendalami peran masing-masing dari keempat tersangka yang telah diringkus. Namun dia belum merinci secara detail kronologi runtut versi penyidik.

(frd/sfr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |