Prabowo-Luhut Bertemu 4 Mata di Istana, Bahas Apa?

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas kondisi ekonomi nasional serta perkembangan situasi global.

Momen pertemuan itu turut dibagikan melalui akun Sekretariat Kabinet pada Selasa (21/4), yang memperlihatkan keduanya berdiskusi di salah satu ruangan Istana Merdeka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan kondisi ekonomi domestik dinilai masih cukup stabil, meski pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak ketidakpastian global.

"Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan," tulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam pertemuan itu, Luhut juga memaparkan sejumlah skenario kebijakan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga, termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan.

"Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali, termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech)," katanya.

Selain itu, pembahasan juga mencakup implementasi digitalisasi bantuan sosial yang saat ini tengah diuji coba di sejumlah daerah. Pemerintah mendorong agar penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran.

"Digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos," ujarnya.

Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga menyinggung peluang Indonesia dalam memanfaatkan situasi global untuk menarik investasi, termasuk dari kawasan Timur Tengah.

"Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional," kata Teddy.

(isn/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |