Kebiasaan Ini Dapat Mengurangi Sampah Rumah Tangga, Bikin Lingkungan Jadi Bersih dan Sehat

11 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan mengurangi sampah rumah tangga menjadi tantangan yang dihadapi banyak keluarga. Volume limbah yang terus bertambah sering kali berakhir di tempat pembuangan atau bahkan dibakar, yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Padahal, sebagian besar sampah rumah tangga berupa limbah organik masih bisa dimanfaatkan kembali.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengolah sampah organik menjadi kompos. Kebiasaan sederhana ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang, tetapi juga menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat untuk tanaman. Jika dilakukan secara rutin, lingkungan rumah pun menjadi lebih bersih dan nyaman.

Hal tersebut dibuktikan oleh I Nyoman Suyasa, pengolah limbah organik asal Denpasar, Bali. Sejak tahun 2008, ia konsisten memanfaatkan limbah organik rumah tangga agar tidak ada bahan yang terbuang sia-sia. Dari pengalaman tersebut, ia merasakan banyak manfaat, mulai dari lingkungan yang lebih bersih hingga tersedianya bahan pangan sehat hasil budidaya sendiri. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Rabu (10/6/2026).

Pengolahan Sampah Organik Membuat Lingkungan Lebih Bersih

Kebiasaan mengolah sampah organik memberikan perubahan nyata terhadap kondisi lingkungan sekitar. Jika sebelumnya sampah rumah tangga hanya dibuang atau dibakar, kini limbah organik dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos yang berguna.

Menurut Nyoman, sebelum rutin mengolah sampah organik, sebagian besar limbah rumah tangga di lingkungan sekitarnya dibakar. Namun setelah menerapkan pengolahan limbah, sampah organik digunakan untuk kebutuhan berkebun, sementara sampah nonorganik dipilah dan disalurkan ke bank sampah.

"Sebelumnya semua sampah dibakar, sekarang semua sampah dan limbah organik diolah menjadi kompos untuk tanam-tanam, seminggu sekali buang sampah non organik ke bank sampah pakai sepeda onthel," jelasnya.

Memilah Sampah Menjadi Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan Keluarga

Mengurangi sampah rumah tangga tidak selalu membutuhkan peralatan yang rumit. Langkah paling sederhana adalah memisahkan sampah organik dan nonorganik sejak dari sumbernya. Dengan cara ini, limbah organik lebih mudah diolah menjadi kompos atau pupuk alami.

Nyoman menilai sisa sayuran dan daun-daunan merupakan jenis sampah dapur yang paling mudah dimanfaatkan. Meski demikian, proses pengolahan sampah organik membutuhkan kesabaran karena waktu pembentukan kompos terkadang lebih lama dari yang diperkirakan. Tantangan lainnya adalah memberikan pemahaman kepada anggota keluarga bahwa pengolahan sampah organik yang benar tidak akan menimbulkan penyakit.

"Dengan memisahkan dan mengolah sampah organik ke dalam Teba modern (tumpukan beberapa gorong-gorong/buis beton yang diberi penutup beton di atasnya/biopori)," ungkap Nyoman.

Berawal dari Keinginan Mengurangi Barang yang Terbuang Sia-Sia

Kesadaran untuk mengolah sampah organik sering kali muncul dari hal-hal sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang mulai memahami bahwa tidak semua limbah harus berakhir di tempat pembuangan karena sebagian masih memiliki nilai guna.

Menurut Nyoman, ketertarikannya pada pengolahan sampah organik berawal dari keinginan untuk memanfaatkan kembali bahan-bahan yang masih bisa digunakan. Baginya, membuang sesuatu yang masih memiliki manfaat merupakan sebuah pemborosan yang sebaiknya dihindari.

"Saya tidak ingin ada benda yang terbuang sia-sia," ujar I Nyoman Suyasa.

Melihat Sampah Organik Sebagai Sumber Manfaat

Banyak sampah dapur yang dianggap tidak berguna padahal masih dapat dimanfaatkan. Sisa sayuran, daun-daunan, hingga bahan organik lainnya bisa diolah menjadi kompos yang membantu menyuburkan tanaman.

Nyoman mengaku kesadarannya semakin kuat ketika melihat sayuran seperti kol dan kubis yang dibuang karena terlalu lama disimpan. Padahal secara fisik, sayuran tersebut masih terlihat baik dan tidak harus langsung menjadi limbah yang mencemari lingkungan.

"Ketika melihat sayuran yang saya suka, kol/kubis, terancam dibuang dan mencemari lingkungan oleh tetangga karena sudah terlalu lama disimpan, padahal secara tampilan fisik masih bagus," katanya.

Manfaat Mengolah Sampah Organik untuk Kehidupan Sehari-hari

Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, pengolahan sampah organik juga memberikan manfaat langsung bagi keluarga. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman sayur, buah, maupun tanaman hias di pekarangan rumah.

Bagi sebagian orang, kebiasaan ini bahkan dapat mendukung ketersediaan pangan sehat dari hasil kebun sendiri. Dengan memanfaatkan pupuk organik buatan rumah, tanaman dapat tumbuh lebih baik tanpa bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia.

"Manfaat yang paling terasa adalah saya jadi punya bahan makanan organik yang sehat untuk dikonsumsi," tutur Nyoman.

Pertanyaan Seputar Sampah Rumah Tangga

1. Apa yang dimaksud sampah organik rumah tangga?

Sampah organik rumah tangga adalah limbah yang berasal dari bahan alami seperti sisa sayuran, buah-buahan, daun, dan sisa makanan yang mudah terurai.

2. Apa manfaat mengolah sampah organik?

Manfaatnya antara lain mengurangi volume sampah, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghasilkan kompos yang bermanfaat untuk tanaman.

3. Sampah dapur apa yang paling mudah dijadikan kompos?

Sisa sayuran dan daun-daunan termasuk jenis sampah organik yang paling mudah diolah menjadi kompos.

4. Apakah mengolah sampah organik dapat menimbulkan penyakit?

Tidak, selama proses pengolahan dilakukan dengan benar dan tempat pengomposan dikelola dengan baik.

5. Bagaimana cara sederhana mengurangi sampah organik di rumah?

Mulailah dengan memilah sampah organik dan nonorganik, lalu olah sampah organik menjadi kompos melalui lubang biopori atau wadah pengomposan sederhana.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |