7 Ide Surjan dengan Pohon Buah di Sawah yang Bisa Menambah Penghasilan Petani

14 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Sistem pertanian Surjan, sebuah metode tradisional yang telah lama menjadi kearifan lokal, kini menawarkan potensi besar untuk peningkatan pendapatan petani melalui integrasi pohon buah. Pendekatan ini memungkinkan diversifikasi komoditas dan optimalisasi pemanfaatan lahan, terutama di area yang rentan terhadap tantangan lingkungan.

Sistem Surjan dicirikan oleh perbedaan ketinggian permukaan bidang tanam minimal 50 cm, menciptakan bedengan tinggi (guludan atau bukit) dan bedengan rendah (tabukan atau lembah) secara berselang-seling. Nama "Surjan" sendiri terinspirasi dari pola garis-garis pada pakaian tradisional Jawa yang menyerupai bentuk bedengan ini. Sistem ini umumnya diterapkan di daerah rawa, lahan pasang surut, atau wilayah yang rentan banjir, seperti di Yogyakarta, Purworejo, Jambi, dan Kulon Progo.

Bagian rendah (tabukan) secara tradisional ditanami padi, terutama saat musim hujan, atau palawija saat kemarau untuk memanfaatkan sisa kelembaban air. Sementara itu, bagian tinggi (guludan) digunakan untuk menanam tanaman lahan kering seperti palawija, sayuran, hortikultura, atau pohon buah-buahan. Keuntungan utama dari sistem Surjan meliputi diversifikasi tanaman, menjaga pH tanah, mengurangi risiko kekeringan dan keracunan akibat genangan, serta meningkatkan pendapatan petani. Sistem ini juga mengoptimalkan penggunaan lahan dan memungkinkan pola tanam yang bervariasi, serta merupakan kearifan lokal dalam menghadapi perubahan iklim.

Lantas apa saja ide surjan dengan pohon buah di sawah yang bisa menambah penghasilan petani? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (10/6/2026), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Surjan dengan Pohon Alpukat

Alpukat menjadi salah satu pilihan pohon buah yang cukup menjanjikan untuk ditanam pada guludan surjan. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan pasar yang relatif stabil sepanjang tahun. Selain itu, akar alpukat cenderung menyukai tanah yang tidak tergenang sehingga sangat cocok ditempatkan pada bagian lahan yang lebih tinggi.

Pada masa awal pertumbuhan, petani masih dapat memanfaatkan area di sekitar pohon alpukat untuk menanam sayuran atau tanaman semusim lainnya. Hal ini membuat lahan tetap produktif sambil menunggu pohon memasuki masa berbuah. Dengan pengelolaan yang baik, alpukat dapat mulai menghasilkan dalam beberapa tahun dan memberikan pendapatan tambahan yang cukup besar.

Keunggulan lainnya adalah umur produktif alpukat yang panjang. Setelah memasuki masa produksi, pohon dapat terus menghasilkan buah selama bertahun-tahun. Jika jumlah pohon cukup banyak dan varietas yang dipilih memiliki kualitas unggul, hasil panennya dapat menjadi sumber pendapatan utama selain padi.

2. Surjan dengan Pohon Mangga

Mangga merupakan buah yang sangat populer di Indonesia dan memiliki pasar yang luas. Menanam mangga pada guludan surjan memungkinkan petani mendapatkan dua sumber hasil panen dari satu lahan, yaitu padi dan buah mangga. Pohon mangga juga dikenal cukup adaptif terhadap berbagai kondisi tanah selama tidak tergenang terus-menerus.

Selain menghasilkan buah, pohon mangga dapat memberikan naungan pada sebagian area lahan. Namun jarak tanam perlu diatur dengan baik agar tidak mengganggu tanaman utama di sekitar sawah. Pemangkasan rutin juga penting dilakukan untuk menjaga bentuk tajuk dan memastikan sinar matahari tetap dapat masuk ke area pertanian.

Ketika musim panen tiba, mangga memiliki nilai jual yang cukup menarik, terutama jika kualitas buah bagus dan ukuran seragam. Bahkan beberapa varietas unggul seperti harum manis atau manalagi sering memiliki harga lebih tinggi dibandingkan mangga lokal biasa.

3. Surjan dengan Pohon Jambu Kristal

Jambu kristal semakin diminati karena memiliki daging buah yang tebal, renyah, dan biji yang sangat sedikit. Tanaman ini relatif cepat berbuah dibandingkan beberapa jenis pohon buah lainnya sehingga cocok bagi petani yang ingin memperoleh hasil dalam waktu lebih singkat.

Sistem surjan memberikan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan jambu kristal karena akar tanaman tidak menyukai genangan air berlebihan. Dengan penempatan pada guludan yang lebih tinggi, pertumbuhan tanaman dapat berlangsung lebih optimal dan risiko penyakit akar menjadi lebih rendah.

Selain dijual sebagai buah segar, jambu kristal juga memiliki peluang pasar yang luas untuk kebutuhan toko buah, supermarket, hingga penjualan langsung melalui media sosial. Produktivitasnya yang tinggi membuat tanaman ini berpotensi memberikan tambahan pendapatan secara rutin sepanjang tahun.

4. Surjan dengan Pohon Jeruk

Jeruk menjadi salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Banyak jenis jeruk yang dapat ditanam di lahan surjan, seperti jeruk siam, jeruk keprok, maupun jeruk madu. Tanaman ini memerlukan drainase yang baik sehingga bagian guludan surjan menjadi lokasi yang sesuai.

Keuntungan menanam jeruk adalah permintaan pasar yang relatif stabil. Buah jeruk digunakan untuk konsumsi rumah tangga, usaha kuliner, hingga industri minuman. Dengan manajemen pemupukan yang baik, pohon jeruk dapat menghasilkan buah dalam jumlah besar dan berkualitas.

Selain hasil buah, kebun jeruk yang tertata rapi juga dapat menjadi daya tarik tersendiri. Di beberapa daerah, petani bahkan mengembangkan konsep petik buah langsung yang mampu meningkatkan nilai jual hasil pertanian mereka.

5. Surjan dengan Pohon Kelengkeng

Kelengkeng termasuk buah premium yang memiliki harga jual cukup tinggi dibandingkan banyak buah lokal lainnya. Saat ini tersedia berbagai varietas kelengkeng dataran rendah yang memungkinkan tanaman tumbuh dan berbuah di berbagai wilayah Indonesia.

Menanam kelengkeng pada guludan surjan memberikan keuntungan berupa kondisi akar yang lebih kering dan tidak mudah tergenang. Lingkungan seperti ini sangat membantu menjaga kesehatan tanaman dan mendukung pertumbuhan yang lebih optimal.

Jika dirawat dengan baik, pohon kelengkeng dapat menghasilkan buah dalam jumlah melimpah. Harga jual yang relatif tinggi membuat tanaman ini menjadi salah satu pilihan menarik bagi petani yang ingin meningkatkan pendapatan dari lahan sawah yang dimiliki.

6. Surjan dengan Pohon Nangka

Nangka merupakan tanaman buah yang terkenal tangguh dan mampu tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Pohon ini dapat menghasilkan buah berukuran besar dengan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan, baik untuk konsumsi segar maupun bahan olahan.

Pada sistem surjan, nangka dapat ditanam di bagian tepi guludan sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas budidaya padi. Akar yang kuat membantu tanaman bertahan dalam berbagai kondisi cuaca, sementara tajuknya dapat diatur melalui pemangkasan agar tidak terlalu rindang.

Selain buah matang yang memiliki harga jual baik, buah nangka muda juga memiliki pasar tersendiri sebagai bahan masakan. Hal ini memberikan peluang pendapatan tambahan dari berbagai fase pertumbuhan tanaman.

7. Surjan dengan Pohon Sawo

Sawo menjadi salah satu pilihan menarik karena perawatannya relatif mudah dan buahnya memiliki penggemar tersendiri. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada lahan yang memiliki drainase cukup baik seperti guludan dalam sistem surjan.

Keunggulan sawo adalah kemampuannya berproduksi dalam jangka panjang. Setelah memasuki masa produktif, pohon dapat menghasilkan buah secara rutin selama bertahun-tahun. Dengan perawatan yang tidak terlalu rumit, biaya operasional pun cenderung lebih rendah.

Selain dijual di pasar tradisional, buah sawo juga memiliki peluang pemasaran melalui pedagang buah, toko buah, maupun penjualan langsung kepada konsumen. Kombinasi hasil padi dan panen sawo dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi petani dalam jangka panjang.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Ide Surjan dengan Pohon Buah di Sawah yang Bisa Menambah Penghasilan Petani

1. Apa yang dimaksud dengan sistem surjan?

Sistem surjan adalah metode pengelolaan lahan yang membagi area menjadi bagian rendah dan guludan atau bedengan yang lebih tinggi. Bagian rendah biasanya digunakan untuk tanaman yang membutuhkan banyak air seperti padi, sedangkan guludan dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura, sayuran, atau pohon buah.

2. Apa keuntungan menanam pohon buah pada sistem surjan?

Menanam pohon buah pada sistem surjan dapat memberikan sumber pendapatan tambahan selain hasil panen padi. Petani juga dapat memanfaatkan lahan secara lebih optimal, meningkatkan diversifikasi hasil panen, dan mengurangi risiko kerugian jika salah satu komoditas mengalami penurunan harga.

3. Mengapa pohon buah cocok ditanam di guludan surjan?

Sebagian besar pohon buah membutuhkan drainase yang baik dan tidak tahan terhadap genangan air dalam waktu lama. Guludan surjan memiliki posisi yang lebih tinggi sehingga akar tanaman lebih aman dari risiko busuk akibat kelebihan air.

4. Pohon buah apa yang paling cocok untuk sistem surjan?

Beberapa pohon buah yang banyak direkomendasikan antara lain alpukat, mangga, jambu kristal, jeruk, kelengkeng, nangka, dan sawo. Pemilihan jenis tanaman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi iklim, jenis tanah, dan kebutuhan pasar setempat.

5. Apakah pohon buah akan mengganggu pertumbuhan padi?

Tidak jika jarak tanam dan tata letaknya direncanakan dengan baik. Pohon buah biasanya ditanam di tepi atau bagian tertentu dari guludan sehingga tidak menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan tanaman padi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |