Ide Ternak untuk IRT dengan Modal di Bawah Rp100 Ribu, Tambah Penghasilan dari Rumah

19 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Ide Ternak untuk IRT dengan Modal di Bawah Rp100 Ribu semakin banyak dicari karena menawarkan peluang usaha yang mudah dimulai tanpa harus memiliki lahan luas atau modal besar. Dengan memanfaatkan ruang kosong di rumah, ibu rumah tangga dapat memulai usaha ternak sederhana yang berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan.

Banyak jenis ternak yang dapat dijalankan dengan biaya awal yang relatif kecil. Selain mudah dipelihara, beberapa ternak bahkan bisa memanfaatkan bahan pakan yang tersedia di sekitar rumah sehingga biaya operasional menjadi lebih hemat.

Bagi ibu rumah tangga yang ingin memiliki kegiatan produktif sekaligus menambah pemasukan keluarga, usaha ternak skala rumahan bisa menjadi pilihan menarik. Berikut Liputan6 memberikan informasi tentang beberapa ide ternak yang dapat dimulai dengan modal di bawah Rp100 ribu, Selasa (9/6/2026).

1. Ternak Cacing Sutra untuk Pakan Ikan

Cacing sutra merupakan salah satu pakan alami yang banyak dicari oleh pembudidaya ikan hias maupun ikan konsumsi. Harga bibit cacing sutra relatif terjangkau sehingga cocok bagi pemula yang ingin mencoba usaha ternak rumahan. Media pemeliharaannya pun sederhana karena dapat menggunakan nampan plastik atau wadah bekas. Dengan perawatan yang tepat, cacing sutra dapat berkembang biak dalam waktu relatif singkat.

Pakan cacing sutra bisa berasal dari bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Hal ini membuat biaya pemeliharaan menjadi lebih rendah dibandingkan jenis ternak lainnya. Selain itu, kebutuhan pasar terhadap pakan alami masih cukup tinggi. Peluang penjualannya terbuka baik secara langsung maupun melalui komunitas budidaya ikan.

Keunggulan lain dari ternak cacing sutra adalah tidak membutuhkan lahan luas. Area kecil di halaman belakang atau sudut rumah sudah cukup untuk memulai usaha ini. Risiko kerugian juga relatif rendah karena modal awal yang dibutuhkan tidak besar. Karena alasan tersebut, cacing sutra menjadi salah satu ide ternak yang layak dipertimbangkan oleh ibu rumah tangga.

2. Budidaya Kutu Air dalam Wadah Bekas

Kutu air banyak digunakan sebagai pakan ikan hias dan benih ikan. Budidayanya dapat dilakukan menggunakan ember, baskom, atau galon bekas yang sudah tidak terpakai. Modal awal yang dibutuhkan umumnya masih berada di bawah Rp100 ribu. Karena itu, usaha ini cocok untuk ibu rumah tangga yang ingin memulai bisnis kecil dari rumah.

Perawatan kutu air tergolong mudah karena hanya membutuhkan media air dan nutrisi sederhana. Dalam kondisi yang baik, populasi kutu air dapat berkembang cukup cepat. Hasil panen bisa dijual kepada penghobi ikan maupun peternak ikan skala kecil. Permintaan pasar biasanya cukup stabil karena kebutuhan pakan hidup selalu ada.

Selain menghasilkan keuntungan, budidaya kutu air juga dapat memanfaatkan barang bekas yang ada di rumah. Cara ini membantu mengurangi biaya investasi awal. Proses pemanenannya pun relatif sederhana sehingga tidak membutuhkan keterampilan khusus. Dengan ketelatenan, usaha kecil ini dapat berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan.

3. Ternak Jangkrik Skala Rumahan

Jangkrik merupakan komoditas yang banyak dicari sebagai pakan burung, reptil, dan ikan hias. Modal awal untuk memulai ternak jangkrik cukup terjangkau karena kandang dapat dibuat dari kardus atau kotak sederhana. Bibit jangkrik juga mudah ditemukan di berbagai daerah. Hal ini membuat usaha ternak jangkrik cocok bagi pemula.

Salah satu keuntungan ternak jangkrik adalah masa panennya relatif cepat. Dalam beberapa minggu, jangkrik sudah dapat dipanen dan dijual ke pasar lokal. Biaya pakan juga cukup hemat karena dapat memanfaatkan sayuran dan dedaunan tertentu. Dengan pengelolaan yang baik, keuntungan bisa diperoleh secara berkelanjutan.

Jangkrik tidak membutuhkan lahan besar sehingga dapat dipelihara di teras atau gudang rumah. Selain itu, perawatannya tidak terlalu rumit dibandingkan ternak berukuran besar. Banyak ibu rumah tangga memilih usaha ini karena fleksibel dan bisa dikerjakan sambil menjalankan aktivitas sehari-hari. Peluang pasarnya pun masih cukup menjanjikan.

4. Ternak Belatung Maggot dari Sampah Organik

Maggot atau larva lalat BSF menjadi salah satu peluang usaha yang semakin populer. Modal awalnya tergolong rendah karena sebagian kebutuhan pakan berasal dari sampah organik rumah tangga. Dengan cara ini, biaya operasional dapat ditekan sekaligus membantu mengurangi limbah rumah tangga. Usaha ini sangat cocok bagi ibu rumah tangga yang ingin menjalankan usaha ramah lingkungan.

Maggot memiliki nilai jual karena banyak digunakan sebagai pakan ikan, unggas, dan ternak lainnya. Kandungan proteinnya yang tinggi membuat permintaan pasar terus meningkat. Selain menjual maggot segar, peternak juga bisa menjual hasil olahan seperti maggot kering. Ini membuka peluang keuntungan yang lebih besar.

Budidaya maggot dapat dilakukan menggunakan wadah sederhana di area rumah yang teduh. Proses pemeliharaannya relatif mudah setelah memahami teknik dasarnya. Produksi maggot yang cepat menjadi salah satu keunggulan usaha ini. Tidak heran jika banyak pelaku usaha rumahan mulai melirik ternak maggot sebagai peluang bisnis.

5. Ternak Cacing Tanah untuk Kompos dan Pakan

Cacing tanah memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi yang cukup baik. Selain digunakan untuk pembuatan pupuk organik, cacing tanah juga sering dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas. Modal awal yang dibutuhkan relatif kecil karena media budidayanya dapat menggunakan kotak atau bak sederhana. Oleh karena itu, usaha ini cocok untuk ibu rumah tangga dengan dana terbatas.

Pakan cacing tanah dapat berasal dari sampah organik rumah tangga seperti daun dan sisa sayuran. Hal ini membuat biaya pemeliharaan menjadi lebih hemat. Di sisi lain, hasil budidaya dapat dijual dalam bentuk cacing hidup maupun kascing atau pupuk organik. Kedua produk tersebut memiliki pasar yang cukup luas.

Ternak cacing tanah juga dikenal mudah dilakukan oleh pemula. Perawatannya tidak memerlukan banyak waktu sehingga cocok dijalankan sebagai usaha sampingan. Dengan ketekunan dan pengelolaan yang baik, usaha kecil ini dapat berkembang secara bertahap. Bahkan, beberapa peternak mampu menjadikannya sebagai sumber pendapatan rutin.

Pertanyaan Seputar Ide Ternak untuk IRT

1. Apa ternak yang paling mudah untuk ibu rumah tangga pemula?

Budidaya kutu air dan cacing tanah termasuk yang paling mudah karena perawatannya sederhana.

2. Apakah modal Rp100 ribu cukup untuk memulai usaha ternak?

Cukup, terutama untuk ternak skala kecil seperti kutu air, cacing tanah, cacing sutra, atau jangkrik.

3. Apakah usaha ternak rumahan membutuhkan lahan luas?

Tidak. Sebagian besar ternak skala rumahan dapat dijalankan di halaman kecil atau sudut rumah.

4. Ternak apa yang memiliki masa panen cepat?

Jangkrik, kutu air, dan maggot termasuk jenis ternak yang memiliki siklus panen relatif cepat.

5. Apakah usaha ternak rumahan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan?

Ya, jika dikelola dengan baik dan memiliki pasar yang jelas, usaha ternak rumahan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |