Kapur Barus Benar-Benar Efektif Mengusir Tikus atau Hanya Mitos? Simak Penjelasannya

11 hours ago 4
  • Apakah kapur barus benar-benar bisa mengusir tikus?
  • Apakah kapur barus bisa membunuh tikus?
  • Apakah aman menggunakan kapur barus di rumah?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang percaya bahwa kapur barus benar-benar efektif mengusir tikus dari rumah. Aromanya yang tajam dan menyengat sering dianggap mampu membuat tikus merasa tidak nyaman lalu pergi menjauh. Cara ini juga dinilai praktis karena tidak membutuhkan alat khusus dan mudah ditemukan di pasaran.

Kepercayaan tersebut sudah lama beredar di masyarakat, bahkan sering dijadikan solusi cepat saat mulai muncul tanda-tanda keberadaan tikus di rumah. Mulai dari menaruh kapur barus di sudut ruangan, lemari, hingga area dapur, semua dilakukan dengan harapan tikus tidak akan kembali lagi.

Namun, benarkah cara ini efektif secara ilmiah? Atau justru hanya mitos yang terus dipercaya tanpa dasar yang kuat? Berikut ulasan Liptan6.com yang dirangkum dari laman thespruce.com dan poison.org, Rabu (1/4/2026).

Apakah Kapur Barus Benar-Benar Efektif Mengusir Tikus?

Berdasarkan ulasan dari laman The Spruce yang ditulis oleh Mary Marlowe Leverette, kapur barus tidak efektif untuk mengusir tikus. Fakta ini cukup mengejutkan, mengingat metode ini sangat populer di masyarakat dan sering direkomendasikan secara turun-temurun.

Dalam penjelasannya, kapur barus termasuk dalam kategori pestisida yang dirancang untuk mengendalikan serangga, khususnya ngengat yang merusak pakaian berbahan alami seperti wol. Kapur barus bekerja dengan cara melepaskan gas beracun melalui proses sublimasi, yaitu perubahan dari bentuk padat menjadi gas. Gas ini akan memenuhi ruang tertutup dan efektif membunuh serangga kecil.

Namun, efek tersebut tidak berlaku untuk hewan pengerat seperti tikus. Tikus tidak mengandalkan sensitivitas terhadap bau seperti serangga dalam merespons ancaman. Bahkan, dalam banyak kasus, tikus tetap bisa bertahan di lingkungan yang berbau menyengat selama ada sumber makanan dan tempat berlindung.

Pakar pengendalian hama Tim Stock dari OSU Extension School IPM Program juga menegaskan bahwa penggunaan kapur barus untuk tikus merupakan bentuk kesalahan umum. Banyak orang menggunakan kapur barus untuk berbagai jenis hama seperti tikus, tupai, bahkan ular, padahal produk ini tidak dirancang untuk tujuan tersebut.

Dengan demikian, anggapan bahwa kapur barus benar-benar efektif mengusir tikus tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Mengapa Kapur Barus Tidak Efektif?

Untuk memahami lebih dalam, berikut beberapa alasan mengapa kapur barus tidak bekerja sebagai pengusir tikus:

1. Tikus Tidak Mudah Terpengaruh oleh Bau Menyengat

Meskipun kapur barus memiliki aroma yang sangat kuat bagi manusia, tikus tidak merespons bau tersebut sebagai ancaman serius. Tikus adalah hewan yang sangat adaptif dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, termasuk tempat dengan bau yang tidak sedap.

Dalam situasi di mana terdapat makanan yang mudah diakses, tikus cenderung mengabaikan faktor bau. Mereka akan tetap tinggal dan berkembang biak selama kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Hal ini menjelaskan mengapa menaruh kapur barus di sudut ruangan tidak serta-merta membuat tikus pergi.

Selain itu, kemampuan penciuman tikus lebih berfungsi untuk mencari makanan dan mengenali bahaya alami, bukan untuk menghindari zat kimia seperti kapur barus yang tidak mereka kenali sebagai ancaman langsung.

2. Tidak Dirancang untuk Hewan Pengerat

Kapur barus pada dasarnya adalah insektisida, bukan rodentisida. Artinya, produk ini memang tidak dibuat untuk mengendalikan tikus atau hewan pengerat lainnya.

Bahan aktif seperti naftalena dan paradiklorobenzena bekerja efektif terhadap serangga dalam ruang tertutup karena konsentrasi gasnya bisa terkumpul dan mematikan. Namun, dalam ruang terbuka atau area rumah yang memiliki sirkulasi udara, konsentrasi tersebut tidak cukup kuat untuk memberikan efek signifikan pada tikus.

Selain itu, tikus memiliki sistem fisiologis yang berbeda dari serangga, sehingga efek racun kapur barus tidak bekerja dengan cara yang sama. Inilah alasan utama mengapa penggunaan kapur barus sering kali tidak memberikan hasil yang diharapkan.

3. Tikus Tidak Akan Mengonsumsi Kapur Barus

Beberapa orang percaya bahwa kapur barus dapat membunuh tikus jika tertelan. Secara teori, hal ini memang benar. Namun, dalam praktiknya, tikus tidak tertarik untuk memakan kapur barus.

Tikus adalah hewan yang cerdas dan selektif dalam memilih makanan. Mereka cenderung menghindari benda asing yang tidak memiliki aroma atau rasa seperti makanan. Jika di sekitarnya tersedia sumber makanan lain seperti sisa makanan manusia, biji-bijian, atau pakan hewan, tikus tidak akan memilih kapur barus.

Dengan kata lain, peluang tikus memakan kapur barus sangat kecil, sehingga metode ini tidak efektif sebagai solusi pengendalian hama.

Risiko Menggunakan Kapur Barus di Rumah

Selain tidak efektif, penggunaan kapur barus juga membawa berbagai risiko yang sering kali diabaikan:

1. Dampak Negatif bagi Kesehatan Manusia

Kapur barus mengandung bahan kimia seperti naftalena yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jika terhirup dalam jangka waktu lama. Paparan uapnya dapat memicu gejala seperti pusing, mual, muntah, dan iritasi saluran pernapasan.

Dalam kasus yang lebih serius, paparan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah, gangguan ginjal, hingga masalah neurologis. Risiko ini menjadi lebih tinggi pada anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

2. Berbahaya bagi Anak dan Hewan Peliharaan

Bentuk kapur barus yang kecil dan bulat sering kali menyerupai permen, sehingga berpotensi tertelan oleh anak-anak. Jika tertelan, bahan kimia di dalamnya dapat menyebabkan keracunan serius, termasuk kejang dan gangguan sistem saraf.

Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing juga berisiko mengalami keracunan jika tidak sengaja memakan kapur barus. Oleh karena itu, penggunaan kapur barus harus sangat hati-hati dan tidak boleh diletakkan sembarangan.

3. Berpotensi Mencemari Lingkungan

Penggunaan kapur barus di luar ruangan sering dianggap sebagai cara untuk mengusir tikus dari halaman atau kebun. Namun, metode ini justru dapat mencemari tanah dan air.

Bahan kimia dalam kapur barus dapat meresap ke dalam tanah dan terbawa oleh air hujan, sehingga berpotensi merusak ekosistem sekitar. Selain itu, zat ini juga dapat membahayakan organisme lain yang hidup di lingkungan tersebut.

Cara yang Lebih Efektif untuk Mengusir Tikus

Daripada mengandalkan kapur barus, ada berbagai metode lain yang terbukti lebih efektif dan aman:

Salah satu langkah paling penting adalah mencegah tikus masuk ke dalam rumah. Tikus dapat masuk melalui celah kecil, bahkan seukuran sekitar 6 mm. Oleh karena itu, periksa seluruh bagian rumah, termasuk dinding, lantai, ventilasi, dan area sekitar pipa.

Gunakan bahan seperti kawat baja, semen, atau sealant untuk menutup celah tersebut. Langkah ini sangat efektif karena menghilangkan akses utama tikus ke dalam rumah.

2. Menggunakan Perangkap Tikus

Perangkap tikus, baik yang tradisional maupun modern, merupakan metode yang terbukti efektif. Penempatan perangkap harus dilakukan secara strategis, terutama di area yang sering dilalui tikus seperti dekat dinding atau sudut ruangan.

Perangkap juga memberikan hasil yang lebih terukur karena Anda dapat مباشرة mengetahui apakah tikus berhasil ditangkap atau tidak.

3. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Kebersihan rumah memainkan peran besar dalam mencegah kehadiran tikus. Pastikan makanan disimpan dalam wadah tertutup rapat, terutama yang berbahan kaca atau logam.

Selain itu, rutin membersihkan sisa makanan, menyapu lantai, dan membuang sampah setiap hari dapat mengurangi daya tarik rumah bagi tikus.

4. Mengurangi Tempat Persembunyian

Tikus menyukai tempat yang gelap, hangat, dan tersembunyi. Tumpukan kardus, barang bekas, atau area yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat ideal bagi tikus untuk bersarang.

Dengan mengurangi area tersebut dan menjaga rumah tetap rapi, Anda dapat mengurangi kemungkinan tikus berkembang biak di dalam rumah.

5. Mengelola Area Luar Rumah

Bagian luar rumah juga perlu diperhatikan. Pastikan tempat sampah tertutup rapat, simpan pakan hewan dengan aman, dan hindari menumpuk barang di halaman.

Jika memiliki taman atau kebun, pastikan tidak ada celah di fondasi rumah dan hindari tanaman merambat yang bisa menjadi jalur masuk tikus.

FAQ Seputar Kapur Barus

1. Apakah kapur barus benar-benar bisa mengusir tikus?

Tidak. Berdasarkan sumber terpercaya, kapur barus tidak efektif untuk mengusir tikus meskipun memiliki bau yang menyengat.

2. Apakah kapur barus bisa membunuh tikus?

Secara teori bisa jika tertelan dalam jumlah besar, tetapi tikus jarang memakannya sehingga tidak efektif sebagai metode pengendalian.

3. Apakah aman menggunakan kapur barus di rumah?

Aman jika digunakan sesuai fungsi (untuk ngengat) dan dalam ruang tertutup, tetapi berisiko jika terpapar berlebihan.

4. Apa bahaya kapur barus bagi manusia?

Paparan berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti mual, pusing, hingga kerusakan organ dalam kasus serius.

5. Apa cara terbaik untuk mengusir tikus?

Cara terbaik adalah menutup akses masuk, menjaga kebersihan, dan menggunakan perangkap atau bantuan profesional jika diperlukan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |