Apa Itu Plating Makanan? Pengertian, Teknik, dan Tips agar Hidangan Tampil Menarik

11 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta Pernahkah Anda memesan hidangan di restoran dan langsung terpukau bahkan sebelum menyuap gigitan pertama? Tampilan yang tertata rapi itulah bukti nyata betapa pentingnya plating makanan dalam sebuah sajian.

Banyak orang bertanya-tanya apa itu plating makanan dan mengapa para koki begitu memperhatikannya. Jawabannya sederhana, yaitu manusia cenderung "makan dengan mata" terlebih dahulu sebelum lidah bekerja.

Penataan yang cantik mampu menyulap hidangan sederhana menjadi tampak mewah dan bernilai tinggi. Tidak heran, keterampilan ini kini menjadi standar penting di industri kuliner modern.

Mengacu pada riset psikolog Oxford, Charles Spence, cara sebuah hidangan disajikan dapat meningkatkan persepsi rasa secara signifikan di benak penikmatnya.

Apa Itu Plating Makanan? Pengertian dan Tujuannya

Secara sederhana, plating makanan adalah proses menata dan mendekorasi makanan di atas piring untuk menyempurnakan penyajian. Tujuannya bukan sekadar mempercantik, melainkan mengatur komposisi agar setiap elemen dapat dinikmati secara maksimal. Sebuah sajian yang ditata baik akan meningkatkan pengalaman menyantap sekaligus membangun reputasi seorang koki maupun restoran.

Grant Achatz, koki ternama di balik restoran Alinea, dikutip dari Eat App menyatakan, "Seni penataan itu sama pentingnya dengan bahan-bahannya." Di dapur profesional, plating makanan menjadi ruang bagi koki untuk berkreasi sekaligus menegaskan identitas menunya.

Tidak semua hidangan memerlukan penataan yang rumit. Namun, hidangan yang disajikan dengan apik terbukti mampu menaikkan kelas makanan, memberi nilai artistik, mendorong kreativitas, hingga meningkatkan nafsu makan. Prinsip inilah yang menjadi dasar berbagai cara plating makanan yang bagus di dunia kuliner.

Doug Paine, koki dari Juniper and Bleu Northeast Seafood, dikutip dari Toast mengatakan, "Dalam seni kuliner, plating adalah bagian yang benar-benar artistik; selebihnya hanya soal teknik dan keahlian." Karena itu, memahami apa itu plating makanan menjadi bekal penting bagi siapa pun yang menekuni dunia masak, baik koki profesional maupun juru masak rumahan.

Mengapa Plating Makanan Penting dalam Dunia Kuliner

Otak manusia secara otomatis menilai makanan dari tampilannya. Jika terlihat cantik, kita cenderung berasumsi rasanya juga enak, sehingga plating berfungsi sebagai kesan pertama bagi lidah. Sebagaimana dilaporkan WebstaurantStore, peneliti Oxford menyajikan menu yang sama dengan dua cara berbeda, dan penikmat menilai versi yang ditata dengan penuh perhatian terasa lebih lezat.

Di era media sosial, tampilan visual menjadi semakin krusial. Foto makanan yang estetik mudah menjadi viral di Instagram maupun TikTok, sehingga plating yang menarik turut membantu pemasaran sebuah restoran. Sebuah studi tahun 2022 yang dipublikasikan di PubMed Central bahkan menemukan bahwa desain piring yang menarik secara signifikan meningkatkan persepsi kelezatan dan kesehatan makanan. Tak heran, banyak pelaku usaha kini mengandalkan foto makanan yang tampil profesional untuk menggaet pelanggan.

Merujuk laporan CKitchen, sejumlah studi menunjukkan bahwa penikmat bersedia membayar lebih tinggi untuk hidangan yang disajikan dengan indah. Nilai sebuah menu ikut terangkat karena tampilan premium mencerminkan kualitas, profesionalisme, serta perhatian terhadap detail.

Koki Brian Poe, dikutip dari Lightspeed, berpendapat, "Presentasi sebaiknya didekati layaknya seni, memasak, dan musik." Daya kreasi semacam ini membuat sebuah usaha kuliner mampu tampil beda dari pesaingnya, mulai dari kafe estetik hingga tempat makan yang fotogenik dan instagramable.

Prinsip Dasar dalam Plating Makanan

Menata makanan agar tampak harmonis membutuhkan pemahaman terhadap beberapa prinsip dasar. Sebagaimana disampaikan Wasserstrom, faktor terpenting dalam plating mencakup keseimbangan dan proporsi, tinggi atau dimensi, ruang kosong (negative space), serta warna dan tekstur. Berikut prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan.

  1. Jaga keseimbangan dan proporsi. Pastikan porsi protein, karbohidrat, dan sayuran seimbang, sehingga tidak ada elemen yang terlalu mendominasi atau menumpuk di satu sisi piring.
  2. Tentukan titik fokus. Setiap piring perlu memiliki bintang utama, biasanya protein, yang menjadi pusat perhatian. Elemen lain disusun untuk mendukung, bukan bersaing dengan, hidangan utama.
  3. Manfaatkan ruang kosong. Ruang kosong bukanlah ruang yang terbuang. Menyisakan area kosong di sekitar makanan membuat sajian terlihat lebih bersih, elegan, dan profesional.
  4. Mainkan warna kontras. Warna cerah dan kontras merangsang selera. Anda bisa memanfaatkan peterseli sebagai garnish atau bahkan bunga yang bisa dimakan untuk memberi aksen warna alami.
  5. Variasikan tekstur. Perpaduan tekstur, misalnya puree yang lembut dengan taburan renyah, menambah daya tarik visual sekaligus sensasi rasa. Koki Joyce Tang, dikutip dari Lightspeed, mengungkapkan, "Saya suka menonjolkan tekstur yang saling kontras di atas piring."
  6. Ciptakan dimensi dan tinggi. Menyusun makanan secara vertikal atau bertumpuk membuat sajian tampak lebih dinamis dan bervolume. Cetakan cincin (ring mold) dapat membantu membangun tinggi tanpa membuat susunan roboh.
  7. Terapkan teknik jam dan rule of thirds. Berdasarkan panduan Escoffier, bayangkan piring sebagai muka jam, letakkan protein di antara angka 3 dan 9, karbohidrat di antara 9 dan 12, serta sayuran di antara 12 dan 3.  Alternatif lainnya, letakkan elemen utama sedikit ke tepi, bukan tepat di tengah.
  8. Utamakan kebersihan dan kesederhanaan. Piring yang terlalu penuh justru membingungkan. Bersihkan cipratan saus yang tidak perlu dan pegang prinsip bahwa lebih sedikit sering kali lebih baik.

Teknik dan Gaya Plating Makanan yang Populer

Dilansir dari EHL, terdapat lima faktor kunci yang dinilai dalam setiap plating, yaitu warna, penataan, keseimbangan, tekstur, dan kemudahan hidangan untuk disantap. Dari faktor-faktor tersebut lahir beragam gaya penyajian berikut ini.

  1. Plating klasik. Gaya simetris dan seimbang yang cocok untuk hidangan tradisional maupun barat, seperti penyajian hidangan steak lengkap dengan pelengkapnya.
  2. Plating bebas (free-form). Piring diperlakukan seperti kanvas seni. Koki bebas berkreasi dengan cipratan, olesan, dan tetesan saus, sehingga setiap sajian tampil unik, kadang bahkan disajikan dengan cara yang nyeleneh dan tak terduga.
  3. Landscape plating. Elemen makanan disusun memanjang secara horizontal menyerupai lanskap alam, dengan protein sebagai puncak, puree sebagai lembah, dan taburan herba sebagai dedaunan.
  4. Plating minimalis modern. Berfokus pada sedikit elemen dengan penataan yang tajam dan bersih, sehingga hidangan tampak elegan dan berkelas.
  5. Teknik berlapis (hide and seek). Menyusun bahan secara bertingkat untuk menghadirkan unsur kejutan, sehingga penikmat menemukan elemen berbeda pada setiap lapisan.
  6. Gaya futuristik. Memanfaatkan material modern seperti kaca atau logam untuk memberi kesan kontemporer pada sajian.
  7. Teknik saus dan sentuhan akhir. Sebagaimana dikutip dari Pushoperations, warna berperan penting karena merangsang selera serta memengaruhi persepsi rasa dan kesegaran. Saus bisa diaplikasikan dengan teknik dollop and swoop (menarik saus dengan punggung sendok), brushing, pooling, hingga splatter. Untuk sentuhan akhir yang elegan, quenelle kerap digunakan. Cindy Khoo, executive pastry chef Hilton Singapore, dikutip dari Toast menuturkan, "Ini salah satu dasar yang kami pelajari di awal perjalanan kuliner kami."

Setiap teknik dapat diterapkan pada beragam hidangan, mulai dari brownies panggang yang lembut sebagai contoh plating dessert, hingga saus steak ala restoran yang dituang artistik. Hasil terbaik dari penataan seperti ini bisa membuat sajian tampak estetik bak sebuah lukisan.

Alat dan Tips Praktis untuk Plating Makanan

Menguasai plating tidak selalu membutuhkan peralatan mahal, tetapi alat yang tepat akan mempermudah prosesnya. Berikut sejumlah tips praktis yang dapat langsung Anda terapkan, baik di dapur profesional maupun di rumah.

  1. Pilih piring yang tepat. Piring putih menonjolkan warna makanan, sementara piring gelap cocok untuk sajian berwarna terang seperti ikan putih. Sesuaikan pula ukuran piring agar porsi tidak terkesan terlalu sedikit atau berlebihan.
  2. Gunakan alat bantu profesional. Pinset plating (tweezers) untuk menata garnish halus, squeeze bottle untuk saus, ring mold untuk membangun dimensi, serta kuas untuk membuat sapuan saus yang rapi.
  3. Rancang konsep terlebih dahulu. Bayangkan hasil akhir sebelum mulai menata. Koki asal Prancis Alain Passard bahkan dikenal merancang penyajiannya dengan membuat kolase dari potongan kertas, layaknya seorang seniman di depan kanvas.
  4. Perhatikan porsi dan keseimbangan gizi. Selain estetika, susun protein, karbohidrat, dan sayuran secara proporsional agar hidangan tetap sehat dan mengenyangkan.
  5. Jaga konsistensi. Sebuah plating yang baik harus bisa diulang dengan cepat dan seragam pada setiap piring, terutama saat melayani banyak pesanan sekaligus.
  6. Sesuaikan dengan jenis hidangan. Sajian tradisional pun bisa tampil memikat, misalnya lewat kreasi hiasan tumpeng yang menarik atau saat menghias nasi goreng untuk lomba.
  7. Berlatih pada masakan rumahan. Anda tidak perlu menunggu momen istimewa. Terapkan plating pada menu masakan rumahan sehari-hari, bahkan pada hidangan yang dimasak lewat kemudahan memasak dengan slow cooker.

Dengan latihan yang konsisten, siapa pun dapat menghadirkan tampilan menggugah selera pada hidangan buatan sendiri. Cobalah mulai dari sajian favorit keluarga, misalnya fudgy brownies yang lumer di mulut atau steak ayam ala resto, lalu tata dengan sentuhan seni agar terasa lebih istimewa.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Plating Makanan

Apa yang dimaksud dengan plating makanan?

Plating makanan adalah seni menata dan mendekorasi makanan di atas piring dengan memperhatikan posisi, komposisi, warna, dan tekstur agar tampilan hidangan menjadi lebih menarik, seimbang, dan menggugah selera. Tujuannya adalah menyempurnakan penyajian sekaligus meningkatkan pengalaman menyantap.

Apa saja teknik dasar plating makanan?

Beberapa teknik dasar yang umum digunakan meliputi plating klasik dengan aturan jam, teknik bebas (free-form), landscape, minimalis modern, teknik berlapis, hingga permainan saus seperti swoop dan quenelle. Prinsip utamanya adalah menjaga keseimbangan, memanfaatkan ruang kosong, serta menonjolkan warna dan tekstur.

Apa perbedaan antara plating dan garnish?

Plating mengacu pada keseluruhan proses menata seluruh komponen makanan di atas piring, sedangkan garnish adalah bagian dari plating berupa hiasan pelengkap, seperti daun herba, irisan buah, atau taburan bumbu. Garnish sebaiknya tetap bisa dimakan dan selaras dengan cita rasa hidangan utama, bukan sekadar dekorasi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |