Liputan6.com, Jakarta - Perut kembung setelah makan sering membuat aktivitas terganggu. Penyebabnya ternyata bukan cuma soal porsi makan, melainkan jenis makanan yang mengandung gas yang masuk ke tubuh. Sejumlah makanan sehari-hari, termasuk yang terlihat sehat, ternyata sulit dicerna usus dan memicu penumpukan gas di perut.
Tidak semua makanan pemicu gas terasa berat di lambung. Beberapa camilan manis, buah segar, bahkan minuman yang dianggap menyehatkan justru menyimpan zat yang sulit terurai di usus. Akibatnya, perut terasa penuh, sering bersendawa, hingga buang angin lebih sering dari biasanya.
Dalam artikel ini, Liputan6.com telah merangkum 15 makanan yang mengandung gas dari berbagai sumber, Selasa (14/7/2026). Dengan mengenali daftar ini, Anda bisa mengatur pola makan tanpa harus menghindari nutrisi penting. Berikut penjelasan lengkapnya untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan sehari-hari.
Kacang-kacangan dan Kacang Polong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296687/original/053517100_1784021351-7722.jpg)
Perbesar
Kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hitam, dan lentil mengandung gula kompleks bernama rafinosa. Tubuh tidak memiliki enzim untuk memecah zat ini, sehingga rafinosa langsung menuju usus besar. Di sana, bakteri memfermentasinya dan menghasilkan gas. Kandungan serat yang tinggi pada kacang-kacangan turut memperbesar produksi gas, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak sekaligus.
Produk Susu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296688/original/064496800_1784021351-85567.jpg)
Perbesar
Susu, keju, dan es krim mengandung laktosa, gula alami yang butuh enzim laktase untuk dicerna. Sebagian orang kekurangan enzim ini sehingga laktosa tidak terurai sempurna di usus halus. Sisa laktosa kemudian difermentasi bakteri di usus besar dan memicu gas, kembung, hingga diare. Kondisi ini dikenal sebagai intoleransi laktosa.
Sayuran Kol-kolan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296689/original/074256800_1784021351-413.jpg)
Perbesar
Brokoli, kembang kol, kubis, dan kecambah brussel termasuk sayuran sehat yang justru sering menyebabkan gas. Sayuran ini mengandung rafinosa dan serat tinggi, mirip seperti kacang-kacangan. Proses fermentasi rafinosa oleh bakteri usus menghasilkan gas berbau tajam. Meski begitu, kandungan vitamin dan mineralnya tetap penting bagi tubuh sehingga tidak perlu dihindari sepenuhnya.
Gandum Utuh dan Biji-bijian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296690/original/084960800_1784021351-37928.jpg)
Perbesar
Gandum utuh, oat, dan beras merah kaya serat serta mengandung rafinosa. Kedua zat ini sulit dicerna usus halus dan baru terurai saat mencapai usus besar. Bagi yang memiliki sensitivitas gluten, gandum bisa memicu gas lebih banyak dibanding biji-bijian bebas gluten seperti quinoa dan nasi putih.
Bawang Putih dan Bawang Bombay
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296691/original/094286600_1784021351-34076.jpg)
Perbesar
Bawang putih dan bawang bombay mengandung fruktan, karbohidrat yang sulit diserap usus halus. Fruktan yang tidak tercerna akan berpindah ke usus besar dan difermentasi bakteri, menghasilkan gas dengan aroma menyengat. Bumbu dapur ini memang sulit dihindari sepenuhnya, tetapi mengurangi porsinya bisa membantu menekan produksi gas.
Minuman Bersoda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296692/original/004862300_1784021352-18225.jpg)
Perbesar
Minuman berkarbonasi memasukkan gas karbon dioksida langsung ke saluran pencernaan. Sebagian gas keluar lewat sendawa, sementara sisanya masuk ke usus dan menambah rasa penuh di perut. Minuman soda diet juga sering mengandung pemanis buatan yang memperparah produksi gas. Air putih atau teh tanpa gula menjadi pilihan yang lebih ramah bagi pencernaan.
Apel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296693/original/014409900_1784021352-110203.jpg)
Perbesar
Apel mengandung sorbitol, gula alami yang tidak sepenuhnya terserap usus halus. Sisa sorbitol berpindah ke usus besar dan difermentasi bakteri, sehingga memicu gas dan kembung. Reaksi ini lebih terasa pada anak-anak atau orang dengan pencernaan sensitif. Meski begitu, apel tetap kaya serat dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh.
Buah Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296694/original/023528800_1784021352-27257.jpg)
Perbesar
Aprikot kering, kismis, dan prune mengandung fruktosa dalam jumlah pekat karena proses pengeringan. Kadar gula yang tinggi ini membuat usus bekerja lebih keras untuk mencernanya. Ketika tidak terserap sempurna, fruktosa difermentasi bakteri usus dan menghasilkan gas. Serat pada buah kering juga berperan melancarkan pencernaan sekaligus memicu gas jika dikonsumsi berlebihan.
Semangka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563689/original/007207700_1776914548-391.jpg)
Perbesar
Semangka termasuk buah tinggi fruktosa yang bisa memicu gas pada sebagian orang. Tubuh yang kesulitan mencerna fruktosa dalam jumlah besar akan mengirim sisa gula ini ke usus besar untuk difermentasi. Pada kasus yang jarang terjadi, kondisi ini berkaitan dengan faktor keturunan yang disebut intoleransi fruktosa herediter.
Kopi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296695/original/031262800_1784021352-27365.jpg)
Perbesar
Kandungan kafein dalam kopi bisa mempercepat gerakan usus dan memicu produksi asam lambung berlebih. Kondisi ini membuat sebagian orang mengalami gas, kembung, bahkan diare setelah minum kopi. Efeknya berbeda pada setiap orang, tergantung sensitivitas lambung dan jumlah kopi yang dikonsumsi dalam sehari.
Oatmeal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296696/original/044202300_1784021352-11194.jpg)
Perbesar
Oatmeal menyimpan serat larut yang baik untuk pencernaan, tetapi bisa memicu gas jika dikonsumsi dalam porsi besar secara mendadak. Serat ini difermentasi bakteri usus dan menghasilkan gas sebagai efek samping. Menambah porsi oatmeal secara bertahap membantu tubuh menyesuaikan diri tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
Jamur Shiitake
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296697/original/051136300_1784021352-2379.jpg)
Perbesar
Jamur shiitake mengandung manitol, sejenis gula alkohol yang sulit diserap usus halus. Manitol yang tidak tercerna akan difermentasi bakteri di usus besar sehingga memicu gas. Dalam jumlah banyak, zat ini juga bisa bekerja seperti pencahar ringan dan mempercepat gerakan usus.
Permen Karet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296698/original/060640200_1784021352-55043.jpg)
Perbesar
Kebiasaan mengunyah permen karet membuat seseorang menelan udara lebih banyak dari biasanya. Udara ini masuk ke saluran pencernaan dan menumpuk sebagai gas. Permen karet bebas gula umumnya memakai sorbitol atau xylitol sebagai pemanis, yang juga sulit dicerna usus dan menambah produksi gas.
Permen Keras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296699/original/077915500_1784021352-2148679289.jpg)
Perbesar
Mengisap permen keras memicu tubuh menelan udara dalam jumlah lebih banyak, mirip seperti saat mengunyah permen karet. Sebagian permen ini juga mengandung pemanis gula alkohol seperti sorbitol dan manitol. Kombinasi udara yang tertelan dan gula sulit cerna membuat perut terasa kembung setelah mengonsumsi permen keras.
Makanan dan Minuman dengan Pemanis Buatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296700/original/090812100_1784021352-8464.jpg)
Perbesar
Produk rendah kalori sering memakai pemanis pengganti gula seperti sorbitol, xylitol, dan eritritol. Usus halus hanya bisa menyerap sedikit dari zat ini, sehingga sisanya berpindah ke usus besar. Bakteri kemudian memfermentasi pemanis tersebut dan memproduksi gas. Membaca label kemasan membantu mengenali produk yang berpotensi memicu kembung.
Pertanyaan Seputar Makanan yang Mengandung Gas
Apa makanan yang paling banyak menyebabkan gas?
Kacang-kacangan dan sayuran kol-kolan seperti brokoli serta kubis termasuk makanan yang paling sering memicu gas karena kandungan rafinosa dan serat tinggi.
Bagaimana cara mengurangi gas akibat makanan?
Mengunyah makanan secara perlahan, merendam kacang sebelum dimasak, serta membatasi minuman bersoda dan permen bergula alkohol dapat membantu menurunkan produksi gas dalam tubuh.
Apakah buah bisa menyebabkan perut kembung?
Buah seperti apel, semangka, dan buah kering bisa memicu kembung karena kandungan fruktosa dan sorbitol yang sulit diserap usus halus.
Apakah gas berlebih berbahaya bagi kesehatan?
Gas umumnya bukan tanda penyakit serius, tetapi gas berlebih yang disertai nyeri hebat atau perubahan pola buang air besar sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Apakah semua makanan pemicu gas harus dihindari?
Tidak. Banyak makanan pemicu gas seperti kacang-kacangan dan sayuran kol-kolan tetap bergizi tinggi, sehingga cukup diatur porsinya, bukan dihilangkan sepenuhnya dari menu harian.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289801/original/021168100_1783415443-D6xFhhnLsQxFwC34djsjcNig7mNv3vd3d6urATL2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296526/original/077644100_1784016944-cd50e438-c0bc-4db3-b862-a1d3763647b2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296821/original/008369300_1784027350-7539208339334666134.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296469/original/059456900_1784015245-Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5202776/original/025851200_1745908270-rendah_kalori.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296445/original/016034800_1784014562-a81f8a36-3e39-4f78-b1e0-a68cfd234eda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296398/original/065310100_1784013317-4767608985252395137.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296655/original/060583400_1784019646-edaa8eca-1543-4705-85c8-fc2cacb0e598.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296367/original/088439000_1784012528-Ide_Budidaya_Ikan_Lele_di_Kolam_Terpal_Mini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3207633/original/021465800_1597296886-female-athlete-having-ankle-injury-sitting-pavement_23-2147888984.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291554/original/092612800_1783569041-cJDHDPGN4yT22TNPPCc2LZq64o0pstyPfoIP3mfp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296294/original/037461500_1784010413-DANA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296349/original/031103100_1784011985-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296276/original/095878700_1784009949-ChatGPT_Image_Jul_14__2026__01_16_48_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296225/original/047803800_1784007774-1498008254312997334.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295012/original/058805600_1783912249-WZNuLMmf7o1ZvYYSwbuHfEZek7DJQ1OMrpYkOlEY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289806/original/022422200_1783415451-RwVNr7IzjjvsbeVx5htEXRaqfyt5dZ5J0iAcxqTa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295910/original/046183200_1783994254-56aa1130-47ca-4929-88e0-055629c27e94.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458403/original/028196700_1767078828-close-up-smiley-brunette-woman-posing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437665/original/070191600_1765260194-IMG-20251209-WA0013.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534137/original/055681200_1773812233-Pagar_Rumah_dari_Barang_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488914/original/060208200_1769769767-Gemini_Generated_Image_gzkq69gzkq69gzkq.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516967/original/051073800_1772372177-Baju_Lebaran_Keluarga_Muda_Cocok_untuk_Silaturahmi_ke_Mertua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)