7 Pohon Buah yang Tetap Produktif di Tanah Bekas Sawah, Mulai Rambutan, Pisang, Hingga Jambu

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Lahan bekas sawah sering dianggap kurang ideal untuk budidaya tanaman buah karena memiliki karakteristik tanah yang cenderung padat dan menyimpan banyak air. Namun, ada sejumlah pohon buah yang tetap produktif di tanah bekas sawah dan mampu menghasilkan panen melimpah jika dikelola dengan tepat. Pemilihan jenis tanaman yang sesuai menjadi kunci agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Beberapa tanaman buah diketahui memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi tanah lembap dan kaya unsur hara, karakter yang umum ditemukan pada bekas area persawahan. Mulai dari pisang yang tumbuh subur di tanah dengan kandungan air tinggi hingga jambu yang terkenal tangguh di berbagai kondisi lahan, pilihan tanaman ini dapat menjadi solusi bagi pemilik lahan yang ingin beralih dari budidaya padi ke tanaman buah.

Selain memberikan hasil panen yang menjanjikan, menanam pohon buah di lahan bekas sawah juga dapat meningkatkan nilai ekonomi lahan dalam jangka panjang. Dengan perawatan tepat, berbagai jenis tanaman buah mampu tumbuh sehat dan produktif sepanjang tahun. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (8/6/2026).

1. Jambu Biji

Jambu biji merupakan salah satu pohon buah yang paling toleran terhadap kondisi tanah lembap dan berlempung seperti lahan bekas sawah. Akarnya yang kuat mampu menembus lapisan tanah padat dan menyerap nutrisi dengan efisien meski dalam kondisi kurang ideal. Pohon jambu biji tidak membutuhkan drainase sempurna untuk tumbuh produktif, sehingga sangat cocok ditanam di lahan yang sebelumnya tergenang air secara rutin.

Tanaman ini bahkan dapat mulai berbuah dalam waktu 2–3 tahun setelah penanaman dan terus produktif selama puluhan tahun. Perawatan jambu biji di lahan bekas sawah pun terbilang mudah dan tidak memerlukan biaya besar. Dengan pemupukan rutin menggunakan pupuk organik dan pemangkasan berkala, pohon jambu biji dapat menghasilkan buah yang lebat sepanjang tahun.

2. Pisang

Pisang adalah tanaman buah tropis yang sangat adaptif terhadap berbagai kondisi tanah, termasuk tanah bekas sawah yang memiliki kadar air tinggi. Sistem perakaran pisang yang dangkal namun menyebar luas membuatnya mampu menyerap nutrisi dari lapisan atas tanah yang kaya bahan organik. Lahan bekas sawah biasanya kaya akan sisa-sisa bahan organik dari jerami dan kompos alami, yang justru menjadi sumber makanan ideal bagi tanaman pisang.

Hal ini membuat pertumbuhan pisang di lahan bekas sawah cenderung lebih cepat dan produktif dibandingkan di lahan kering. Pisang dapat mulai dipanen dalam waktu 9–12 bulan setelah penanaman, menjadikannya pilihan yang sangat menguntungkan secara ekonomi. Petani bisa mendapatkan hasil panen yang berkelanjutan karena pisang terus menghasilkan tunas baru setelah batang induk dipotong.

3. Pepaya

Pepaya dikenal sebagai tanaman buah yang cepat tumbuh dan cepat berbuah, bahkan di kondisi tanah yang kurang sempurna seperti bekas sawah. Tanaman ini mampu beradaptasi dengan kandungan air tanah relatif tinggi, asalkan tidak terjadi genangan air terus-menerus di sekitar pangkal batang. Kunci keberhasilan menanam pepaya di lahan bekas sawah adalah dengan membuat bedengan atau guludan agar akar tidak terendam air.

Dengan teknik sederhana ini, pepaya dapat tumbuh optimal dan mulai berbuah hanya dalam waktu 6–9 bulan setelah tanam. Pepaya juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena seluruh bagian tanaman bisa dimanfaatkan mulai dari buah, daun, hingga bijinya. Produktivitas pepaya di lahan bekas sawah yang dikelola dengan baik bisa mencapai 50–80 kilogram per pohon per tahun.

4. Mangga

Mangga merupakan pohon buah tahunan yang memiliki perakaran dalam dan kuat, sehingga mampu bertahan dan berproduksi di berbagai jenis tanah termasuk tanah bekas sawah. Meskipun mangga lebih menyukai tanah yang berdrainase baik, varietas tertentu seperti Arumanis dan Manalagi telah terbukti adaptif terhadap kondisi tanah lempung. Pada tahap awal penanaman, penting untuk memastikan lubang tanam dibuat cukup dalam dan dicampur dengan pasir serta kompos untuk memperbaiki aerasi tanah.

Setelah sistem perakaran mangga terbentuk dengan baik, pohon ini akan menjadi sangat tangguh dan mampu bertahan terhadap fluktuasi kondisi tanah. Mangga yang ditanam di lahan bekas sawah umumnya mulai berbuah pada usia 3–5 tahun dan dapat terus produktif hingga puluhan tahun. Nilai jual mangga yang stabil di pasaran menjadikan tanaman ini investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan bagi petani.

5. Nangka

Nangka adalah pohon buah tropis yang dikenal sangat tangguh dan mampu tumbuh di berbagai kondisi tanah, termasuk yang bertekstur liat dan lembap seperti bekas sawah. Pohon nangka memiliki toleransi baik terhadap tanah dengan drainase sedang, menjadikannya pilihan tepat untuk lahan konversi sawah. Selain toleran terhadap kondisi tanah yang kurang ideal, nangka juga merupakan pohon yang minim perawatan setelah fase pertumbuhan awalnya.

Pohon ini tidak memerlukan perawatan intensif dan cukup dipupuk secara berkala untuk menghasilkan buah yang besar dan berkualitas. Nangka mulai berbuah pada usia 3–4 tahun setelah tanam dan dapat menghasilkan puluhan kilogram buah per musim. Permintaan nangka yang tinggi baik untuk konsumsi langsung maupun olahan industri membuat tanaman ini memiliki prospek pasar yang sangat menjanjikan.

6. Rambutan

Rambutan adalah buah tropis yang sangat populer di Indonesia dan terbukti mampu tumbuh dengan baik di tanah bekas sawah yang memiliki kelembapan tinggi. Pohon rambutan menyukai iklim tropis basah dengan curah hujan merata, kondisi yang biasanya tersedia di daerah bekas lahan sawah.Tanah bekas sawah yang kaya bahan organik justru menjadi media tumbuh ideal bagi rambutan untuk mengembangkan sistem perakaran yang kuat.

Dengan pemupukan yang tepat dan pengelolaan drainase baik, rambutan dapat tumbuh subur dan berbuah lebat secara konsisten. Pohon rambutan mulai berproduksi pada usia 4–5 tahun dan dapat berbuah dua kali dalam setahun jika dirawat dengan baik. Produktivitas rambutan di lahan yang dikelola optimal bisa mencapai 80–100 kilogram per pohon per musim panen.

7. Sawo

Sawo merupakan pohon buah yang dikenal sangat tahan terhadap kondisi tanah yang berat dan lembap, menjadikannya salah satu pilihan terbaik untuk ditanam di lahan bekas sawah. Pohon ini memiliki akar tunggang  kuat dan dalam, yang memungkinkannya menyerap air dan nutrisi dengan efisien dari lapisan tanah dalam. Salah satu keunggulan utama sawo adalah kemampuannya bertahan di kondisi tanah yang tidak ideal tanpa mengorbankan produktivitas buahnya.

Bahkan di tanah berlempung dengan aerasi terbatas, sawo tetap mampu tumbuh dan menghasilkan buah yang manis dan berkualitas tinggi. Pohon sawo mulai berbuah pada usia 5–7 tahun dan setelah itu akan terus produktif selama berpuluh-puluh tahun. Daya tahan pohon sawo yang luar biasa terhadap berbagai kondisi lingkungan menjadikannya investasi pertanian jangka panjang yang sangat menguntungkan.

Pertanyaan Seputar Pohon Buah yang Tetap Produktif di Tanah Bekas Sawah

1. Apakah semua pohon buah bisa ditanam di tanah bekas sawah? Tidak semua pohon buah cocok, hanya varietas yang toleran terhadap tanah lembap dan berlempung yang dapat tumbuh produktif di lahan bekas sawah.

2. Apa persiapan yang perlu dilakukan sebelum menanam pohon buah di lahan bekas sawah? Perbaiki drainase lahan, gemburkan tanah dengan menambahkan pasir dan kompos, serta buat bedengan untuk mencegah genangan air di sekitar tanaman.

3. Berapa lama pohon buah mulai produktif setelah ditanam di lahan bekas sawah? Tergantung jenisnya, pisang dan pepaya bisa berbuah dalam 6–12 bulan, sementara mangga, rambutan, dan sawo membutuhkan 3–7 tahun.

4. Apakah tanah bekas sawah perlu diberi pupuk khusus untuk menanam pohon buah? Ya, penambahan pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang sangat dianjurkan untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburannya.

5. Pohon buah apa yang paling cepat berbuah di tanah bekas sawah? Pepaya dan pisang adalah pohon buah yang paling cepat berbuah di lahan bekas sawah karena masa panennya hanya 6–12 bulan setelah tanam.

6. Bagaimana cara mengatasi masalah drainase buruk di lahan bekas sawah untuk pertanian buah? Buat saluran drainase di sisi lahan, aplikasikan mulsa organik, dan tanam pohon buah di atas bedengan atau guludan untuk menghindari akar tergenang air.

7. Apakah ada pohon buah yang tidak disarankan untuk ditanam di tanah bekas sawah? Pohon buah seperti alpukat dan durian kurang dianjurkan karena sangat sensitif terhadap tanah berlempung dan kondisi drainase buruk yang khas pada lahan bekas sawah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |