Liputan6.com, Jakarta - Menerapkan tips menjaga kesuburan tanah menjadi langkah penting bagi siapa saja yang ingin membudidayakan buah naga di halaman rumah. Tanaman buah naga memang dikenal cukup mudah tumbuh. Namun kualitas tanah tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pertumbuhan, pembungaan, hingga hasil panen. Tanah yang subur akan membantu tanaman menyerap nutrisi secara optimal sehingga dapat tumbuh sehat dan produktif.
Salah satu cara yang banyak digunakan adalah pemberian kapur dolomit sebelum proses penanaman. Kapur dolomit berfungsi menetralkan tingkat keasaman tanah sekaligus menambah kandungan kalsium dan magnesium yang dibutuhkan tanaman. Langkah sederhana ini dapat meningkatkan kualitas media tanam, sehingga akar buah naga berkembang lebih baik.
Pengalaman serupa juga dilakukan oleh Wiwin (54), ibu rumah tangga sekaligus pegiat kebun asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia mengaku rutin menggunakan kapur dolomit dan perawatan organik lainnya untuk menjaga kesuburan tanah sehingga tanaman buah naga mampu menghasilkan buah berukuran besar, berwarna merah keunguan sempurna, dan memiliki rasa yang manis. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Jumat (05/06/2026).
1. Gunakan Kapur Dolomit Sebelum Penanaman Buah Naga
Menurut Wiwin, langkah pertama yang dilakukan sebelum memindahkan bibit buah naga ke lahan tanam adalah memperbaiki kondisi tanah menggunakan kapur dolomit. Dia melakukan penyuburan tanah sekitar satu minggu sebelum bibit dipindahkan dari pot ke tanah. Kapur dolomit sendiri adalah mineral alami yang mengandung kalsium karbonat (CaCO3) dan magnesium karbonat (MgCO3). Kedua kandungan ini memiliki peran krusial dalam memperbaiki struktur tanah.
"Sekitar 1 minggu sebelum pemindahan tanaman dari pot ke tanah itu saya melakukan penyuburan dengan memberikan kapur dolomit. Dicangkul bagian tanah yang mau ditanami buah naga dikasih kapur dan dibiarkan gembur minimal satu minggu jangan lupa tetap disiram 2 hari sekali kalau misal enggak ada hujan," ujar Wiwin saat berbagi pengalamannya.
Pemberian kapur dolomit menjadi salah satu tips menjaga kesuburan tanah yang efektif karena membantu menciptakan kondisi media tanam yang ideal bagi perkembangan akar. Dengan pH tanah yang lebih seimbang, tanaman buah naga dapat menyerap unsur hara secara maksimal dan tumbuh lebih sehat sejak awal penanaman.
2. Lakukan Aplikasi Kapur Dolomit Secara Berkala
Kesuburan tanah tidak cukup dijaga hanya saat awal penanaman. Wiwin mengatakan bahwa pemberian kapur dolomit perlu dilakukan secara berkala agar kondisi tanah tetap stabil dan kaya nutrisi untuk tanaman buah naga. Cara ini membantu mempertahankan pH tanah tetap ideal sekaligus mencegah penurunan kualitas tanah akibat proses penyerapan unsur hara yang berlangsung terus-menerus.
"Terus buat menjaga kesuburan tanah secara terus menerus langkah pemberian kapur dolomit bisa dilakukan secara berkala setiap 3 bulan sekali," jelasnya.
Dengan pemberian yang teratur, kandungan kalsium dan magnesium dalam tanah tetap terjaga. Kedua unsur tersebut berperan penting dalam pembentukan jaringan tanaman, pertumbuhan batang yang kuat, serta mendukung proses pembungaan dan pembuahan buah naga.
3. Kombinasikan dengan Pupuk Organik dari Bahan Rumah Tangga
Selain menggunakan kapur dolomit, Wiwin juga rutin memberikan pupuk organik yang dibuat sendiri dari limbah rumah tangga. Menurutnya, langkah ini membantu menjaga kandungan bahan organik dalam tanah sehingga kesuburannya tetap terpelihara. Salah satu pupuk yang sering digunakan berasal dari air cucian beras pertama yang difermentasi selama sekitar dua minggu.
"Biasanya saya pakai air cucian beras pertama yang disimpan selama 2 minggu. Setelah sudah agak terfermentasi, itu ambil sedikit dan campurkan ke air perbandingannya bisa 1:2 terus siram aja ke pohon seminggu sekali," jelas Wiwin.
Wiwin juga memanfaatkan cangkang telur yang dikeringkan lalu diblender bersama air sebelum diberikan ke tanaman. Kandungan mineral dalam cangkang telur dapat membantu menambah nutrisi tanah sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman buah naga secara alami dan berkelanjutan.
4. Jaga Kelembapan Tanah dan Dukung Pertumbuhan Tanaman
Tips menjaga kesuburan tanah berikutnya adalah menjaga kelembapan media tanam melalui penyiraman yang konsisten. Wiwin mengaku menyiram tanaman buah naga setiap dua hari sekali, pada pagi maupun sore hari agar kondisi tanah tetap mendukung aktivitas akar. Tanah yang terlalu kering dapat menghambat penyerapan nutrisi, sementara tanah yang terlalu basah berisiko menyebabkan pembusukan akar. Oleh karena itu, keseimbangan kelembapan menjadi faktor penting dalam budidaya buah naga di halaman rumah.
Selain itu, Wiwin juga menyiapkan tongkat penopang sejak awal penanaman karena buah naga termasuk tanaman merambat. Setelah tanaman tumbuh lebih besar, ia menyemprotkan pupuk cair yang mengandung mikrohara dan hormon giberelin untuk merangsang pembentukan bunga, mengurangi kerontokan, serta meningkatkan jumlah calon buah yang dihasilkan. Pupuk semprot tersebut bisa dibeli di toko pertanian.
"Setelah pohon sudah cukup besar saya juga biasa menyemprotkan pupuk cair trubus untuk merangsang pertumbuhan bunga," kata Wiwin.
Hasil dari serangkaian perawatan menyeluruh yang dilakukan Wiwin pun terbilang memuaskan. Buah naga yang ia hasilkan saat berbuah memiliki rasa yang benar-benar manis, warna merah keunguan sempurna, serta ukuran yang besar, meskipun waktu panennya memiliki rentan waktu yang tidak pasti.
Pertanyaan Seputar Tips Menjaga Kesuburan Tanah
1. Apa yang dimaksud dengan kesuburan tanah? Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara, air, dan kondisi yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.
2. Mengapa kapur dolomit penting untuk menjaga kesuburan tanah? Kapur dolomit penting karena dapat menetralkan pH tanah yang terlalu asam sekaligus menyuplai kalsium dan magnesium yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh sehat.
3. Seberapa sering kapur dolomit perlu diberikan ke tanah? Kapur dolomit sebaiknya diberikan secara berkala setiap 3 bulan sekali agar pH dan kandungan mineral tanah tetap stabil.
4. Apakah pupuk organik rumahan efektif untuk menjaga kesuburan tanah? Ya, pupuk organik dari bahan rumahan seperti air cucian beras fermentasi dan cangkang telur terbukti efektif menambah nutrisi alami ke dalam tanah.
5. Berapa pH tanah yang ideal untuk budidaya buah naga? Buah naga tumbuh optimal pada tanah dengan pH antara 6 hingga 7, yaitu kondisi netral yang mendukung penyerapan unsur hara secara maksimal.
6. Apa tanda-tanda tanah sudah tidak subur lagi? Tanda tanah tidak subur antara lain tanaman tumbuh kerdil, daun menguning, struktur tanah keras atau padat, dan hasil panen yang menurun secara signifikan.
7. Apakah penyiraman rutin berpengaruh pada kesuburan tanah? Ya, penyiraman rutin yang tepat membantu menjaga kelembapan tanah sehingga mikroorganisme tanah tetap aktif dan unsur hara lebih mudah diserap oleh akar tanaman.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7600645/original/029524300_1780384460-Gemini_Generated_Image_8y0hwt8y0hwt8y0h.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4782426/original/080178400_1711210993-WhatsApp_Image_2024-03-23_at_15.22.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7824777/original/069652300_1780644120-FIFA-World-Cup-26-Official-Brand-unveiled-in-Los-Angeles.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7815816/original/090662800_1780633714-Inspirasi_Halaman_Rumah_Tempo_Dulu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7819185/original/076355100_1780637582-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_12.16.58_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7813823/original/048990300_1780631421-Inspirasi_Teras_Berlantai_Tegel_Motif_Klasik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7812597/original/099907800_1780629920-priscilla-du-preez-mKJUoZPy70I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7811176/original/061968600_1780628183-Ide_Ternak_Keong_di_Karung_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557326/original/051066000_1776325539-umbaran_ayam_6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3629349/original/096432900_1636598758-spencer-davis-haLyuhP6oLE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7760613/original/036972200_1780570144-Sinemart_dan_IMDE__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3150748/original/091516300_1591935053-person-holding-midnight-black-samsung-galaxy-s8-turn-on-near-1092671.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551109/original/066187300_1775718080-pohon_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7742398/original/065750100_1780549524-Pupuk_Cair.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546159/original/084002000_1775276485-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5013165/original/017048700_1732073073-tips-hemat-listrik-ac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550577/original/058215100_1775704419-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7672023/original/043732100_1780466458-Tanaman_Buah_Naga_di_Halaman_Sempit_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7682135/original/048579500_1780477777-telkom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5684337/original/002540700_1778557153-Pilihan_Lantai_Kasar_untuk_Teras_Rumah_Minimalis_yang_Desainnya_Sedang_Tren_di_2026.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2914750/original/064241400_1568789055-20190918-Menengok-Budidaya-Rumput-Laut-di-Pulau-Panggang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452279/original/095098900_1766393745-Membersihkan_Emas_Pakai_Pasta_Gigi.jpg)