Liputan6.com, Jakarta - Jenis ikan yang bisa hidup di galon 19 liter tanpa aerator menjadi topik yang semakin banyak dicari oleh pecinta ikan hias maupun budidaya rumahan. Tidak semua orang memiliki ruang luas untuk memasang akuarium besar lengkap dengan pompa dan sistem filtrasi. Karena itu, memanfaatkan galon bekas berkapasitas 19 liter menjadi solusi sederhana sekaligus hemat biaya.
Menariknya, beberapa jenis ikan memiliki kemampuan bertahan hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah. Sebagian di antaranya bahkan memiliki organ pernapasan tambahan yang memungkinkan mereka mengambil oksigen langsung dari udara. Kemampuan ini membuat ikan tersebut lebih adaptif saat dipelihara dalam wadah kecil tanpa aerator.
Meski demikian, keberhasilan memelihara ikan di galon tidak hanya bergantung pada jenis ikannya. Kebersihan air, jumlah ikan yang dipelihara, serta pemberian pakan yang tepat tetap menjadi faktor penting agar ikan tumbuh sehat dan tidak mudah stres. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (18/6/2026).
1. Ikan Cupang
Ketika membahas jenis ikan yang bisa hidup di galon 19 liter tanpa aerator, ikan cupang hampir selalu menjadi pilihan utama. Ikan ini memiliki organ labirin yang memungkinkan mereka menghirup udara langsung dari permukaan.
Cupang terkenal sangat tangguh dan mampu hidup dalam volume air yang relatif sedikit. Warna tubuhnya yang cerah serta bentuk sirip yang indah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penghobi ikan.
Dalam galon 19 liter, seekor cupang dapat hidup dengan sangat nyaman. Bahkan jika ingin menambahkan tanaman air seperti anubias atau eceng mini, habitatnya akan terlihat lebih menarik sekaligus membantu menjaga kualitas air.
2. Ikan Guppy
Ikan guppy merupakan ikan kecil yang sangat populer karena warna dan coraknya yang beragam. Ukurannya yang mungil membuat kebutuhan oksigennya tidak terlalu tinggi dibanding ikan berukuran besar.
Guppy mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi air sehingga cocok untuk pemula. Dalam galon 19 liter, beberapa ekor guppy dapat hidup dengan baik asalkan kepadatan tidak berlebihan.
Selain mudah dipelihara, ikan ini juga cepat berkembang biak sehingga sering menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin mencoba budidaya sederhana di rumah.
3. Ikan Molly
Ikan molly sering disebut sebagai ikan yang ramah bagi pemula karena daya tahan tubuhnya yang tinggi. Beberapa varietas seperti molly balon memiliki bentuk tubuh unik dan warna yang menarik.
Kemampuan adaptasinya terhadap perubahan kualitas air membuat ikan ini dapat dipelihara tanpa aerator. Meski demikian, air tetap harus dijaga kebersihannya agar kesehatan ikan tetap optimal.
Dalam galon 19 liter, ikan molly dapat menjadi penghuni yang aktif dan menyenangkan untuk diamati setiap hari.
4. Ikan Platy
Platy masih satu kelompok dengan molly dan guppy. Ikan ini memiliki karakter yang tenang serta mudah beradaptasi pada lingkungan baru.
Pilihan warna platy sangat beragam, mulai dari merah, kuning, oranye hingga kombinasi warna yang mencolok. Karena ukurannya kecil, platy tidak membutuhkan ruang yang terlalu luas.
Bagi yang mencari jenis ikan yang bisa hidup di galon 19 liter tanpa aerator, platy termasuk salah satu kandidat terbaik karena mudah dipelihara dan tidak memerlukan perawatan rumit.
5. Ikan Sepat
Ikan sepat termasuk kelompok ikan yang memiliki organ labirin sempurna. Kemampuan ini memungkinkan mereka bertahan pada kondisi air yang minim oksigen.
Di habitat alaminya, ikan sepat sering ditemukan di rawa, sawah, dan perairan tenang yang kadar oksigennya tidak selalu tinggi. Karena itu, ikan ini sangat cocok ditempatkan dalam galon tanpa aerator.
Selain tahan banting, ikan sepat juga memiliki perilaku yang relatif tenang sehingga mudah dipelihara dalam wadah terbatas.
6. Ikan Gurami Muda
Gurami masih berkerabat dengan ikan sepat dan sama-sama memiliki organ labirin. Pada ukuran kecil atau juvenil, gurami dapat dipelihara dalam galon 19 liter selama jumlahnya tidak terlalu banyak.
Ikan ini terkenal kuat dan mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang cukup beragam. Namun, karena pertumbuhannya relatif cepat, nantinya gurami perlu dipindahkan ke wadah yang lebih besar.
Meski begitu, untuk tahap pembesaran awal, galon 19 liter sudah cukup memadai.
7. Ikan Komet
Ikan komet dikenal karena bentuk tubuh ramping dan ekornya yang panjang menjuntai. Banyak orang mengira ikan ini harus selalu menggunakan aerator, padahal sebenarnya komet masih bisa bertahan tanpa aerator dalam kondisi tertentu.
Kuncinya adalah menjaga jumlah ikan tetap sedikit serta rutin mengganti air. Komet menghasilkan cukup banyak kotoran sehingga kualitas air harus lebih diperhatikan dibanding ikan kecil lainnya.
Jika dirawat dengan baik, ikan komet tetap dapat hidup sehat di galon berukuran 19 liter.
8. Ikan Mas Koki
Ikan mas koki memiliki bentuk tubuh yang unik dan menggemaskan. Walaupun lebih ideal dipelihara dalam akuarium yang memiliki aerasi, ikan ini masih dapat hidup tanpa aerator apabila kepadatan ikan rendah dan kebersihan air terjaga.
Karena kebutuhan oksigennya lebih tinggi dibanding cupang atau guppy, sebaiknya hanya memelihara satu atau dua ekor koki kecil dalam satu galon.
Dengan perawatan yang baik, koki tetap bisa menjadi penghuni menarik untuk galon mini di rumah.
9. Ikan Nila Hias
Tidak banyak yang mengetahui bahwa nila juga memiliki varietas hias dengan warna yang menarik. Ikan ini terkenal sangat kuat dan mudah beradaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Ketahanan tubuhnya yang tinggi membuat nila hias dapat hidup tanpa aerator. Namun, karena sifatnya cenderung agresif terhadap ikan yang lebih kecil, sebaiknya dipelihara terpisah.
Bagi yang ingin mencoba budidaya sederhana, nila hias bisa menjadi pilihan menarik.
10. Ikan Lele Hias
Lele hias termasuk ikan yang memiliki kemampuan bertahan hidup luar biasa. Sama seperti lele konsumsi, jenis ini mampu hidup pada kondisi oksigen rendah.
Warna tubuhnya yang unik membuatnya menarik sebagai ikan hias. Selain itu, lele hias juga relatif mudah dirawat dan tidak membutuhkan peralatan mahal.
Dalam galon 19 liter, beberapa ekor lele hias berukuran kecil masih dapat dipelihara dengan baik selama kualitas air dijaga.
Mengapa Beberapa Ikan Bisa Hidup Tanpa Aerator?
Pada umumnya, ikan membutuhkan oksigen terlarut dalam air untuk bernapas. Namun, beberapa spesies memiliki kemampuan khusus berupa organ labirin atau sistem pernapasan yang memungkinkan mereka mengambil oksigen langsung dari udara di permukaan air.
Selain itu, ada pula ikan yang memiliki tingkat toleransi tinggi terhadap kondisi lingkungan yang minim oksigen. Inilah alasan mengapa beberapa spesies cocok dipelihara dalam galon 19 liter tanpa bantuan aerator.
Meski termasuk tahan banting, pemilik tetap perlu mengganti air secara berkala dan menghindari kepadatan ikan yang berlebihan. Dengan perawatan yang tepat, galon sederhana dapat menjadi habitat yang nyaman bagi berbagai jenis ikan.
Tips Sukses Memelihara Ikan di Galon 19 Liter
Meski banyak jenis ikan yang bisa hidup di galon 19 liter tanpa aerator, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar ikan tetap sehat:
- Jangan mengisi galon terlalu banyak ikan.
- Ganti sebagian air setiap 3–7 hari sekali.
- Hindari pemberian pakan berlebihan.
- Letakkan galon di tempat yang mendapat cahaya cukup tetapi tidak terkena matahari langsung sepanjang hari.
- Tambahkan tanaman air untuk membantu menjaga kualitas lingkungan.
- Bersihkan kotoran yang mengendap secara berkala.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, peluang keberhasilan memelihara ikan tanpa aerator akan jauh lebih tinggi.
Tanya Jawab Seputar Budidaya Ikan di Galon
1. Berapa jumlah ikan yang ideal untuk galon 19 liter?
Tergantung jenis ikannya. Untuk ikan kecil seperti guppy atau platy, sekitar 5–10 ekor masih aman. Untuk ikan yang lebih besar seperti komet atau koki, sebaiknya hanya 1–2 ekor.
2. Apakah galon 19 liter harus diberi aerator?
Tidak selalu. Beberapa jenis ikan seperti cupang, sepat, gurami, guppy, dan molly dapat hidup tanpa aerator jika kualitas air terjaga.
3. Seberapa sering air galon harus diganti?
Penggantian sebagian air sekitar 20–30 persen setiap 3–7 hari sekali umumnya sudah cukup untuk menjaga kualitas lingkungan.
4. Apakah tanaman air perlu ditambahkan?
Sangat disarankan. Tanaman air dapat membantu menyerap zat sisa, memberikan tempat berlindung bagi ikan, serta mempercantik tampilan galon.
5. Apa penyebab ikan di galon sering mati mendadak?
Penyebab paling umum adalah kualitas air yang buruk, pemberian pakan berlebihan, kepadatan ikan terlalu tinggi, dan perubahan suhu yang ekstrem.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262256/original/007507100_1781776580-tips_menata_rumah_agar_nyaman.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262076/original/051576200_1781770464-wsww.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261990/original/024867000_1781765797-hl5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259903/original/094849000_1781518957-Area_Samping_Rumah_dengan_Rak_Vertikal_Tanaman_dan_Jemuran_Lipat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261828/original/005353400_1781760067-HL_bunga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564869/original/081389600_1777003037-unnamed_-_2026-04-24T105315.085.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261682/original/028246500_1781753679-5103552759284206577.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261631/original/062699500_1781752303-Gazebo_Minimalis_Modern_untuk_Taman_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261715/original/023264400_1781755206-Menanam_Mentimun_di_Pagar_Besi_agar_Buah_Tidak_Berserakan_dan_Mudah_Dipanen.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261698/original/075949400_1781754245-Menata_Kolam_Ikan_dan_Taman_Rumah_agar_Aman_untuk_Balita_Tanpa_Mengurangi_Keindahan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261453/original/032660100_1781705098-ciri_orang_IQ_tinggi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261310/original/059484800_1781695665-17015034585918374717.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261279/original/027411200_1781693034-1240715008421455408.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260424/original/000737200_1781592788-HL_pohon.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260819/original/021001200_1781664345-IRT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260416/original/002506300_1781592017-Kebun_Samping_Rumah_Ala_Jepang_7.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484116/original/054327400_1769413827-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260991/original/069747000_1781671728-cov222.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260941/original/047661100_1781670272-Taman_Depan_Rumah_dengan_Kolam_Ikan_Ramah_Anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260810/original/028146000_1781664144-Teras_Rumah_Sering_Jadi_Tempat_Tidur_Kucing.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1937643/original/078623300_1519626900-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515848/original/010205500_1772196753-Chief_Financial_Officer_Tokocrypto__Sefcho_Rizal-27_Februari_2026.jpg)