Pohon Buah yang Cepat Berbuah dalam 1 Tahun, Ini Daftarnya yang Bisa Ditanam di Pot

10 hours ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki kebun buah di pekarangan rumah atau bahkan di balkon apartemen kini bukan lagi sekadar impian. Bagi Anda yang mendambakan panen cepat dan ingin memaksimalkan lahan terbatas, ada kabar baik. 

Memilih jenis pohon buah yang tepat adalah kunci utama untuk keberhasilan berkebun di lahan sempit. Dengan teknik penanaman dan perawatan yang sesuai, Anda bisa menikmati buah-buahan segar hasil kebun sendiri dalam waktu singkat. Panduan ini akan membantu Anda mengidentifikasi tanaman mana saja yang cocok untuk ditanam di pot dan bagaimana cara merawatnya agar produktif.

Dari stroberi yang mungil hingga jeruk yang menyegarkan, setiap tanaman memiliki karakteristik unik dan persyaratan tumbuh yang perlu diperhatikan. Lantas apa saja daftar pohon buah yang cepat berbuah dalam 1 tahun yang bisa ditanam di pot? Melansir dari berbagai sumber, Senin (30/3), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Stroberi

Stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan salah satu tanaman buah paling populer yang ideal untuk ditanam di pot karena ukurannya yang ringkas. Tanaman ini dikenal sangat cepat berbuah, bahkan mampu menghasilkan panen dalam 3-6 bulan setelah penanaman, terutama jika menggunakan bibit atau anakan.

Keunggulan stroberi tidak hanya pada kecepatan berbuahnya, tetapi juga kemudahannya beradaptasi dengan berbagai jenis pot, termasuk pot gantung atau wadah vertikal, berkat sistem perakarannya yang dangkal. Perawatannya pun relatif mudah, hanya membutuhkan penyiraman teratur dan paparan sinar matahari yang cukup.

Untuk hasil optimal, stroberi membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari agar buahnya manis dan banyak. Gunakan media tanam kaya organik, gembur, dan berdrainase baik, serta siram setiap hari atau saat permukaan media mulai mengering. Pemupukan seimbang setiap 2-4 minggu selama musim tanam juga penting.

Pilihlah varietas stroberi yang dikenal produktif dan cocok untuk ditanam di wadah, seperti 'Chandler' atau 'Ozark Beauty', untuk memastikan pertumbuhan yang subur dan hasil panen yang melimpah.

2. Buah Naga

Buah naga (Hylocereus undatus) adalah tanaman kaktus epifit yang dikenal karena buahnya yang eksotis dan kemampuannya untuk berbuah dalam waktu singkat. Tanaman ini seringkali mulai berbuah dalam 6-12 bulan setelah penanaman stek, menjadikannya pilihan menarik untuk budidaya di pot.

Meskipun merupakan tanaman merambat, buah naga dapat dikelola dengan baik di pot besar, minimal 50 liter, dengan dukungan tiang penyangga yang kokoh. Sebagai tanaman kaktus, buah naga cukup toleran terhadap kondisi kering, namun penyiraman teratur tetap diperlukan untuk produksi buah yang optimal.

Buah naga membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan pembungaan maksimal. Media tanam yang porous dan kaya bahan organik dengan drainase baik sangat penting. Siram secara teratur, terutama saat musim kemarau, namun biarkan media mengering sedikit di antara penyiraman untuk mencegah busuk akar.

Sediakan tiang penyangga yang kuat setinggi 1,5-2 meter agar tanaman dapat merambat dan menjuntai. Pemupukan NPK seimbang setiap bulan atau dua bulan sekali, terutama saat fase pertumbuhan vegetatif dan pembungaan, akan mendukung hasil panen yang melimpah.

3. Jambu Air

Jambu air (Syzygium aqueum atau Syzygium samarangense) adalah pohon buah tropis yang populer, terutama di Asia Tenggara. Beberapa varietas jambu air, khususnya yang diperbanyak melalui okulasi atau cangkok, dapat mulai berbuah dalam waktu 1-2 tahun setelah tanam, menjadikannya pilihan ideal untuk tabulampot.

Tanaman ini sangat cocok untuk ditanam di pot besar, minimal 60 liter, dan ukurannya dapat diatur melalui pemangkasan rutin. Jambu air menghasilkan buah yang renyah, manis, dan menyegarkan, sangat cocok untuk konsumsi langsung.

Untuk pertumbuhan optimal, jambu air memerlukan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari guna pembungaan dan pembuahan yang maksimal. Gunakan media tanam yang subur, gembur, dan berdrainase baik, seperti campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang. Penyiraman harus dilakukan secara teratur, terutama saat musim kemarau dan saat tanaman berbunga atau berbuah.

Pemupukan NPK seimbang setiap 1-2 bulan sangat dianjurkan. Saat mendekati masa pembungaan, gunakan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium yang lebih tinggi untuk merangsang produksi buah. Pemangkasan rutin juga penting untuk membentuk tajuk, merangsang percabangan baru, dan mengontrol ukuran tanaman agar tetap sesuai untuk pot.

4. Tin

Pohon tin atau ara (Ficus carica) adalah tanaman buah yang sangat populer untuk ditanam di pot karena kemampuannya berbuah dalam waktu singkat. Tanaman ini seringkali mulai menghasilkan buah dalam 6-12 bulan setelah penanaman dari stek atau bibit, menjadikannya pilihan yang bagus bagi penanam yang tidak sabar.

Pohon tin dikenal sangat produktif, bahkan pada tanaman muda, dan sangat cocok untuk pot karena sistem perakarannya yang tidak terlalu agresif. Buah tin kaya akan serat, vitamin, dan mineral, serta memiliki rasa manis yang khas.

Tin membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari untuk produksi buah yang optimal. Media tanam yang subur, berdrainase baik, dan sedikit basa sangat direkomendasikan. Penyiraman harus konsisten, terutama selama periode pertumbuhan aktif dan pembentukan buah, namun hindari kekeringan ekstrem atau genangan air.

Berikan pupuk seimbang setiap 4-6 minggu selama musim tanam aktif, dan kurangi pemupukan saat tanaman memasuki masa dormansi. Pemangkasan juga diperlukan untuk membentuk tajuk, menghilangkan cabang yang mati atau sakit, serta merangsang pertumbuhan buah baru.

5. Anggur

Anggur (Vitis vinifera) adalah tanaman merambat yang dapat ditanam di pot besar, dan beberapa varietasnya dapat mulai berbuah dalam 1-2 tahun setelah penanaman dari bibit atau stek. Kunci keberhasilan menanam anggur di pot adalah pemilihan varietas yang tepat dan pemangkasan yang disiplin.

Dengan perawatan yang tepat, beberapa varietas anggur dapat menghasilkan buah dalam waktu relatif singkat. Anggur dapat tumbuh di pot besar, minimal 50 liter, dengan sistem penopang yang kuat seperti teralis atau pergola mini. Buah anggur serbaguna, dapat dikonsumsi segar, dibuat jus, atau diolah menjadi produk lain.

Tanaman anggur membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 7-8 jam per hari untuk pertumbuhan dan pematangan buah yang optimal. Gunakan media tanam yang subur, berdrainase baik, dan sedikit asam hingga netral. Siram secara teratur untuk menjaga kelembaban media, terutama saat musim kemarau dan saat buah berkembang, namun hindari genangan air.

Sediakan teralis atau struktur penopang yang kuat agar sulur anggur dapat merambat. Pemangkasan adalah aspek terpenting dalam budidaya anggur, terutama untuk tanaman dalam pot, karena mempengaruhi bentuk, pertumbuhan, dan produksi buah. Pilih varietas yang cocok untuk iklim tropis dan dikenal produktif, seperti 'Isabella', 'Red Globe', atau 'Nineteen'.

6. Jeruk

Banyak varietas jeruk, terutama varietas kerdil (dwarf) atau hasil okulasi, dapat ditanam di pot dan mulai berbuah dalam 1-2 tahun setelah penanaman. Jeruk nipis, jeruk limau, dan jeruk keprok adalah beberapa contoh yang cocok untuk tabulampot karena ukurannya yang kompak.

Bibit hasil okulasi atau varietas kerdil cenderung berbuah lebih cepat. Banyak varietas jeruk yang berukuran kompak dan dapat tumbuh subur di pot besar, bahkan dapat dipindahkan jika diperlukan. Beberapa varietas jeruk dapat berbuah sepanjang tahun di iklim tropis, memberikan pasokan buah segar yang berkelanjutan.

Pohon jeruk membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari untuk pertumbuhan dan produksi buah yang optimal. Gunakan media tanam yang subur, berdrainase baik, dan sedikit asam hingga netral, serta pot yang cukup besar, minimal 50 liter, dengan lubang drainase yang memadai untuk mencegah akar tergenang air.

Siram secara teratur untuk menjaga kelembaban media, tetapi hindari genangan air yang dapat menyebabkan busuk akar. Berikan pupuk khusus jeruk atau pupuk NPK seimbang setiap 1-2 bulan, terutama saat tanaman sedang berbunga dan berbuah. Lakukan pemangkasan ringan untuk membentuk tajuk, menghilangkan cabang yang mati atau sakit, dan merangsang pertumbuhan baru.

7. Markisa (Passion Fruit)

Markisa (Passiflora edulis) adalah tanaman merambat yang sangat cepat tumbuh dan dapat mulai berbuah dalam 6-12 bulan setelah penanaman dari biji atau stek. Meskipun merambat, markisa dapat ditanam di pot besar dengan dukungan teralis atau rambatan.

Markisa dikenal karena pertumbuhannya yang cepat dan kemampuannya untuk berbuah dalam waktu kurang dari setahun. Meskipun merambat, markisa dapat dikelola di pot besar, minimal 40-50 liter, dengan menyediakan struktur penopang yang kuat. Buah markisa memiliki aroma dan rasa yang khas, cocok untuk jus atau konsumsi langsung.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari untuk pertumbuhan dan produksi buah yang optimal. Gunakan media tanam yang subur, berdrainase baik, dan sedikit asam hingga netral. Siram secara teratur untuk menjaga kelembaban media, terutama saat musim kemarau dan saat tanaman sedang berbunga atau berbuah.

Sediakan teralis, kawat, atau struktur penopang lain yang kuat agar sulur markisa dapat merambat. Berikan pupuk NPK seimbang setiap 2-4 minggu selama musim tanam aktif. Lakukan pemangkasan untuk mengontrol pertumbuhan, merangsang percabangan baru, dan meningkatkan produksi buah.

8. Murbei

Pohon murbei (Morus spp.) adalah tanaman yang tumbuh cepat, dan beberapa varietasnya dapat mulai berbuah dalam waktu 1 tahun setelah penanaman dari stek atau bibit. Murbei juga dapat tumbuh dengan baik di pot besar dan mudah dirawat, menjadikannya pilihan yang cepat untuk kebun pot.

Murbei dikenal karena pertumbuhannya yang cepat dan kemampuannya untuk berbuah dalam waktu singkat. Varietas kerdil atau yang dipangkas secara teratur dapat tumbuh subur di pot besar. Buah murbei kaya akan antioksidan, vitamin C, dan zat besi, menjadikannya pilihan buah yang bergizi.

Untuk pertumbuhan dan produksi buah yang optimal, murbei membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari. Gunakan media tanam yang subur, berdrainase baik, dan sedikit asam hingga netral. Siram secara teratur untuk menjaga kelembaban media, terutama saat musim kemarau dan saat buah sedang berkembang.

Berikan pupuk NPK seimbang setiap 1-2 bulan selama musim tanam aktif. Pemangkasan rutin adalah kunci untuk menjaga pohon murbei dalam pot tetap produktif dan berukuran terkontrol, serta untuk membentuk tajuk dan merangsang pembungaan serta pembuahan. Pilih pot yang besar, minimal 50 liter, dengan lubang drainase yang cukup.

9. Delima

Pohon delima (Punica granatum), terutama varietas kerdil atau hasil perbanyakan vegetatif, dapat ditanam di pot dan mulai berbuah dalam 1-2 tahun setelah penanaman. Tanaman ini juga dikenal karena ketahanannya terhadap kekeringan, menjadikannya pilihan yang baik untuk tabulampot.

Bibit hasil perbanyakan vegetatif dapat berbuah relatif cepat. Varietas kerdil delima sangat cocok untuk ditanam di pot besar dan dapat diatur ukurannya melalui pemangkasan. Delima cukup toleran terhadap kondisi kering setelah mapan, meskipun penyiraman teratur diperlukan untuk produksi buah yang baik.

Delima membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari untuk pembungaan dan pembuahan yang optimal. Gunakan media tanam yang subur, berdrainase baik, dan sedikit asam hingga netral, karena delima toleran terhadap berbagai jenis tanah. Siram secara teratur, terutama saat musim kemarau dan saat tanaman sedang berbunga atau berbuah, namun biarkan media mengering sedikit di antara penyiraman.

Berikan pupuk NPK seimbang setiap 1-2 bulan selama musim tanam aktif. Lakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk, menghilangkan cabang yang mati atau sakit, dan merangsang pertumbuhan buah baru. Pilih pot yang besar, minimal 50 liter, dengan lubang drainase yang cukup untuk mendukung pertumbuhan pohon delima dalam pot.

10. Ceri Barbados

Ceri Barbados (Malpighia emarginata), juga dikenal sebagai Acerola, adalah semak atau pohon kecil yang sangat cepat berbuah. Tanaman ini seringkali menghasilkan buah dalam waktu 6-12 bulan setelah penanaman dari stek, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk ditanam di pot.

Ceri Barbados dikenal sebagai salah satu tanaman buah tercepat dalam menghasilkan buah. Ukurannya yang relatif kecil dan kemampuannya untuk dipangkas menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk penanaman di pot. Buah ceri Barbados memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari jeruk.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari untuk pertumbuhan dan produksi buah yang optimal. Gunakan media tanam yang subur, berdrainase baik, dan sedikit asam hingga netral. Siram secara teratur untuk menjaga kelembaban media, terutama saat musim kemarau dan saat tanaman sedang berbunga atau berbuah.

Berikan pupuk NPK seimbang setiap 1-2 bulan selama musim tanam aktif. Lakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk, mengontrol ukuran, dan merangsang percabangan baru yang akan menghasilkan buah. Pilih pot yang cukup besar, minimal 30-40 liter, dengan lubang drainase yang baik untuk mendukung pertumbuhan Ceri Barbados.

Tips Tambahan untuk Kebun Buah Mini

Selain daftar pohon buah yang cepat berbuah dalam 1 tahun di atas, beberapa jenis buah lain juga patut dipertimbangkan untuk ditanam di pot. Belimbing manis, misalnya, dapat dipanen 2-3 kali dalam setahun dan mulai berbuah setelah 10-14 bulan. Pohon sirsak mulai berbuah pada usia 2 hingga 3 tahun, sedangkan mangga, terutama hasil cangkok, dikenal dapat berbuah cepat. Sawo juga cocok untuk pemula karena perawatannya yang mudah.

Pepaya adalah rekomendasi tanaman buah yang paling cepat menghasilkan, dengan buah yang bisa dinikmati dalam waktu kurang dari setahun, bahkan varietas kerdil dapat berbuah dalam 7-11 bulan. Goji berry juga mudah berbuah dan cepat panen dalam 1-2 tahun. Leci dan beberapa varietas apel juga bisa dipanen dalam waktu 1-2 tahun jika mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Kunci keberhasilan dalam budidaya buah di pot adalah pemilihan bibit unggul, perawatan rutin seperti pemupukan dan penyiraman yang tepat, serta pemangkasan efektif. Untuk menjaga pohon buah di pot tetap pendek namun rajin berbuah, pemangkasan ujung dahan akan merangsang tunas samping yang menjadi tempat munculnya bunga. Pastikan juga ukuran pot sesuai dan media tanam cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Pertanyaan Jawaban Seputar Topik

1. Apakah menanam buah di pot bisa berbuah lebat?

Jawaban: Ya, asalkan ukuran pot sesuai, media tanam cukup, serta perawatan seperti penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan dilakukan rutin.

2. Buah apa yang cepat berbuah di teras rumah?

Jawaban: Beberapa pilihan antara lain stroberi, jambu air, dan tin, karena dapat tumbuh dalam pot dan tidak memerlukan lahan luas.

3. Bagaimana cara agar pohon buah di pot tetap pendek tetapi rajin berbuah?

Jawaban: Kuncinya terletak pada teknik pemangkasan rutin dan pemberian pupuk perangsang buah secara berkala untuk merangsang munculnya tunas samping.

4. Berapa kali tanaman buah dalam pot perlu dipupuk?

Jawaban: Umumnya pemupukan dilakukan satu hingga dua bulan sekali, tergantung jenis tanaman dan kondisi media tanam.

5. Apakah semua buah bisa ditanam di depan rumah?

Jawaban: Tidak, sebaiknya pilih jenis buah yang berukuran kecil atau varietas kerdil yang cocok untuk lahan terbatas di depan rumah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |