Peran Humas Perguruan Tinggi Kian Strategis di Era Digital, BINUS dan Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Kompetensi

14 hours ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Peran humas di perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar fungsi pendukung, tetapi menjadi elemen strategis dalam membangun kepercayaan publik di era digital. Menjawab perubahan tersebut, BINUS University berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia menghadirkan Program Tendik Berdampak – Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme 2026 bidang Pranata Humas.

Program yang diselenggarakan pada 7–9 April 2026 di BINUS University, Jakarta ini diikuti oleh 51 tenaga kependidikan dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Inisiatif ini menjadi respons atas kebutuhan penguatan kapasitas kehumasan di tengah pesatnya perkembangan media digital, perubahan perilaku masyarakat, serta meningkatnya ekspektasi stakeholder terhadap institusi pendidikan.

Melalui pendekatan pembelajaran yang komprehensif, program ini menggabungkan webinar, workshop intensif, praktik langsung, serta benchmarking dengan praktik terbaik industri. Peserta dibekali tidak hanya pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan strategis dalam komunikasi publik, media relations, perencanaan komunikasi, storytelling, hingga pengelolaan isu yang relevan dengan tantangan saat ini.

Vice Rector Academic Development BINUS University, Prof. Dr. Engkos Achmad Kuncoro, S.E., M.M., menyampaikan bahwa peran tenaga kependidikan menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak. “Penguatan pendidikan tinggi tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga pada peran strategis tenaga kependidikan sebagai penggerak ekosistem pendidikan. Di era digital, komunikasi bukan lagi fungsi pendukung, melainkan elemen kunci dalam membangun kepercayaan publik dan memastikan institusi tetap relevan serta berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta yang dipercaya dalam penyelenggaraan program ini, BINUS University menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis praktik industri sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang relevan, adaptif, dan berdampak di Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan, “Kita tentu sama-sama memahami bahwa ke depan, kita ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi indonesia tidak hanya baik secara administratif, tapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar, masyarakat, dan bangsa Indonesia. Untuk mencapai itu, kita membutuhkan sistem yang kuat, layanan yang cepat & responsif, serta sumber daya manusia yang profesional dan memiliki semangat untuk terus belajar. Melalui workshop ini, saya berharap tidak hanya terjadi transfer pengetahuan, tetapi juga lahir praktik-praktik baik yang bisa langsung diimplementasikan di institusi masing-masing. Saya berharap terbentuk jejaring kolaborasi yang kuat antar tenaga kependidikan, sehingga kita bisa saling belajar dan saling menguatkan.”

Sejalan dengan hal tersebut, program Tendik Berdampak 2026 dirancang untuk menjawab kebutuhan komunikasi perguruan tinggi yang semakin dinamis di era digital, melalui pendekatan pembelajaran yang tidak hanya konseptual, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan praktik industri.

Ketua Program Tendik Berdampak 2026 BINUS University, Haris Suhendra, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas peran dalam ekosistem pendidikan tinggi melalui pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan komunikasi saat ini. Melalui keterlibatan praktisi dan studi kasus nyata, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara strategis di institusi masing-masing, sehingga diharapkan dapat mendorong lahirnya praktik komunikasi publik yang lebih relevan dan berkelanjutan di berbagai institusi pendidikan di Indonesia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |