Manfaat Pengolahan Sampah Organik, Lingkungan Jadi Lebih Bersih dan Hasilkan Pangan Sehat

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pengolahan sampah organik menjadi salah satu solusi sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi timbunan sampah rumah tangga. Limbah dapur seperti daun-daunan dan sisa sayuran yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah kembali menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman.

Hal tersebut telah dilakukan oleh I Nyoman Suyasa, pengolah limbah organik asal Denpasar, Bali. Sejak tahun 2008, ia konsisten memanfaatkan sampah organik rumah tangga agar tidak terbuang sia-sia dan berakhir mencemari lingkungan.

Menurutnya, kebiasaan mengolah sampah organik membawa banyak manfaat, baik untuk kebersihan lingkungan maupun kebutuhan pangan keluarga. Berikut Liputan6 memberikan beberapa manfaat pengolahan sampah organik yang ia rasakan secara langsung selama bertahun-tahun, Selasa (9/6/2026).

1. Mengurangi Pencemaran Lingkungan dari Sampah Rumah Tangga

Salah satu manfaat pengolahan sampah organik yang paling terlihat adalah berkurangnya pencemaran lingkungan. Sampah organik yang sebelumnya dibuang atau dibiarkan membusuk kini dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan yang lebih berguna.

Kesadaran tersebut muncul ketika I Nyoman Suyasa melihat sayuran kol atau kubis yang masih layak secara fisik justru akan dibuang karena dianggap sudah terlalu lama disimpan. Menurutnya, banyak limbah organik yang sebenarnya masih memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan benar.

Dengan mengolah sampah organik, jumlah limbah yang berpotensi mencemari lingkungan dapat berkurang secara signifikan. Lingkungan rumah menjadi lebih bersih dan tidak dipenuhi sampah yang menumpuk.

"Ketika melihat sayuran yang saya suka, kol/kubis, terancam dibuang dan mencemari lingkungan oleh tetangga karena sudah terlalu lama disimpan, padahal secara tampilan fisik masih bagus," ujar I Nyoman Suyasa.

2. Mengurangi Kebiasaan Membakar Sampah

Pembakaran sampah masih menjadi kebiasaan yang dilakukan sebagian masyarakat untuk mengurangi volume limbah rumah tangga. Padahal, cara ini dapat menghasilkan asap yang berpotensi mencemari udara.

I Nyoman Suyasa mengaku kondisi lingkungannya dulu tidak jauh berbeda. Hampir seluruh sampah rumah tangga dibakar karena belum ada kebiasaan memilah dan mengolah limbah organik.

Setelah rutin membuat kompos, sebagian besar sampah organik tidak lagi dibakar. Bahkan sampah nonorganik yang masih memiliki nilai daur ulang dipilah dan dibawa ke bank sampah secara berkala.

"Sebelumnya semua sampah dibakar, sekarang semua sampah dan limbah organik diolah menjadi kompos untuk tanam-tanam, seminggu sekali buang sampah non organik ke bank sampah pakai sepeda onthel," katanya.

3. Menghasilkan Kompos untuk Menyuburkan Tanaman

Manfaat pengolahan sampah organik berikutnya adalah menghasilkan kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk alami. Bahan-bahan sederhana seperti daun-daunan dan sisa sayuran dapur dapat diubah menjadi media penyubur tanaman.

Kompos membantu memperbaiki kualitas tanah dan menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Karena berasal dari bahan organik, kompos juga lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

Meski proses pembuatannya membutuhkan waktu, hasil yang diperoleh sebanding dengan manfaat yang dirasakan. Kesabaran menjadi kunci agar proses pengomposan berjalan dengan baik.

"Sebenarnya bukan gagal, cuma waktu yang diperlukan untuk jadi kompos lebih lama dari yang diharapkan, cara mengatasinya adalah dengan bersabar," jelasnya.

4. Menyediakan Bahan Pangan Organik yang Lebih Sehat

Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pengolahan sampah organik juga memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan pangan keluarga. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman pangan.

Tanaman yang tumbuh dengan dukungan pupuk organik dapat menjadi sumber bahan makanan segar yang mudah diperoleh dari pekarangan rumah. Cara ini juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap produk yang menggunakan banyak bahan kimia.

Bagi I Nyoman Suyasa, manfaat inilah yang paling terasa setelah bertahun-tahun mengolah sampah organik. Selain lingkungan lebih bersih, keluarganya juga memperoleh bahan pangan yang lebih sehat untuk dikonsumsi sehari-hari.

"Jadi punya bahan makanan organik yang sehat untuk dikonsumsi," ungkap I Nyoman Suyasa.

Pertanyaan Seputar Manfaat Pengolahan Sampah Organik

1. Apa manfaat utama pengolahan sampah organik?

Mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan kompos yang bermanfaat untuk tanaman.

2. Sampah organik apa yang paling mudah diolah?

Daun-daunan dan sisa sayuran dapur merupakan bahan yang paling mudah dijadikan kompos.

3. Apakah pengolahan sampah organik bisa mengurangi pembakaran sampah?

Ya, karena limbah organik dimanfaatkan kembali sehingga tidak perlu dibakar.

4. Apa hasil dari pengolahan sampah organik?

Salah satunya adalah kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman.

5. Apa manfaat jangka panjang mengolah sampah organik?

Lingkungan menjadi lebih bersih, volume sampah berkurang, dan tersedia bahan pangan organik yang lebih sehat untuk keluarga.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |