Liputan6.com, Jakarta Dalam dunia sastra dan bahasa Indonesia, majas personifikasi adalah salah satu gaya bahasa kiasan yang paling sering dijumpai di berbagai bentuk tulisan kreatif. Gaya bahasa ini mampu memberikan kualitas atau karakteristik manusia pada benda mati, hewan, ide, atau kekuatan alam sehingga tulisan terasa lebih hidup dan ekspresif.
Bayangkan kalimat "angin berbisik di telinga" atau "matahari tersenyum menyapa pagi" keduanya merupakan contoh klasik penggunaan majas personifikasi dalam kehidupan sehari-hari. Teknik ini banyak digunakan dalam puisi, cerita, novel, pidato inspiratif, dan bahkan konten iklan tanpa selalu disadari oleh pembaca maupun pendengarnya.
Dilansir dari Grammarly, personifikasi merupakan teknik bahasa figuratif yang memberikan sifat manusia pada hal-hal nonmanusia untuk menciptakan deskripsi yang hidup, emosional, dan lebih mudah diterima oleh pembaca. Memahami majas personifikasi beserta contohnya sangat penting bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan menulis kreatif maupun mengapresiasi karya sastra dengan lebih mendalam.
Pengertian Majas Personifikasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8463647/original/072824700_1782364226-1.jpeg)
Perbesar
Secara etimologis, kata "personifikasi" berasal dari bahasa Latin persona yang berarti orang atau manusia, dan fic yang berarti membuat. Jadi, personifikasi secara harfiah berarti "membuat menjadi orang". Dalam konteks sastra, majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menjadikan benda-benda mati, konsep abstrak, atau makhluk nonmanusia seolah-olah memiliki sifat, perilaku, dan emosi layaknya manusia.
Berdasarkan penjelasan LitCharts, personifikasi dapat membantu penulis menciptakan deskripsi yang lebih hidup, membuat pembaca melihat dunia dengan cara baru, dan menangkap pengalaman manusia atas dunia secara lebih kuat. Gaya bahasa ini termasuk dalam kelompok majas perbandingan karena menyandingkan sifat manusia dengan objek nonmanusia.
Mengutip LanguageTool, ketika sesuatu dipersonifikasi, artinya hal tersebut dibicarakan atau ditulis seolah-olah ia adalah seseorang, dan personifikasi merupakan perangkat sastra, sejenis metafora yang memberikan karakteristik manusia secara figuratif pada benda mati atau abstraksi. Hal ini membedakannya dari deskripsi literal yang hanya menggambarkan fakta apa adanya.
Dalam kamus Merriam-Webster, personifikasi didefinisikan sebagai "pemberian kualitas personal, terutama representasi suatu hal atau abstraksi sebagai seseorang atau dalam bentuk manusia". Definisi ini menegaskan bahwa inti dari majas personifikasi adalah menjembatani dunia benda mati dengan pengalaman emosional manusia melalui kekuatan bahasa. Brett S., seorang editor dikutip dari Reedsy, menyatakan, "Tulislah sedemikian rupa sehingga terasa memiliki kehendak sendiri, bukan benar-benar demikian, tetapi seolah-olah jika ia ingin memaksakan kehendaknya pada karakter manusia, ia bisa melakukannya."
Baca juga: Majas adalah Gaya Bahasa untuk Menyampaikan Pesan Berupa Kiasan, Kenali Jenisnya
Ciri-Ciri Majas Personifikasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8463648/original/007386600_1782364227-2.jpeg)
Perbesar
Untuk dapat mengidentifikasi dan menggunakan majas personifikasi dengan tepat, penting untuk mengenali ciri-ciri khasnya. Gaya bahasa ini memiliki beberapa fitur unik yang membedakannya dari bentuk bahasa figuratif lainnya. Sebagaimana disampaikan PlanetSpark, personifikasi selalu dimulai dengan memberikan kualitas manusia pada sesuatu yang bukan manusia. Berikut adalah ciri-ciri utama majas personifikasi yang perlu dipahami:
- Menggunakan kata kerja atau sifat manusia untuk objek nonmanusia. Kualitas manusia yang diatribusikan bisa berupa emosi seperti marah, gembira, sedih, atau takut, serta tindakan seperti berbisik, menari, berteriak, atau tersenyum. Contohnya, "ombak menyapa pantai dengan kegembiraan".
- Objek yang dipersonifikasi adalah benda mati atau konsep abstrak. Dalam personifikasi, objek, ide abstrak, dan kekuatan alam dibayangkan seolah-olah memiliki pikiran, emosi, atau kepribadian manusia. Tidak pernah manusia yang menjadi subjek utama dari gaya bahasa ini.
- Bersifat figuratif, bukan literal. Personifikasi selalu bersifat figuratif—tindakan yang digambarkan tidak benar-benar terjadi secara manusiawi, melainkan membantu pembaca memahami bagaimana sesuatu terasa atau tampak.
- Menciptakan citra visual atau emosional yang kuat. Personifikasi membantu pembaca membayangkan adegan alih-alih sekadar membaca deskripsi datar, serta mengubah ide abstrak atau sederhana menjadi sesuatu yang lebih visual.
- Melibatkan perbandingan implisit, bukan eksplisit. Berbeda dari simile yang menggunakan kata "seperti" atau "bagaikan", majas personifikasi tidak memerlukan kata penghubung perbandingan. Perbedaan kuncinya adalah bahwa personifikasi secara spesifik memberikan karakteristik manusia, sementara simile dan metafora bisa membandingkan apa saja.
- Fokus pada satu aksi atau emosi yang jelas. Contoh personifikasi yang kuat menjaga makna tetap sederhana, menonjolkan satu ide jelas seperti tekanan, gerakan, atau emosi, alih-alih menggabungkan terlalu banyak efek.
Baca juga: 25 Jenis Majas Beserta Pengertian dan Contoh Lengkapnya
Fungsi Majas Personifikasi dalam Karya Sastra
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8463649/original/040480900_1782364227-3.jpeg)
Perbesar
Penggunaan personifikasi dalam tulisan memiliki beberapa fungsi penting yang mampu meningkatkan kualitas sebuah karya. Mengacu pada PlanetSpark, gaya bahasa personifikasi bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan melayani sejumlah tujuan bermakna dalam penulisan. Berikut adalah fungsi-fungsi utama majas personifikasi yang perlu diketahui:
- Menciptakan imaji yang hidup. Personifikasi membuat deskripsi menjadi hidup dan ketika objek berperilaku seperti manusia, pembaca dapat membayangkan adegan dengan lebih jelas. Kalimat "badai mengamuk sepanjang malam" jauh lebih menggugah dibandingkan "badai berlangsung sepanjang malam".
- Membangun koneksi emosional. Pembaca lebih mudah terhubung dengan emosi yang diekspresikan oleh elemen-elemen yang diberi sifat manusia—misalnya, mengatakan langit sedang marah memungkinkan pembaca merasakan suasana hati secara instan.
- Menyederhanakan konsep abstrak. Konsep abstrak seperti waktu, ketakutan, harapan, atau takdir sulit digambarkan secara literal, dan personifikasi menjadikannya lebih mudah dipahami. Sebagai contoh, "waktu terus berlari meninggalkan kita" mengonkretkan sesuatu yang sebenarnya abstrak.
- Menambah keindahan dan kedalaman bahasa. Penulis menggunakan personifikasi untuk meningkatkan keindahan bahasa serta memberikan nilai artistik dan keanggunan pada sebuah kalimat.
- Memengaruhi pembaca secara persuasif. Dalam penulisan iklan dan motivasi, personifikasi membantu menciptakan daya tarik emosional yang kuat. Banyak merek menggunakan personifikasi untuk membangun ikatan emosional dan membuat produk lebih mudah diingat.
- Memproyeksikan emosi karakter pada lingkungan. Alam yang dipersonifikasi sering mencerminkan gejolak batin karakter, dan teknik ini juga dikenal sebagai pathetic fallacy, istilah yang dicetuskan oleh John Ruskin. Misalnya, langit yang "menangis" saat tokoh utama bersedih.
- Memperkaya ragam gaya bahasa dalam karya sastra. Personifikasi meningkatkan kualitas karya sastra dengan menjadikannya lebih menarik dan mudah diingat, menciptakan imaji yang hidup, menyampaikan emosi yang kompleks, dan membangun koneksi yang lebih kuat antara pembaca dan teks.
Baca juga: Apa Arti Majas? Ini Definisi, Jenis dan Contohnya
Contoh Majas Personifikasi dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8463650/original/076290300_1782364227-4.jpeg)
Perbesar
Agar lebih memahami bagaimana majas personifikasi bekerja, berikut beberapa contoh beserta penjelasan maknanya. Sebagaimana dikutip dari LiteraryDevices.net, personifikasi tidak terbatas pada objek fisik saja, konsep abstrak seperti waktu, kematian, atau cinta juga bisa dipersonifikasi. Contoh-contoh berikut mencakup berbagai kategori penggunaan yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari maupun karya sastra:
Personifikasi Alam
Alam merupakan subjek paling umum untuk gaya bahasa ini karena gerakannya sering menyerupai perilaku manusia.
- Angin berbisik lembut di antara pepohonan. Kata "berbisik" adalah sifat manusia yang diberikan pada angin. Maksudnya, angin bertiup perlahan dengan suara halus yang menenangkan.
- Matahari tersenyum menyambut pagi hari. Matahari tidak bisa tersenyum, tetapi ungkapan ini menggambarkan cuaca cerah yang menyenangkan dan hangat.
- Awan menangis sepanjang sore. "Awan menangis" merupakan personifikasi karena awan diberi kemampuan menangis layaknya manusia, padahal maksudnya hujan turun deras.
- Daun-daun menari diterpa angin musim gugur. Daun tidak bisa menari, tetapi gerakan daun yang tertiup angin digambarkan menyerupai gerakan tarian.
- Gunung berdiri tegak penuh kebanggaan. Kata "kebanggaan" adalah emosi manusia yang disematkan pada gunung untuk menggambarkan kekokohan dan kemegahannya.
- Petir menggeram marah di langit malam. Petir "meraung sebagai protes" menggambarkan suara gemuruh sebagai ekspresi kemarahan.
Personifikasi Benda Sehari-hari
Kita sering berbicara tentang benda-benda milik kita seolah-olah mereka memiliki pikiran sendiri, terutama saat benda tersebut tidak berfungsi dengan baik.
- Mobil tua itu terbatuk-batuk saat hendak dinyalakan. Kata "terbatuk-batuk" menggambarkan suara mesin yang tersengal-sengal.
- Jam dinding menatapku dari seberang ruangan. Jam dinding digambarkan seolah-olah bisa memperhatikan atau menatap seperti manusia.
- Ponselku mati hari ini. Ungkapan "ponselku mati" merupakan contoh majas personifikasi yang sering digunakan tanpa disadari dalam percakapan sehari-hari.
- Alarm pagi itu berteriak membangunkanku. Mengatakan "alarm berteriak" membuat jam beker bertindak seperti manusia untuk menggambarkan bunyi nyaring yang memekakkan telinga.
- Buku cerita itu menceritakan kisah pengantar tidur untuk adikku. Buku tidak bisa bercerita, tetapi ungkapan ini menggambarkan pengalaman membaca menjelang tidur yang terasa personal.
Personifikasi Konsep Abstrak
Ide-ide abstrak seperti waktu, cinta, atau kesempatan sering dipersonifikasi untuk membuatnya terasa lebih nyata dan mudah dipahami.
- Waktu terus berlari tanpa menunggu siapa pun. Waktu diberi kemampuan "berlari" untuk menggambarkan cepatnya perjalanan waktu.
- Kesempatan mengetuk pintunya, tetapi ia terlalu takut untuk membuka. "Kesempatan mengetuk pintunya" menggambarkan peluang yang datang kepada seseorang.
- Ketakutan mencengkeram hatinya dengan erat. Emosi abstrak berupa ketakutan diberi tindakan fisik "mencengkeram" untuk menekankan betapa kuatnya rasa takut yang dirasakan.
- Kematian datang menghampiri dengan langkah sunyi. Konsep kematian digambarkan seperti sosok yang bisa berjalan dan menghampiri, memberikan kesan dramatis yang kuat.
Baca juga: 4 Macam-Macam Majas, Pengelompokkan, dan Contohnya
Perbedaan Majas Personifikasi dengan Metafora dan Antropomorfisme
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8463651/original/007511900_1782364228-5.jpeg)
Perbesar
Salah satu kesalahan umum dalam memahami gaya bahasa adalah mencampuradukkan personifikasi dengan metafora dan antropomorfisme. Meskipun ketiganya saling berkaitan, masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Personifikasi merupakan jenis metafora yang lebih spesifik, di mana sesuatu yang bukan manusia diberikan sifat-sifat manusia. Artinya, setiap personifikasi pada dasarnya adalah metafora, tetapi tidak setiap metafora merupakan personifikasi.
Merujuk Grammarly, personifikasi adalah ketika kualitas manusia secara figuratif diberikan pada hal-hal nonmanusia untuk menciptakan imaji dan efek emosional, sedangkan antropomorfisme adalah ketika karakter nonmanusia diberikan sifat manusia secara literal, seperti kemampuan berbicara, memiliki emosi, atau berjalan tegak. Perbedaan ini sangat penting dipahami agar tidak keliru saat menganalisis karya sastra.
Cara paling sederhana untuk membedakannya: jika objek benar-benar berbicara, berjalan, atau mengenakan pakaian layaknya karakter manusia utuh, itu adalah antropomorfisme; sedangkan jika objek hanya diberi kiasan tindakan manusia yang tidak benar-benar bisa dilakukannya, itu adalah personifikasi. Sebagai ilustrasi, tokoh Mickey Mouse yang berbicara dan berpakaian adalah contoh antropomorfisme, sementara kalimat "angin melolong di malam hari" adalah personifikasi.
Sementara itu, metafora secara umum membandingkan dua hal berbeda tanpa kata penghubung "seperti" atau "bagaikan". Personifikasi memberikan kualitas manusia pada entitas nonmanusia, sedangkan metafora secara langsung membandingkan dua hal yang berbeda dengan menyatakan satu hal adalah hal lain. Contohnya, "angin melolong" adalah personifikasi, sedangkan "angin adalah serigala yang melolong" adalah metafora. Selain itu, berbeda dari majas sinekdoke yang menyebut sebagian untuk keseluruhan, atau majas hiperbola yang melebih-lebihkan, majas personifikasi secara khas memanusiakan objek nonmanusia.
Baca juga: 24 Macam-Macam Gaya Bahasa dan Contohnya, Simak Penjelasan Ahli
Tips Menggunakan Majas Personifikasi secara Efektif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8463652/original/033862500_1782364228-6.jpeg)
Perbesar
Meskipun majas personifikasi termasuk gaya bahasa yang relatif mudah digunakan, penerapan yang tepat memerlukan pertimbangan tertentu. Layaknya perangkat sastra lainnya, personifikasi bisa berlebihan jika tidak digunakan dengan bijak. Berikut beberapa panduan yang bisa diikuti agar penggunaan personifikasi dalam tulisan menjadi lebih efektif dan berkesan:
- Gunakan dengan sengaja dan bertujuan. Jangan secara acak memberikan kualitas manusia pada objek, pertimbangkan efek yang ingin diciptakan dan pilih kualitas yang akan meningkatkan efek tersebut.
- Pilih kata kerja yang kuat dan aktif. Kata kerja aktif adalah kunci untuk membuat personifikasi menjadi efektif. Alih-alih menulis "angin terdengar keras", lebih baik menulis "angin melolong" karena lebih menghidupkan imaji.
- Hindari klise yang sudah terlalu umum. Hindari frasa yang sudah terlalu sering digunakan seperti "matahari tersenyum" dan cobalah untuk lebih orisinal serta kreatif dalam pilihan kata.
- Jaga konsistensi sifat yang diberikan. Jika suatu elemen dipersonifikasi sepanjang karya, pertahankan sifat yang konsisten, misalnya, pohon yang "bijak" dan "sabar" tidak boleh tiba-tiba menjadi "sembrono" karena bisa membingungkan pembaca.
- Sesuaikan dengan konteks dan nada tulisan. Pastikan personifikasi yang digunakan sesuai dengan nada dan gaya penulisan. Personifikasi yang dramatis cocok untuk puisi, tetapi mungkin terasa berlebihan dalam tulisan akademis.
- Jangan berlebihan. Meskipun personifikasi dapat memperkaya deskripsi, penggunaan yang berlebihan justru membuat prosa terasa terlalu padat dan tidak tulus, sehingga perlu menjaga keseimbangan.
- Kombinasikan dengan perangkat sastra lain. Padukan personifikasi dengan perangkat sastra lain seperti metafora, simile, atau aliterasi untuk menghasilkan imaji yang lebih kaya dan menambah kedalaman pada gaya bahasa yang digunakan.
Baca juga: Ciri-Ciri Majas Antonomasia, Disertai Contoh Lengkapnya
Tanya & Jawab Seputar Majas Personifikasi
1. Apa yang dimaksud dengan majas personifikasi?
Majas personifikasi adalah gaya bahasa kiasan yang memberikan kualitas atau karakteristik manusia pada benda mati, hewan, ide, atau kekuatan alam. Misalnya, kalimat "bunga-bunga menganggukkan kepala" memberikan tindakan manusia (mengangguk) pada bunga. Tujuannya adalah membuat deskripsi lebih hidup, emosional, dan mudah dibayangkan oleh pembaca.
2. Bagaimana cara membedakan majas personifikasi dengan majas lainnya?
Cara sederhana untuk mengidentifikasi personifikasi adalah dengan bertanya: apakah subjek kalimat benar-benar bisa melakukan tindakan tersebut? Jika jawabannya tidak, tetapi kalimat tersebut memberikan tindakan manusia pada subjek, kemungkinan besar itu adalah personifikasi. Berbeda dari simile yang menggunakan kata "seperti" dan metafora yang menyatakan sesuatu adalah hal lain, personifikasi secara spesifik memanusiakan objek nonmanusia tanpa kata penghubung perbandingan.
3. Di mana saja majas personifikasi bisa ditemukan?
Personifikasi tidak hanya terbatas pada sastra dan puisi, tetapi juga muncul dalam percakapan sehari-hari, iklan, dan branding. Banyak ungkapan yang sering digunakan tanpa disadari sebenarnya mengandung personifikasi, seperti "ponselku mati" atau "cuaca sedang tidak bersahabat". Dalam dunia periklanan, personifikasi membantu menciptakan pesan yang mudah diingat dan menjalin koneksi emosional antara konsumen dan produk.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472795/original/022273400_1782376365-Screenshot_2026-06-25_151116.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8467583/original/035754700_1782369387-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396205/original/078384800_1782277252-XtWiusr7ZAOq2oxb0zSL0g82dm2XSohb0qo3isPA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401855/original/074961800_1782283845-3TR3me0F81LCl4qRH7qGiWCviNC49LSkUxWWUWE7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8473527/original/016782300_1782382949-Begadang_Nonton_Piala_Dunia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396214/original/026476000_1782277259-67lFuHtDdZuRzObhTMIZcEWgpikre0l0EGlZHuis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8330954/original/018371400_1782201048-A60TIJuRrcmCcsnVxpInixAw4znVm5pzpnC1CSFy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4639809/original/031734500_1699401202-download.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401854/original/060901800_1782283844-oh7cHWhBigOpa8wbmlyH0bhEzZtXGyb4UFyfx1ak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396249/original/050541300_1782277289-9NpjAVNSgG7yQzsIuLSqKoo4CvHNcV9ZWVXGlQzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401861/original/060952200_1782283848-GNvzA2PIIEXKnfJZCVwfKYljbg0gxsmmMhs9NkwV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472798/original/008147800_1782376718-Model_Pagar_Rumah_Hook_Kombinasi_Batu_Alam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472910/original/011840100_1782380212-Kanopi_Belakang_Rumah_yang_Membuat_Area_Jemur.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396236/original/004510400_1782277284-gT5SbNxRy90FvtXPOUOt8lMs8sdUp0X3FGi61err.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263724/original/098907400_1750830545-Kiwi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396256/original/087805900_1782277294-eXSYz3vza6txq0bz2uJS2H42oc2kQ8WjI28np2bp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8470436/original/083905800_1782373045-416de3d4-e965-4408-86f1-846e43fef98e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8466927/original/063460100_1782368411-Kolam_Ikan_Low_Maintenance.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8468519/original/039393100_1782370872-Tanaman_Pangan_yang_Cocok_Ditanam_di_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8461095/original/020846800_1782360724-77a68f05-b43d-437e-aa31-39f778a1c89a.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1937643/original/078623300_1519626900-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515848/original/010205500_1772196753-Chief_Financial_Officer_Tokocrypto__Sefcho_Rizal-27_Februari_2026.jpg)