:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8461095/original/020846800_1782360724-77a68f05-b43d-437e-aa31-39f778a1c89a.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Banyak orang bertanya, A.Md.RO gelar apa sebenarnya? Pertanyaan ini kerap muncul ketika seseorang melihat singkatan tersebut tertera di belakang nama lulusan pendidikan vokasi di bidang kesehatan mata. A.Md sendiri merupakan singkatan dari Ahli Madya, yaitu gelar akademik yang diberikan kepada lulusan program Diploma III (D3) di Indonesia.
Singkatan RO di belakang A.Md merujuk pada bidang keahlian Refraksionis Optisien. Jadi, jawaban atas pertanyaan A.Md.RO gelar apa adalah Ahli Madya Refraksionis Optisien, yaitu gelar yang disandang oleh lulusan program diploma tiga tahun di bidang refraksi dan optisi.
Dilansir dari U.S. Bureau of Labor Statistics, optician merupakan tenaga profesional yang membantu menyesuaikan kacamata dan lensa kontak berdasarkan resep dari oftalmolog serta optometris. Di Indonesia, profesi serupa dikenal sebagai Refraksionis Optisien dan diperoleh melalui jalur pendidikan pendidikan vokasi yang berfokus pada keterampilan terapan.
Apa Itu Gelar A.Md.RO dan Apa Kepanjangannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8461333/original/086200000_1782361080-bca93ce0-2dc4-4a6f-ade2-6500bacc8447.jpg)
Perbesar
A.Md.RO merupakan singkatan dari Ahli Madya Refraksionis Optisien. Gelar ini diberikan kepada seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma Tiga (D3) pada program studi Refraksi Optisi di perguruan tinggi yang terakreditasi. Gelar A.Md menandakan bahwa penyandangnya telah menyelesaikan pendidikan vokasi selama 3 tahun atau 6 semester dengan beban studi sekitar 110–120 SKS.
Mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 178/U/2001, gelar Ahli Madya termasuk dalam kategori gelar vokasi yang diatur secara resmi. Program D-III merupakan jenjang vokasi dengan masa studi tiga tahun, dan gelar yang disandang lulusan program ini ditulis dengan mencantumkan huruf "A.Md" diikuti inisial bidang keahlian. Dalam hal ini, inisial RO menunjukkan spesialisasi di bidang Refraksionis Optisien.
Penulisan gelar A.Md.RO yang benar adalah dengan menempatkannya di belakang nama penyandang, dipisahkan oleh tanda koma. Sebagai contoh: Budi Santoso, A.Md.RO. Sebagaimana dikutip dari Indeed.com, optician adalah profesional yang berspesialisasi dalam meningkatkan penglihatan seseorang dan terlatih untuk mendesain serta menyesuaikan kacamata dan lensa kontak berdasarkan resep dari praktisi mata lainnya.
Cara penulisan gelar yang benar di Indonesia sudah diatur dalam Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar, dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi. Regulasi ini menjadi acuan utama bagi seluruh penyandang gelar vokasi, termasuk A.Md.RO, agar tidak terjadi kesalahan penulisan gelar dalam dokumen resmi.
Tugas dan Kewenangan Seorang Refraksionis Optisien
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8461461/original/054603000_1782361218-6a9efc88-1084-46f5-b117-fb2a26fee656.jpg)
Perbesar
Seorang penyandang gelar A.Md.RO memiliki serangkaian tugas profesional yang berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan mata. Profesi ini menuntut ketelitian tinggi karena berhubungan langsung dengan kesehatan penglihatan masyarakat. Berikut beberapa tugas utama yang menjadi kewenangan Refraksionis Optisien:
- Melakukan pemeriksaan mata dasar — Refraksionis Optisien berwenang melakukan skrining awal untuk mendeteksi kelainan refraksi pada mata pasien, termasuk miopia, hipermetropia, dan astigmatisme.
- Melakukan pemeriksaan refraksi — Seorang refraksionis melakukan pemeriksaan mata untuk menentukan resep kacamata atau lensa kontak yang tepat, menilai ketajaman visual, mendiagnosis kelainan refraksi, serta merekomendasikan langkah koreksi untuk meningkatkan penglihatan pasien.
- Menetapkan hasil pemeriksaan — Setelah serangkaian tes dilakukan, Refraksionis Optisien menetapkan hasil dan menentukan jenis koreksi penglihatan yang dibutuhkan oleh pasien.
- Menyiapkan dan membuat lensa kacamata atau lensa kontak — Profesi ini bertugas menyesuaikan kacamata dan lensa kontak bagi pelanggan, meninjau resep yang diterima dari optometris dan oftalmolog, serta membantu pelanggan memilih kacamata berdasarkan kebutuhan visual dan gaya hidup mereka.
- Melakukan pengukuran wajah dan kepala pasien — Refraksionis Optisien mengukur wajah dan kepala pelanggan menggunakan berbagai alat terkomputerisasi atau manual untuk memastikan kacamata pas dikenakan.
- Memberikan edukasi perawatan alat bantu penglihatan — Pasien dibimbing mengenai cara pemakaian, pemeliharaan, dan pembersihan kacamata maupun lensa kontak agar tetap berfungsi optimal.
Sebagaimana dilaporkan Nurse.org, optician adalah tenaga profesional terlatih yang berkualifikasi untuk memenuhi resep dari optometris atau oftalmolog guna meningkatkan penglihatan pasien setelah pemeriksaan mata, dan umumnya bekerja di toko kacamata ritel, kantor optometri, atau fasilitas medis lain yang menyediakan layanan penglihatan. Peran ini setara dengan apa yang dikerjakan oleh seorang tenaga kesehatan mata penyandang gelar A.Md.RO di Indonesia.
Pendidikan dan Cara Memperoleh Gelar A.Md.RO
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4954312/original/095459000_1727402184-pexels-julia-m-cameron-4144923.jpg)
Perbesar
Untuk memperoleh gelar A.Md.RO, seseorang harus menempuh jalur pendidikan formal melalui program studi Diploma III Refraksi Optisi. Proses ini melibatkan pembelajaran teori dan praktik klinis selama tiga tahun di institusi pendidikan yang terakreditasi. Pendidikan diploma, yang juga dikenal sebagai pendidikan vokasi, dirancang untuk mempersiapkan lulusannya agar siap memasuki dunia kerja dengan keterampilan yang relevan dan aplikatif, berbeda dengan pendidikan akademik yang lebih menekankan pada teori dan penelitian.
Berdasarkan data dari OpticianEdu.org, pelatihan untuk menjadi optician ditawarkan melalui program sertifikat dan gelar diploma, dan sebagian besar program pelatihan formal mensyaratkan calon peserta sudah menyelesaikan pendidikan setingkat SMA atau yang sederajat. Di Indonesia, calon mahasiswa program D3 Refraksi Optisi umumnya harus lulusan SMA/SMK dan lulus seleksi masuk perguruan tinggi.
Selama menempuh pendidikan, mahasiswa akan mempelajari berbagai mata kuliah yang relevan dengan profesi. Mengacu pada U.S. Bureau of Labor Statistics, program pendidikan optician umumnya mencakup instruksi kelas dan pengalaman klinis, dengan materi seperti optika, fisiologi mata, dan dispensing lensa, serta praktik klinis yang diawasi oleh optician berpengalaman untuk memberikan pengalaman langsung dalam melayani pelanggan. Kurikulum program D3 Refraksi Optisi di Indonesia pun mengadopsi pendekatan serupa dengan penekanan kuat pada aspek praktik.
Beberapa institusi penyelenggara pendidikan Refraksi Optisi di Indonesia antara lain Akademi Refraksi Optisi (ARO) yang tersebar di beberapa kota besar. Akreditasi dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dapat menjadi indikator kualitas program. Lulusan yang telah memperoleh gelar A.Md.RO juga berpeluang melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana Terapan (S.Tr.) atau bahkan menempuh pendidikan di luar negeri untuk meraih gelar Doctor of Optometry (OD).
Perbedaan Refraksionis Optisien, Optometris, dan Oftalmolog
Salah satu kebingungan yang kerap terjadi di masyarakat adalah tidak memahami perbedaan antara tiga profesi utama dalam pelayanan kesehatan mata. Penyandang gelar A.Md.RO termasuk dalam kategori optician atau Refraksionis Optisien, yang memiliki ruang lingkup tugas berbeda dari optometris dan oftalmolog. Dilansir dari American Academy of Ophthalmology (AAO), tingkat pelatihan dan keahlian serta apa yang diizinkan untuk dilakukan terhadap pasien merupakan perbedaan utama antara jenis-jenis profesional perawatan mata, dan oftalmolog adalah satu-satunya dokter mata yang memiliki gelar medis, baik MD maupun DO.
Optician atau Refraksionis Optisien adalah teknisi yang terlatih untuk mendesain, memverifikasi, dan menyesuaikan lensa kacamata, bingkai, lensa kontak, serta perangkat lain untuk mengoreksi penglihatan, menggunakan resep yang diberikan oleh oftalmolog atau optometris, tetapi tidak melakukan tes penglihatan atau menulis resep koreksi visual, dan tidak diizinkan untuk mendiagnosis atau mengobati penyakit mata. Perbedaan ini sangat penting dipahami agar masyarakat tahu kapan harus mengunjungi profesional yang tepat untuk kebutuhan mata mereka.
Berikut ringkasan perbedaan ketiganya:
| Pendidikan | D3 Refraksi Optisi (3 tahun) | S1 + Profesi Optometri (4 tahun pascasarjana) | S1 Kedokteran + Sp. Mata (12–14 tahun total) |
| Tugas Utama | Menyesuaikan kacamata dan lensa kontak | Pemeriksaan mata, diagnosis, resep kacamata | Bedah mata, diagnosis dan terapi penyakit mata kompleks |
| Wewenang Menulis Resep | Tidak | Ya | Ya |
| Wewenang Operasi | Tidak | Tidak | Ya |
Sebagaimana disampaikan WebMD, optician bukan merupakan dokter mata dan tidak dapat melakukan pemeriksaan mata, serta hanya memiliki pendidikan 1 hingga 2 tahun berupa gelar, sertifikat, atau diploma. Kendati demikian, ketiganya—optician, optometris, dan oftalmolog—memainkan peran penting dalam menyediakan layanan perawatan mata. Di Indonesia, kolaborasi antara dokter spesialis mata, optometris, dan Refraksionis Optisien menjadi kunci dalam memberikan layanan kesehatan mata yang komprehensif.
Prospek Karir dan Peluang Kerja Lulusan A.Md.RO
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4134260/original/045988500_1661329530-Foto_2.jpg)
Perbesar
Profesi Refraksionis Optisien menawarkan prospek karir yang menjanjikan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan tenaga kesehatan mata secara global. World Health Organization (WHO) mengakui miopia sebagai masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, karena prevalensinya terus meningkat dengan laju yang mengkhawatirkan di seluruh dunia. Kondisi ini secara langsung meningkatkan kebutuhan akan tenaga profesional seperti penyandang gelar A.Md.RO.
Mengutip data dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), diproyeksikan bahwa pada tahun 2050, sebanyak 50% populasi global akan mengalami miopia dan 10% akan mengalami miopia tinggi. Angka ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan akan tenaga profesional di bidang koreksi penglihatan. Merujuk laporan BMCC (Borough of Manhattan Community College), optician sangat menikmati pekerjaan mereka—dalam survei terhadap 10.000 karyawan di lebih dari 200 jenis pekerjaan yang dilakukan Business Insider, hanya optician yang mencatatkan tingkat kepuasan kerja 100%, dengan tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan profesi lain.
Berikut beberapa peluang karir yang terbuka bagi lulusan dengan gelar A.Md.RO:
- Tenaga profesional di optik — Lulusan dapat bekerja di toko optik sebagai tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pengukuran dan penyesuaian kacamata serta lensa kontak bagi pelanggan.
- Staf rumah sakit atau klinik mata — Banyak rumah sakit pemerintah maupun swasta yang membutuhkan Refraksionis Optisien untuk unit pelayanan mata.
- Penanggung jawab optik — Setiap toko optik di Indonesia harus memiliki Refraksionis Optisien berlisensi agar dapat menerima resep pembuatan kacamata sesuai standar kesehatan.
- Wirausaha di bidang optik — Penyandang gelar A.Md.RO memiliki peluang membuka usaha optik sendiri.
- Pegawai negeri sipil (PNS) — Lulusan vokasi bisa menjadi PNS, karena banyak formasi PNS yang membuka kesempatan bagi lulusan D3.
- Tenaga pengajar atau instruktur — Dengan pengalaman dan pendidikan lanjutan, lulusan A.Md.RO dapat berkontribusi sebagai pengajar di institusi pendidikan vokasi.
- Konsultan industri optikal — Perusahaan produsen lensa dan peralatan optik membutuhkan tenaga ahli sebagai konsultan teknis.
Berdasarkan data dari Nurse.org, di Amerika Serikat, optician memperoleh gaji tahunan rata-rata sebesar 46.560 dolar AS per Mei 2024, dengan 10 persen terendah memperoleh kurang dari 34.470 dolar AS dan 10 persen tertinggi memperoleh lebih dari 73.240 dolar AS. Di Indonesia, meskipun struktur gaji berbeda, lulusan program diploma memiliki prospek karir yang menjanjikan di berbagai sektor industri, dengan fokus pada keterampilan praktis dan pengalaman lapangan yang membuat mereka siap untuk langsung berkontribusi di dunia kerja.
Sebagaimana diungkapkan Texas State University, karena populasi yang menua dan munculnya teknologi baru dalam koreksi penglihatan serta pilihan kacamata, Bureau of Labor Statistics (BLS) memproyeksikan peluang yang kuat bagi optician, dengan pertumbuhan lapangan kerja sebesar 7%, lebih cepat dari rata-rata pertumbuhan semua pekerjaan. Tren ini juga relevan bagi pasar kerja di Indonesia, di mana kebutuhan terhadap tenaga Refraksionis Optisien terus meningkat seiring bertambahnya jumlah klinik mata dan toko optik. Pendidikan vokasi di bidang kesehatan mata menjadi semakin relevan di era modern.
Baca juga: Panduan Lengkap Gelar Ahli Madya
Mengapa Profesi Refraksionis Optisien Semakin Dibutuhkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4119764/original/097119100_1660185022-eye-care-g5142a7590_1920_1_.jpg)
Perbesar
Meningkatnya prevalensi gangguan penglihatan di seluruh dunia menjadi faktor utama yang mendorong kebutuhan terhadap profesi Refraksionis Optisien. Miopia tinggi merupakan krisis kesehatan masyarakat yang terus meningkat, dengan prevalensi yang melonjak dari 163 juta individu pada tahun 2000 menjadi diproyeksikan 938 juta pada tahun 2050. Fenomena ini tidak hanya terjadi di negara maju, tetapi juga di negara berkembang seperti Indonesia.
Di era digital saat ini, gangguan penglihatan semakin banyak ditemukan pada usia muda. World Health Organization memprediksi bahwa 3,36 miliar orang di seluruh dunia akan mengalami rabun jauh pada tahun 2030, meningkat 29% dibandingkan jumlah penderita rabun jauh pada tahun 2020. Dengan angka tersebut, kebutuhan akan tenaga profesional yang mampu menyediakan alat koreksi penglihatan seperti kacamata dan lensa kontak akan terus bertambah.
Sebagaimana dikutip dari Loyola University, "perawatan optik modern meningkatkan kehidupan yang tak terhitung jumlahnya bagi mereka yang mengalami masalah penglihatan, namun meskipun akses terhadap layanan meningkat, banyak masalah mata yang justru semakin umum akibat perubahan gaya hidup dan penuaan populasi—menjadikan saat ini waktu yang tepat untuk memperoleh sertifikasi optician. Apa pun bidang yang dipilih, Anda akan sangat dibutuhkan di pasar kerja karena kebutuhan akan profesional perawatan mata terus meningkat."
Di Indonesia, kondisi ini mendorong pertumbuhan layanan kesehatan mata dan membuka peluang besar bagi penyandang gelar A.Md.RO. Fokus utama pendidikan vokasi adalah memberikan keterampilan praktis dan pengetahuan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga bagi calon pekerja, pendidikan vokasi menawarkan sejumlah manfaat signifikan yang meningkatkan kesiapan kerja sekaligus memberikan keunggulan kompetitif. Kebutuhan terhadap profesi ini pun tercermin dari semakin banyaknya masyarakat yang sadar pentingnya kesehatan mata.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Gelar A.Md.RO
Apa kepanjangan dari gelar A.Md.RO?
A.Md.RO adalah singkatan dari Ahli Madya Refraksionis Optisien. Gelar ini diberikan kepada lulusan program Diploma III (D3) Refraksi Optisi yang telah menyelesaikan masa studi selama tiga tahun atau enam semester. Penyandang gelar ini memiliki kompetensi di bidang pemeriksaan refraksi mata, penyesuaian lensa kacamata, serta pembuatan lensa kontak sesuai resep.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan gelar A.Md.RO?
Untuk mendapatkan gelar A.Md.RO, seseorang perlu menempuh pendidikan D3 Refraksi Optisi selama tiga tahun. Pendidikan diploma tiga adalah jenjang pendidikan tinggi vokasi yang memiliki durasi kuliah selama tiga tahun (enam semester), dengan bobot pembelajaran praktikum lebih besar daripada teori. Setelah lulus, seseorang juga perlu mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) untuk bisa berpraktik secara legal.
Apakah lulusan A.Md.RO bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi?
Ya, lulusan dengan gelar A.Md.RO dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma IV atau Sarjana Terapan (S.Tr.) di bidang Optometri. Lulusan Ahli Madya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi seperti program Sarjana Terapan (S.Tr.) atau program sarjana lainnya, karena gelar Ahli Madya memberikan dasar yang kuat untuk melanjutkan pendidikan lanjutan dan bersaing dalam karir yang lebih tinggi. Bahkan, beberapa lulusan memilih untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri guna meraih gelar Doctor of Optometry (OD).
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401864/original/073745800_1782283850-ZXI4OyXdCPHJ5lPtGMg3p6g7YGzD6pSu6SSDyG79.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396231/original/058672200_1782277282-Yql9yLcf7VYkbYkMgiMCFEXnWEIw7iOIG9iD3DKi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8330965/original/025420400_1782201052-oqY0wJ5L1XzCC9Z1jYVAwB8k0aaBYjlLyNrX6KkJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8463223/original/049678000_1782363659-markus-winkler-tGBXiHcPKrM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8330962/original/086920600_1782201050-ldn5UdjIpKSrI98yWsgv8lVIzcUIRuOActtZbzY3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8401858/original/012216400_1782283847-8wEzSDReexRStdLkXQEvPME2THrEIcBjhtx8WD6p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396254/original/037444600_1782277292-YwepcObl2byuPbX5E59lCbUlVZUaB2GM6uCT236q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396255/original/049708800_1782277293-SjeY00ht8yY1I0PQSiOBcRa5eTQClwIVMPTNPxeK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3369973/original/071631400_1612592162-pexels-photo-1400017.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8330942/original/099984800_1782201038-y7OyPFdu126hoScpkxA6RDdLvUxX73Zay6CP8WM0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263052/original/096407900_1781856674-lM0lH6mWwMe6KziRuiTsrVd7qpHqvrWWeNgrwu4W.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263053/original/082337200_1781856676-G5uvPHD9RXLYGqxKNYn1bmrHVi5pReqIIyvMCgtf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263054/original/002407900_1781856678-2XCVkooHjvoudLDAd43LkMDay8OFWZ2hwncgj41a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8330989/original/064939700_1782201074-IfPeWN1yEKEM0Pcv1y3ie4Rnv9VtO32vmTfz9Z3I.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8329426/original/060679700_1782199254-RciA3jhzLbFLLyWwS6orEvbysECWnBwplZFrcfKL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263038/original/026786000_1781856661-Gt0vj4HOdUWHxi9SJJV1W84fUozL5Ab9PDvfbGrk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8406395/original/093505300_1782289270-Untitledl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8403044/original/058175200_1782285274-10453742118496854132.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8392829/original/034673900_1782273351-Taman_Modern_Tanpa_Rumput_yang_Sedang_Tren.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8390970/original/066927000_1782271272-Pagar_Rumah_Desa_dari_Batako_dan_Besi_Hollow.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1937643/original/078623300_1519626900-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515848/original/010205500_1772196753-Chief_Financial_Officer_Tokocrypto__Sefcho_Rizal-27_Februari_2026.jpg)