- Apa manfaat utama menggunakan tanaman rambat untuk membuat teras lebih sejuk?
- Jenis tanaman rambat apa yang direkomendasikan agar tidak merusak tembok?
- Bagaimana cara mencegah kerusakan tembok akibat tanaman rambat?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Tanaman rambat di tembok semakin populer sebagai elemen dekoratif yang mampu menghadirkan suasana asri dan sejuk pada hunian. Namun, untuk menjaga keindahannya, diperlukan perhatian khusus. Memahami cara merawat tanaman rambat di tembok menjadi langkah penting agar tanaman tetap tumbuh subur, tidak merusak struktur bangunan, dan tetap enak dipandang sepanjang waktu.
Selain memberikan nilai estetika, tanaman rambat juga memiliki manfaat lain seperti membantu mengurangi panas dan meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah. Meski terlihat mudah dirawat, tanaman jenis ini tetap membutuhkan perawatan rutin, mulai dari penyiraman yang tepat, pemangkasan, hingga pemilihan media tanam yang sesuai agar pertumbuhannya tetap terkontrol.
Tanpa perawatan yang benar, tanaman rambat bisa menjadi kering, layu, bahkan merusak dinding tempat ia tumbuh. Oleh karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk memahami teknik perawatan yang efektif dan praktis. Dengan langkah tepat, tanaman rambat tidak hanya akan bertahan lama, tetapi juga semakin mempercantik tampilan hunian Anda. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (2/4/2026).
1. Pemilihan Jenis Tanaman Rambat yang Tepat
Pemilihan jenis tanaman rambat yang sesuai merupakan langkah awal yang krusial dalam cara merawat tanaman rambat di tembok. Penting untuk mempertimbangkan iklim, jenis tanah, dan struktur pendukung yang tersedia di taman Anda, serta karakteristik rambatan tanaman apakah memiliki akar tempel atau melilit. Mengenali jenis dan karakteristik tanaman rambat yang akan ditanam adalah hal yang perlu dilakukan di awal.
Beberapa jenis tanaman rambat seperti Sirih Gading (Epipremnum aureum), Morning Glory (Ipomoea purpurea), dan Mandevilla dikenal lebih ramah terhadap bangunan karena cenderung menggunakan struktur pendukung seperti teralis atau pagar untuk tumbuh. Sebaliknya, tanaman seperti Dolar Rambat (Ficus pumila) dan English Ivy (Hedera helix) memiliki akar tempel yang agresif dan dapat merusak lapisan cat serta plesteran dinding jika menempel langsung. Bougainvillea juga dapat merusak melalui duri dan berat batangnya jika tidak diberi penyangga.
Selain itu, pertimbangkan juga kebutuhan cahaya matahari masing-masing tanaman. Bougainvillea membutuhkan sinar matahari penuh, sementara Sirih Gading lebih cocok di area yang teduh. Memilih tanaman yang tepat juga berarti mempertimbangkan kecepatan pertumbuhannya untuk area yang lebih kecil, pilih tanaman rambat berbatang halus dan tumbuh lambat agar tidak cepat memenuhi ruang.
2. Persiapan Tembok dan Media Tanam
Sebelum menanam tanaman rambat, sangat penting untuk memeriksa kondisi tembok secara menyeluruh dan memperbaiki keretakan yang ada. Jika ada keretakan, sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu karena jika tidak akar tempel tanaman dapat memperparah kerusakan dan masuk ke celah-celah kecil. Seiring waktu hal itu akan membesar dan melemahkan struktur plesteran. Dinding yang terbuat dari bahan kuat dan tahan air juga lebih aman menjadi media panjat.
Untuk menanam tanaman merambat di dinding, Anda perlu membuat lubang tanam dengan jarak antara 30 sampai 60 cm dari dinding. Jarak tanam yang ideal ini sangat penting untuk mencegah akar tanaman menekan tembok dan menyebabkan retak. Setelah itu, urai akar tanaman agar proses penyerapan nutrisi berjalan dengan baik, lalu tutup kembali lubang dengan tanah yang telah dicampur kompos dengan perbandingan 2:1 agar tanaman tumbuh sehat.
Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar akar tidak membusuk karena tergenang air. Selain itu, pertimbangkan juga sirkulasi udara di area tanam, karena tempat yang lembap tanpa sirkulasi udara yang baik bisa memicu tumbuhnya jamur atau serangga pengganggu. Lokasi yang tepat juga bisa memengaruhi tumbuh suburnya tanaman, jadi pastikan lokasi yang Anda pilih mendapatkan cahaya matahari yang cukup.
3. Pemberian Penyangga dan Perawatan Struktur
Penyediaan media rambat atau struktur penyangga sangat penting untuk membantu tanaman merambat tumbuh rapi dan produktif, terutama bagi jenis tanaman yang tidak memiliki akar tempel kuat atau yang berpotensi merusak dinding. Tanaman merambat memerlukan struktur pendukung untuk tumbuh seperti pagar, teralis, atau arbor, yang mampu menopang berat tanaman saat tumbuh besar. Penggunaan struktur penyangga juga dapat mencegah tanaman merambat langsung menempel pada dinding, sehingga mengurangi risiko kerusakan.
Anda bisa menggunakan teralis dari kayu, bambu, atau kawat sebagai media perambat. Penting untuk memasang teralis atau rangka logam yang berdiri sendiri dan tidak menempel langsung pada dinding rumah atau menggunakan kawat baja/tali kawat yang dipasang terpisah dari tembok, dengan jarak minimal 10 cm dari permukaan tembok. Jarak ini juga dapat memudahkan Anda dalam merawat tanaman dan dinding.
Untuk tanaman muda yang merambat, Anda mungkin perlu sedikit mengikat atau menahan tanaman agar mampu merambat dengan baik sebelum cukup dewasa untuk menahan dahannya sendiri. Pengikatan yang tepat akan mencegah tanaman tumbuh tidak teratur sekaligus meningkatkan efisiensi ruang vertikal, namun pastikan ikatan tidak terlalu kencang agar tidak menghambat pertumbuhan. Pemangkasan dan penyulaman rutin juga penting untuk mencegah tanaman tumbuh terlalu rimbun dan merusak dinding.
4. Penyiraman dan Pemupukan
Penyiraman yang teratur adalah salah satu aspek krusial dalam cara merawat tanaman rambat di tembok agar tetap sehat dan tumbuh subur. Sama seperti tanaman hias lainnya, tanaman hias rambat juga membutuhkan penyiraman, terutama selama musim kemarau. Frekuensi dan jumlah air harus disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi lingkungan.
Lakukan penyiraman setiap satu hingga dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Penyiraman yang ideal dilakukan pada pagi hari agar tanaman memiliki waktu untuk menyerap air sebelum suhu meningkat di siang hari. Penyiraman air ini tidak perlu terlalu banyak hingga media tanam menggenang, cukup dilakukan hingga media tanam menjadi lembap.
Selain penyiraman, pemupukan yang teratur juga membantu menunjang pertumbuhan tanaman rambat yang sehat. Pupuk untuk tanaman hias rambat dapat diberikan di masa-masa pertumbuhan, karena setelah tanaman tumbuh, itu akan membuatnya menjadi semakin lebat. Gunakan pupuk yang kaya akan nitrogen untuk merangsang pertumbuhan daun dan batang, serta pupuk yang mengandung fosfor dan kalium untuk mendukung pembungaan dan pematangan buah.
5. Pemangkasan dan Pembentukan
Pemangkasan secara berkala sangat penting untuk menjaga bentuk dan arah pertumbuhan tanaman hias merambat, karena tanaman ini dikenal tumbuh cepat dan bisa menyebar luas jika tidak dikendalikan. Pemangkasan membantu mengontrol pertumbuhan, membuang bagian yang mati atau sakit, dan merangsang pertumbuhan baru. Pemangkasan berkala juga penting untuk mencegah akar atau cabang merusak struktur bangunan dan menjaga estetika.
Gunting tanaman merambat yang rusak atau sakit, dan potong kembali ujung tanaman yang telah melampaui batas agar pertumbuhannya merata. Potonglah sekitar ¼ inci di atas simpul daun untuk mendorong pertumbuhan baru dan buang bagian yang tidak diperlukan seperti cabang yang terlalu panjang atau tunas air. Gunakan gunting tanaman yang tajam dan bersih agar tidak melukai batang serta menghindari infeksi jamur.
Waktu pemangkasan tanaman dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis tanaman dan fase tanam. Untuk tanaman merambat berbunga, sebaiknya pemangkasan dilakukan setelah tanaman berbunga. Sementara untuk tanaman daun, pemangkasan dapat dilakukan kapan saja. Pemangkasan juga mendorong pertumbuhan cabang dan tunas baru, sehingga tanaman lebih produktif dan rimbun.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa tanaman rambat akan rentan dengan hama dan jamur, sehingga identifikasi dan pemantauan hama serta penyakit pada tanaman rambat sangat penting untuk memastikan kesehatan dan produktivitas tanaman. Hama yang sering mampir adalah kutu dan ulat yang akan memakan dedaunan, sehingga menjadi berlubang. Sementara jamur daun dapat muncul karena terinfeksi oleh tanaman lain. Pengendalian hama harus dilakukan ketika tingkat serangan telah mencapai ambang ekonomis yang signifikan.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menyemprotkan fungisida alami yang bisa Anda buat sendiri untuk jamur dan larutan insektisida alami secukupnya untuk membasmi hama seperti kutu dan ulat. Anda harus segera menghilangkan bagian yang sudah terlanjur terinfeksi agar tidak menular ke bagian tanaman lain. Pengendalian teknis menjadi pilihan terakhir ketika pengendalian alami dan hayati tidak mampu mengendalikan populasi hama secara signifikan.
Menjaga kebersihan lingkungan sekitar tanaman dan memastikan sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk mengurangi risiko serangan hama dan penyakit. Tempat yang lembap tanpa sirkulasi udara bisa memicu tumbuhnya jamur atau serangga pengganggu. Pemantauan teratur terhadap populasi organisme pengganggu tanaman (OPT) dalam lingkungan perkebunan merupakan langkah penting dalam mengembangkan strategi pengendalian yang efektif.
7. Pemantauan dan Evaluasi Rutin
Pemantauan dan evaluasi rutin merupakan bagian integral dari cara merawat tanaman rambat di tembok untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan mencegah masalah struktural. Lakukan inspeksi berkala pada tanaman dan dinding untuk mendeteksi tanda-tanda awal kerusakan atau serangan hama. Perhatikan perubahan warna daun, pertumbuhan yang tidak biasa, atau retakan baru pada permukaan tembok.
Periksa kembali kekuatan penyangga dan pastikan tanaman tidak menempel langsung pada dinding, terutama jika jenis tanaman memiliki akar tempel agresif. Jika ditemukan bagian tanaman yang mulai merambat ke area yang tidak diinginkan atau menunjukkan tanda-tanda sakit, segera lakukan tindakan korektif. Ini bisa berupa pemangkasan, penyesuaian penyangga, atau aplikasi penanganan hama/penyakit.
Dengan pemantauan yang konsisten, Anda dapat menyesuaikan strategi perawatan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lingkungan. Evaluasi secara berkala efektivitas metode perawatan yang diterapkan dan lakukan penyesuaian untuk menjaga keindahan serta kesehatan tanaman rambat Anda. Hal ini akan memastikan dinding hijau tetap lestari dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
FAQ
- Apa manfaat utama menggunakan tanaman rambat untuk membuat teras lebih sejuk? Tanaman rambat dapat membantu menurunkan suhu lingkungan dan memberikan kesan asri pada hunian.
- Jenis tanaman rambat apa yang direkomendasikan agar tidak merusak tembok? Sirih Gading, Morning Glory, dan Mandevilla adalah beberapa jenis yang cenderung tidak merusak tembok jika diberi penyangga.
- Bagaimana cara mencegah kerusakan tembok akibat tanaman rambat? Gunakan kawat baja atau teralis yang diberi jarak minimal 10 cm dari permukaan tembok dan lakukan pemangkasan rutin.
- Apakah akar tanaman rambat bisa merusak tembok rumah? Ya, akar tanaman rambat yang agresif atau sulur yang menempel erat dapat masuk ke retakan dan memperbesarnya, menyebabkan kerusakan pada tembok.
- Seberapa sering tanaman rambat perlu disiram? Penyiraman idealnya dilakukan satu hingga dua kali sehari, pada pagi dan sore hari, hingga media tanam lembap.
- Kapan waktu terbaik untuk memangkas tanaman rambat? Untuk tanaman berbunga, pangkas setelah masa berbunga selesai; untuk tanaman daun, pemangkasan dapat dilakukan kapan saja.
- Apa saja tanda-tanda tanaman rambat terserang hama atau penyakit? Tanda-tanda umum meliputi daun berlubang (hama), bercak pada daun (jamur), atau pertumbuhan yang terhambat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545127/original/074338100_1775126289-tips_menata_kebun_buah_di_belakang_rumah_agar_terlihat_rapi_dan_asri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543991/original/098264500_1775042553-unnamed__60_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511768/original/061725000_1771917577-Gemini_Generated_Image_mf1z6lmf1z6lmf1z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2935250/original/058528500_1570680524-broccoli-carrots-citrus-952478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544856/original/089752500_1775119132-unnamed_-_2026-04-02T153500.793.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544717/original/001658600_1775115247-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488914/original/060208200_1769769767-Gemini_Generated_Image_gzkq69gzkq69gzkq.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541291/original/045551400_1774857872-pohon_kesemek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544671/original/069944800_1775113048-pot_gantung_teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436088/original/030514500_1765162291-jajan2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479272/original/028321300_1768972930-desain_tempat_bertelur__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541919/original/077704000_1774925596-unnamed__61_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510085/original/006410300_1771817518-Untitled_design__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544218/original/016234400_1775093915-Tempat_Sampah_Estetik_dari_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544169/original/084144800_1775091381-Gambar_Rumah_Mezzanine_Murah_tapi_Cantik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455652/original/002116600_1766723248-burnout.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449849/original/060353200_1766117259-unnamed_-_2025-12-19T110706.536.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542188/original/041081100_1774936012-Teras_Rumah_dengan_Tanaman_Anggur_Merambat_di_Tembok_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543268/original/023098000_1775021218-b5861e57-9cd2-4a58-b05d-a1f9280ef239.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543995/original/089110100_1775042873-Model_Tempat_Cuci_Baju_di_Sudut_Rumah_yang_Tidak_Makan_Tempat__citizen_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)
