- Apa itu Metode 70-20-10 dalam pengelolaan gaji?
- Bagaimana cara mengalokasikan 70% dari gaji dalam metode ini?
- Mengapa 20% dari gaji perlu dialokasikan untuk tabungan dan investasi?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Mengelola keuangan pribadi seringkali menjadi tantangan, terutama di tengah berbagai kebutuhan dan keinginan yang terus meningkat. Namun, ada sebuah strategi yang terbukti efektif untuk mencapai stabilitas finansial, yaitu Metode 70-20-10.
Metode ini merupakan teknik pengelolaan keuangan pribadi yang membagi penghasilan bulanan menjadi tiga bagian utama untuk mencapai stabilitas finansial. Pendekatan ini dirancang untuk membantu individu mengalokasikan dana secara proporsional, memastikan kebutuhan terpenuhi, masa depan terjamin, dan tetap ada ruang untuk menikmati hidup.
Konsep ini mirip dengan metode penganggaran lain seperti 50-30-20, namun dengan penekanan yang lebih besar pada kebutuhan dasar, menjadikannya cocok bagi masyarakat dengan penghasilan menengah yang sebagian besar pengeluarannya masih terserap untuk kebutuhan pokok. Metode ini menyederhanakan proses penyusunan anggaran ke dalam kategori yang paling penting, sehingga aktivitas menabung terasa lebih mudah dibandingkan sistem anggaran lain yang terlalu ketat atau membebani.
Lantas bagaimana cara mengelola gaji dengan metode 70-20-10 agar keuangan lebih stabil? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (31/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Pengenalan Metode 70-20-10 dalam Pengelolaan Gaji
Metode 70-20-10 adalah teknik pengelolaan keuangan yang membagi penghasilan bulanan menjadi tiga bagian utama: 70% untuk kebutuhan hidup, 20% untuk tabungan dan investasi, serta 10% untuk gaya hidup atau hiburan. Pembagian ini bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja yang jelas dalam mengelola pendapatan, sehingga setiap rupiah memiliki tujuan spesifik.
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penghematan, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan esensial terpenuhi, ada alokasi untuk pertumbuhan finansial jangka panjang, dan ruang untuk menikmati hasil kerja keras. Dengan demikian, individu dapat menghindari jebakan utang konsumtif dan membangun fondasi keuangan yang lebih kokoh.
Konsep ini membagi pendapatan setelah pajak ke dalam tiga pos utama: 70% untuk pengeluaran, 20% untuk tabungan atau investasi, dan 10% sisanya untuk pembayaran utang tambahan atau donasi. Metode ini dinilai lebih fleksibel dan realistis, terutama bagi mereka yang baru memulai karir atau memiliki pendapatan yang masih terbatas, karena porsi terbesar dialokasikan untuk kebutuhan pokok.
Alokasi 70% untuk Kebutuhan Pokok (Needs)
Porsi terbesar dalam metode 70-20-10, yaitu 70% dari penghasilan, dialokasikan untuk kebutuhan hidup sehari-hari atau pengeluaran rutin yang sifatnya wajib dan tidak bisa ditunda. Kategori ini mencakup semua biaya hidup pokok yang esensial dan jika tidak dipenuhi dapat mengganggu keberlangsungan hidup.
Pengeluaran dalam kategori ini meliputi berbagai aspek penting dalam kehidupan. Contohnya, biaya makan dan kebutuhan sehari-hari seperti belanja bahan makanan bulanan dan biaya makan harian merupakan prioritas utama. Selain itu, tagihan bulanan seperti listrik, air, internet, dan utilitas lainnya juga termasuk dalam porsi ini.
Biaya transportasi, baik ongkos kendaraan umum, bensin, maupun perawatan kendaraan pribadi, harus dialokasikan dari 70% ini. Begitu pula dengan biaya tempat tinggal seperti sewa rumah, cicilan KPR, atau kontrakan, serta cicilan utang seperti paylater, motor, mobil, atau kartu kredit. Asuransi dan biaya kesehatan, termasuk obat-obatan dan pemeriksaan rutin, juga merupakan bagian vital dari alokasi 70% ini.
Penting untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam porsi ini; jika pengeluaran non-esensial memakan porsi besar, maka penyesuaian gaya hidup perlu dilakukan. Alokasi ini menjadi fondasi keuangan, dan jika kebutuhan melebihi 70%, kondisi finansial dapat dianggap tidak sehat. Disarankan untuk membuat daftar pengeluaran tetap bulanan dan mengurangi biaya yang bisa ditekan, serta menggunakan prinsip "cukup" daripada "ingin".
Alokasi 20% untuk Tabungan dan Pelunasan Utang (Savings & Debt Repayment)
Sebanyak 20% dari pendapatan dialokasikan untuk tabungan dan investasi, yang berfungsi sebagai fondasi jangka panjang untuk mencapai tujuan keuangan. Alokasi ini sangat penting untuk membangun keamanan finansial di masa depan dan melindungi dari kondisi tidak terduga.
Dana ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan krusial, termasuk pembentukan dana darurat yang idealnya setara dengan minimal 3 bulan pengeluaran untuk lajang dan 6 bulan untuk yang sudah berkeluarga. Dana darurat ini esensial untuk kebutuhan mendesak seperti kehilangan pekerjaan atau sakit.
Selain itu, alokasi 20% juga dapat diarahkan untuk tabungan tujuan, seperti uang muka rumah, biaya pendidikan, atau persiapan pensiun. Pelunasan utang, terutama utang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjaman online, juga menjadi prioritas dalam porsi ini. Memprioritaskan pelunasan utang dapat mengurangi beban bunga yang menggerus kemampuan finansial di masa depan.
Untuk konsistensi, disarankan menggunakan fitur auto-debit dari rekening utama dan memisahkan rekening tabungan dari rekening kebutuhan, serta menganggap tabungan sebagai "tagihan wajib". Metode ini mendorong kebiasaan menabung dan investasi yang sehat, membantu membangun masa depan finansial yang lebih baik.
Alokasi 10% untuk Keinginan dan Investasi (Wants & Investments)
Porsi 10% dari gaji dialokasikan untuk gaya hidup atau hiburan, yang juga dikenal sebagai "keinginan" atau pengeluaran diskresioner. Meskipun sering dianggap pemborosan, pengeluaran ini penting untuk menjaga keseimbangan hidup dan menghindari rasa jenuh.
Kategori ini mencakup berbagai aktivitas yang meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kepuasan pribadi. Contohnya adalah hiburan seperti nongkrong di kafe, menonton film atau langganan streaming, liburan, atau menekuni hobi. Pembelian barang-barang yang tidak terlalu mendesak atau belanja non-kebutuhan juga termasuk dalam porsi ini.
Batasannya jelas: maksimal 10% dari penghasilan. Dengan adanya porsi ini, seseorang tetap bisa menikmati hidup tanpa merasa bersalah atau merusak kondisi keuangan. Ini memberikan ruang bagi individu untuk memanjakan diri sesekali, yang penting untuk kesehatan mental dan motivasi finansial.
Selain itu, porsi 10% ini juga dapat dialokasikan untuk investasi jangka panjang atau dana darurat yang dapat dipakai untuk kebutuhan mendesak. Pilihan investasi bisa bervariasi sesuai profil risiko, seperti reksa dana pasar uang untuk pemula atau saham langsung bagi yang mencari pertumbuhan. Mengalokasikan dana secara terstruktur memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar, berinvestasi untuk masa depan, dan tetap bisa menikmati hidup.
Langkah-Langkah Implementasi Metode 70-20-10
Menerapkan metode 70-20-10 memerlukan beberapa langkah praktis untuk memastikan efektivitasnya dalam pengelolaan keuangan pribadi. Langkah pertama adalah menghitung pendapatan bersih bulanan Anda, yaitu gaji setelah dikurangi pajak dan potongan wajib lainnya. Jumlah inilah yang akan Anda bagi ke dalam tiga kategori.
Setelah mengetahui pendapatan bersih, alokasikan dana sesuai persentase metode 70-20-10: 70% untuk kebutuhan hidup, 20% untuk tabungan dan investasi, serta 10% untuk keinginan atau hiburan. Sebagai contoh, jika gaji bulanan sebesar Rp5.000.000, maka 70% untuk kebutuhan adalah Rp3.500.000, 20% untuk tabungan adalah Rp1.000.000, dan 10% untuk hiburan adalah Rp500.000.
Penting untuk melacak setiap pengeluaran dan jangan tergoda untuk membuang uang dengan percuma untuk yang bukan kebutuhan. Meskipun metode ini lebih sederhana, tetap disarankan untuk mengetahui proporsi pengeluaran tetap dan fleksibel agar anggaran tetap terkendali. Untuk konsistensi, gunakan fitur auto-debit dari rekening utama untuk menyisihkan dana ke rekening tabungan atau investasi yang terpisah, menganggap tabungan sebagai "tagihan wajib" yang harus dibayar di awal.
Metode ini tidak bersifat kaku dan dapat disesuaikan agar anggaran tetap realistis dan dijalankan secara konsisten. Tinjau anggaran Anda secara berkala dan sesuaikan jika ada perubahan pendapatan atau pengeluaran, seperti kenaikan gaji atau perubahan kebutuhan hidup.
Manfaat dan Keunggulan Metode 70-20-10
Metode 70-20-10 memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya relevan dan efektif dalam pengelolaan keuangan pribadi, terutama bagi pekerja dengan penghasilan tetap. Salah satu keunggulan utama metode ini adalah kesederhanaannya. Berbeda dengan metode budgeting lain yang memerlukan pencatatan detail hingga kategori kecil, metode 70-20-10 hanya membagi gaji ke dalam tiga pos utama. Ini membuatnya cocok bagi pemula yang baru belajar mengelola keuangan dan merasa terbebani dengan pencatatan yang terlalu mendetail.
Metode ini juga membantu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan, keamanan finansial, dan kualitas hidup. Dengan alokasi khusus untuk kebutuhan dan pengeluaran opsional, metode ini membantu mengurangi kebiasaan berbelanja impulsif dan membuat keputusan keuangan yang lebih bijak. Ini mendukung terciptanya pola pikir finansial yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan mengalokasikan 20% pendapatan khusus untuk tabungan dan investasi, metode ini membantu membangun kebiasaan finansial yang sehat dan mencapai tujuan jangka panjang. Ini secara tidak langsung mendorong pencapaian tujuan finansial seperti dana darurat, uang muka rumah, biaya pendidikan, dan persiapan pensiun.
Selain itu, dengan adanya porsi 10% untuk hiburan, seseorang tidak merasa terlalu tertekan saat mengatur keuangan, sehingga lebih konsisten dalam menjalankan anggaran. Ini membantu menjaga keuangan tetap sehat dan kualitas hidup secara keseluruhan. Meskipun menawarkan panduan yang jelas, aturan 70-20-10 tidak bersifat kaku dan dapat disesuaikan dengan kondisi finansial individu, menjadikannya fleksibel dan adaptif.
Tips Sukses dan Tantangan dalam Menerapkan Metode 70-20-10
Meskipun metode 70-20-10 menawarkan kerangka kerja yang sederhana dan efektif, ada beberapa tips untuk memastikan keberhasilan implementasinya serta tantangan yang mungkin dihadapi.
Tips Sukses
- Pahami Pendapatan Bersih Anda: Selalu gunakan pendapatan bersih (setelah pajak dan potongan wajib) sebagai dasar perhitungan. Ini memastikan alokasi yang realistis.
- Prioritaskan Kebutuhan: Pastikan 70% benar-benar dialokasikan untuk kebutuhan esensial. Jika pengeluaran kebutuhan melebihi porsi ini, Anda perlu mengevaluasi dan mengurangi biaya yang bisa ditekan.
- Otomatisasi Tabungan dan Investasi: Segera sisihkan 20% untuk tabungan dan investasi di awal bulan melalui auto-debit. Ini membantu membangun disiplin dan memastikan dana masa depan Anda tumbuh.
- Nikmati Porsi Keinginan dengan Bijak: Manfaatkan 10% untuk hiburan dan keinginan tanpa rasa bersalah, tetapi tetap dalam batas yang ditentukan. Ini penting untuk menjaga motivasi dan keseimbangan hidup.
- Pisahkan Rekening: Pertimbangkan untuk memiliki rekening terpisah untuk kebutuhan, tabungan/investasi, dan keinginan. Ini membantu melacak pengeluaran dan mencegah dana bercampur.
- Tinjau dan Sesuaikan Secara Berkala: Keadaan finansial dapat berubah. Tinjau anggaran Anda setiap bulan atau kuartal dan sesuaikan persentase jika diperlukan, misalnya jika ada kenaikan gaji atau perubahan pengeluaran besar.
Tantangan dalam Menerapkan Metode 70-20-10
- Gaya Hidup Konsumtif: Di tengah gaya hidup yang semakin konsumtif, banyak orang kesulitan menyisihkan uang untuk tabungan. Godaan untuk berbelanja impulsif dapat membuat porsi 70% atau 10% membengkak.
- Pendapatan Menengah ke Bawah: Bagi individu dengan penghasilan yang sangat terbatas, mengalokasikan 70% untuk kebutuhan mungkin masih terasa berat, dan menyisihkan 20% untuk tabungan bisa menjadi tantangan. Dalam kasus ini, fleksibilitas metode dapat diterapkan dengan menyesuaikan persentase, misalnya 80-10-10 atau 60-30-10, sesuai kemampuan.
- Kurangnya Disiplin: Metode ini membutuhkan kedisiplinan tinggi agar pengguna tetap mampu mengontrol setiap rupiah yang dikeluarkan. Tanpa disiplin, alokasi dana bisa bocor dan tujuan keuangan sulit tercapai.
- Tidak Membedakan Kebutuhan dan Keinginan: Kesulitan dalam membedakan antara "kebutuhan" dan "keinginan" dapat menyebabkan pengeluaran kebutuhan membengkak, sehingga mengganggu alokasi lainnya.
- Perubahan Kondisi Finansial: Perubahan tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kenaikan harga kebutuhan pokok dapat mengganggu anggaran yang sudah ditetapkan.
Meskipun demikian, metode 70-20-10 tetap menjadi kerangka dasar yang dapat disesuaikan agar anggaran tetap realistis dan dijalankan secara konsisten, membantu mencapai stabilitas finansial.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa itu Metode 70-20-10 dalam pengelolaan gaji?
Jawaban: Metode 70-20-10 adalah teknik pengelolaan keuangan pribadi yang membagi penghasilan bulanan menjadi tiga bagian utama: 70% untuk kebutuhan hidup, 20% untuk tabungan dan investasi, serta 10% untuk gaya hidup atau hiburan, bertujuan mencapai stabilitas finansial.
2. Bagaimana cara mengalokasikan 70% dari gaji dalam metode ini?
Jawaban: Porsi 70% dialokasikan untuk kebutuhan pokok sehari-hari yang wajib dan tidak bisa ditunda, seperti biaya makan, tagihan bulanan (listrik, air, internet), transportasi, biaya tempat tinggal (sewa/KPR), cicilan utang, dan asuransi kesehatan.
3. Mengapa 20% dari gaji perlu dialokasikan untuk tabungan dan investasi?
Jawaban: Alokasi 20% untuk tabungan dan investasi berfungsi sebagai fondasi jangka panjang untuk mencapai tujuan keuangan, seperti dana darurat, uang muka rumah, biaya pendidikan, persiapan pensiun, dan pelunasan utang berbunga tinggi.
4. Apa saja yang termasuk dalam alokasi 10% untuk keinginan?
Jawaban: Porsi 10% dialokasikan untuk gaya hidup atau hiburan, mencakup pengeluaran diskresioner seperti nongkrong di kafe, menonton film, liburan, hobi, atau pembelian barang non-kebutuhan yang bertujuan menjaga keseimbangan hidup.
5. Bagaimana cara memulai penerapan Metode 70-20-10?
Jawaban: Langkah-langkahnya meliputi menghitung pendapatan bersih, mengalokasikan dana sesuai persentase, melacak pengeluaran, mengotomatisasi transfer ke rekening terpisah, dan meninjau serta menyesuaikan anggaran secara berkala.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473602/original/035443000_1768451007-4839bd62-2274-4227-b983-53985c55195e.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483967/original/007375900_1769410021-Stroberi__Buah_Merah_Menyala_yang_Cepat_Berbuah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863705/original/083441800_1718355105-manilkara-zapota-272619_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542700/original/066963900_1774951281-mezzanine.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365526/original/020115200_1759199598-teras_pilar_rambat_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3219334/original/048020600_1598421990-foodism360-WnKdAAo2Rvw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542735/original/076602400_1774953328-kabun_dan_taman_bermain_cov.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473467/original/049878600_1768445987-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483966/original/078092000_1769410020-Jeruk_Calamondin__Si_Kecil_Pembawa_Keberuntungan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402068/original/007110400_1762236460-Kolam_Ember_Bak_Plastik__Budikdamber___Solusi_Super_Hemat_Lahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527788/original/028185200_1773214315-Ampas_Kelapa_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542598/original/063901100_1774947412-Simulasi-Teknisi-Instal-AC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3310960/original/016068800_1606719059-david-clode-fhY3lp3KCx4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285554/original/001697400_1752711890-menanam-markisa-di-pekarangan-6609253814d7148.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540281/original/017995700_1774693826-tanaman_buah_naga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541919/original/077704000_1774925596-unnamed__61_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480394/original/090911200_1769055406-Teras_Fruit_Garden_dengan_Jambu_Air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4252264/original/022271200_1670385937-rigel-nbPF8nRm9Do-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536533/original/090937800_1774329080-Rak_Dinding_Anggur_Merambat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418939/original/067927800_1763632392-ruang_tamu_luas_1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)
