Liputan6.com, Jakarta - Cara buat tabulampot dari galon bekas kini menjadi tren menarik di kalangan pecinta tanaman, terutama bagi mereka yang tinggal di area dengan lahan terbatas. Perlu diketahui, tabulampot adalah metode menanam tanaman buah dalam wadah atau pot, sehingga bisa dilakukan di halaman sempit, teras, bahkan balkon rumah.
Tak hanya hemat biaya, penggunaan galon bekas juga menjadi langkah nyata dalam mengurangi limbah plastik rumah tangga. Dengan sedikit kreativitas dan teknik yang tepat, galon bekas bisa diubah menjadi pot besar yang ideal untuk berbagai jenis tanaman buah.
Tanpa berbasa-basi, berikut akan diulas secara lengkap cara buat tabulampot dari galon bekas, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (30/3/2026).
1. Keunggulan Tabulampot
Tabulampot, singkatan dari Tanaman Buah dalam Pot, adalah teknik budidaya tanaman buah yang menggunakan pot atau wadah sebagai media tanam. Metode ini menjadi pilihan praktis bagi masyarakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas namun ingin menikmati buah segar hasil tanam sendiri. Tabulampot tidak hanya menghemat ruang, tetapi juga memudahkan perawatan dan memperindah halaman rumah.
Manfaat utama dari tabulampot sangat beragam. Pertama, metode ini sangat menghemat ruang, cocok untuk wilayah perkotaan dengan lahan terbatas, karena pot bisa ditempatkan di teras, balkon, atau halaman rumah. Kedua, pemeliharaan tanaman menjadi lebih mudah. Tanaman dalam pot lebih mudah dipantau dari serangan hama dan penyakit, serta penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan juga lebih terkontrol dibandingkan tanaman di lahan terbuka.
Selain itu, aplikasi pupuk dan air pada tabulampot lebih efisien karena unsur hara diserap tanaman di dalam pot secara maksimal, sehingga penggunaan air dan pemupukan dapat lebih hemat. Tabulampot juga memiliki nilai estetika, berfungsi sebagai elemen dekorasi yang mempercantik taman atau rumah. Terakhir, tanaman memiliki fleksibilitas tinggi; pohon dapat dipindahkan dengan mudah untuk mendapatkan sinar matahari optimal atau menghindari cuaca ekstrem tanpa risiko kematian.
Pemilihan tanaman sangat penting. Berikut beberapa pilihan:
- Tomat
- Jeruk
- Lemon
- Jambu air
- Mangga
- Cabai (buah)
Tanaman ini relatif mudah tumbuh dalam pot dan tidak membutuhkan ruang terlalu luas.
2. Persiapan Awal
Persiapan Wadah:
Langkah pertama dalam cara buat tabulampot dari galon bekas adalah mempersiapkan wadah itu sendiri. Pemanfaatan galon bekas sebagai pot tanaman tidak hanya efisien dalam penggunaan ruang, tetapi juga merupakan langkah cerdas untuk mengurangi limbah plastik. Proses ini relatif mudah dan dapat dilakukan dengan alat sederhana di rumah.
Persiapan Alat dan Bahan:
Untuk memulai, siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Anda memerlukan galon air mineral bekas yang masih utuh dan bersih, cutter atau pisau tajam untuk memotong galon, spidol untuk menandai area pemotongan, serta bor atau paku panas untuk membuat lubang drainase. Jika Anda berencana menggantung tabulampot, tali atau kawat juga bisa disiapkan. Pastikan semua alat dalam kondisi baik untuk keamanan dan efisiensi kerja.
Persiapan Modifikasi Galon Bekas:
Langkah-langkah memodifikasi galon bekas dimulai dengan membersihkan galon dari sisa air atau kotoran. Selanjutnya, tentukan model pot yang diinginkan; Anda bisa memotong galon menjadi dua bagian horizontal atau hanya memotong bagian atasnya saja untuk bukaan yang lebar. Buat beberapa lubang kecil di bagian bawah galon untuk drainase air yang memadai, ini krusial untuk mencegah pembusukan akar akibat genangan air. Setelah pemotongan, haluskan tepi pot dengan amplas atau selotip agar lebih aman dan rapi.
3. Pemilihan Bibit yang Tepat
Keberhasilan tabulampot sangat ditentukan oleh pemilihan bibit dan media tanam yang tepat. Bibit yang unggul akan memastikan pertumbuhan yang sehat dan produktivitas buah yang optimal. Disarankan untuk memilih bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti cangkok, okulasi, atau sambung pucuk. Bibit jenis ini cenderung lebih cepat berbuah, bahkan bisa panen dalam 1-2 tahun, dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Bibit dari biji tidak direkomendasikan karena membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah, yaitu sekitar 3-5 tahun.
Pilih bibit yang berkualitas baik, dengan batang kokoh, daun hijau segar, dan perakaran sehat. Bibit unggul biasanya memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit tertentu. Hampir semua tanaman buah bisa tumbuh dalam tabulampot, namun beberapa jenis lebih direkomendasikan karena adaptasinya yang baik dan cepat berbuah. Contohnya, jeruk (semua jenis), jambu air, jambu biji (kristal, red diamond, siumik pala), buah naga, dan kedondong sangat mudah berbuah dalam 6-8 bulan. Jeruk sangat direkomendasikan karena perawatannya tidak rumit dan cepat berbuah.
4. Membuat Media Tanam
Membuat media tanam yang optimal adalah kunci keberhasilan dalam menanam tanaman buah dalam pot (tabulampot). Media tanam yang baik harus mampu menyediakan nutrisi, memiliki drainase yang baik, dan menjaga kelembaban yang sesuai untuk tanaman.
Media tanam tabulampot sangat terbatas, mudah padat, dan cepat kehabisan nutrisi, sehingga komposisinya harus diperhatikan. Komposisi media tanam yang umum dan direkomendasikan meliputi tanah sebagai sumber nutrisi, pupuk organik (pupuk kandang/kompos) untuk unsur hara lengkap, sekam bakar atau sekam mentah sebagai penahan air dan penambah pori-pori, serta pasir untuk membantu drainase.
Beberapa rasio campuran media tanam yang direkomendasikan adalah 2:1:1:1 (Tanah : Pupuk Organik : Sekam Bakar : Pasir) atau 1:1:1 (Tanah : Pasir : Pupuk Kandang/Kompos). Tanah humus yang gembur dan bebas batu-batuan sangat dianjurkan. Pupuk kandang harus difermentasi dan matang sebelum digunakan. Sekam bakar membantu aerasi dan mencegah akar busuk. Campurkan semua bahan dalam wadah besar hingga merata agar nutrisi terdistribusi dengan baik dan media memiliki struktur yang optimal.
5. Proses Penanaman Tabulampot di Galon Bekas
Setelah galon bekas dimodifikasi dan media tanam siap, saatnya melakukan proses penanaman. Langkah ini penting untuk memastikan bibit dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Awali dengan mengisi dasar pot galon dengan pecahan genting atau kerikil. Lapisan ini berfungsi untuk membantu drainase air, mencegah genangan yang bisa merusak akar tanaman. Pastikan lubang drainase yang telah dibuat sebelumnya berfungsi dengan baik.
Selanjutnya, isi galon dengan media tanam yang sudah diracik hingga sekitar sepertiga atau setengah tinggi pot. Sebelum menanam, Anda bisa merendam bibit atau stek tanaman dengan pupuk organik cair. Perendaman ini bertujuan untuk memperkuat bibit dan mencegah kematian dini, serta membantu bibit beradaptasi lebih baik di lingkungan yang terbatas.
Letakkan bibit di tengah pot, pastikan posisinya tegak lurus. Tambahkan sisa media tanam hingga menutupi akar bibit sampai pangkal batang, namun sisakan sedikit ruang di bagian atas pot untuk penyiraman. Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang agar tanaman kuat tertopang dan tidak mudah roboh. Jika diperlukan, pangkas sebagian daun atau batang bibit tanaman, terutama saat awal penanaman, untuk mengurangi penguapan dan stres pada tanaman.
6. Proses Penyiraman
Setelah penanaman, siram tanaman dengan air secukupnya untuk mempertahankan kelembaban media tanam. Kemudian, simpan tabulampot di tempat yang agak teduh selama seminggu pertama untuk adaptasi. Setelah periode adaptasi ini, pindahkan tabulampot ke tempat terbuka yang terkena sinar matahari minimal 5-6 jam per hari. Paparan sinar matahari yang cukup sangat penting untuk mendorong fotosintesis optimal dan pertumbuhan tanaman yang sehat.
7. Perawatan Tabulampot dari Galon Bekas Agar Cepat Berbuah
Perawatan yang konsisten dan tepat adalah kunci keberhasilan agar tabulampot Anda berbuah lebat. Salah satu aspek terpenting adalah penyiraman. Tabulampot membutuhkan penyiraman rutin karena media tanamnya terbatas dan mudah kering. Siram setiap pagi atau sore hari, 1-2 kali sehari, terutama saat musim kemarau. Namun, saat musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman dan lakukan hanya jika media tanam terlihat kering untuk menghindari kelembaban berlebih yang dapat memicu pertumbuhan jamur dan pembusukan akar.
Pemupukan juga sangat vital karena media tabulampot memiliki cadangan nutrisi yang terbatas. Pemupukan dasar dilakukan pada awal tanam, diikuti pemupukan lanjutan setiap 2-3 bulan atau 3-4 bulan sekali, atau bahkan setiap bulan tergantung jenis tanaman dan pupuk. Untuk fase vegetatif (pertumbuhan daun dan batang), gunakan pupuk dengan kadar Nitrogen (N), Kalium (K), dan Phospat (P) yang seimbang, seperti NPK 16:16:16. Pada fase generatif (pembungaan dan pembuahan), gunakan pupuk dengan kadar Kalium (K) dan Phospat (P) yang lebih tinggi untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Pupuk organik, seperti kompos atau pupuk kandang, sangat dianjurkan untuk menjaga kesuburan media tanam dan aman bagi lingkungan.
Pemangkasan adalah perawatan penting untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar tetap pendek, sehat, dan merangsang pembungaan serta pembuahan. Ada tiga tujuan pemangkasan: pemangkasan bentuk untuk membentuk tajuk baru dan mengatur postur tanaman, pemangkasan produksi untuk merangsang pembungaan (biasanya setelah panen), dan pemangkasan peremajaan untuk tanaman yang sudah tua. Pemangkasan dapat dilakukan sejak bibit untuk membentuk tabulampot yang kokoh dan produktif.
Pengendalian hama dan penyakit juga harus dilakukan secara rutin. Lakukan inspeksi berkala untuk mencegah serangan hama seperti kutu daun atau ulat. Pencegahan dimulai dari pemilihan bibit unggul yang tahan hama dan penyakit, serta menjaga kebersihan media tanam dan area sekitar tabulampot. Jika terserang, atasi secara manual atau gunakan pestisida nabati/organik untuk menjaga kualitas hasil panen.
Terakhir, media tanam tabulampot mudah padat dan cepat kehabisan nutrisi, sehingga pergantian media tanam sangat disarankan setahun sekali. Repotting dilakukan saat tanaman sudah tua atau ketika media tanam terlihat padat dan nutrisinya berkurang. Saat melakukan repotting, pangkas juga akar yang panjangnya lebih dari 25 cm untuk mencegah media menjadi padat. Bersamaan dengan pemangkasan akar, batang dan daun juga dipangkas untuk mengurangi penguapan dan menjaga keseimbangan tanaman.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa itu tabulampot?
Tabulampot adalah singkatan dari Tanaman Buah dalam Pot, yaitu teknik menanam pohon buah di dalam pot atau wadah, cocok untuk lahan terbatas.
2. Mengapa menggunakan galon bekas untuk tabulampot?
Menggunakan galon bekas adalah cara ekonomis dan ramah lingkungan untuk memanfaatkan limbah plastik sebagai pot, sekaligus solusi untuk berkebun di lahan terbatas.
3. Bibit seperti apa yang cocok untuk tabulampot agar cepat berbuah?
Pilih bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti cangkok, okulasi, atau sambung pucuk, karena cenderung lebih cepat berbuah dibandingkan bibit dari biji.
4. Bagaimana komposisi media tanam yang ideal untuk tabulampot?
Media tanam ideal umumnya terdiri dari campuran tanah, pupuk organik (pupuk kandang/kompos), sekam bakar/mentah, dan pasir dengan rasio tertentu (misalnya 2:1:1:1 atau 1:1:1) untuk memastikan drainase baik dan nutrisi cukup.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541639/original/098160500_1774875141-Gemini_Generated_Image_iqgz2fiqgz2fiqgz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5537460/original/063692500_1774490641-Depositphotos_874559906_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1201285/original/085063300_1460512797-moodwarna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429291/original/021343300_1764579561-tanaman_stroberi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539339/original/088078000_1774597380-2147677868.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492488/original/090861700_1770175807-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458412/original/071965800_1767078832-Tanaman_Rosemary_Sebagai_Pendamping_Cabai_yang_Cocok_untuk_Teras_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541083/original/049934600_1774850749-Gemini_Generated_Image_44ca7n44ca7n44ca.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404383/original/053256300_1762404213-halaman_belakang_rumah_dengan_kebun_sayur_organik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536485/original/077568500_1774326988-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539634/original/028318500_1774608198-712dd1d5-a954-4b7c-baa1-4e022bb792fc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488201/original/084620800_1769741228-ilustrasi_pohon_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401244/original/019159500_1762161271-unnamed_-_2025-11-03T160111.549.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537488/original/077760600_1774424973-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507288/original/016987800_1771488622-buah_mini_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539278/original/085050900_1774595518-tanaman_rambat_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539208/original/065605500_1774593604-Gemini_Generated_Image_w5vqrrw5vqrrw5vq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539399/original/001976000_1774599956-kebun_tanaman_obat.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)
