Betulkan Kacang-Kacangan Pemicu Asam Urat? Ini Penjelasannya

1 day ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Banyak penderita asam urat khawatir untuk mengonsumsi kacang karena anggapan bahwa kacang-kacangan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Namun, benarkah demikian?

Asam urat adalah kondisi yang umum terjadi dan dapat menimbulkan rasa sakit yang cukup mengganggu. Banyak yang beranggapan bahwa penderita asam urat sebaiknya menghindari kacang-kacangan karena kandungan purin yang tinggi.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa kacang-kacangan tidak seburuk yang dipikirkan banyak orang.

Menurut sejumlah pakar kesehatan, kacang-kacangan sebenarnya dapat menjadi pilihan makanan yang sehat bagi penderita asam urat.

Kacang kaya akan nutrisi penting dan memiliki kandungan purin yang relatif rendah. Namun, tetap ada beberapa jenis kacang yang sebaiknya dikonsumsi dengan hati-hati. 

Kandungan Nutrisi Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan tidak hanya rendah purin, tetapi juga kaya akan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa manfaat dari kacang-kacangan antara lain:

  • Kandungan Protein Tinggi

Kacang-kacangan adalah sumber protein nabati yang baik, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan otot dan jaringan tubuh.

  • Kaya Serat

Kandungan serat dalam kacang-kacangan membantu pencernaan dan menjaga kesehatan jantung.

  • Asam Lemak Sehat

Kacang-kacangan mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung.

  • Vitamin dan Mineral

Mereka juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral seperti magnesium, vitamin E, dan antioksidan.

Promosi 1

Apakah Kacang Tanah Menyebabkan Asam Urat?

Salah satu jenis kacang yang sering diperdebatkan adalah kacang tanah. Banyak orang khawatir bahwa kacang tanah dapat memicu serangan asam urat. Namun, berdasarkan penelitian, kacang tanah memiliki kandungan purin yang rendah dan tidak berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

Ahli gizi menjelaskan bahwa kacang tanah dapat dimasukkan dalam diet penderita asam urat, asalkan dikonsumsi dalam porsi yang tepat. Kacang tanah juga mengandung lemak sehat yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

Jenis Kacang yang Perlu Diperhatikan

Meskipun banyak kacang-kacangan yang aman untuk dikonsumsi, ada beberapa jenis yang sebaiknya diperhatikan dengan lebih hati-hati.

Jenis kacang yang tinggi purin seperti kacang polong dan lentil sebaiknya dikonsumsi dengan porsi yang lebih kecil. Ini penting untuk menghindari kemungkinan peningkatan kadar asam urat.

Namun, tidak semua kacang memiliki efek yang sama. Kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan kacang mete dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi penderita asam urat. Mereka tidak hanya rendah purin, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan lainnya.

Cara Mengolah Daun Salam untuk Mengobati Asam Urat

Banyak individu mencari solusi alami untuk mengatasi asam urat, dan daun salam menjadi salah satu alternatif yang menarik.

Daun salam, selain sebagai bumbu dapur, ternyata memiliki khasiat untuk menurunkan kadar asam urat dan kolesterol. 

Cara mengolah daun salam untuk asam urat dan kolesterol sebenarnya cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah. Proses ini memanfaatkan kandungan antioksidan dan senyawa aktif dalam daun salam yang dipercaya efektif membantu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan meredakan peradangan akibat asam urat tinggi.

Beberapa penelitian ilmiah mendukung khasiat daun salam dalam membantu menurunkan kadar kolesterol dan asam urat. Namun, penting diingat bahwa rebusan daun salam bukanlah pengganti pengobatan medis.

Berikut cara mengolah daun salam untuk membantu mengatasi asam urat dan kolesterol:

Bahan-bahan:

  • 10-15 lembar daun salam segar (atau 5-7 lembar daun salam kering)
  • 750 ml air
  • Panci

Langkah-langkah:

  1. Cuci bersih daun salam hingga bebas dari kotoran.
  2. Masukkan daun salam ke dalam panci berisi 750 ml air.
  3. Rebus daun salam hingga mendidih, kemudian kecilkan api dan biarkan selama 15-20 menit. Air rebusan akan berubah warna menjadi kecokelatan.
  4. Setelah 15-20 menit, matikan api dan saring air rebusan.
  5. Minum air rebusan daun salam selagi hangat, 2-3 kali sehari.

Catatan:

Anda dapat menyesuaikan jumlah daun salam dan air sesuai kebutuhan. Untuk rasa yang lebih nikmat, Anda bisa menambahkan sedikit madu atau lemon setelah air rebusan dingin.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |