9 Cara Mengatasi Air Hujan Masuk dari Celah Pintu Rumah, Ampuh dan Mudah

14 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan seringkali membawa tantangan bagi pemilik rumah, terutama air yang merembes melalui celah pintu. Cara mengatasi air hujan masuk dari celah pintu penting dipahami karena masalah ini bisa merusak dinding, kusen, dan perabot, serta memicu jamur akibat kelembapan berlebih.

Untuk mencegahnya, ada berbagai solusi yang bisa diterapkan, mulai dari cara sederhana hingga perbaikan yang lebih permanen. Pemilihan metode sebaiknya disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi rumah.

Artikel Liputan6.com ini akan membahas sembilan cara efektif untuk mengatasi rembesan air dari celah pintu agar rumah tetap kering, aman, dan nyaman selama musim hujan, Rabu (1/4/2026).

1. Menggunakan Kain pada Celah Pintu

Menyisipkan kain di celah pintu merupakan cara sederhana dan cepat untuk mencegah air hujan masuk, terutama saat kondisi darurat. Kain bekas, handuk, atau lap tebal dapat digunakan untuk menutup bagian bawah pintu dengan mudah.

Kain tersebut berfungsi menyerap air yang masuk, sehingga dapat mengurangi rembesan dan mencegah genangan di dalam rumah. Namun, cara ini bersifat sementara dan kurang efektif untuk hujan deras atau jangka panjang, sehingga kain perlu rutin diperas atau diganti agar tetap optimal.

2. Menempatkan Triplek di Pintu

Triplek bisa menjadi solusi sementara yang lebih kuat untuk menghalau air hujan masuk melalui celah pintu. Dipasang di bagian luar pintu, triplek mampu menahan aliran air lebih efektif dibanding kain.

Agar lebih kokoh, triplek dapat diperkuat dengan penahan besi di sisi kiri dan kanan yang disekrup ke kusen, sehingga tetap stabil meski terkena angin atau tekanan air. Untuk hasil maksimal, celah kecil di sekeliling triplek sebaiknya ditutup dengan lilin atau karet agar tidak ada rembesan air yang masuk melalui sela-sela.

3. Menggunakan Kerai Bambu atau Terpal

Untuk mengatasi cipratan air hujan dari samping akibat angin kencang, pemasangan kerai bambu, terpal, atau plastik bisa menjadi solusi efektif. Material ini berfungsi sebagai penghalang fisik yang menahan air sebelum mencapai pintu.

Selain praktis, kerai tersebut dapat digulung saat tidak digunakan, sehingga tetap menjaga estetika rumah. Cara ini sangat cocok untuk pintu yang menghadap langsung arah hujan dan angin. Dengan perlindungan ini, area sekitar pintu menjadi lebih kering dan risiko air masuk melalui celah pintu dapat diminimalkan.

4. Memasang Sealer, Door Seal, atau Door Sweep

Pemasangan sealer menjadi solusi yang rapi dan lebih permanen untuk menutup celah pintu, efektif mencegah air hujan masuk tanpa mengganggu tampilan rumah. Selain itu, sealer juga membantu menghalau angin, debu, dan serangga.

Alternatifnya, Anda bisa menggunakan door seal atau door sweep yang dirancang khusus untuk menutup celah bawah pintu. Produk ini tersedia dalam berbagai bahan tahan cuaca seperti karet, vinil, atau silikon.

Selain mencegah air, door sweep juga dapat meredam kebisingan dan meningkatkan efisiensi energi dengan mengurangi aliran udara, serta tersedia dalam berbagai jenis yang bisa disesuaikan dengan kondisi lantai.

5. Meninggikan Lantai atau Mengeruk Tanah

Jika posisi rumah lebih rendah dari jalan, risiko air hujan masuk ke dalam rumah akan lebih tinggi. Solusi jangka panjang yang bisa dilakukan adalah meninggikan lantai di depan pintu atau mengeruk tanah untuk menciptakan perbedaan ketinggian.

Meninggikan lantai membantu mencegah air mencapai ambang pintu, sementara tanah yang dikeruk dapat berfungsi seperti tanggul alami untuk menahan dan menyerap aliran air. Meski membutuhkan usaha lebih besar, kedua cara ini sangat efektif sebagai perlindungan permanen, terutama saat hujan deras atau potensi banjir.

6. Menggunakan Kusen Aluminium atau UPVC

Mengganti kusen pintu dengan bahan aluminium atau UPVC merupakan solusi jangka panjang yang lebih kedap air dan tahan cuaca. Material ini tidak mudah lapuk atau berkarat seperti kayu, sehingga lebih awet terhadap kelembapan dan hujan.

Kusen aluminium dan UPVC juga memiliki desain yang lebih rapat, bahkan sering dilengkapi sistem drainase yang membantu mencegah penumpukan air di sekitar pintu.

Meski membutuhkan biaya lebih, pilihan ini memberikan perlindungan maksimal, minim perawatan, dan daya tahan tinggi untuk menjaga rumah tetap kering dalam jangka panjang.

7. Memasang Floodgate

Untuk perlindungan ekstra, terutama di area rawan banjir, pemasangan floodgate menjadi solusi yang sangat efektif. Alat ini berupa penghalang khusus yang dirancang untuk menahan volume air dalam jumlah besar di pintu atau pagar rumah.

Floodgate bekerja sebagai barikade kuat yang mencegah air masuk ke area properti. Umumnya bersifat fleksibel karena dapat dipasang dan dilepas sesuai kebutuhan, namun tetap tangguh menghadapi kondisi banjir.

Dengan menggunakan floodgate, perlindungan tidak hanya terbatas pada celah pintu, tetapi juga mencakup seluruh area rumah dari risiko genangan dan banjir.

8. Memperbaiki Weatherstripping atau Door Sweep yang Rusak

Celah pintu yang memungkinkan air dan udara masuk sering disebabkan oleh weatherstripping atau door sweep yang sudah rusak atau aus. Material ini bisa mengeras, retak, atau lepas sehingga tidak lagi mampu menyegel celah dengan baik.

Menggantinya dengan yang baru dapat meningkatkan penyegelan secara signifikan, karena dirancang khusus untuk menutup celah antara pintu, kusen, dan lantai. Selain bagian bawah pintu, pastikan juga weatherstripping di sekeliling kusen masih dalam kondisi baik agar seluruh sisi pintu tertutup rapat dan mencegah air serta angin masuk.

9. Memasang Threshold Seal

Untuk pintu dengan celah besar di bagian bawah, seperti pintu garasi, threshold seal menjadi solusi efektif. Segel ini dipasang di lantai tepat di bawah pintu untuk menciptakan penghalang kuat terhadap air dan kotoran.

Threshold seal bekerja optimal jika dikombinasikan dengan door sweep atau weatherstripping, sehingga perlindungan terhadap air hujan menjadi lebih maksimal. Selain menahan air, threshold seal juga membantu mencegah masuknya angin, debu, dan hama, sehingga area dalam rumah tetap kering dan bersih.

FAQ

Apa saja dampak negatif jika air hujan masuk dari celah pintu?

Air hujan yang masuk dari celah pintu dapat menyebabkan kerusakan pada dinding, kusen, dan perabot rumah, serta menimbulkan ketidaknyamanan akibat kelembapan dan potensi pertumbuhan jamur.

Bagaimana cara paling sederhana untuk mengatasi air hujan masuk dari celah pintu?

Cara paling sederhana adalah dengan menyisipkan kain pada celah pintu, yang akan menyerap air hujan sebelum masuk ke dalam rumah. Meskipun mudah, cara ini kurang optimal untuk jangka panjang.

Apa perbedaan antara sealer, door seal, dan door sweep?

Sealer umumnya ditempelkan di bawah pintu untuk menutup celah dan melindungi dari air, angin, serangga, serta debu. Door seal dan door sweep adalah produk khusus yang dipasang di bagian bawah pintu, tersedia dalam berbagai bahan, dan dirancang untuk mengurangi kebisingan, mencegah debu, serta meningkatkan efisiensi energi.

Kapan sebaiknya menggunakan solusi permanen seperti kusen aluminium/UPVC atau floodgate?

Solusi permanen seperti kusen aluminium atau UPVC direkomendasikan untuk perlindungan jangka panjang yang kedap air dan tahan lama. Floodgate cocok digunakan di area rawan banjir untuk perlindungan ekstra terhadap volume air yang besar.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |