7 Penyebab Kompor Gas Sering Mati Mendadak dan Cara Mengatasinya

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kompor gas adalah perangkat esensial di setiap dapur yang menunjang aktivitas memasak sehari-hari. Namun, seringkali pengguna dihadapkan pada masalah kompor gas yang tiba-tiba mati mendadak, menyebabkan frustrasi dan menghambat proses memasak. Memahami mengapa hal ini terjadi adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang tepat dan menjaga kinerja dapur tetap optimal.

Masalah kompor gas mati mendadak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pasokan gas yang habis hingga kerusakan komponen internal. Mengidentifikasi penyebab masalah secara akurat sangat penting agar penanganan yang dilakukan efektif dan aman. Dengan penanganan yang benar, banyak masalah kompor gas yang mati mendadak dapat diatasi sendiri di rumah tanpa perlu memanggil teknisi.

Lantas apa saja penyebab kompor gas sering mati mendadak dan cara mengatasinya? Melansir dari berbagai sumber, Senin (30/3), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Tabung Gas Kosong atau Hampir Habis

Penyebab paling umum kompor gas mati mendadak adalah karena tabung gas LPG sudah kosong atau isinya sangat menipis. Isi dalam tabung gas habis merupakan alasan utama kenapa kompor gas tidak mau menyala. Ketika gas dalam tabung hampir habis, tekanan gas yang dialirkan ke kompor akan berkurang drastis, sehingga api tidak dapat menyala stabil dan akhirnya padam.

Kondisi gas habis atau tabung kosong ini dapat menjadi alasan utama mengapa kompor gas tidak mau menyala. Tekanan gas yang tidak memadai tidak cukup untuk mempertahankan nyala api, bahkan jika kompor sempat menyala sebentar. Ini adalah masalah sederhana yang seringkali luput dari perhatian.

Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama adalah memeriksa pasokan gas. Pastikan ada pasokan gas yang cukup dan tabung tidak kosong. Gantilah tabung gas jika perlu. Anda bisa memeriksa indikator pada regulator (jika ada) atau mengangkat tabung gas untuk merasakan beratnya. Jika tabung terasa ringan, kemungkinan besar gas sudah habis dan perlu segera diganti dengan yang baru.

2. Regulator Gas Bermasalah

Regulator adalah komponen penting yang menghubungkan selang, kompor, dan tabung gas elpiji. Masalah pada regulator dapat menghambat aliran gas ke kompor, menyebabkan api tidak menyala atau mati mendadak. Regulator berfungsi sebagai pengatur tekanan dan aliran gas dari tabung ke kompor, sehingga jika bermasalah, aliran gas bisa terhambat atau tidak stabil.

Regulator yang tidak terpasang rapat dapat menghambat aliran gas menuju kompor. Kondisi ini membuat gas tidak keluar optimal meskipun tekanan di tabung masih penuh, dan sering terjadi pada regulator lama atau pengunci yang sudah melemah. Selain itu, kerusakan fisik pada regulator, seperti retakan, atau masalah internal seperti bola gotri yang menghambat lubang ventilator gas, juga bisa menjadi penyebab.

Ciri-ciri regulator rusak meliputi bau gas menyengat, tekanan gas lemah yang membuat api kecil atau tidak stabil, suara desisan dari regulator, atau kerusakan fisik yang terlihat. Pastikan regulator terpasang dengan kencang dan benar pada tabung gas. Selain itu, periksa apakah ada kerusakan pada regulator untuk memastikan aliran gas tetap lancar. Jika ada bola gotri yang menghambat, coba ketuk bagian atas regulator beberapa kali untuk mengembalikan posisi gotri. Apabila tercium bau gas menyengat atau terlihat kerusakan fisik, segera ganti regulator dengan yang baru dan berstandar SNI untuk keamanan.

3. Selang Gas Bocor, Tertekuk, atau Tersumbat

Selang gas adalah pembuluh darah yang mengalirkan bahan bakar vital ke dapur Anda. Kebocoran pada selang, yang menyalurkan gas dari tabung elpiji ke kompor, dapat menyebabkan kompor gas tidak menyala padahal gas penuh. Jika selang mengalami masalah, aliran gas akan terhenti.

Masalah pada selang bisa berupa kebocoran (retak halus atau sambungan lepas), kondisi terlipat (tertekan benda berat atau tertekuk), atau bahkan tersumbat oleh benda asing dari dalam. Hal ini dapat menyebabkan kompor mati mendadak atau api tidak menyala sama sekali. Bau gas yang menyengat di sekitar selang adalah tanda pasti adanya kebocoran.

Cek kebocoran dengan mencium bau khas gas yang menyengat di sekitar dapur. Jika terdeteksi, kemungkinan ada kebocoran pada selang. Gantilah selang yang bocor dengan yang baru segera untuk menjaga keamanan dan memastikan kelancaran aliran gas ke kompor. Pastikan selang dalam kondisi lurus, tidak terjepit, dan bebas dari retakan atau kebocoran. Jika tercium bau gas, segera ganti selang. Vivanians juga bisa mencoba meniup ujung selang untuk memastikan tidak ada sumbatan di dalamnya. Penting diingat, selang gas memiliki masa pakai; jika sudah lebih dari dua tahun, sebaiknya ganti dengan yang baru untuk menghindari risiko kebocoran yang tidak diinginkan.

4. Tungku/Burner Kompor Kotor atau Tersumbat

Tungku atau burner kompor memiliki lubang-lubang kecil tempat gas keluar dan bercampur dengan udara untuk menghasilkan api. Penumpukan kotoran pada lubang burner menyebabkan gas tidak keluar merata. Hal ini membuat api sulit menyala atau hanya muncul kecil lalu mati.

Ini adalah penyebab kompor gas tidak menyala yang paling sering terjadi pada kompor yang sudah berumur. Saat kita memasak, tidak bisa dihindari adanya tumpahan kuah, minyak goreng, atau remasan bumbu yang jatuh ke permukaan tungku. Lama-kelamaan, kotoran ini menggumpal dan mengeras, menutup lubang-lubang kecil (jet) di mana seharusnya api keluar. Akibatnya, api bisa menjadi kecil, tidak stabil, atau bahkan mati mendadak karena pembakaran tidak sempurna.

Untuk mengatasinya, bersihkan burner dengan melepasnya dahulu dari kompor. Kemudian sikat dengan sikat gigi atau dengan lap mikrofiber yang lembap. Bila kotoran membandel, Anda bisa merendamnya dahulu dengan air hangat selama beberapa menit. Untuk membersihkannya, Anda perlu melepas bagian burner head (cincin besi) dari tempatnya. Rendam dalam air panas yang sudah dicampur sabun cuci piring untuk melunakkan kerak. Gunakan sikat gigi tua atau tusuk gigi untuk melubangi kembali lubang-lubang kecil yang tersumbat. Bilas hingga bersih dan keringkan sebelum dipasang kembali.

5. Pemantik Api Rusak atau Kotor

Pemantik api berfungsi untuk menciptakan percikan listrik yang akan menyulut gas saat kompor dinyalakan. Pemantik yang aus atau kotor membuat percikan api menjadi lemah. Tanpa percikan yang stabil, gas tidak akan terbakar meskipun suplai tersedia.

Pemantik kompor yang rusak sering kali disebabkan oleh lepasnya kabel pemantik atau kotoran yang menyumbat ujung pemantik. Jika pemantik kotor karena kerak atau sisa makanan, kabel pemantik lepas, atau komponen pemantik sudah aus, percikan api yang dihasilkan bisa menjadi lemah atau tidak ada sama sekali. Tanpa percikan yang kuat, gas tidak akan terbakar dan kompor akan mati mendadak atau tidak bisa menyala.

Untuk mengatasi hal ini, pastikan kabel pemantik terpasang dengan benar dan bersihkan ujung pemantik dari kotoran. Jika pemantik sudah aus, gantilah dengan yang baru untuk memastikan kompor gas dapat menyala dengan baik. Apabila kompor gas di rumah tiba-tiba tidak menyala padahal gas sudah keluar tapi percikan api tidak ada, langsung saja cek baterai kompornya karena kemungkinan telah habis. Tinggal kita ganti yang baru.

6. Katup Gas Tertutup

Terkadang, masalah kompor gas mati mendadak bisa sesederhana karena katup gas tidak sepenuhnya terbuka. Katup gas yang tertutup pada tabung atau kompor dapat menjadi penyebab utama gangguan aliran gas, sehingga kompor gas susah hidup. Hal ini akan menghentikan atau menghambat aliran gas ke burner, sehingga api tidak bisa menyala atau padam.

Penutupan katup gas secara tidak sengaja, baik pada tabung gas maupun pada kompor itu sendiri, dapat memutus suplai gas. Ini adalah masalah yang mudah diidentifikasi dan diperbaiki, namun seringkali terlewatkan dalam pemeriksaan awal.

Untuk mengatasinya, pastikan semua katup berada dalam posisi terbuka. Periksa semua katup gas yang terhubung ke kompor. Pastikan katup pada tabung gas sudah terbuka penuh. Demikian pula, pastikan kenop atau katup pada kompor berada dalam posisi "on" atau terbuka sepenuhnya sebelum mencoba menyalakan api.

7. Sistem Keamanan Kompor Otomatis Aktif

Banyak kompor gas modern dilengkapi dengan fitur keamanan canggih, seperti termokopel atau safety pin, yang dirancang untuk mencegah kebocoran gas. Ada beberapa perangkat kompor yang memiliki sistem keamanan berupa pengunci aliran gas otomatis sehingga api kompor mati jika sensor mendeteksi adanya hal yang tidak normal.

Fitur ini akan menghentikan aliran gas otomatis jika sensor tidak mendeteksi panas api secara tiba-tiba. Misalnya, saat kompor tiba-tiba ketumpahan luapan kuah dari panci di atasnya, maka aliran gas akan dihentikan begitu apinya mati. Ini adalah fitur keselamatan penting, namun bisa menjadi penyebab kompor mati mendadak jika sensor terpicu oleh kondisi tertentu.

Jika kompor mati mendadak dan Anda menduga sistem keamanan aktif, matikan kenop kompor, lepaskan regulator dari tabung gas sebentar, lalu pasang kembali dan coba nyalakan ulang. Air yang tumpah pada tungku kompor dapat memadamkan api secara otomatis. Saat dihidupkan kembali, api sulit menyala karena masih ada sisa-sisa air di dalam tungku. Pastikan menyimpan kompor di ruangan kering dengan sirkulasi udara baik untuk menghindari masalah ini. Jika masalah berlanjut dan Anda tidak yakin, disarankan untuk menghubungi teknisi ahli karena ini mungkin menandakan kerusakan pada komponen internal sistem keamanan.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Penyebab Kompor Gas Sering Mati Mendadak dan Cara Mengatasinya

1. Apa penyebab paling umum kompor gas mati mendadak?

Jawaban: Penyebab paling umum kompor gas mati mendadak adalah tabung gas yang kosong atau isinya hampir habis, karena tekanan gas tidak cukup untuk mempertahankan nyala api.

2. Bagaimana cara memeriksa dan mengatasi masalah pada regulator gas?

Jawaban: Pastikan regulator terpasang kencang dan benar pada tabung gas, lalu periksa kerusakan fisik. Jika ada bola gotri yang menghambat, coba ketuk bagian atas regulator beberapa kali. Apabila tercium bau gas atau ada kerusakan, segera ganti regulator dengan yang berstandar SNI.

3. Apa yang harus dilakukan jika selang gas dicurigai bocor atau tersumbat?

Jawaban: Periksa selang dari retakan, tekukan, atau bau gas menyengat. Jika ada kebocoran, segera ganti selang dengan yang baru. Disarankan mengganti selang setiap dua tahun sekali untuk keamanan.

4. Bagaimana cara membersihkan tungku atau burner kompor yang kotor?

Jawaban: Lepaskan burner dari kompor, sikat kotoran dengan sikat gigi atau lap lembap. Untuk kotoran membandel, rendam burner dalam air hangat dicampur sabun cuci piring, lalu sikat dan keringkan sebelum dipasang kembali.

5. Mengapa pemantik api kompor gas bisa rusak atau tidak berfungsi?

Jawaban: Pemantik api bisa rusak atau tidak berfungsi karena kotoran, kabel pemantik lepas, atau komponen yang aus, menyebabkan percikan api lemah atau tidak ada. Periksa kabel, bersihkan ujung pemantik, atau ganti baterai jika kompor menggunakannya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |