7 Jenis Pohon Buah yang Berbuah Lebat dengan Penjarangan Bunga untuk Kebun Rumahan

9 hours ago 2
  • Apa tujuan utama penjarangan bunga dan buah pada pohon?
  • Kapan waktu terbaik untuk melakukan penjarangan bunga dan buah?
  • Bagaimana cara menjarangkan buah muda dengan benar?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki kebun buah di rumah adalah impian banyak orang, namun seringkali tantangan untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas menjadi kendala. Pohon buah yang tumbuh subur cenderung menghasilkan bunga dan buah dalam jumlah sangat banyak, melebihi kapasitas pohon untuk menopang semua buah hingga matang sempurna. Fenomena ini, jika tidak diatasi, dapat menyebabkan buah berukuran kecil, kualitas rasa yang kurang optimal, bahkan stres pada pohon itu sendiri.

Solusi efektif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan penjarangan bunga atau buah. Penjarangan adalah praktik menghilangkan sebagian bunga atau buah yang baru terbentuk untuk mengalihkan energi dan nutrisi pohon ke buah-buahan yang tersisa. Dengan demikian, buah yang dipanen akan memiliki ukuran yang lebih besar, rasa yang lebih manis, dan kualitas yang lebih baik secara keseluruhan.

Praktik penjarangan tidak hanya meningkatkan kualitas buah, tetapi juga menjaga kesehatan dan produktivitas jangka panjang pohon. Lantas apa saja jenis pohon buah yang berbuah lebat dengan penjarangan bunga untuk kebun rumahan? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (24/4), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Mangga (Mangifera indica)

Mangga adalah salah satu buah tropis paling populer yang dikenal karena rasanya yang manis dan aromanya yang khas di seluruh dunia. Pohon mangga dapat tumbuh besar dan menghasilkan buah dalam jumlah yang sangat banyak, seringkali melebihi kapasitas pohon untuk menopang buah berkualitas tinggi. Buah mangga merupakan salah satu komoditas buah-buahan tropika yang banyak digemari masyarakat, baik di dalam maupun di luar negeri.

Produksi buah yang terlalu lebat pada pohon mangga dapat menyebabkan buah berukuran kecil dan kualitas rasa yang buruk. Tanpa penjarangan, pohon akan menghabiskan terlalu banyak energi untuk mematangkan semua buah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pohon mengalami fenomena “alternate bearing”, yaitu berbuah lebat di satu tahun dan sedikit di tahun berikutnya, atau bahkan stres yang berlebihan. Penjarangan buah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas buah mangga, karena dengan penjarangan buah akan mengurangi kompetisi antar buah dalam mendapatkan nutrisi.

Meskipun penjarangan bunga jarang dilakukan secara ekstensif pada mangga, penjarangan buah lebih umum dan efektif. Penjarangan buah mangga biasanya dilakukan setelah buah terbentuk dan berukuran sebesar kelereng atau telur puyuh. Penting untuk memilih buah yang sehat, tidak cacat, dan berjarak cukup satu sama lain, lalu sisakan 1-2 buah per tandan atau kelompok buah, tergantung pada varietas dan kekuatan cabang. Buang buah yang tumbuh di ujung cabang yang lemah atau yang terlalu dekat satu sama lain. Buah yang dijarangkan adalah buah yang cacat, terserang hama penyakit, atau buah yang tumbuh terlalu rapat.

Selain penjarangan, perawatan lain juga krusial untuk pohon mangga. Berikan pupuk yang seimbang, terutama kalium, untuk mendukung pembentukan buah yang optimal. Pastikan pohon mendapatkan air yang cukup, terutama selama periode pembungaan dan pembentukan buah. Lakukan pemangkasan rutin untuk membentuk kanopi yang baik, menghilangkan cabang yang mati atau sakit, dan meningkatkan sirkulasi udara di antara dedaunan.

2. Jambu Air (Syzygium aqueum)

Jambu air adalah buah tropis yang menyegarkan, sangat populer di Asia Tenggara karena kandungan airnya yang tinggi dan rasa manisnya. Pohon jambu air dikenal sangat produktif dan dapat menghasilkan buah dalam jumlah besar, seringkali hingga menutupi seluruh cabang. Jambu air adalah tanaman buah yang banyak dijumpai di daerah tropis, termasuk Indonesia.

Produksi buah yang terlalu lebat pada jambu air dapat menyebabkan buah berukuran kecil, kurang manis, dan rentan terhadap serangan hama dan penyakit karena kelembapan yang tinggi di antara buah-buahan yang padat. Kondisi ini juga dapat mengurangi nilai jual dan kepuasan konsumen. Penjarangan buah pada jambu air bertujuan untuk mendapatkan ukuran buah yang seragam dan besar, serta meningkatkan kualitas rasa.

Penjarangan bunga dapat dilakukan dengan membuang sebagian kelompok bunga yang terlalu padat, terutama pada varietas yang sangat produktif, untuk mengurangi beban awal pada pohon. Setelah buah terbentuk dan berukuran kecil, sekitar sebesar kelereng atau 1-2 cm, pilih buah yang paling sehat dan berjarak baik. Sisakan 1-3 buah per kelompok, tergantung pada ukuran kelompok dan kekuatan cabang. Buang buah yang cacat, kecil, atau yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan 2-3 buah per dompolan untuk mendapatkan buah yang besar dan berkualitas.

Untuk perawatan tambahan, setelah penjarangan, bungkus buah yang tersisa dengan plastik atau jaring untuk melindungi dari hama dan penyakit, serta meningkatkan kualitas kulit buah. Berikan pupuk dengan kandungan kalium tinggi untuk mendukung pembentukan buah yang manis dan berair. Jambu air membutuhkan banyak air, terutama saat pembungaan dan pembentukan buah, jadi pastikan penyiraman yang cukup dan teratur.

3. Jeruk (Citrus spp.)

Pohon jeruk, termasuk varietas seperti jeruk manis, jeruk nipis, atau jeruk keprok, dikenal karena kemampuannya menghasilkan buah dalam jumlah besar. Namun, produksi buah yang berlebihan dapat mengurangi ukuran dan kualitas buah secara signifikan. Tanaman jeruk merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia.

Meskipun pohon jeruk seringkali mengalami “fruit drop” alami, penjarangan manual tetap diperlukan untuk memastikan buah yang tersisa memiliki ukuran yang seragam dan kualitas yang baik. Produksi buah yang terlalu banyak dapat menyebabkan buah kecil, kurang jus, dan rasa yang kurang optimal. Hal ini juga dapat menyebabkan pohon mengalami siklus berbuah selang-seling (alternate bearing), yang mengurangi produktivitas di musim berikutnya. Penjarangan buah pada tanaman jeruk bertujuan untuk meningkatkan ukuran buah, kualitas buah, dan mencegah terjadinya alternate bearing.

Penjarangan bunga pada jeruk jarang dilakukan secara manual karena pohon biasanya akan menjatuhkan sebagian besar bunga secara alami, sehingga fokus utama adalah pada penjarangan buah. Lakukan penjarangan buah setelah buah terbentuk dan berukuran sekitar 1-2 cm atau sebesar kelereng. Buang buah yang cacat, rusak, atau yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan satu buah per kelompok atau pastikan ada jarak yang cukup antar buah, sekitar 10-15 cm, untuk memungkinkan pertumbuhan optimal.

Dalam hal perawatan lain, berikan pupuk khusus jeruk yang kaya akan mikronutrien seperti seng, besi, dan mangan untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan buah. Pastikan tanah tetap lembab, terutama selama periode kering, untuk mencegah stres pada pohon. Pemangkasan rutin juga sangat membantu menjaga bentuk pohon, menghilangkan cabang yang tidak produktif, dan meningkatkan penetrasi cahaya ke seluruh bagian kanopi.

4. Lengkeng (Dimocarpus longan)

Lengkeng adalah buah tropis manis yang sangat digemari, terutama di Asia, karena rasanya yang lezat dan teksturnya yang kenyal. Pohon lengkeng dikenal sangat produktif dan dapat menghasilkan tandan buah yang sangat lebat, seringkali hingga cabang-cabangnya melengkung karena berat buah. Lengkeng memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia.

Produksi buah lengkeng yang terlalu lebat dapat menyebabkan buah berukuran kecil, rasa kurang manis, dan biji yang besar, sehingga mengurangi daya tarik dan nilai jualnya. Selain itu, beban buah yang berlebihan dapat menyebabkan cabang patah dan melemahkan pohon, yang berujung pada penurunan produksi di musim berikutnya atau alternate bearing. Penjarangan buah pada lengkeng bertujuan untuk meningkatkan ukuran buah, kualitas rasa, dan mencegah terjadinya alternate bearing.

Penjarangan bunga pada lengkeng jarang dilakukan secara manual, sehingga fokus utama adalah pada penjarangan buah. Lakukan penjarangan buah setelah buah terbentuk dan berukuran sekitar sebesar kacang polong atau kelereng. Buang buah yang cacat, rusak, atau yang tumbuh terlalu rapat dalam tandan. Sisakan 10-20 buah per tandan, tergantung pada kekuatan tandan dan varietas yang ditanam. Buah yang dijarangkan adalah buah yang cacat, terserang hama penyakit, atau buah yang tumbuh terlalu rapat.

Untuk mendukung pertumbuhan lengkeng, berikan penopang pada cabang-cabang yang sarat buah untuk mencegah patah akibat beban yang berat. Lakukan pemupukan yang kaya kalium dan fosfor untuk mendukung pembentukan buah yang optimal dan berkualitas. Pastikan pohon mendapatkan air yang cukup, terutama selama periode pembungaan dan pembentukan buah, untuk menjaga kelembaban tanah yang konsisten.

5. Jambu Biji (Psidium guajava)

Jambu biji adalah buah tropis yang sangat produktif dan mudah tumbuh di kebun rumahan, menjadikannya pilihan favorit bagi banyak pekebun. Pohon jambu biji dapat menghasilkan buah sepanjang tahun dalam jumlah yang sangat banyak, memberikan pasokan buah segar yang berkelanjutan. Jambu biji merupakan salah satu komoditas buah-buahan tropika yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki nilai gizi dan ekonomi yang tinggi.

Produksi buah jambu biji yang terlalu lebat dapat menyebabkan buah berukuran kecil, kurang manis, dan rentan terhadap serangan hama seperti lalat buah, yang dapat merusak seluruh panen. Penjarangan membantu mengalihkan nutrisi ke buah yang tersisa, menghasilkan buah yang lebih besar, lebih manis, dan lebih berkualitas. Penjarangan buah pada jambu biji bertujuan untuk meningkatkan ukuran buah, kualitas rasa, dan mengurangi serangan hama penyakit.

Penjarangan bunga pada jambu biji jarang dilakukan secara manual, dengan fokus utama pada penjarangan buah. Lakukan penjarangan buah setelah buah terbentuk dan berukuran sekitar sebesar kelereng. Sisakan 1-2 buah per kelompok atau per ketiak daun, tergantung pada varietas dan kekuatan cabang pohon. Buang buah yang cacat, kecil, atau yang tumbuh terlalu rapat untuk memastikan buah yang tersisa dapat berkembang optimal. Buah yang dijarangkan adalah buah yang cacat, terserang hama penyakit, atau buah yang tumbuh terlalu rapat.

Setelah penjarangan, bungkus buah yang tersisa dengan plastik atau jaring untuk melindungi dari hama, terutama lalat buah, dan meningkatkan kualitas kulit buah. Berikan pupuk yang seimbang, dengan penekanan pada kalium untuk kualitas buah yang lebih baik. Pemangkasan rutin juga penting untuk menjaga bentuk pohon, merangsang pertumbuhan tunas baru yang akan menghasilkan bunga dan buah, serta meningkatkan sirkulasi udara di dalam kanopi.

6. Belimbing (Averrhoa carambola)

Belimbing adalah buah tropis yang unik dengan bentuk bintang saat dipotong, menawarkan rasa manis dan segar yang khas. Pohon belimbing dikenal sangat produktif dan dapat menghasilkan buah dalam jumlah besar, seringkali tumbuh bergerombol di sepanjang cabang. Belimbing merupakan salah satu komoditas buah-buahan tropika yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki rasa yang manis dan segar.

Produksi buah belimbing yang terlalu lebat dapat menyebabkan buah berukuran kecil, kurang manis, dan rentan terhadap serangan hama dan penyakit karena kelembaban yang tinggi di antara buah-buahan yang padat. Kondisi ini mengurangi kualitas buah dan potensi pasar. Penjarangan buah pada belimbing bertujuan untuk mendapatkan ukuran buah yang seragam dan besar, serta meningkatkan kualitas rasa.

Penjarangan bunga pada belimbing jarang dilakukan secara manual, sehingga fokus utama adalah pada penjarangan buah. Lakukan penjarangan buah setelah buah terbentuk dan berukuran kecil, sekitar sebesar ibu jari atau 1-2 cm. Pilih buah yang paling sehat dan berjarak baik, lalu sisakan 1-2 buah per kelompok atau per tandan, tergantung pada ukuran kelompok dan kekuatan cabang. Buang buah yang cacat, kecil, atau yang tumbuh terlalu rapat untuk memberikan ruang bagi buah yang tersisa.

Untuk perawatan optimal, setelah penjarangan, bungkus buah yang tersisa dengan plastik atau jaring untuk melindungi dari hama dan meningkatkan kualitas kulit buah. Berikan pupuk yang seimbang, dengan penekanan pada kalium untuk kualitas buah yang lebih baik. Pastikan pohon mendapatkan air yang cukup, terutama selama periode pembungaan dan pembentukan buah, untuk menjaga kelembaban tanah yang konsisten.

7. Delima (Punica granatum)

Delima adalah buah yang kaya antioksidan dan memiliki rasa yang unik, menjadikannya pilihan menarik untuk kebun rumahan. Pohon delima dapat tumbuh sebagai semak besar atau pohon kecil dan dikenal sangat produktif, menghasilkan banyak bunga dan buah. Delima adalah tanaman buah yang berasal dari Timur Tengah dan telah lama dibudidayakan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Pohon delima seringkali menghasilkan terlalu banyak bunga dan buah, yang dapat menyebabkan buah berukuran kecil, kurang manis, dan kulitnya pecah-pecah akibat tekanan internal. Penjarangan membantu mengalihkan energi pohon untuk menghasilkan buah yang lebih besar, lebih manis, dan berkualitas lebih baik, serta mengurangi risiko kerusakan buah. Penjarangan buah pada delima bertujuan untuk meningkatkan ukuran buah, kualitas rasa, dan mencegah buah pecah.

Penjarangan bunga pada delima dapat dilakukan dengan membuang bunga-bunga yang lemah atau yang tumbuh terlalu rapat, terutama bunga jantan jika mudah dibedakan. Namun, penjarangan buah lebih umum dan efektif. Lakukan penjarangan buah setelah buah terbentuk dan berukuran sekitar sebesar kelereng. Sisakan 1-2 buah per kelompok atau per cabang kecil, dengan jarak yang cukup antar buah. Buang buah yang cacat, kecil, atau yang tumbuh terlalu rapat. Thinning pomegranate fruit should be done when the fruits are about the size of a marble. Remove any damaged, small, or poorly formed fruits, leaving only one or two fruits per cluster.

Sebagai bagian dari perawatan, berikan pupuk yang seimbang, dengan penekanan pada kalium untuk kualitas buah yang optimal. Pastikan pohon mendapatkan air yang cukup dan konsisten, terutama selama periode pembungaan dan pembentukan buah, untuk mencegah buah pecah. Lakukan pemangkasan untuk membentuk pohon, menghilangkan cabang yang mati atau sakit, dan meningkatkan sirkulasi udara di dalam kanopi, yang semuanya berkontribusi pada kesehatan dan produktivitas pohon delima.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa itu penjarangan bunga/buah dan mengapa penting untuk pohon buah di kebun rumahan?

Jawaban: Penjarangan adalah praktik menghilangkan sebagian bunga atau buah yang baru terbentuk untuk mengalihkan energi dan nutrisi pohon ke buah yang tersisa, penting untuk meningkatkan ukuran, kualitas rasa, dan menjaga kesehatan pohon.

2. Kapan waktu terbaik untuk melakukan penjarangan buah pada pohon mangga?

Jawaban: Penjarangan buah mangga biasanya dilakukan setelah buah terbentuk dan berukuran sebesar kelereng atau telur puyuh, dengan memilih buah yang sehat dan berjarak cukup.

3. Bagaimana cara melakukan penjarangan pada jambu air untuk mendapatkan buah berkualitas?

Jawaban: Setelah buah terbentuk dan berukuran kecil (sekitar 1-2 cm), sisakan 1-3 buah per kelompok yang paling sehat dan berjarak baik, buang buah yang cacat atau terlalu rapat.

4. Apa manfaat utama penjarangan buah pada pohon jeruk?

Jawaban: Penjarangan buah jeruk bertujuan untuk meningkatkan ukuran dan kualitas buah, mencegah buah kecil dan kurang jus, serta menghindari terjadinya alternate bearing.

5. Selain penjarangan, perawatan apa lagi yang penting untuk memastikan pohon delima berbuah lebat dan berkualitas?

Jawaban: Selain penjarangan, penting untuk memberikan pupuk seimbang (kaya kalium), penyiraman cukup dan konsisten, serta pemangkasan rutin untuk membentuk pohon dan meningkatkan sirkulasi udara.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |