7 Jenis Pohon Rambutan yang Cepat Berbuah Sepanjang Musim, Hasil Manis dan Lebat

9 hours ago 4
  • Jenis rambutan apa yang paling cepat berbuah?
  • Bagaimana ciri khas Rambutan Rapiah?
  • Mengapa Rambutan Binjai disebut primadona?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Pohon rambutan merupakan salah satu tanaman buah tropis favorit yang banyak digemari di Indonesia. Kelezatan buahnya yang manis dengan daging tebal dan tekstur unik menjadi daya tarik tersendiri. Bagi para pecinta buah rambutan atau pekebun rumahan, memilih varietas yang cepat berbuah dan produktif tentu menjadi prioritas utama.

Musim kemarau seringkali menjadi tantangan bagi tanaman, namun beberapa jenis rambutan justru mampu beradaptasi dengan baik dan menghasilkan buah yang lebih manis di bawah terik matahari. Pemilihan bibit unggul, seperti hasil okulasi atau cangkok, sangat disarankan karena dapat mempercepat masa panen secara signifikan. Dengan perawatan yang tepat, Anda bisa menikmati panen rambutan yang melimpah sepanjang musim.

Selain pemilihan varietas dan bibit, kondisi lingkungan juga memegang peranan penting dalam keberhasilan budidaya rambutan. Pohon rambutan membutuhkan iklim tropis yang hangat dan lembap, dengan curah hujan ideal sekitar 1500-3.000 mm per tahun. Paparan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari sangat esensial untuk fotosintesis, pembentukan bunga, dan buah yang optimal.

Lantas apa saja jenis pohon rambutan yang cepat berbuah sepanjang musim dengan hasil manis dan lebat? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (23/4), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Rambutan Rapiah

Rambutan Rapiah adalah varietas unggulan lokal Indonesia yang sangat populer berkat cita rasanya yang istimewa. Meskipun penampilannya mungkin kurang menarik dengan kulit hijau kekuningan dan rambut yang pendek serta jarang, rasa buahnya sangat manis dan menjadi favorit banyak orang. Jenis rambutan ini memiliki daya tahan yang lebih lama setelah dipetik, mampu bertahan hingga 6 hari, menjadikannya pilihan yang baik untuk distribusi dan konsumsi.

Ciri khas Rambutan Rapiah meliputi kulit buah yang berwarna hijau kekuningan hingga kemerahan tidak merata, dengan permukaan kasar dan rambut pendek. Daging buahnya tebal, kenyal, sedikit renyah, dan mudah terlepas dari bijinya (ngelotok). Teksturnya lembut dan tidak terlalu berair, memberikan pengalaman makan yang menyenangkan.

Pohon Rambutan Rapiah tergolong cepat berbuah, biasanya mulai berproduksi dalam waktu 3-4 tahun setelah penanaman. Meskipun produktivitasnya sekitar 30 kg buah per tahun per pohon tidak terlalu lebat dibandingkan jenis lain, mutu buahnya sangat tinggi dan konsisten. Varietas ini tumbuh optimal di dataran rendah hingga 500 meter di atas permukaan laut dengan iklim basah dan suhu 22–35°C, menjadikannya adaptif di berbagai wilayah tropis Indonesia.

2. Rambutan Binjai

Rambutan Binjai merupakan salah satu jenis rambutan unggulan yang berasal dari kota Binjai, Sumatera Utara, dan telah menyebar luas ke seluruh Indonesia. Varietas ini sangat digemari karena rasa manis legit dan daging buahnya yang tebal. Rambutan Binjai dikenal sebagai primadona karena kualitas buahnya yang konsisten dan daya tahannya terhadap hama.

Karakteristik Rambutan Binjai mencakup kulit buah berwarna merah menyala hingga merah tua atau merah darah, dengan rambut yang agak kasar namun panjang. Daging buahnya tebal, manis legit, kenyal, tidak terlalu banyak mengandung air, dan mudah terlepas dari bijinya (ngelotok). Buahnya umumnya berukuran sedang hingga besar dengan bentuk bulat sedikit lonjong.

Pohon Rambutan Binjai tergolong cepat berbuah, biasanya mulai berproduksi dalam kurun waktu 4-5 tahun setelah ditanam dari biji. Jika ditanam secara vegetatif melalui okulasi, pohon ini bahkan dapat berbuah pada usia 2-4 tahun. Jenis ini dikenal mampu berbuah sangat lebat, dengan satu pohon dapat menghasilkan 500-700 kg buah atau sekitar 1200-2000 buah per tahun, menjadikannya pilihan yang sangat produktif.

3. Rambutan Lebak Bulus

Rambutan Lebak Bulus berasal dari daerah Lebak Bulus, Pasar Minggu, Jakarta, dan sangat digemari karena kandungan airnya yang tinggi serta rasanya yang menyegarkan. Jenis ini sering diolah menjadi manisan atau buah kaleng karena karakteristiknya yang kaya air, menjadikannya serbaguna dalam berbagai olahan kuliner.

Ciri-ciri Rambutan Lebak Bulus meliputi kulit buah yang berwarna merah cerah hingga merah kekuningan saat matang, dengan rambut yang panjang, jorong, dan halus. Daging buahnya tebal, manis dengan sedikit rasa asam, dan memiliki banyak air, meskipun beberapa sumber menyebutkan daging buahnya agak sulit terlepas dari biji. Bentuk buahnya bulat dan menarik secara visual.

Meskipun memiliki kandungan air yang melimpah, daya simpan Rambutan Lebak Bulus tidak lama, biasanya hanya sekitar 4 hari setelah dipetik. Pohonnya dikenal tinggi dan berbuah lebat, dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon, menunjukkan produktivitas yang tinggi. Rambutan ini sangat cocok bagi mereka yang menyukai buah dengan sensasi segar dan berair.

4. Rambutan Antalagi

Rambutan Antalagi adalah varietas unggul yang berasal dari daerah Sungai Andai, Kalimantan Selatan. Buah ini dikenal karena rasanya yang sangat manis dan aromanya yang harum, memberikan pengalaman sensorik yang unik. Keunggulan ini menjadikan Rambutan Antalagi sebagai pilihan menarik bagi para penikmat buah tropis.

Karakteristik Rambutan Antalagi meliputi kulit buah berwarna kuning kehijauan, dengan rambut yang agak pendek dan berwarna hijau kekuningan dengan ujung merah. Daging buahnya berwarna putih, sangat manis, agak kering, dan mudah terlepas dari bijinya (ngelotok). Aromanya yang harum menjadi nilai tambah yang membedakannya dari jenis rambutan lain.

Buah Rambutan Antalagi berbentuk bulat yang agak memanjang dan pipih, dengan biji kecil berbentuk bulat panjang. Pohon ini tergolong cepat berbuah, biasanya mulai berproduksi dalam 3-4 tahun setelah ditanam. Produktivitasnya sangat tinggi, dengan rata-rata produksi 4.000-5.000 buah atau antara 160-210 kg per pohon per tahun, menjanjikan panen yang melimpah.

5. Rambutan Cimacan

Rambutan Cimacan berasal dari daerah Cianjur, Jawa Barat, dan dikenal memiliki tekstur daging buah yang lembut saat dikunyah. Ciri khas ini menjadikannya pilihan favorit bagi mereka yang mengutamakan tekstur buah yang halus dan mudah dinikmati. Varietas ini menawarkan pengalaman makan yang berbeda dibandingkan rambutan dengan daging buah yang lebih kenyal.

Ciri-ciri Rambutan Cimacan meliputi kulit buah berwarna merah kekuningan hingga merah tua. Kulitnya tipis dengan rambut yang tidak terlalu lebat, agak jarang, dan kasar. Warna kuning pada kulit seringkali menandakan rasa masam, sedangkan warna merahnya mengindikasikan rasa manis yang optimal.

Daging buahnya manis, sedikit berair, dan mudah dikupas, dengan tekstur yang lembut saat dikunyah. Selain rasanya yang lezat, Rambutan Cimacan juga mengandung banyak vitamin, menjadikannya pilihan buah yang sehat. Namun, perlu diperhatikan bahwa jenis ini kurang tahan terhadap pengangkutan jarak jauh, sehingga lebih cocok untuk konsumsi lokal atau diolah segera setelah panen.

6. Rambutan Si Nyonya

Rambutan Si Nyonya, yang juga dikenal sebagai rambutan Nona, berasal dari Riau dan memiliki penampilan yang sangat cantik serta menarik. Kulitnya berwarna merah menyala dengan rambut yang panjang dan lebat, membuatnya mudah dikenali dan disukai banyak orang. Penampilannya yang memikat ini menjadi salah satu alasan penamaannya.

Karakteristik Rambutan Si Nyonya meliputi daging buah yang tebal, manis, dan berair, meskipun beberapa sumber juga menyebutkan rasanya asam manis, tipis, dan lengket pada biji. Daging buahnya berwarna putih bening dan berukuran relatif besar dibandingkan jenis rambutan lainnya. Kombinasi rasa dan ukuran ini menjadikannya pilihan yang menarik.

Tanaman rambutan ini dikenal bisa berbuah sangat lebat, menjanjikan panen yang melimpah bagi para petani maupun pekebun rumahan. Rambutan Si Nyonya cocok dikonsumsi langsung sebagai buah segar atau diolah menjadi berbagai hidangan seperti jus, es campur, atau kue, menambah variasi dalam sajian buah-buahan.

7. Rambutan Aceh

Rambutan Aceh dikenal karena buahnya yang sangat lebat dalam satu pohon, menjadikannya pilihan yang sangat produktif bagi para pembudidaya. Jenis ini disukai karena daging buahnya yang manis dan agak kering, memberikan tekstur yang berbeda dari rambutan yang lebih berair. Kelebatan buahnya menjadi daya tarik utama dari varietas ini.

Karakteristik Rambutan Aceh meliputi kulit buah yang memiliki garis pada permukaan yang membelah bagian tengah buahnya, yang oleh masyarakat Betawi disebut "pelat." Kulitnya agak tebal namun mudah dikupas, dan warnanya bisa agak kekuningan meskipun sudah matang. Rambutnya agak tebal dan pendek, memberikan tampilan yang khas.

Daging buahnya manis, agak kering (tidak sekering Rambutan Rapiah), berukuran besar, dan tidak lengket di biji. Beberapa sumber menyebutkan daging buahnya renyah, menambah variasi tekstur. Biji Rambutan Aceh berukuran kecil. Untuk pertumbuhannya, pohon ini memerlukan penyinaran sepanjang hari dan penyiraman sehari sekali, serta pembungaannya sangat dipengaruhi oleh musim dan ketersediaan air.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Jenis rambutan apa yang paling cepat berbuah?

Jawaban: Rambutan Rapiah dan Antalagi umumnya cepat berbuah dalam 3-4 tahun, sementara Rambutan Binjai hasil okulasi dapat berbuah dalam 2-4 tahun.

2. Bagaimana ciri khas Rambutan Rapiah?

Jawaban: Rambutan Rapiah memiliki kulit hijau kekuningan dengan rambut pendek, daging buah tebal, kenyal, ngelotok, dan rasa sangat manis, serta daya simpan hingga 6 hari.

3. Mengapa Rambutan Binjai disebut primadona?

Jawaban: Rambutan Binjai dikenal sebagai primadona karena rasa manis legit, daging buah tebal, kemampuan berbuah lebat, dan daya tahan yang baik terhadap hama.

4. Bagaimana cara agar pohon rambutan berbuah lebat?

Jawaban: Untuk buah lebat, pilih bibit unggul (okulasi/cangkok), pastikan sinar matahari cukup (6-8 jam/hari), tanah subur dengan drainase baik, dan lakukan pemupukan teratur.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |