- Berapa lama pohon duku mulai berbuah?
- Kenapa pohon duku sulit berbuah?
- Apakah pohon duku bisa berbuah lebih dari sekali setahun?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui cara merangsang pohon duku supaya berbuah besar-besar menjadi langkah penting bagi petani maupun penghobi tanaman buah. Pohon duku dikenal memiliki siklus berbuah yang cukup lama dan tidak selalu konsisten setiap tahun, terutama jika kondisi lingkungan tidak mendukung.
Secara alami, pembungaan duku sangat dipengaruhi oleh musim kemarau yang cukup panjang. Tanpa adanya fase kering ini, tanaman cenderung tetap berada pada fase vegetatif, sehingga tidak menghasilkan bunga maupun buah.
Namun, dengan teknik budidaya yang tepat, proses tersebut bisa dimanipulasi. Petani dapat merangsang pohon agar lebih cepat berbunga dan menghasilkan buah yang lebih besar, manis, dan bernilai jual tinggi. Berikut ulasan Liputan6.com, (23/4/2026).
1. Memanfaatkan Cekaman Kekeringan untuk Memicu Pembungaan
Salah satu metode paling alami dalam cara merangsang pohon duku supaya berbuah besar-besar adalah menciptakan kondisi cekaman kekeringan. Berdasarkan kajian dari IPB, pembungaan duku sangat erat kaitannya dengan periode kering selama beberapa bulan.
Dalam praktiknya, petani dapat mengurangi atau bahkan menghentikan penyiraman selama 2–3 bulan, terutama saat tidak ada hujan. Tujuannya adalah membuat tanaman “merasa terancam” sehingga beralih dari fase pertumbuhan daun ke fase reproduksi, yaitu berbunga.
Namun, teknik ini harus dilakukan dengan pengamatan yang cermat. Tanaman tidak boleh sampai mengalami kekeringan ekstrem yang menyebabkan daun rontok atau batang mengering. Setelah periode cekaman selesai, penyiraman kembali dilakukan secara intensif untuk membantu proses pembentukan bunga dan perkembangan buah.
Kombinasi fase kering dan basah inilah yang akan memicu pembungaan serempak dan menghasilkan buah dengan ukuran lebih optimal.
2. Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Secara Tepat
Selain metode alami, penggunaan zat pengatur tumbuh menjadi pendekatan ilmiah yang cukup efektif. ZPT seperti paclobutrazol dikenal mampu menghambat pertumbuhan vegetatif dan mendorong pembungaan.
Ketika diaplikasikan dengan benar, energi tanaman yang sebelumnya digunakan untuk pertumbuhan daun akan dialihkan ke pembentukan bunga. Hal ini berdampak langsung pada jumlah dan ukuran buah yang dihasilkan.
Alternatif lain yang direkomendasikan adalah kombinasi BAP 200 mg/L dan GA₃ 100 mg/L. Kombinasi ini bekerja dengan menstimulasi pembentukan bunga sekaligus memperbaiki kualitas buah.
Meski demikian, penggunaan ZPT harus dilakukan dengan hati-hati. Dosis yang berlebihan justru dapat merusak jaringan tanaman bahkan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti panduan teknis atau berkonsultasi dengan penyuluh pertanian sebelum aplikasi.
3. Pemangkasan Cabang untuk Mengarahkan Energi Tanaman
Pemangkasan adalah teknik klasik namun sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas tanaman duku. Tujuannya bukan sekadar merapikan bentuk pohon, tetapi juga mengatur distribusi energi agar lebih fokus pada pembentukan buah.
Cabang yang terlalu rimbun akan menghambat penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara. Akibatnya, proses fotosintesis tidak optimal dan risiko penyakit meningkat. Dengan memangkas cabang yang tidak produktif, tanaman akan memiliki ruang tumbuh yang lebih baik.
Pemangkasan juga dapat dilakukan pada ujung tunas (pemotesan) untuk menahan pertumbuhan vegetatif. Ketika pertumbuhan tunas ditekan, akumulasi karbohidrat dalam tanaman meningkat dan memicu pembungaan.
Teknik ini sebaiknya dilakukan secara bertahap dan rutin, sehingga tanaman tetap sehat dan tidak mengalami stres berlebihan.
4. Mengatur Rasio C/N untuk Menyeimbangkan Pertumbuhan
Rasio karbon dan nitrogen (C/N) memegang peranan penting dalam menentukan apakah tanaman akan tumbuh daun atau berbuah. Jika nitrogen terlalu tinggi, tanaman akan cenderung rimbun tetapi sulit berbuah.
Sebaliknya, peningkatan unsur fosfor dan kalium akan mendorong fase generatif. Fosfor membantu pembentukan bunga, sedangkan kalium berperan dalam pembesaran buah dan peningkatan rasa manis.
Berdasarkan rekomendasi dari sumber pertanian, kebutuhan nutrisi duku per tahun dapat mencapai sekitar 900 gram nitrogen, 1800 gram fosfat, dan 1900 gram kalium per pohon. Namun, dosis ini perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan umur tanaman.
Pengaturan rasio C/N yang tepat akan membuat tanaman lebih produktif dan menghasilkan buah dengan ukuran yang lebih besar dan seragam.
5. Teknik Pelilitan untuk Menghambat Aliran Nutrisi
Pelilitan atau strangulasi merupakan teknik tradisional yang masih digunakan hingga kini. Metode ini dilakukan dengan melilit batang atau cabang menggunakan kawat hingga cukup kencang.
Tujuannya adalah menghambat aliran nutrisi dari daun ke akar, sehingga terjadi penumpukan karbohidrat di bagian atas tanaman. Penumpukan ini akan merangsang pembentukan bunga dan buah.
Teknik ini memang sederhana, tetapi memerlukan ketelitian. Lilitan tidak boleh terlalu kencang hingga merusak jaringan tanaman. Selain itu, setelah bunga mulai muncul, lilitan harus segera dilepas agar tanaman dapat kembali tumbuh normal.
6. Pelukaan Batang sebagai Teknik Alternatif Berisiko
Pelukaan atau pengerokan batang juga bertujuan untuk mengganggu aliran nutrisi dalam tanaman. Dengan cara ini, hasil fotosintesis akan tertahan di bagian atas tanaman dan mendorong pembungaan.
Namun, teknik ini memiliki risiko yang cukup tinggi. Luka yang terlalu dalam dapat menjadi pintu masuk bagi patogen dan menyebabkan tanaman mati. Oleh karena itu, metode ini lebih jarang direkomendasikan, terutama bagi pemula.
Jika ingin mencobanya, lakukan dengan sangat hati-hati dan pastikan alat yang digunakan steril untuk mengurangi risiko infeksi.
7. Pemupukan Intensif untuk Mendukung Ukuran Buah
Pemupukan adalah faktor kunci dalam menghasilkan buah duku yang besar. Tanaman membutuhkan nutrisi yang cukup, terutama saat memasuki fase pembungaan dan pembuahan.
Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang sangat penting untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Sementara itu, pupuk anorganik menyediakan unsur hara yang cepat diserap tanaman.
Pemberian pupuk dilakukan dengan cara menggali tanah melingkar di bawah tajuk pohon, kemudian pupuk dimasukkan dan ditutup kembali. Teknik ini memastikan nutrisi terserap langsung oleh akar aktif.
Pemupukan yang konsisten dan seimbang akan berdampak langsung pada ukuran, rasa, dan kualitas buah.
8. Pengairan yang Seimbang untuk Mendukung Pertumbuhan Buah
Pengairan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas buah duku. Tanaman ini tidak menyukai genangan air, tetapi tetap membutuhkan kelembaban yang cukup.
Setelah fase cekaman kekeringan, penyiraman harus dilakukan secara bertahap dan teratur. Air yang cukup akan membantu pembesaran buah dan mencegah kerontokan.
Selain itu, sistem drainase yang baik sangat diperlukan agar air tidak menggenang di sekitar akar. Genangan air dapat menyebabkan akar membusuk dan menghambat penyerapan nutrisi.
9. Pengendalian Hama dan Penyakit untuk Menjaga Kualitas Buah
Tanaman yang sehat adalah kunci utama dalam menghasilkan buah besar. Serangan hama dan penyakit dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan kualitas buah.
Salah satu masalah yang sering terjadi adalah serangan jamur yang menyebabkan daun berubah warna menjadi coklat. Pengendalian dapat dilakukan dengan fungisida berbahan aktif seperti mancozeb atau metalaxyl sesuai dosis anjuran.
Selain itu, kebersihan kebun juga harus dijaga. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman harus dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembangnya hama.
Tips Tambahan Agar Buah Duku Lebih Besar dan Berkualitas
Agar hasil lebih maksimal, beberapa langkah tambahan dapat diterapkan:
Penjarangan buah menjadi salah satu teknik penting yang sering diabaikan. Dalam satu tandan, terlalu banyak buah akan membuat ukuran masing-masing buah menjadi kecil. Dengan mengurangi jumlah buah sejak masih muda, nutrisi akan terfokus pada buah yang tersisa sehingga ukurannya lebih besar.
Pencahayaan juga tidak boleh diabaikan. Pohon duku membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis. Tanaman yang ternaungi terlalu rapat cenderung menghasilkan buah yang kecil dan kurang manis.
Penggunaan mulsa organik seperti jerami atau daun kering dapat membantu menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma. Selain itu, mulsa juga berfungsi sebagai sumber bahan organik tambahan bagi tanah.
Terakhir, panen harus dilakukan pada waktu yang tepat. Buah yang dipanen terlalu cepat tidak akan mencapai ukuran maksimal, sedangkan panen terlambat dapat menurunkan kualitas dan daya simpan buah.
FAQ Seputar Menanam Pohon Duku
1. Berapa lama pohon duku mulai berbuah?
Duku dari biji biasanya berbuah pada umur 10–12 tahun, sedangkan hasil cangkok atau sambung bisa mulai berbuah sekitar 8 tahun.
2. Kenapa pohon duku sulit berbuah?
Penyebab utamanya adalah tidak adanya cekaman kekeringan, kelebihan nitrogen, atau kondisi lingkungan yang kurang mendukung pembungaan.
3. Apakah pohon duku bisa berbuah lebih dari sekali setahun?
Umumnya hanya sekali, tetapi dalam kondisi tertentu dan varietas tertentu bisa terjadi dua kali panen.
4. Bagaimana cara memperbesar ukuran buah duku?
Dengan pemupukan kalium tinggi, penjarangan buah, pengairan stabil, dan teknik rangsangan seperti pemangkasan atau ZPT.
5. Kapan waktu panen terbaik untuk duku?
Sekitar 13–16 bulan setelah pembungaan, ditandai dengan warna buah kuning cerah dan tekstur sedikit lunak.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563849/original/073280700_1776918234-Ilustrasi_Emas_Batangan_dan_Emas_Perhiasan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548099/original/047688200_1775522640-tanaman_herbal_dna_rempah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564035/original/047127500_1776923765-mohd-safri-6P5APMQQLl4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357715/original/066911000_1758539375-2148903488.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563705/original/030331800_1776915179-Jualan_dari_Kontrakan_Sempit_Tanpa_Toko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561453/original/067163200_1776749407-gelang_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563891/original/068331800_1776919556-HL_sayur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563662/original/044704200_1776913732-Rumah_1_Lantai_di_Desa_yang_Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500552/original/030485400_1770870011-3d20d4da-d7de-4e5a-a644-e755cae6fa08.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4807849/original/092999400_1713674462-shraddha-kulkarni-Fg1-9dLR2NE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482010/original/010102400_1769154696-Gemini_Generated_Image_13kvbz13kvbz13kv.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487181/original/043881100_1769659143-Menanam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563338/original/090200800_1776857451-rutinitas_harian_untuk_meningkatkan_kualitas_hidup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480625/original/060185500_1769061829-Memberi_makan_ternak_bebek_petelur_di_halaman_rumah_tanpa_kolam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532079/original/070927600_1773640669-pexels-karola-g2-6393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562825/original/038877000_1776840762-pexels-quang-nguyen-vinh-222549-6870809.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561725/original/047055100_1776758156-Gemini_Generated_Image_5wsvh95wsvh95wsv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537131/original/023216700_1774412013-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2760361/original/019278700_1553498662-lucrezia-carnelos-785058-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007306/original/020669800_1731658498-5403.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454470/original/088238500_1766560631-2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454813/original/059892900_1766573417-Gemini_Generated_Image_ght5myght5myght5_2.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211519/original/004234500_1746584964-WhatsApp_Image_2025-05-07_at_9.21.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4896049/original/078782100_1721383634-muhammad-daudy-URI6ZQT0RME-unsplash.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
