Liputan6.com, Jakarta - Jenis pohon buah yang bisa dibonsai semakin populer di kalangan pecinta tanaman hias, terutama bagi mereka yang ingin menghadirkan keindahan sekaligus manfaat dalam satu tanaman. Bonsai tidak lagi hanya identik dengan tanaman hias biasa, tetapi kini juga bisa berasal dari berbagai jenis pohon buah yang tetap mampu berproduksi meski dalam ukuran mini. Inilah yang membuat tren bonsai buah semakin diminati.
Menanam jenis pohon buah yang bisa dibonsai memberikan kepuasan tersendiri. Melihat pohon kecil yang berbuah lebat tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Tidak heran jika banyak orang mulai tertarik untuk mencoba teknik ini, baik sebagai kegiatan relaksasi maupun peluang usaha.
Bagi Anda yang tertarik untuk menyelami dunia bonsai buah, pilihan jenis pohon adalah langkah awal yang krusial. Tidak semua pohon buah cocok untuk dibonsai, dan setiap jenis memiliki karakteristik serta kebutuhan perawatan yang berbeda. Di bawah ini akan dipaparkan jenis pohon buah yang bisa dibonsai, sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (31/3/2026).
1. Jeruk (Citrus sp.)
Jeruk, termasuk varietas seperti jeruk nipis, jeruk kingkit, dan jeruk calamondin, sangat cocok untuk bonsai karena daunnya yang kecil, bunganya yang harum, dan kemampuannya berbuah dalam pot. Bonsai lemon, misalnya, dapat menghasilkan buah yang dapat dimakan dengan ukuran proporsional dan kualitas rasa yang mirip dengan buah lemon ukuran biasa jika dipangkas dengan benar.
2. Delima (Punica granatum)
Delima adalah salah satu jenis pohon buah yang sangat populer di kalangan pecinta bonsai. Pohon ini dapat berbunga dan berbuah meskipun dalam ukuran mini, memiliki batang yang indah dan mudah dibentuk. Kulit kayunya yang tebal dan berkerut memberikan kesan tua yang sangat diminati dalam estetika bonsai. Delima membutuhkan suhu hangat untuk pertumbuhan optimal dan dapat hidup hingga ratusan tahun.
3. Ara / Tin (Ficus carica)
Pohon ara atau tin mudah tumbuh, cepat berbuah, serta akar dan batangnya dapat dibentuk dengan cantik. Pohon ara juga termasuk yang mudah ditanam di dalam ruangan dan dapat berbuah meskipun ditanam sebagai bonsai. Beberapa varietas ara, seperti Brown Turkey, memiliki batang yang menua secara alami dan terus berbuah.
4. Apel (Malus domestica / Crabapple)
Pohon apel sangat cocok untuk dibudidayakan menjadi bonsai. Sebagian besar bonsai apel menggunakan varietas apel hias (crabapple atau malus) yang memiliki pertumbuhan kuat, berbunga bagus, dan menghasilkan banyak buah. Buah apel bonsai umumnya berukuran kecil, sekitar 1-2 cm, sehingga seimbang dengan ukuran pohonnya yang kerdil. Perawatan bonsai apel meliputi penyiraman teratur, terutama saat berbuah, dan pemupukan minimal dua kali sebulan, kecuali saat berbuah.
5. Zaitun (Olea europaea)
Zaitun memiliki ciri khas batang yang tua dan tekstur unik, daunnya kecil, serta dapat berbunga dan berbuah dalam pot. Pohon zaitun juga merupakan salah satu pohon buah bonsai yang paling populer.
6. Kesemek (Diospyros kaki)
Pohon kesemek tergolong tumbuh lambat, yang merupakan karakteristik baik untuk bonsai. Perawatan bonsai kesemek mirip dengan bonsai berbunga dan berbuah lainnya, membutuhkan penyiraman teratur, kelembapan akar yang seimbang, dan penyesuaian waktu pemupukan.
7. Murbei (Morus alba)
Murbei memiliki pertumbuhan batang utama yang khas, cenderung bengkok atau meliuk dengan akar yang tampak di permukaan tanah. Seiring waktu, batang murbei akan berkeriput, dan pohon ini memiliki daun yang menarik serta buah yang lezat. Buah murbei berukuran kecil dan berwarna merah saat masak. Meskipun cepat tumbuh, daunnya rentan digerogoti ulat.
8. Jambu Biji (Psidium guajava)
Jambu biji, atau jambu klutuk, memiliki daun berwarna hijau agak kasar dan batang berwarna kecoklatan. Buahnya berwarna hijau atau kekuningan dengan daging buah merah atau putih. Pohon jambu biji mudah dibuat bonsai dan dapat menghasilkan buah yang lezat. Varietas seperti Jambu Biji P King impor Brasil ideal untuk bonsai karena ukuran buahnya yang kecil dan warna daun hijau yang indah.
9. Asam Jawa (Tamarindus indica)
Asam Jawa adalah tanaman tropis berumur panjang yang menyukai banyak air dan sinar matahari penuh sepanjang tahun. Dengan sinar matahari yang cukup, tanaman ini akan tumbuh subur, berbunga, berbuah, dan daunnya bisa mengecil. Batang dan rantingnya liat, memungkinkan pengawatan untuk pembentukan. Pemangkasan dapat dilakukan sepanjang tahun.
10. Kersen (Muntingia calabura)
Kersen, atau ceri lokal, banyak tumbuh di sekitar kita dan sangat indah jika dijadikan bonsai. Bahan bonsai kersen sangat mudah di-stek batang. Buah kersen sangat manis, dan daunnya juga bisa dijadikan obat herbal.
11. Mangga
Mangga merupakan salah satu jenis pohon buah yang bisa dibonsai dan cukup populer di Indonesia. Karakter batangnya yang kuat membuatnya mudah dibentuk sesuai keinginan.
Dalam proses pembonsaiannya, mangga membutuhkan pemangkasan rutin agar ukuran tetap mini. Meski demikian, pohon ini tetap mampu menghasilkan buah dalam pot. Keunggulan lainnya adalah daya tahan tanaman yang cukup baik terhadap berbagai kondisi cuaca, sehingga cocok untuk pemula.
12. Munding / Sawo Kecik (Manilkara kauki)
Sawo kecik memiliki daun kecil dan pertumbuhan yang lambat, menjadikannya cocok untuk bonsai. Penampilannya terlihat eksotis dan memberikan sentuhan keunikan pada koleksi bonsai buah.
13.Ceri Brasil (Jaboticaba / Plinia cauliflora)
Ceri Brasil memiliki ciri khas buah yang tumbuh langsung di batang, bentuk pohonnya menarik, dan daunnya kecil, menjadikannya pilihan yang baik untuk bonsai. Buahnya yang unik menambah daya tarik visual.
14. Anggur (Vitis vinifera)
Anggur dapat dijadikan bonsai dengan gaya menjalar yang unik dan menghasilkan buah kecil. Namun, membutuhkan perawatan ekstra dan kesabaran untuk membentuknya agar tetap proporsional dalam pot.
15. Apel Putsa / Apel India (Ziziphus mauritiana)
Apel Putsa atau Apel India memiliki ukuran buah yang kecil dan pertumbuhan yang lambat, sangat cocok untuk bonsai mini. Buahnya yang mungil sangat proporsional dengan ukuran pohonnya yang kerdil.
16. Blueberry / Buah Berry lainnya
Blueberry dan buah berry lainnya dapat dijadikan bonsai bergaya semak. Bentuk daunnya menarik dan buahnya cantik, memberikan warna cerah pada tampilan bonsai Anda.
17. Belimbing (Averrhoa carambola)
Belimbing madu, salah satu varietas belimbing unggulan, dapat dijadikan bonsai. Meskipun buahnya relatif besar di alam aslinya, dengan pemangkasan dan pembentukan yang tepat, belimbing dapat menjadi bonsai buah yang menarik dan menghasilkan buah yang lezat.
Tips Merawat Bonsai Buah
Merawat jenis pohon buah yang bisa dibonsai membutuhkan perhatian khusus sebagai berikut:
Pemilihan Media Tanam yang Tepat
Media tanam yang baik adalah fondasi utama dalam tips merawat bonsai buah. Gunakan campuran tanah, pasir, dan pupuk organik untuk memastikan drainase dan aerasi optimal.
Penyiraman yang Konsisten
Tips merawat bonsai buah juga menekankan pentingnya penyiraman teratur. Bonsai buah membutuhkan air cukup, namun jangan sampai tergenang. Gunakan metode penyiraman bertahap agar air meresap hingga akar. Periksa media tanam, jika bagian atas terasa kering, segera siram.
Pemangkasan Rutin
Pemangkasan adalah salah satu tips merawat bonsai buah yang sangat penting. Memangkas cabang, daun, dan akar membuat bonsai tetap berbentuk rapi dan sehat. Pemangkasan juga merangsang pertumbuhan tunas baru dan buah. Lakukan pemangkasan sesuai musim pertumbuhan agar tidak mengganggu produktivitas tanaman.
Pemupukan Berkala
Pemberian pupuk rutin meningkatkan kualitas buah, membuat daun hijau sehat, dan akar kuat. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat merusak akar dan menurunkan hasil panen. Selain pupuk organik atau NPK, pupuk cair bisa diberikan setiap dua minggu sekali untuk mendukung pertumbuhan optimal pada musim aktif.
Pencahayaan yang Cukup
Tips merawat bonsai buah juga menekankan sinar matahari. Bonsai buah membutuhkan cahaya cukup untuk fotosintesis dan pembentukan buah.
Perlindungan dari Hama dan Penyakit
Bonsai buah rentan terhadap hama seperti kutu, tungau, atau penyakit jamur. Bagian dari tips merawat bonsai buah adalah rutin memeriksa tanaman. Gunakan pestisida organik jika diperlukan dan selalu pastikan daun dan cabang bersih dari serangga.
Pemindahan Pot dan Repotting
Repotting penting dilakukan setiap 1-2 tahun untuk mengganti media tanam dan mengontrol pertumbuhan akar.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa itu bonsai buah?
Bonsai buah adalah seni membudidayakan pohon buah dalam pot kecil, membentuknya menjadi miniatur yang indah sambil tetap menghasilkan buah.
2. Mengapa memilih pohon buah untuk bonsai?
Memilih pohon buah untuk bonsai memberikan dua keuntungan: keindahan estetika sebagai tanaman hias dan hasil panen buah-buahan yang dapat dimakan.
3. Apa saja tantangan dalam membonsai pohon buah?
Tantangan utama meliputi pemangkasan dan pembentukan yang berkelanjutan, memastikan nutrisi yang cukup dalam pot terbatas, serta melindungi dari hama dan penyakit.
4. Bagaimana cara memilih pohon buah yang cocok untuk bonsai?
Pilih pohon buah yang memiliki daun kecil, pertumbuhan lambat, batang berkarakter, dan kemampuan berbuah dalam ukuran mini atau yang buahnya secara alami kecil.
Tergantung jenis, biasanya beberapa bulan hingga tahun.
5. Apakah semua pohon buah bisa dibonsai?
Tidak semua, tetapi banyak yang bisa.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285554/original/001697400_1752711890-menanam-markisa-di-pekarangan-6609253814d7148.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540281/original/017995700_1774693826-tanaman_buah_naga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480394/original/090911200_1769055406-Teras_Fruit_Garden_dengan_Jambu_Air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4252264/original/022271200_1670385937-rigel-nbPF8nRm9Do-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536533/original/090937800_1774329080-Rak_Dinding_Anggur_Merambat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418939/original/067927800_1763632392-ruang_tamu_luas_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464084/original/006331800_1767679355-pexels-zacks1981-14543375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541639/original/098160500_1774875141-Gemini_Generated_Image_iqgz2fiqgz2fiqgz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5537460/original/063692500_1774490641-Depositphotos_874559906_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541403/original/066318200_1774861486-unnamed_-_2026-03-30T155849.152.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1201285/original/085063300_1460512797-moodwarna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429291/original/021343300_1764579561-tanaman_stroberi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539339/original/088078000_1774597380-2147677868.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492488/original/090861700_1770175807-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458412/original/071965800_1767078832-Tanaman_Rosemary_Sebagai_Pendamping_Cabai_yang_Cocok_untuk_Teras_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541083/original/049934600_1774850749-Gemini_Generated_Image_44ca7n44ca7n44ca.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404383/original/053256300_1762404213-halaman_belakang_rumah_dengan_kebun_sayur_organik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536485/original/077568500_1774326988-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539634/original/028318500_1774608198-712dd1d5-a954-4b7c-baa1-4e022bb792fc.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)
