Liputan6.com, Jakarta - Menanam tanaman obat di pot mini menawarkan solusi praktis bagi siapa saja yang memiliki keterbatasan lahan, namun tetap ingin menikmati manfaat kesehatan dari herbal segar. Konsep 'apotek hidup' ini memungkinkan Anda memiliki akses mudah ke bahan-bahan alami untuk pengobatan dan masakan, langsung dari halaman rumah. Selain menghemat tempat, tanaman-tanaman ini juga sangat serbaguna, dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional, bumbu masakan, hingga elemen dekoratif yang mempercantik hunian.
Kehadiran tanaman obat di rumah tidak hanya memberikan pasokan herbal segar, tetapi juga berkontribusi pada gaya hidup sehat dan mandiri. Anda bisa memetik daun sesuai kebutuhan tanpa harus mencabut seluruh tanaman, menjadikannya sangat praktis untuk penggunaan jangka panjang. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya bahan alami dalam menjaga kesehatan keluarga.
Setiap tanaman menawarkan manfaat unik dan cara penanaman yang relatif mudah, cocok untuk pemula maupun penggemar berkebun di lahan terbatas. Menanam tanaman obat di rumah memiliki banyak manfaat, termasuk akses mudah ke bahan-bahan alami untuk pengobatan dan masakan. Lantas apa saja jenis tanaman obat yang bisa ditanam di pot mini yang hemat tempat dan serbaguna? Melansir dari berbagai sumber, Senin (4/5/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Lidah Buaya (Aloe Vera)
Lidah buaya (Aloe barbadensis miller) merupakan tanaman sukulen yang sangat dikenal luas karena beragam khasiat obatnya dan kemudahannya untuk tumbuh subur di pot. Tanaman ini ditandai dengan daun tebal berdaging yang menyimpan gel bening, menjadikannya pilihan ideal bagi pemula yang ingin memulai berkebun tanaman obat di rumah. Keberadaannya tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga menyediakan bahan alami siap pakai untuk berbagai keperluan kesehatan.
Gel lidah buaya telah lama dikenal efektif untuk menenangkan kulit yang terbakar matahari, luka kecil, dan iritasi kulit karena sifat anti-inflamasi dan penyembuhannya. Selain penggunaan topikal, konsumsi jus lidah buaya juga dapat memberikan manfaat internal. Jus ini terbukti membantu meredakan sembelit dan mendukung kesehatan usus secara keseluruhan. Dalam industri kosmetik, lidah buaya banyak dimanfaatkan karena sifat pelembap dan penenangnya, efektif untuk melembapkan kulit, mengurangi jerawat, serta memperkuat rambut.
- Media Tanam: Membutuhkan media tanam yang porous dan memiliki drainase baik, seperti campuran tanah, pasir, dan perlit.
- Penyiraman: Siram secukupnya, biarkan media mengering sepenuhnya di antara penyiraman untuk mencegah busuk akar.
- Cahaya: Menyukai cahaya matahari langsung atau tidak langsung yang terang. Lidah buaya membutuhkan tanah yang berdrainase baik dan banyak sinar matahari.
Dengan perawatan yang tepat, lidah buaya di pot mini dapat menjadi sumber pengobatan alami yang selalu tersedia di rumah Anda.
2. Seledri (Apium graveolens)
Seledri (Apium graveolens) adalah sayuran daun yang populer di seluruh dunia, dikenal karena batangnya yang renyah dan rasanya yang khas. Meskipun sering digunakan sebagai bumbu masakan, seledri juga memiliki khasiat obat yang signifikan dan relatif mudah tumbuh di pot. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan pot, menjadikannya pilihan praktis untuk kebun mini Anda.
Seledri kaya akan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel dan mengurangi peradangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak seledri berpotensi membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, seledri memiliki sifat diuretik alami, yang dapat membantu meningkatkan produksi urin dan mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh.
- Media Tanam: Seledri tumbuh paling baik di tanah yang kaya nutrisi dan lembap.
- Penyiraman: Jaga agar tanah tetap lembap secara konsisten untuk mendukung pertumbuhannya.
- Cahaya: Menyukai sinar matahari penuh hingga sebagian. Seledri tumbuh paling baik di tanah yang kaya, lembap, dan di bawah sinar matahari penuh.
Menanam seledri di pot mini tidak hanya menyediakan bumbu segar, tetapi juga sumber nutrisi dan obat alami yang bermanfaat.
3. Mint (Mentha spp.)
Mint, termasuk peppermint dan spearmint, adalah tanaman herbal aromatik yang sangat mudah tumbuh di pot. Tanaman ini termasuk dalam genus Mentha dan dikenal karena daunnya yang wangi, sering digunakan dalam masakan, minuman, serta pengobatan tradisional. Kemampuannya untuk tumbuh cepat menjadikannya pilihan favorit untuk kebun pot mini.
Minyak peppermint telah terbukti efektif dalam meredakan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS) dan gangguan pencernaan lainnya. Selain itu, aroma mint dapat membantu meredakan sakit kepala tegang. Mint juga memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang dapat membantu melawan infeksi, menjadikannya herba serbaguna untuk kesehatan.
- Media Tanam: Mint membutuhkan tanah yang lembap dan kaya nutrisi.
- Penyiraman: Jaga agar tanah tetap lembap, tetapi hindari genangan air.
- Cahaya: Menyukai sinar matahari parsial hingga penuh. Mint cenderung menyebar dengan cepat, sehingga pot adalah cara yang baik untuk mengendalikannya.
Dengan menanam mint di pot, Anda akan selalu memiliki persediaan herba segar untuk minuman, masakan, dan pengobatan ringan di rumah.
4. Kemangi (Ocimum basilicum)
Kemangi (Ocimum basilicum) adalah herba aromatik yang sangat populer dalam masakan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan termasuk dalam keluarga mint. Selain sebagai bumbu penyedap, kemangi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang menjadikannya pilihan ideal untuk ditanam di pot mini. Aroma khasnya juga dapat memperkaya suasana dapur Anda.
Kemangi kaya akan antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas, mendukung kesehatan secara keseluruhan. Herba ini juga mengandung senyawa seperti eugenol yang memiliki sifat anti-inflamasi kuat. Lebih lanjut, minyak esensial kemangi telah menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri, menjadikannya agen antimikroba alami.
- Media Tanam: Membutuhkan tanah yang subur dan berdrainase baik.
- Penyiraman: Jaga agar tanah tetap lembap, tetapi hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan busuk akar.
- Cahaya: Membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6 jam sehari untuk pertumbuhan optimal. Kemangi membutuhkan tanah yang subur, berdrainase baik, dan setidaknya enam jam sinar matahari langsung setiap hari.
Menanam kemangi di pot mini adalah cara mudah untuk mendapatkan bumbu segar dan manfaat kesehatan langsung dari dapur Anda.
5. Jahe (Zingiber officinale)
Jahe (Zingiber officinale) adalah rimpang yang sangat populer sebagai bumbu masakan dan obat tradisional, berasal dari Asia Tenggara. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di pot, terutama varietas yang lebih kecil, menjadikannya pilihan yang efisien untuk lahan terbatas. Jahe adalah salah satu rempah-rempah paling sehat dan lezat di planet ini.
Jahe sangat efektif dalam meredakan mual, termasuk mual di pagi hari, mual akibat kemoterapi, dan mabuk perjalanan. Senyawa gingerol, bioaktif utama dalam jahe, bertanggung jawab atas sebagian besar sifat obatnya, termasuk efek anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat. Jahe juga terbukti membantu mengurangi nyeri otot yang disebabkan oleh olahraga.
- Media Tanam: Membutuhkan tanah yang gembur, kaya organik, dan berdrainase baik.
- Penyiraman: Jaga agar tanah tetap lembap secara konsisten, terutama selama musim tanam.
- Cahaya: Menyukai lokasi yang teduh sebagian atau sinar matahari tidak langsung. Jahe tumbuh paling baik di tanah yang kaya, lembap, dan di lokasi yang teduh sebagian.
Dengan menanam jahe di pot mini, Anda akan selalu memiliki rimpang segar untuk kebutuhan kuliner dan pengobatan alami.
6. Kunyit (Curcuma longa)
Kunyit (Curcuma longa) adalah rimpang lain yang sangat dihargai dalam pengobatan tradisional dan masakan, dan merupakan anggota keluarga jahe. Mirip dengan jahe, kunyit juga dapat ditanam di pot dengan perawatan yang tepat, menjadikannya tambahan yang berharga untuk kebun herbal di rumah Anda. Warna kuning cerahnya juga bisa menambah estetika.
Kurkumin, senyawa aktif utama dalam kunyit, adalah agen anti-inflamasi yang sangat kuat dan antioksidan yang sangat kuat. Kunyit melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan tubuh sendiri. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kurkumin dapat meningkatkan kadar BDNF, yang berperan dalam pertumbuhan neuron baru dan dapat membantu meningkatkan fungsi otak.
- Media Tanam: Membutuhkan tanah yang subur, gembur, dan berdrainase baik.
- Penyiraman: Jaga agar tanah tetap lembap, terutama selama musim tanam, tetapi hindari genangan air.
- Cahaya: Menyukai sinar matahari parsial hingga penuh. Kunyit tumbuh paling baik di tanah yang kaya, lembap, dan di bawah sinar matahari penuh hingga sebagian.
Menanam kunyit di pot mini memastikan Anda memiliki pasokan rempah berkhasiat ini untuk masakan dan kesehatan.
7. Sereh (Cymbopogon citratus)
Sereh, atau serai (Cymbopogon citratus), adalah tanaman herbal aromatik yang banyak digunakan dalam masakan Asia dan sebagai obat tradisional. Bentuknya yang ramping dan tegak membuatnya sangat cocok untuk ditanam di pot mini, bahkan di ruang yang terbatas. Aroma segarnya juga dapat berfungsi sebagai pengusir serangga alami.
Sereh mengandung beberapa antioksidan kuat, termasuk asam klorogenat, isoorientin, dan swertiajapanin, yang dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Senyawa seperti citral dalam sereh memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Selain itu, aroma sereh sering digunakan dalam aromaterapi untuk membantu mengurangi stres dan kecemasan, memberikan efek menenangkan.
- Media Tanam: Membutuhkan tanah yang subur dan berdrainase baik.
- Penyiraman: Jaga agar tanah tetap lembap secara konsisten untuk mendukung pertumbuhannya.
- Cahaya: Membutuhkan sinar matahari penuh. Sereh tumbuh paling baik di bawah sinar matahari penuh dan di tanah yang lembap, berdrainase baik.
Menanam sereh di pot mini adalah cara praktis untuk mendapatkan bumbu dapur esensial dan manfaat kesehatan aromaterapi.
8. Daun Dewa (Gynura procumbens)
Daun dewa (Gynura procumbens) adalah tanaman obat tradisional yang banyak digunakan di Asia Tenggara, dikenal karena daun hijau gelapnya dengan bagian bawah berwarna ungu. Tanaman ini relatif mudah tumbuh di pot, menjadikannya pilihan yang baik untuk kebun herbal rumahan. Keunikan warnanya juga menambah daya tarik visual.
Beberapa penelitian menunjukkan potensi daun dewa dalam menurunkan kadar gula darah, menjadikannya subjek menarik dalam studi anti-diabetes. Ekstrak Gynura procumbens juga telah dilaporkan memiliki efek anti-hipertensi, berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Daun dewa kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan anti-inflamasinya, melindungi tubuh dari kerusakan sel.
- Media Tanam: Membutuhkan tanah yang subur dan lembap.
- Penyiraman: Jaga agar tanah tetap lembap secara konsisten.
- Cahaya: Menyukai tempat teduh sebagian atau sinar matahari tidak langsung. Daun dewa dapat tumbuh dengan baik di pot dengan tanah yang lembap dan di tempat yang teduh sebagian.
Dengan menanam daun dewa di pot mini, Anda memiliki akses mudah ke tanaman obat dengan beragam manfaat kesehatan.
9. Sirih (Piper betle)
Sirih (Piper betle) adalah tanaman merambat dari keluarga Piperaceae, yang daunnya telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia sebagai stimulan ringan dan obat. Meskipun sifatnya merambat, sirih dapat ditanam di pot dengan penyangga kecil, menjadikannya cocok untuk kebun herbal di lahan terbatas. Daunnya yang hijau mengkilap juga menarik.
Daun sirih memiliki sifat antiseptik dan antibakteri yang kuat, sering digunakan untuk mengobati luka dan infeksi. Sering juga digunakan sebagai obat kumur alami untuk mengatasi bau mulut dan menjaga kesehatan gigi serta gusi. Selain itu, ekstrak daun sirih telah menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh.
- Media Tanam: Membutuhkan tanah yang subur, gembur, dan berdrainase baik.
- Penyiraman: Jaga agar tanah tetap lembap, tetapi hindari kondisi terlalu basah.
- Cahaya: Menyukai tempat teduh sebagian atau sinar matahari tidak langsung. Sirih membutuhkan penyangga agar dapat merambat dengan baik di pot.
Menanam sirih di pot mini memberikan Anda sumber daun serbaguna untuk kesehatan dan kebersihan pribadi.
10. Rosemary (Rosmarinus officinalis)
Rosemary (Rosmarinus officinalis) adalah herba aromatik dengan aroma pinus yang kuat, termasuk dalam keluarga mint, Lamiaceae. Herba ini sering digunakan dalam masakan Mediterania dan pengobatan herbal, serta dapat tumbuh dengan baik di pot. Keharumannya yang khas juga dapat menyegarkan udara di sekitar rumah.
Rosemary kaya akan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi, seperti asam rosmarinat, yang dianggap membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan sirkulasi darah. Aroma rosemary telah dikaitkan dengan peningkatan konsentrasi dan memori, menjadikannya herba yang baik untuk fungsi kognitif. Minyak rosemary juga dapat digunakan secara topikal untuk meredakan nyeri otot dan sendi karena sifat analgesiknya.
- Media Tanam: Membutuhkan tanah yang berdrainase sangat baik, bahkan sedikit berpasir.
- Penyiraman: Biarkan tanah mengering di antara penyiraman karena rosemary tidak menyukai tanah yang terlalu basah.
- Cahaya: Membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan optimal. Rosemary membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang berdrainase baik, bahkan sedikit berpasir.
Dengan menanam rosemary di pot mini, Anda akan memiliki bumbu dapur aromatik dan herba penyegar pikiran yang selalu tersedia.
11. Lavender (Lavandula angustifolia)
Lavender (Lavandula angustifolia) adalah tanaman berbunga dari keluarga mint yang terkenal dengan aroma menenangkan dan bunga ungu indahnya. Beberapa varietas lavender kerdil sangat cocok untuk ditanam di pot, menjadikannya pilihan estetis dan fungsional untuk rumah Anda. Kehadirannya dapat menciptakan suasana relaksasi.
Aroma lavender telah terbukti mengurangi stres dan kecemasan, memberikan efek menenangkan pada pikiran. Minyak esensial lavender sering digunakan dalam aromaterapi untuk membantu meningkatkan kualitas tidur dan meredakan insomnia. Selain itu, minyak lavender memiliki sifat antiseptik dan anti-inflamasi yang dapat membantu dalam penyembuhan luka kecil dan gigitan serangga.
- Media Tanam: Membutuhkan tanah yang berdrainase sangat baik, sedikit berpasir, dan alkalin.
- Penyiraman: Biarkan tanah mengering sepenuhnya di antara penyiraman karena lavender tidak menyukai kelembapan berlebihan.
- Cahaya: Membutuhkan sinar matahari penuh untuk mekar optimal. Lavender membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang berdrainase sangat baik, bahkan sedikit berpasir.
Menanam lavender di pot mini membawa keindahan, aroma menenangkan, dan manfaat terapeutik ke dalam rumah Anda.
12. Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
Cabai rawit (Capsicum frutescens), meskipun dikenal sebagai bumbu pedas, juga memiliki sejarah panjang penggunaan dalam pengobatan tradisional. Varietas cabai rawit kerdil sangat cocok untuk pot mini, memungkinkan Anda menanam bumbu dapur esensial ini bahkan di lahan terbatas. Buahnya yang berwarna-warni juga bisa menjadi dekorasi menarik.
Kapsaisin, senyawa aktif dalam cabai, adalah analgesik alami yang digunakan dalam krim topikal untuk meredakan nyeri otot dan sendi. Kapsaisin juga dapat membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, yang berpotensi membantu penurunan berat badan. Selain itu, cabai kaya akan vitamin C dan antioksidan lainnya, yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan radikal bebas.
- Media Tanam: Membutuhkan tanah yang subur, berdrainase baik, dan sedikit asam.
- Penyiraman: Jaga agar tanah tetap lembap secara konsisten, tetapi hindari genangan air.
- Cahaya: Membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari untuk menghasilkan buah yang melimpah. Cabai membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang subur, berdrainase baik.
Menanam cabai rawit di pot mini tidak hanya menyediakan bumbu pedas, tetapi juga sumber kapsaisin alami yang bermanfaat.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Jenis Tanaman Obat yang Bisa Ditanam di Pot Mini
1. Mengapa menanam tanaman obat di pot mini menjadi pilihan yang baik?
Jawaban: Menanam tanaman obat di pot mini adalah solusi praktis karena menghemat tempat, cocok untuk lahan terbatas, dan menyediakan akses mudah ke herbal segar untuk pengobatan serta masakan. Hal ini juga mendukung gaya hidup sehat dan mandiri.
2. Tanaman obat apa saja yang direkomendasikan untuk ditanam di pot mini?
Jawaban: Beberapa tanaman obat yang sangat direkomendasikan untuk pot mini antara lain Lidah Buaya, Seledri, Mint, Kemangi, Jahe, Kunyit, Sereh, Daun Dewa, Sirih, Rosemary, Lavender, dan Cabai Rawit. Masing-masing memiliki manfaat dan cara tanam yang relatif mudah.
3. Apa manfaat utama memiliki tanaman obat di rumah?
Jawaban: Manfaat utama memiliki tanaman obat di rumah adalah akses langsung ke bahan alami untuk pengobatan tradisional, bumbu masakan segar, dan elemen dekoratif. Tanaman ini juga dapat membantu meredakan berbagai keluhan kesehatan ringan secara alami.
4. Bagaimana cara merawat tanaman obat di pot mini agar tumbuh subur?
Jawaban: Perawatan umumnya meliputi pemilihan media tanam yang sesuai (biasanya berdrainase baik), penyiraman yang tidak berlebihan (sesuai kebutuhan tanaman), dan penempatan di lokasi dengan pencahayaan yang cukup (sinar matahari penuh atau parsial tergantung jenis tanaman).

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570858/original/099579100_1777545629-2148464409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554567/original/068681700_1776076465-integrated_farming_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570484/original/079103900_1777527775-HL_rumah_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568993/original/052859800_1777425591-pepaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541272/original/093303200_1774857510-closeup-sport-shoes-concrete-path.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571365/original/043633000_1777617431-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564463/original/076443700_1776942444-Pagar_Hidup_Tanaman_Markisa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514615/original/035099200_1772097437-148328.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572313/original/002786000_1777790454-tanda-tanda_seseorang_berbohong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437631/original/067112800_1765258379-Taman_Tin___Jeruk_Mini_dalam_Pot_Dekoratif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548567/original/014378300_1775544413-Gemini_Generated_Image_m5huggm5huggm5hu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566819/original/063421300_1777257395-Kucing_Tetangga_Nongkrong_dan_Kencing_di_Teras_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571795/original/069911200_1777702289-unnamed__33_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571737/original/067645500_1777696034-f37a98e5-c2fd-4e66-9ffe-1e9a21fe2905.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562672/original/004340100_1776837102-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571518/original/019032300_1777628631-Tips_Jual_Beli_HP_Bekas_Aman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457158/original/075801100_1766989393-senivpetro.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876292/original/002461400_1719462328-fotor-ai-20240627112338.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455659/original/004422000_1766723384-Desain_Teras_Sederhana_Tanpa_Terlihat_Sempit__Cocok_untuk_Santai_Sambil_Ngeteh_di_Rumah_Model_Teras_dengan_Lantai_Keramik_Dingin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454099/original/004509200_1766549156-CFX_edit.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469431/original/085313800_1768117137-lantai_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)