Liputan6.com, Jakarta - Berbohong merupakan perilaku yang pernah dilakukan hampir setiap individu dalam hidupnya. Terkadang, kebohongan kecil atau "white lies" diucapkan untuk menjaga perasaan orang lain atau menghindari konflik tertentu. Namun, penting untuk membedakan antara kebohongan sesekali dengan pola kebohongan yang sudah menjadi kebiasaan atau bahkan patologis.
Ketika kebohongan telah menjadi pola yang tak terpisahkan dari perilaku seseorang, hal ini dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan mental yang lebih dalam. Pembohong patologis tidak sekadar berbohong, melainkan merasa terdorong secara kompulsif untuk melakukannya, seringkali tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini dapat berdampak serius pada kehidupan mereka.
Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda seseorang berbohong secara patologis menjadi krusial untuk memahami dan menangani situasi tersebut dengan bijak. Kebiasaan berbohong semacam ini berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, membahayakan diri sendiri, serta merusak hubungan pribadi, karier, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Jadi simak ulasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari Newport Institute, Minggu (3/5/2026).
Apa Itu Pembohong Patologis?
Pembohong patologis, meskipun bukan diagnosis klinis resmi dalam DSM-5, adalah konsep yang diakui luas dalam bidang psikologi. Istilah "patologis" mengacu pada adanya kondisi atau penyakit yang mendasari pola pikir serta keyakinan yang tidak teratur. Ini menunjukkan bahwa kebohongan yang dilakukan bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari masalah yang lebih kompleks.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1891 oleh psikiater Anton Delbrück, yang menamainya pseudologia fantastica. Kondisi ini juga dikenal sebagai mitomania atau kebohongan morbid. Definisi awalnya menggambarkan kebohongan yang tidak proporsional dengan tujuannya, seringkali rumit, dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup.
Definisi kebohongan patologis telah berkembang seiring waktu. Sebuah studi tahun 2020 mendefinisikannya sebagai pola perilaku berbohong yang terus-menerus, menyeluruh, dan seringkali bersifat kompulsif. Perilaku ini menyebabkan gangguan signifikan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau area kehidupan lainnya, menimbulkan tekanan, serta berisiko bagi diri sendiri atau orang lain, dan berlangsung lebih dari enam bulan. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa 8 hingga 13 persen orang mengidentifikasi diri sebagai pembohong patologis atau diidentifikasi demikian oleh orang lain.
Beberapa ahli bahkan lebih spesifik, mendefinisikan kebohongan patologis sebagai kebiasaan berbohong setidaknya lima kali atau lebih setiap hari, secara konsisten, selama lebih dari enam bulan. Hal ini menekankan tingkat keparahan dan persistensi perilaku tersebut.
Tanda-Tanda Seseorang Berbohong Patologis
Ketika kebiasaan berbohong sudah mencapai tingkat patologis, ada beberapa tanda-tanda seseorang berbohong yang dapat dikenali dengan jelas. Konsistensi dalam mengarang cerita dan menyajikan informasi palsu menjadi indikator utama dari kondisi ini. Memahami ciri-ciri ini membantu kita dalam mengidentifikasi pola perilaku yang bermasalah.
Berikut adalah 10 tanda utama yang menunjukkan seseorang mungkin memiliki kebiasaan berbohong yang tergolong sebagai penyakit mental atau kondisi patologis:
1. Membumbui Kebohongan dengan Detail yang Sangat Rumit
Pembohong patologis cenderung menambahkan detail yang sangat luas dan rumit pada kebohongan mereka. Cerita yang disampaikan seringkali terasa terlalu sempurna atau terlalu rinci, seolah-olah telah direncanakan dengan matang. Semakin banyak pertanyaan diajukan, semakin banyak detail aneh dan tidak perlu yang ditambahkan, membuat narasi semakin kompleks dan sulit dipercaya.
2. Sering Menceritakan Kisah yang Dramatis & Tidak Masuk Akal
Salah satu tanda-tanda seseorang berbohong adalah kecenderungan untuk menceritakan kisah yang sangat dramatis dan tidak masuk akal. Pengalaman hidup mereka selalu digambarkan penuh dengan keajaiban, bahaya, atau sensasi luar biasa. Kisah-kisah ini seringkali sulit diterima akal sehat karena terdengar terlalu fantastis untuk menjadi kenyataan.
3. Tampak Cemas atau Gelisah Saat Berbicara
Meskipun pembohong patologis bisa sangat mahir menyembunyikan kebohongan mereka, kecemasan atau kegelisahan seringkali tetap terlihat. Bahasa tubuh mereka mungkin menunjukkan ketidaknyamanan, seperti menghindari kontak mata, tangan berkeringat, atau sering menyentuh wajah. Namun, perlu diingat bahwa beberapa pembohong patologis mungkin percaya pada apa yang mereka katakan atau sudah terbiasa berbohong sehingga dapat mempertahankan kontak mata dengan mudah.
4. Defensif Saat Dikonfrontasi
Ketika dihadapkan pada kebohongan mereka, pembohong patologis cenderung menunjukkan sikap defensif. Jika cerita mereka dipertanyakan, mereka mungkin akan marah atau bahkan balik menyalahkan. Mereka sering menggunakan frasa seperti, “Kamu tidak percaya padaku?” atau “Kamu selalu curiga!” untuk mengalihkan perhatian dari kebohongan yang sebenarnya.
5. Ceritanya Selalu Berubah atau Terkesan Samar
Salah satu tanda-tanda seseorang berbohong yang jelas adalah inkonsistensi dalam cerita mereka. Hari ini mereka mungkin menceritakan versi A, dan keesokan harinya versi B yang sama sekali berbeda. Jika ditanya detail, jawaban mereka akan kabur, seperti “Lupa-lupa ingat,” atau “Yang penting intinya begitu,” sebagai upaya menghindari pengungkapan kebenaran.
6. Berbohong Tanpa Alasan yang Jelas
Pembohong patologis mungkin berbohong bahkan tanpa adanya alasan yang jelas. Tidak ada keuntungan materi, sosial, atau emosional yang didapat dari kebohongan tersebut. Kebohongan muncul begitu saja, seolah-olah merupakan refleks atau kebiasaan yang tidak dapat mereka kendalikan.
7. Tidak Tampak Khawatir Akan Ketahuan Berbohong
Mereka mungkin terlihat tidak peduli jika kebohongan mereka terbongkar. Pembohong patologis bisa tetap tenang meskipun kejanggalan dalam cerita mereka sudah sangat jelas bagi orang lain. Seolah-olah mereka tidak takut akan konsekuensi atau sangat yakin bisa membela diri dari tuduhan kebohongan.
8. Merasa Senang Saat Berhasil Membohongi Orang Lain
Mirip dengan kecanduan, pembohong kompulsif mungkin merasakan "sensasi tinggi" atau kepuasan saat berhasil menipu orang lain. Kebohongan memberikan kepuasan psikologis tersendiri bagi mereka. Sensasi ini bisa menjadi pendorong kuat untuk terus berbohong, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.
9. Mengaku Cerita Orang Lain Sebagai Pengalamannya Sendiri
Pembohong patologis seringkali mengambil cerita yang diceritakan orang lain dan mengklaimnya sebagai pengalaman pribadi mereka. Mereka mungkin mendengar kisah menarik dari teman, lalu menceritakannya ulang seolah-olah mereka sendiri yang mengalaminya. Ini adalah bentuk plagiarisme cerita hidup, di mana mereka mencuri pengalaman orang lain untuk memperkaya narasi diri mereka.
10. Perkataan Tidak Sesuai dengan Tindakan
Salah satu tanda-tanda seseorang berbohong yang paling mencolok adalah ketidaksesuaian antara perkataan dan tindakan. Mereka mungkin sering membuat janji-janji muluk yang pada akhirnya tidak pernah ditepati. Kata-kata besar yang mereka ucapkan seringkali bertolak belakang dengan perilaku sehari-hari, menunjukkan inkonsistensi yang signifikan dalam karakter mereka.
Perbedaan Pembohong Patologis dengan Jenis Pembohong Lainnya
Penting untuk dipahami bahwa tidak semua bentuk kebohongan dapat dikategorikan sebagai patologis. Ada berbagai jenis pembohong dengan karakteristik yang mungkin sekilas mirip dengan tanda-tanda seseorang berbohong secara patologis, namun memiliki perbedaan mendasar dalam motivasi dan dampaknya.
Misalnya, white liar adalah seseorang yang berbohong untuk melindungi perasaan orang lain atau menjaga keharmonisan. Kebohongan ini umumnya tidak bertujuan menyakiti. Sementara itu, occasional liar sesekali berbohong untuk citra diri atau memenuhi kebutuhan tertentu, dengan tujuan yang jelas dan tidak sering terjadi.
Ada pula habitual liar yang berbohong karena kebiasaan, merasa lebih mudah daripada mengatakan kebenaran, meskipun motifnya tidak selalu mendalam. Berbeda lagi dengan compulsive liar yang merasakan "sensasi tinggi" saat berhasil berbohong, didorong oleh kebutuhan internal seperti kecanduan. Lalu, prolific liar sering berbohong tetapi tanpa tekanan atau bahaya signifikan seperti pembohong patologis.
Pembohong patologis, di sisi lain, menunjukkan pola kebohongan yang terus-menerus dan menimbulkan bahaya serta tekanan psikologis yang serius. Kebohongan mereka seringkali mengganggu fungsi signifikan dalam hubungan sosial, pekerjaan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Ini menyoroti bahwa masalah kesehatan mental seringkali menjadi akar ketika seseorang terus-menerus gagal mengatakan kebenaran dan merasa tidak aman untuk menjadi diri mereka yang sebenarnya.
Mengapa Seseorang Menjadi Pembohong Patologis?
Kebohongan patologis, terutama pada orang dewasa muda, seringkali terkait dengan berbagai masalah kesehatan mental yang mendasarinya. Memahami akar penyebab ini penting untuk penanganan yang tepat.
Salah satu penyebab potensial berasal dari trauma masa kecil, seperti pengabaian atau pelecehan. Individu yang kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi saat kecil mungkin mengembangkan kebohongan sebagai mekanisme koping. Tujuannya adalah untuk mendapatkan perhatian, cinta, atau kepastian yang mereka dambakan, atau untuk menyembunyikan kekurangan diri yang mereka anggap tidak pantas mendapatkan kasih sayang.
Selain itu, kebohongan patologis dapat menjadi gejala dari gangguan kepribadian tertentu. Ini termasuk antisocial personality disorder atau narcissistic personality disorder, di mana individu berbohong untuk mendapatkan simpati, status sosial, atau mempertahankan citra diri yang palsu. Tanda-tanda seseorang berbohong secara patologis juga bisa muncul pada penderita borderline personality disorder (BPD) sebagai upaya menghindari penolakan atau pengabaian.
Ada juga kaitan dengan gangguan obsesif-kompulsif, di mana berbohong menjadi dorongan kompulsif. Sebuah studi dari Nature Neuroscience menunjukkan bahwa semakin sering seseorang berbohong, semakin mudah baginya untuk terus melakukannya, menggambarkan kebohongan sebagai "lereng licin" yang dimulai dari kebohongan kecil hingga yang lebih besar. Sindrom Munchausen (by proxy) juga bisa menjadi pemicu, di mana seseorang berbohong tentang penyakit diri sendiri atau orang lain. Bahkan, penelitian pencitraan otak menunjukkan adanya perbedaan pada otak pembohong patologis dibandingkan orang lain.
Cara Menghadapi Pembohong Patologis (Dos & Don’ts)
Menghadapi individu dengan kebiasaan berbohong patologis memerlukan pendekatan yang hati-hati dan strategis. Berikut adalah beberapa panduan yang dapat membantu Anda mengelola situasi ini dengan lebih baik.
Hal yang Sebaiknya Dihindari
- Jangan berharap pengakuan, bahkan dengan bukti. Pembohong patologis cenderung berpegang teguh pada cerita mereka, meskipun bukti menunjukkan sebaliknya. Mereka mungkin sulit mengakui kebohongan yang telah mereka buat.
- Jangan menganggapnya sebagai serangan pribadi. Perilaku berbohong ini seringkali tidak disengaja dan berakar pada masalah kesehatan mental yang mendasari. Ini bukan tentang Anda, melainkan tentang kondisi mereka.
- Jangan jadikan kontak mata sebagai indikator kejujuran. Pembohong patologis bisa sangat mahir mempertahankan kontak mata karena mereka mungkin percaya pada kebohongan mereka sendiri atau sudah sangat terbiasa berbohong.
- Jangan terpancing emosi. Menyerang atau marah pada mereka hanya akan membuat mereka semakin defensif dan mungkin memicu lebih banyak kebohongan. Pertahankan ketenangan Anda.
Hal yang Sebaiknya Dilakukan
- Percayai realitas Anda sendiri. Jika perlu, konfirmasikan kebenaran dengan orang lain untuk memvalidasi persepsi Anda. Ini membantu menjaga kesehatan mental Anda sendiri.
- Perhatikan tindakan, bukan hanya perkataan. Tindakan seseorang seringkali lebih jujur daripada kata-katanya. Bahasa tubuh juga bisa memberikan petunjuk lebih banyak tentang kebenaran yang sebenarnya.
- Tetapkan batasan yang jelas. Tentukan apa yang Anda bersedia toleransi dalam hubungan tersebut. Komunikasi batasan ini sangat penting untuk melindungi diri Anda.
- Pertimbangkan untuk menjauhi hubungan. Jika kebohongan terus berlanjut dan orang tersebut tidak menunjukkan keinginan untuk berubah, menjaga jarak mungkin merupakan pilihan terbaik untuk kesejahteraan Anda.
- Dorong mereka untuk mencari terapi. Terapi dapat membantu mereka memahami alasan di balik dorongan berbohong dan belajar cara mengatasinya. Pertimbangkan juga terapi untuk diri sendiri guna belajar menetapkan batasan sehat.
Perawatan untuk Akar Penyebab Kebohongan Patologis
Mengatasi kebohongan patologis secara efektif memerlukan penanganan terhadap masalah kesehatan mental yang menjadi pemicu utamanya. Pendekatan ini berfokus pada akar permasalahan, bukan hanya gejalanya.
Terapi individual menjadi salah satu metode utama, membantu individu menyadari pola kebohongan mereka dan memahami motivasi di baliknya. Melalui terapi, mereka dapat menggali lebih dalam penyebab perilaku ini.
Penting juga untuk mengatasi trauma masa kecil, seperti pengabaian atau pelecehan, yang seringkali menjadi pemicu awal perilaku berbohong. Mengganti mekanisme koping yang tidak sehat, seperti berbohong atau bahkan self-harm, dengan keterampilan regulasi diri dan ekspresi diri yang lebih sehat adalah langkah krusial.
Menciptakan lingkungan yang mendukung, jujur, dan terbuka juga sangat membantu. Lingkungan semacam ini memungkinkan individu untuk membangun koneksi autentik dengan diri sendiri, teman sebaya, dan mentor, yang esensial untuk proses pemulihan.
FAQ
Q: Bagaimana cara membedakan pembohong biasa dan pembohong patologis?
A: Pembohong biasa hanya berbohong sesekali untuk alasan tertentu. Pembohong patologis berbohong lima kali atau lebih setiap hari, selama lebih dari enam bulan, seringkali tanpa alasan yang jelas, dan menimbulkan masalah serius dalam hidupnya.
Q: Apakah pembohong patologis percaya dengan kebohongannya sendiri?
A: Ya, menurut para ahli kesehatan mental, banyak pembohong patologis dan kompulsif sering kali benar-benar percaya cerita yang mereka buat. Mereka mungkin telah mengulang kebohongan mereka begitu sering sehingga mulai terasa benar dan hidup dalam dunia fantasi yang mereka bangun.
Q: Apa 5 tanda utama seseorang sedang berbohong?
A: Lima tanda utama seseorang berbohong adalah: (1) mengarang cerita yang dramatis dan fantastis; (2) terus-menerus mengubah cerita mereka atau menjadi samar saat ditanyai; (3) berbohong bahkan ketika tidak ada alasan untuk melakukannya; (4) mengklaim cerita orang lain sebagai pengalaman mereka sendiri; dan (5) menjadi defensif saat dikonfrontasi tentang kebohongan.
Q: Apakah patologis pembohong bisa disembuhkan?
A: Untuk benar-benar mengubah perilaku kebohongan patologis, penting untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang mendasari yang memicu kebohongan. Melalui terapi, individu dapat belajar lebih banyak tentang pola kebohongan mereka dan alasan di baliknya, serta mempraktikkan cara-cara baru yang lebih sehat dalam berkomunikasi.
Q: Bagaimana jika pasangan atau anggota keluarga saya pembohong patologis?
A: Tetapkan batasan yang jelas tentang apa yang bersedia Anda toleransi dalam hubungan. Dorong mereka untuk mencari bantuan profesional, seperti terapi, untuk mengatasi masalah yang mendasarinya. Penting juga untuk menjaga kesehatan mental Anda sendiri, bisa dengan terapi pribadi, untuk belajar cara menetapkan batasan yang sehat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570858/original/099579100_1777545629-2148464409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554567/original/068681700_1776076465-integrated_farming_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570484/original/079103900_1777527775-HL_rumah_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568993/original/052859800_1777425591-pepaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541272/original/093303200_1774857510-closeup-sport-shoes-concrete-path.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211419/original/035827100_1746577999-WhatsApp_Image_2025-05-07_at_7.25.24_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571365/original/043633000_1777617431-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564463/original/076443700_1776942444-Pagar_Hidup_Tanaman_Markisa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514615/original/035099200_1772097437-148328.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437631/original/067112800_1765258379-Taman_Tin___Jeruk_Mini_dalam_Pot_Dekoratif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548567/original/014378300_1775544413-Gemini_Generated_Image_m5huggm5huggm5hu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566819/original/063421300_1777257395-Kucing_Tetangga_Nongkrong_dan_Kencing_di_Teras_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571795/original/069911200_1777702289-unnamed__33_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571737/original/067645500_1777696034-f37a98e5-c2fd-4e66-9ffe-1e9a21fe2905.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562672/original/004340100_1776837102-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571518/original/019032300_1777628631-Tips_Jual_Beli_HP_Bekas_Aman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457158/original/075801100_1766989393-senivpetro.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876292/original/002461400_1719462328-fotor-ai-20240627112338.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455659/original/004422000_1766723384-Desain_Teras_Sederhana_Tanpa_Terlihat_Sempit__Cocok_untuk_Santai_Sambil_Ngeteh_di_Rumah_Model_Teras_dengan_Lantai_Keramik_Dingin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454099/original/004509200_1766549156-CFX_edit.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469431/original/085313800_1768117137-lantai_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)