11 Ciri Orang yang Suka Makan Sambil Menonton Menurut Psikologi

8 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, makan sambil menonton televisi, film, atau video sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Rasanya ada yang kurang jika makan tidak ditemani tontonan favorit.

Kebiasaan ini memang terlihat sederhana. Namun, dari sudut pandang psikologi, makan sambil menonton membuat perhatian seseorang terbagi antara makanan dan tontonan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi cara seseorang menyadari rasa kenyang, mengingat makanan yang dikonsumsi, hingga jumlah makanan yang dimakan.

Sebuah studi yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition pada 2026 menemukan bahwa efek makan sambil terdistraksi terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi secara langsung memang tidak selalu konsisten. Namun, distraksi pasif seperti menonton televisi berkaitan dengan asupan yang lebih tinggi. Penelitian yang sama juga menemukan bahwa makan sambil terdistraksi dapat meningkatkan asupan pada waktu makan berikutnya.

Lantas, seperti apa ciri orang yang suka makan sambil menonton menurut psikologi? Beriku Liputan6.com ulas selengkapnya merangkum dari berbagai sumber.

1. Terbiasa Membagi Perhatian Saat Makan

Orang yang selalu makan sambil menonton cenderung tidak menjadikan makanan sebagai satu-satunya fokus selama waktu makan.

Perhatian mereka terbagi antara rasa makanan, gerakan mengunyah, dan tayangan yang sedang disaksikan. Akibatnya, aktivitas makan dapat berlangsung secara lebih otomatis.

Penelitian mengenai distracted eating menunjukkan bahwa perhatian dan memori memiliki peran dalam mengatur perilaku makan. Ketika perhatian terhadap makanan terganggu, seseorang dapat menjadi kurang menyadari proses makan yang sedang dilakukan.

2. Makan Sudah Menjadi Bagian dari Rutinitas Menonton

Bagi sebagian orang, menonton dan makan sudah menjadi pasangan aktivitas yang sulit dipisahkan.

Misalnya, setiap kali menyalakan televisi, tangan otomatis mengambil camilan. Lama-kelamaan, tontonan dapat menjadi semacam pemicu untuk mulai makan meskipun rasa lapar tidak selalu menjadi alasan utamanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan antara menonton televisi dan makan juga dapat muncul karena kebiasaan atau adanya berbagai rangsangan makanan selama menonton.

3. Kurang Memperhatikan Sinyal Kenyang

Ketika fokus utama tertuju pada film atau acara televisi, perhatian terhadap sensasi tubuh dapat berkurang.

Seseorang mungkin tetap mengambil makanan atau melanjutkan makan karena terlalu larut dalam tontonan. Hal ini bukan berarti orang tersebut tidak memiliki kontrol diri, tetapi situasi makan yang penuh distraksi memang dapat membuat perhatian terhadap proses makan menjadi lebih rendah.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa makan dalam kondisi terdistraksi dapat meningkatkan asupan makanan, baik pada saat makan maupun pada kesempatan makan berikutnya.

4. Cenderung Tidak Menyadari Berapa Banyak yang Sudah Dimakan

Pernah merasa camilan di depan televisi tiba-tiba habis tanpa sadar?

Kondisi seperti ini dapat terjadi karena perhatian lebih banyak diarahkan pada tontonan daripada makanan. Seseorang mungkin tidak terlalu memperhatikan berapa kali mengambil makanan atau seberapa banyak yang sudah dikonsumsi.

Studi tentang makan sambil menonton televisi juga menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas menonton dan meningkatnya waktu yang dihabiskan untuk makan.

5. Menganggap Makan Sebagai Cara Mengalihkan Perhatian dari Emosi

Kebiasaan makan sambil menonton juga dapat berkaitan dengan emotional eating pada sebagian orang.

Misalnya, setelah mengalami hari yang melelahkan, seseorang langsung mengambil makanan, menyalakan TV, lalu menikmati tontonan untuk mengalihkan pikiran dari pekerjaan atau masalah pribadi.

Makanan dan tontonan akhirnya berfungsi sebagai bentuk hiburan atau kenyamanan sementara.

The Center for Growth, melalui pembahasan mengenai compulsive eating and watching television, menjelaskan bahwa hubungan antara TV dan makan dapat berkaitan dengan pengalihan perhatian serta cara seseorang menghadapi perasaan yang tidak nyaman.

Namun, hal ini tidak berarti setiap orang yang makan sambil menonton sedang melakukan emotional eating

6. Lebih Mudah Mengonsumsi Makanan Saat Menonton

Ciri lainnya adalah munculnya keinginan untuk ngemil setiap kali menonton, terutama ketika tersedia makanan di dekatnya.

Menariknya, penelitian tidak hanya mengaitkan kebiasaan tersebut dengan distraksi. Tayangan televisi juga dapat menghadirkan berbagai isyarat makanan, seperti iklan atau adegan yang menampilkan makanan, yang berpotensi memicu keinginan untuk makan. Tinjauan sistematis terhadap 35 penelitian menemukan bahwa sebagian besar studi yang ditinjau melaporkan peningkatan konsumsi ketika terdapat rangsangan tertentu di layar.

7. Lebih Sering Melanjutkan Makan Tanpa Menjadikannya Aktivitas Utama

Orang yang terbiasa makan sambil menonton terkadang menjadikan makanan hanya sebagai aktivitas pendamping.

Misalnya, perhatian utama diberikan pada alur cerita, pertandingan, atau video yang sedang diputar. Makanan hanya menjadi sesuatu yang dilakukan secara bersamaan.

Hal tersebut penting karena makan bukan hanya dipengaruhi rasa lapar. Perhatian, ingatan terhadap makanan sebelumnya, dan lingkungan ketika makan juga dapat memengaruhi perilaku makan.

8. Merasa Makan Sambil Menonton Lebih Menyenangkan

Ada pula orang yang memang menikmati kombinasi keduanya. Bagi mereka, makan sambil menonton terasa lebih menyenangkan dibandingkan makan dalam suasana hening.

Kebiasaan ini sendiri tidak cukup untuk menunjukkan adanya masalah psikologis. Yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang merasa tidak bisa menikmati waktu makan tanpa tontonan atau selalu membutuhkan hiburan agar mau makan.

Jika kebiasaan sudah berlangsung lama, seseorang mungkin mulai merasa menonton tanpa makanan terasa kurang lengkap.

Ini bukan berarti orang tersebut pasti mengalami kecanduan makanan. Bisa saja otak sudah terbiasa mendapatkan dua aktivitas sekaligus: hiburan dari tontonan dan kesenangan dari makanan.

Dalam kondisi seperti ini, mencoba sesekali menonton tanpa camilan dapat membantu seseorang mengetahui apakah dirinya benar-benar lapar atau hanya mengikuti kebiasaan.

9. Berpotensi Mengonsumsi Lebih Banyak pada Waktu Makan Berikutnya

Dampak makan sambil menonton tidak selalu terlihat saat itu juga.

Penelitian yang dimuat dalam Nutrients membahas kemungkinan bahwa distraksi ketika makan dapat mengganggu proses yang berkaitan dengan ingatan terhadap makanan yang baru dikonsumsi. Dalam beberapa eksperimen yang ditinjau, makan sambil menonton TV dikaitkan dengan ingatan yang lebih buruk terhadap makanan sebelumnya dan peningkatan konsumsi pada waktu berikutnya.

Artinya, seseorang mungkin tidak merasa makan berlebihan ketika sedang menonton, tetapi kebiasaan tersebut tetap dapat memengaruhi pola makan selanjutnya.

10. Terbiasa Melakukan Mindless Eating

Dalam psikologi perilaku makan, kondisi ketika seseorang makan dengan perhatian yang minim sering dikaitkan dengan istilah mindless eating.

Saat perhatian tidak sepenuhnya tertuju pada makanan, seseorang dapat menjadi kurang menyadari detail makanan yang dikonsumsi. Sebaliknya, makan dengan perhatian yang lebih baik dapat membantu seseorang menyadari pengalaman makan dan mengingat apa yang sudah dikonsumsi.

Penelitian mengenai perhatian dan memori saat makan mendukung pentingnya kedua proses tersebut dalam pengaturan asupan makanan.

11.  Sulit berhenti ngemil sebelum acara selesai

Ada pula orang yang secara otomatis menghubungkan akhir acara dengan akhir aktivitas makan.

Misalnya, selama film berlangsung terus mengambil camilan. Begitu film selesai, barulah aktivitas makan berhenti.

Ini menunjukkan bahwa durasi menonton dapat menjadi semacam "patokan" perilaku makan.

Padahal, tubuh tidak menentukan rasa lapar berdasarkan durasi film. Jika kebiasaan tersebut sudah terbentuk, seseorang mungkin terus makan karena situasi menonton masih berlangsung, bukan karena tubuh masih membutuhkan makanan.

Apakah Suka Makan Sambil Menonton Berarti Punya Masalah Psikologis?

Tidak. Suka makan sambil menonton bukan diagnosis gangguan psikologis dan tidak otomatis menunjukkan seseorang memiliki kepribadian tertentu.

Kebiasaan tersebut lebih tepat dilihat sebagai perilaku yang dapat dipengaruhi oleh rutinitas, lingkungan, perhatian, dan hubungan antara aktivitas menonton dengan makanan.

Yang perlu diperhatikan adalah apabila makan sambil menonton membuat seseorang sering makan tanpa sadar, sulit mengenali rasa kenyang, atau merasa harus selalu ditemani tontonan ketika makan.

Dengan kata lain, ciri orang yang suka makan sambil menonton menurut psikologi lebih banyak berkaitan dengan pola kebiasaan dan perhatian saat makan, bukan label kepribadian tertentu.

Pertanyaan Seputar Orang yang Makan Sambil Menonton 

1. Apakah makan sambil menonton bisa membuat seseorang makan lebih banyak?

Bisa. Bukti penelitian terbaru menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten untuk jumlah makanan yang dikonsumsi secara langsung. Namun, distraksi pasif seperti menonton televisi dikaitkan dengan asupan yang lebih tinggi, sementara makan sambil terdistraksi juga dapat meningkatkan asupan pada waktu makan berikutnya.

2. Apakah orang yang makan sambil menonton berarti tidak bisa mengontrol diri?

Tidak selalu. Kebiasaan tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang memiliki kontrol diri yang buruk. Lingkungan, kebiasaan, tingkat perhatian, dan rangsangan makanan selama menonton juga dapat berpengaruh.

3. Apakah lebih baik tidak menonton saat makan?

Jika ingin lebih sadar terhadap jumlah dan pengalaman makan, mengurangi distraksi saat makan dapat membantu. Makan dengan perhatian yang lebih terarah memungkinkan seseorang lebih fokus pada makanan dan mengenali proses makan dengan lebih baik.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |