10 Tanaman Buah Menjalar di Tanah untuk Lahan Sempit dengan Hasil Melimpah

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan di perkotaan seringkali menjadi tantangan bagi para pecinta berkebun yang mendambakan kebun buah pribadi. Namun, impian memiliki panen segar di rumah kini bukan lagi hal mustahil dengan memanfaatkan jenis tanaman yang tepat. Konsep urban farming dan tabulampot (tanaman buah dalam pot) menjadi solusi cerdas untuk memaksimalkan setiap jengkal lahan, termasuk pekarangan sempit.

Memilih jenis tanaman yang tepat menjadi kunci utama keberhasilan dalam budidaya lahan kecil. Tanaman dengan siklus hidup pendek dan perawatan yang relatif mudah akan sangat membantu, terutama bagi para pemula. Dengan perawatan yang sesuai, seperti penyiraman teratur, pemupukan, dan paparan sinar matahari yang cukup, tanaman-tanaman ini dapat tumbuh subur dan produktif, bahkan di ruang terbatas.

Lantas apa saja tanaman buah menjalar di tanah untuk lahan sempit dengan hasil melimpah? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (1/4), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Stroberi (Fragaria x ananassa)

Stroberi (Fragaria x ananassa) adalah salah satu buah menjalar paling populer yang sangat cocok untuk lahan sempit karena pertumbuhannya yang rendah dan kemampuannya untuk menyebar melalui stolon atau sulur. Tanaman herba tahunan ini dikenal karena buahnya yang manis, berair, dan berwarna merah cerah.

Tanaman stroberi tumbuh sebagai perdu rendah yang menyebar secara horizontal melalui sulur. Setiap sulur dapat membentuk tanaman baru, memungkinkan stroberi menutupi area tanah yang luas atau mengisi pot gantung dengan cepat. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran tinggi maupun dataran rendah, dengan ketinggian ideal antara 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut.

Untuk perawatan, stroberi membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6-8 jam sehari agar produksi buah optimal. Tanah harus kaya organik, memiliki drainase yang baik, dan sedikit asam dengan pH 5.5-6.5. Penyiraman teratur sangat penting, terutama saat pembungaan dan pembuahan. Pemangkasan sulur yang berlebihan dapat membantu mengarahkan energi tanaman untuk produksi buah.

Dengan perawatan yang tepat, satu tanaman stroberi dapat menghasilkan buah selama beberapa bulan. Varietas "everbearing" atau "day-neutral" dapat berbuah sepanjang musim tanam, memberikan hasil yang melimpah secara berkelanjutan. Ukurannya yang kompak dan kemampuannya tumbuh di pot atau keranjang gantung menjadikannya pilihan ideal untuk lahan sempit.

2. Melon (Cucumis melo)

Meskipun sering dianggap membutuhkan banyak ruang, melon (Cucumis melo) dapat ditanam secara menjalar di tanah pada lahan sempit dengan teknik penanaman yang tepat. Buah ini termasuk dalam famili Cucurbitaceae, sama seperti mentimun dan labu, dan dikenal dengan dagingnya yang manis serta beraroma khas.

Melon adalah tanaman merambat tahunan yang menghasilkan sulur panjang. Sulur-sulur ini dapat dibiarkan menjalar di tanah atau dilatih untuk merambat pada teralis atau penyangga vertikal jika ruang sangat terbatas. Tanaman melon memiliki sistem perakaran dangkal dan menyebar, serta batang yang merambat dengan sulur kuat untuk menopang buah.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari dan tanah yang subur, berdrainase baik, serta kaya bahan organik. Penyiraman harus konsisten, terutama saat pembungaan dan pembentukan buah, dengan pemupukan teratur menggunakan pupuk seimbang sangat dianjurkan. Suhu optimal untuk pertumbuhan melon adalah antara 25-30°C dengan kelembaban udara sekitar 70-80%, dan pH tanah antara 6,0-6,8.

Dengan kondisi tumbuh yang ideal, satu tanaman melon dapat menghasilkan beberapa buah. Varietas yang lebih kecil seperti melon "cantaloupe" atau "honeydew" mini, contohnya 'Minnesota Midget' atau 'Sugar Baby', lebih cocok untuk lahan sempit karena ukurannya yang ringkas dan waktu panen yang relatif cepat. Meskipun membutuhkan ruang untuk menjalar, sulurnya dapat diarahkan, memberikan hasil yang memuaskan dari area tanam terbatas.

3. Semangka (Citrullus lanatus)

Sama seperti melon, semangka (Citrullus lanatus) juga merupakan tanaman merambat yang dapat diadaptasi untuk lahan sempit dengan manajemen ruang yang baik. Tanaman ini berasal dari daerah semi-gurun di Afrika bagian selatan, dengan buahnya yang dikenal karena kandungan air tinggi dan rasa manis.

Semangka memiliki sulur yang panjang dan kuat yang dapat menjalar di tanah. Untuk lahan sempit, varietas semangka mini atau "icebox" sangat direkomendasikan karena ukuran buahnya yang lebih kecil dan sulurnya yang lebih pendek, biasanya sekitar 1,5 hingga 2,5 meter dibandingkan varietas standar yang bisa mencapai 6 meter. Penanaman di pot atau polybag juga merupakan solusi cerdas untuk lahan terbatas.

Tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari, minimal 8 jam sehari, serta tanah yang hangat, subur, berdrainase baik, dengan pH antara 6.0-6.8. Penyiraman harus konsisten dan dalam, terutama saat buah mulai terbentuk, karena kekurangan air selama periode ini dapat menyebabkan buah kecil atau pecah. Suhu ideal untuk pertumbuhan semangka adalah antara 25-30°C.

Varietas semangka mini dapat menghasilkan 2-4 buah per tanaman, tergantung pada kondisi dan perawatan. Contohnya, varietas 'Sugar Baby' dapat menghasilkan 2-3 buah per tanaman dengan berat rata-rata 3-5 kg per buah. Dengan memilih varietas yang tepat dan mengelola sulurnya, semangka dapat menjadi pilihan yang menyegarkan untuk kebun kecil dan menghasilkan buah yang relatif besar serta memuaskan.

4. Labu Kuning (Cucurbita moschata)

Labu kuning, atau waluh (Cucurbita moschata), adalah tanaman merambat yang sangat produktif dan dapat tumbuh menjalar di tanah. Buah ini termasuk dalam famili Cucurbitaceae, kaya akan vitamin A dan serat, serta sering digunakan dalam berbagai masakan.

Tanaman labu kuning memiliki sulur yang kuat dan panjang yang dapat menyebar hingga beberapa meter. Untuk lahan sempit, varietas "bush" atau "compact" lebih disarankan karena memiliki sulur yang lebih pendek, seperti varietas 'Bush Delicata' atau 'Table King' yang ideal untuk kebun kecil atau penanaman dalam wadah besar.

Labu kuning membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang subur, kaya bahan organik, serta berdrainase baik. Penyiraman harus teratur dan dalam, terutama saat cuaca kering, dan pemupukan dengan kompos atau pupuk kandang sangat bermanfaat. Labu kuning tumbuh paling baik pada suhu antara 18-29°C dan membutuhkan tanah dengan pH 6.0-7.0, dengan ruang yang cukup untuk penyebaran sulur atau melatihnya pada penyangga.

Satu tanaman labu kuning dapat menghasilkan beberapa buah, bahkan varietas "bush" sekalipun, contohnya 'Bush Delicata' yang dapat menghasilkan 3-5 buah berukuran sedang. Buahnya dapat disimpan untuk waktu yang lama, dan meskipun membutuhkan ruang, labu kuning sangat produktif serta buahnya serbaguna. Dengan memilih varietas yang tepat dan mengarahkan sulurnya, labu kuning dapat menjadi tambahan berharga untuk kebun kecil Anda.

5. Markisa (Passiflora edulis)

Markisa (Passiflora edulis) adalah tanaman merambat tropis yang sangat produktif dan dapat tumbuh dengan baik di lahan sempit jika diberikan penyangga vertikal. Buah ini berasal dari Amerika Selatan dan dikenal dengan rasa asam manis yang menyegarkan serta aroma yang kuat.

Tanaman markisa adalah merambat yang kuat dengan sulur yang dapat tumbuh sangat panjang, hingga 6-9 meter dalam satu musim tanam. Tanaman ini membutuhkan penyangga yang kokoh seperti teralis, pagar, atau pergola agar sulurnya dapat melilit. Jika dibiarkan di tanah, ia akan membentuk penutup tanah yang padat, menjadikannya pilihan fleksibel untuk lahan sempit.

Markisa membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang subur, berdrainase baik, dengan pH antara 6.5-7.5. Penyiraman harus teratur, terutama saat tanaman muda dan selama periode pembungaan atau pembuahan, karena kekurangan air dapat menyebabkan bunga rontong atau buah tidak berkembang sempurna. Pemangkasan juga diperlukan untuk mengelola pertumbuhan dan mendorong produksi buah.

Satu tanaman markisa yang sehat dapat menghasilkan ratusan buah dalam satu musim, bahkan 50 hingga 100 buah per musim dalam kondisi optimal setelah matang. Meskipun membutuhkan penyangga, markisa sangat produktif dan dapat tumbuh secara vertikal, menghemat ruang horizontal. Jika dibiarkan menjalar di tanah, ia akan menutupi area yang luas dengan buah-buahan yang melimpah.

6. Anggur (Vitis vinifera)

Anggur (Vitis vinifera) adalah tanaman merambat klasik yang dapat tumbuh menjalar di tanah atau dilatih pada struktur vertikal. Buah ini termasuk dalam famili Vitaceae dan dikenal karena dapat dikonsumsi langsung, diolah menjadi jus, atau difermentasi menjadi minuman anggur.

Tanaman anggur memiliki sulur yang kuat dan dapat tumbuh sangat panjang, hingga 15 meter atau lebih jika tidak dipangkas. Tanaman ini membutuhkan penyangga yang kokoh seperti teralis, pergola, atau pagar. Jika dibiarkan, sulurnya akan menjalar di tanah, namun dengan pemangkasan yang tepat, anggur dapat diatur untuk lahan sempit.

Anggur membutuhkan sinar matahari penuh, minimal 6-8 jam sehari, dan tanah yang berdrainase baik, sedikit asam hingga netral dengan pH 6.0-7.0. Pemangkasan adalah kunci untuk mengelola pertumbuhan, mendorong produksi buah, dan menjaga kesehatan tanaman, biasanya dilakukan saat tanaman dorman di musim dingin. Penyiraman teratur diperlukan, terutama saat tanaman muda dan selama periode pembentukan buah.

Satu tanaman anggur yang matang dan terawat dengan baik dapat menghasilkan beberapa kilogram buah per musim, bahkan 5 hingga 10 kg buah per tahun tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan. Dengan pemangkasan yang tepat dan penyangga vertikal, anggur dapat menjadi tanaman yang sangat produktif di lahan terbatas, memungkinkan Anda menikmati buahnya segar atau diolah.

7. Kiwi (Actinidia deliciosa)

Kiwi (Actinidia deliciosa) adalah tanaman merambat yang kuat dan dapat menghasilkan buah yang melimpah. Tanaman merambat berkayu ini berasal dari Tiongkok, dengan buahnya yang dikenal karena daging hijau cerah, rasa asam manis, dan kandungan vitamin C yang tinggi.

Kiwi adalah tanaman merambat yang kuat dan cepat tumbuh, dengan sulur yang dapat mencapai panjang beberapa meter. Tanaman ini bersifat dioecious, artinya sebagian besar varietas membutuhkan tanaman jantan dan betina untuk penyerbukan dan produksi buah, kecuali varietas self-fertile. Meskipun membutuhkan struktur penyangga yang kokoh, sulurnya juga dapat dibiarkan menjalar di tanah jika ruang vertikal terbatas.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang subur, berdrainase baik, dengan pH antara 6.0-6.5. Penyiraman teratur sangat penting, terutama selama musim kemarau. Pemangkasan yang teratur diperlukan untuk mengelola pertumbuhan dan mendorong produksi buah, biasanya pemangkasan berat dilakukan di musim dingin untuk mengontrol pertumbuhan sulur, meningkatkan sirkulasi udara, dan memaksimalkan produksi buah.

Satu tanaman kiwi betina yang matang dan diserbuki dengan baik dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan buah, bahkan 50 hingga 100 pon (sekitar 22-45 kg) buah per tahun setelah mencapai kematangan penuh. Meskipun membutuhkan penyangga yang kuat, kiwi dapat tumbuh secara vertikal, memanfaatkan ruang udara. Jika dibiarkan menjalar di tanah, ia akan membentuk penutup tanah yang produktif.

8. Ubi Jalar (Ipomoea batatas)

Ubi jalar (Ipomoea batatas) adalah tanaman menjalar yang sangat produktif, tidak hanya menghasilkan umbi di bawah tanah tetapi juga daunnya dapat dikonsumsi. Tanaman merambat ini termasuk dalam famili Convolvulaceae, dikenal karena umbinya yang manis dan kaya nutrisi, serta daunnya yang juga dapat dimakan.

Ubi jalar memiliki sulur panjang yang menjalar di permukaan tanah, membentuk penutup tanah yang padat. Sulur ubi jalar dapat tumbuh hingga 2-3 meter panjangnya, menyebar secara horizontal, dan umbi terbentuk di bawah tanah di sepanjang sulur dari akar adventif yang membengkak. Hal ini menjadikannya pilihan yang baik untuk lahan sempit.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh, minimal 6 jam sehari, dan tanah yang gembur, berdrainase baik, dengan pH antara 5.5-6.5. Ubi jalar relatif toleran terhadap kekeringan setelah mapan, tetapi penyiraman teratur akan meningkatkan hasil umbi. Ubi jalar tumbuh paling baik di tanah yang hangat dan tidak terlalu subur, karena tanah yang terlalu kaya nitrogen dapat mendorong pertumbuhan daun berlebihan dengan mengorbankan pembentukan umbi.

Satu tanaman ubi jalar dapat menghasilkan beberapa umbi besar, bahkan 2-5 pon (sekitar 1-2.5 kg) umbi tergantung varietas dan kondisi tumbuh. Daunnya juga dapat dipanen berulang kali. Ubi jalar adalah tanaman yang sangat efisien dalam penggunaan ruang horizontal, memberikan dua jenis hasil dari satu tanaman, yaitu umbi dan daun sebagai sayuran.

9. Timun Suri (Cucumis melo var. reticulatus)

Timun suri (Cucumis melo var. reticulatus) adalah varietas melon yang populer di Indonesia, terutama saat bulan Ramadhan. Buahnya memiliki daging yang lembut dan berair dengan rasa manis yang ringan. Tanaman ini menjalar di tanah dan dapat menghasilkan buah yang melimpah, cocok untuk lahan sempit.

Timun suri adalah tanaman merambat tahunan dengan sulur yang menjalar di tanah, dapat menyebar hingga 3-5 meter. Buahnya berukuran sedang hingga besar, dengan kulit yang biasanya berwarna kuning atau oranye saat matang, dan cenderung mudah lepas dari tangkai saat matang sempurna.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang subur, berdrainase baik, serta kaya bahan organik. Penyiraman harus teratur dan konsisten, terutama selama periode pembungaan dan pembentukan buah. Timun suri membutuhkan suhu hangat untuk tumbuh optimal, sekitar 25-32°C, dengan pH tanah antara 6.0-7.0.

Satu tanaman timun suri dapat menghasilkan beberapa buah, bahkan 3-6 buah per musim dengan berat rata-rata 1-3 kg per buah, memberikan pasokan yang cukup untuk konsumsi keluarga. Meskipun menjalar, timun suri dapat diatur pertumbuhannya di area terbatas. Buahnya yang menyegarkan dan produktivitasnya yang tinggi menjadikannya pilihan menarik untuk kebun rumah.

10. Blewah (Cucumis melo var. cantalupensis)

Blewah (Cucumis melo var. cantalupensis) adalah varietas melon lain yang populer di Indonesia, terutama sebagai bahan minuman segar. Tanaman ini menjalar di tanah dan dapat menghasilkan buah yang melimpah, cocok untuk lahan sempit dengan manajemen ruang yang baik.

Blewah adalah tanaman merambat dengan sulur yang panjang dan menjalar di tanah, dapat menyebar hingga 4-6 meter. Buahnya berukuran sedang hingga besar, dengan aroma khas yang kuat saat matang dan memiliki ciri khas kulit berjala.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh, minimal 6-8 jam sehari, dan tanah yang subur, berdrainase baik, serta kaya bahan organik. Penyiraman harus konsisten, terutama saat pembungaan dan pembentukan buah. Blewah tumbuh optimal pada suhu antara 25-30°C, dengan pH tanah antara 6.0-7.0, dan pemupukan teratur dengan pupuk kaya kalium dapat meningkatkan kualitas buah.

Satu tanaman blewah dapat menghasilkan beberapa buah, bahkan 2-4 buah per musim dengan berat rata-rata 2-4 kg per buah, memberikan hasil yang melimpah dari area tanam yang terbatas. Dengan memilih varietas yang tepat dan mengelola sulurnya, blewah dapat menjadi pilihan yang produktif untuk kebun kecil, dengan buahnya yang besar dan menyegarkan sangat dihargai.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa saja tanaman buah menjalar yang cocok untuk lahan sempit?

Jawaban: Beberapa tanaman buah menjalar yang cocok untuk lahan sempit antara lain stroberi, melon, semangka, labu kuning, markisa, anggur, kiwi, ubi jalar, timun suri, dan blewah.

2. Bagaimana cara merawat stroberi agar berbuah lebat di lahan sempit?

Jawaban: Untuk stroberi, pastikan mendapatkan sinar matahari penuh 6-8 jam sehari, tanah kaya organik dengan drainase baik dan pH 5.5-6.5, serta penyiraman teratur. Pemangkasan sulur yang berlebihan juga penting untuk mengarahkan energi ke produksi buah.

3. Bisakah melon dan semangka ditanam di lahan terbatas?

Jawaban: Ya, melon dan semangka dapat ditanam di lahan terbatas dengan memilih varietas mini atau 'icebox' serta melatih sulurnya untuk merambat secara vertikal atau mengarahkannya di area yang ditentukan.

4. Mengapa ubi jalar cocok untuk lahan sempit?

Jawaban: Ubi jalar cocok untuk lahan sempit karena sulurnya menjalar di permukaan tanah, membentuk penutup tanah yang padat, dan menghasilkan umbi di bawahnya. Selain umbi, daunnya juga dapat dikonsumsi, memberikan dua jenis hasil dari satu tanaman.

5. Apa keuntungan menanam markisa di pekarangan rumah yang sempit?

Jawaban: Menanam markisa di pekarangan sempit sangat menguntungkan karena tanaman ini sangat produktif, dapat tumbuh secara vertikal dengan penyangga, menghemat ruang horizontal, dan menghasilkan buah yang melimpah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |