10 Jenis Tanaman Buah Hias yang Cocok untuk Teras Minimalis dan Mudah Tumbuh

11 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan di perkotaan seringkali menjadi tantangan bagi para pecinta berkebun yang mendambakan kebun buah pribadi. Namun, impian memiliki panen buah segar di rumah kini bukan lagi hal mustahil dengan konsep urban farming dan tabulampot, atau tanaman buah dalam pot. Banyak jenis pohon buah yang dapat beradaptasi dengan baik di ruang terbatas, seperti teras, balkon, atau pekarangan sempit.

Memilih jenis pohon buah yang tepat merupakan kunci utama keberhasilan dalam berkebun di lahan sempit. Beberapa varietas buah memiliki sistem perakaran yang tidak agresif, ukuran pohon yang kompak, atau responsif terhadap pemangkasan, sehingga sangat ideal untuk ditanam dalam pot besar. Dengan perawatan yang sesuai, seperti penyiraman teratur, pemupukan, dan paparan sinar matahari yang cukup, pohon-pohon ini dapat tumbuh subur dan berbuah lebat.

Selain mempercantik tampilan hunian, tanaman-tanaman ini juga menawarkan pengalaman menarik karena penghuni rumah bisa memetik buah langsung dari teras. Lantas apa saja jenis tanaman buah hias yang cocok untuk teras minimalis dan mudah tumbuh? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (27/3), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Stroberi (Strawberry)

Stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan salah satu tanaman buah yang sangat populer dan mudah ditanam dalam pot kecil, bahkan tersedia pot khusus yang didesain untuknya. Tanaman ini dikenal sangat produktif dan menyegarkan, menjadikannya pilihan menarik untuk teras minimalis Anda. Buah stroberi dapat berbuah dengan cepat, bahkan dalam waktu 4-6 bulan setelah ditanam.

Daya tarik hias stroberi terletak pada daun hijaunya yang rimbun dan bunga putih kecil yang cantik, diikuti oleh buah merah cerah yang menggantung. Hal ini menjadikannya pilihan yang menarik secara visual. Ukurannya yang kecil dan sifatnya yang menjalar membuatnya ideal untuk pot gantung atau wadah bertingkat, sehingga sangat menghemat ruang di teras. Pot khusus stroberi dengan beberapa lubang di sisi-sisinya memungkinkan penanaman lebih banyak tanaman dalam satu wadah, mencegah kepadatan berlebihan.

Perawatan stroberi tergolong mudah. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh dan membutuhkan media tanam dengan drainase yang baik. Pastikan penyiraman cukup dengan ketinggian air yang tepat pada permukaan kompos. Disarankan untuk memangkas tunas awal agar energi tanaman lebih fokus pada pembentukan buah, serta berikan pemupukan yang cukup agar stroberi dapat berbuah dalam waktu relatif singkat.

2. Jeruk Nagami (Kumquat)

Jeruk Nagami, atau dikenal juga sebagai kumquat nagami, merupakan jenis pohon buah kecil dari famili Rutaceae yang sangat difavoritkan sebagai tanaman hias. Keunikan jeruk ini terletak pada kulitnya yang aman dan terasa manis, sementara daging buahnya cenderung asam. Tanaman perdu ini selalu hijau meskipun di musim dingin dan lambat tumbuh, dengan sistem percabangan yang padat.

Daya tarik hiasnya berasal dari daun hijau gelap mengilap dan buah berbentuk oval lonjong berwarna jingga keemasan saat matang, yang sangat kontras dengan warna daunnya. Bunganya yang berwarna putih dan keluar di ujung ranting juga menambah keindahan. Jeruk Nagami memiliki ukuran pohon yang kecil, dengan tinggi maksimal hanya antara 2,5 – 4,5 meter, dan cenderung kerdil. Bentuk tanamannya yang kerdil dan warna buahnya yang menarik menjadikannya banyak dicari sebagai tanaman hias yang cocok untuk teras minimalis dan ditanam dalam pot.

Budidaya jeruk nagami tergolong mudah. Tanaman ini genjah dan rajin berbuah, bahkan satu pohon dapat menghasilkan ribuan buah. Perawatannya meliputi penempatan di tempat yang mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari. Media tanam dapat menggunakan tanah humus atau tanah kompos biasa, atau campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang (1:1:1), dengan pot yang memiliki lubang drainase baik. Lakukan penyiraman secara teratur dan berikan pupuk pada tanaman yang sudah berumur satu tahun sesuai dosis, karena pemupukan teratur akan membuatnya tumbuh subur. Pemeliharaan seperti pemangkasan, penyiangan, penggemburan tanah, dan penjarangan buah diperlukan agar hasilnya maksimal.

3. Jambu Biji Kerdil (Dwarf Guava)

Jambu biji kerdil adalah varietas jambu yang tetap kecil namun produktif dalam menghasilkan buah. Selain buahnya yang lezat, bunga jambu ini juga dapat dimakan dan memiliki rasa manis. Tanaman ini dapat memberikan sentuhan tropis pada teras Anda.

Varietas kerdil sangat cocok untuk ditanam dalam pot karena ukurannya yang ringkas. Jambu biji menjadi salah satu tanaman buah yang sempurna ditanam dalam pot karena tergolong pendek. Tanaman ini tahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan mudah berbuah di pot tanpa membutuhkan perawatan rumit. Jambu biji kerdil bisa mulai berbuah dalam waktu singkat dan tetap tumbuh sehat dalam wadah kecil.

Untuk perawatannya, jambu biji membutuhkan pencahayaan penuh dan tanah yang lembap serta kaya nutrisi. Pastikan tanah tetap lembap dengan penyiraman yang cukup. Perawatan dan pemangkasan juga dapat dilakukan untuk mengontrol tingginya, menjadikannya pilihan ideal untuk teras minimalis.

4. Delima (Pomegranate)

Delima adalah tanaman buah yang memiliki bunga merah menyala dan dapat tumbuh dalam pot. Tanaman ini berasal dari Iran dan dikenal sebagai buah dengan kandungan antioksidan tinggi. Bunganya yang cantik berwarna kemerah-merahan sebelum berbuah sangat sedap dipandang mata, menjadikannya tanaman hias yang menarik. Buahnya yang berwarna-warni juga menambah nilai estetika pada teras minimalis Anda.

Delima dapat ditanam dalam pot dan diletakkan di pekarangan sekitar rumah. Tinggi pohon delima bisa dikondisikan sehingga menjadikannya salah satu tanaman buah terbaik yang bisa ditanam dalam pot. Varietas kerdil "Nana" akan tumbuh lebih pendek dengan ketinggian maksimal 1 meter dan merupakan jenis terbaik untuk ditanam di pot.

Delima merupakan salah satu tanaman buah yang paling mudah ditumbuhkan dalam pot karena memiliki sistem perakaran yang pendek. Tanaman ini cukup tahan terhadap kekeringan, namun tetap membutuhkan penyiraman teratur untuk hasil optimal. Jika perawatan baik, delima dalam pot bisa dipanen buahnya pada umur 2-3 tahun.

Tanaman buah delima menyukai sinar matahari penuh dengan tingkat kelembaban tinggi agar bisa berbuah. Media tanam sebaiknya campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1, serta letakkan pecahan genteng atau potongan styrofoam pada dasar pot dengan tebal sekitar 5 cm. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari, serta pemangkasan rutin pada cabang-cabang tanaman agar nutrisi terserap dengan baik dan menjaga ukuran serta bentuknya.

5. Anggur (Grape)

Anggur adalah tanaman merambat yang dapat ditanam di pot dengan penyangga, menjadikannya solusi efektif bagi lahan sempit atau area yang sudah tertutup semen/ubin. Tidak hanya dilingkarkan di pot, anggur juga bisa diarahkan menjadi sistem para-para, sehingga cocok untuk teras minimalis.

Daya tarik hias tanaman anggur terletak pada daunnya yang indah dan buahnya yang menjuntai saat mulai terlihat, memberikan tampilan yang menarik. Dengan perawatan yang tepat, anggur bisa mulai menghasilkan buah dalam waktu 1-2 tahun jika ditanam dalam pot. Beberapa varietas anggur yang cocok ditanam dalam pot adalah Isabella, Red Globe, dan Concord.

Perawatan anggur membutuhkan cahaya matahari minimal 6 jam sehari agar bisa berbuah optimal, sebaiknya ditempatkan di area yang mendapatkan sinar matahari penuh sekitar 8 jam per hari. Media tanam harus memiliki drainase yang baik, dengan komposisi ideal gembur dan kaya unsur hara, seperti tanah humus, sekam bakar/lapuk, kotoran kambing kering, kapur dolomit, dan arang kayu di dasar pot.

Kebutuhan air penting untuk diperhatikan; tanaman anggur dalam pot perlu diberi perlakuan stres air agar bisa berbuah maksimal, yaitu dengan membiarkan tanaman kekeringan tapi tidak mati. Pemangkasan rutin penting dilakukan untuk memicu pertumbuhan tunas baru dan menjaga ukuran tanaman tetap terkendali, termasuk pemotongan akar (root pruning) setahun sekali untuk menjaga media tanam tetap subur tanpa perlu diganti.

6. Buah Tin (Fig)

Buah Tin atau Ara adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan, berasal dari Asia Barat. Menanam buah tin di pot kini semakin populer karena praktis dan cocok untuk ruang terbatas, seperti teras atau balkon rumah. Buah tin mudah dirawat dan bisa berbuah meski di lahan sempit, serta memberikan nilai estetika sekaligus pangan sehat.

Daya tarik hias tanaman tin berasal dari daunnya yang lebar dan unik, serta buah yang muncul langsung dari batang atau cabang, memberikan tampilan eksotis yang menarik. Keunggulan menanam buah tin di dalam pot adalah buah bisa cepat panen, pertumbuhan tanaman mudah dikontrol, dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Tanaman buah tin sudah bisa dipanen setelah berumur 1-2 tahun setelah tanam.

Tanaman buah tin membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pematangan buah. Media tanam yang disukai adalah lembap dengan drainase baik, Anda bisa menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Jalani penyiraman setiap hari pada media tanam. Pemupukan secara rutin dan teratur diperlukan, dengan pupuk organik yang baik untuk pohon tin karena memberikan nutrisi tanpa merusak tanah. Pemangkasan rutin juga diperlukan untuk pertumbuhan tanaman tin yang sehat.

7. Markisa (Passion Fruit)

Markisa adalah tanaman merambat yang menghasilkan buah manis-asam menyegarkan. Menanam markisa di pot memberikan fleksibilitas lokasi penanaman, baik di halaman belakang, teras, atau bahkan di dalam ruangan. Markisa mudah dirawat dan cocok ditanam di pot berukuran sedang.

Daya tarik hias markisa terletak pada bunganya yang unik dan eksotis, serta buahnya yang menggantung, memberikan sentuhan tropis yang indah pada teras Anda. Meskipun umumnya membutuhkan lahan besar, markisa bisa ditanam dalam pot atau polybag, menjadikannya pilihan menarik untuk teras minimalis.

Perawatan markisa terbilang gampang-gampang susah, membutuhkan perhatian ekstra hati-hati. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup. Media tanam untuk stek markisa bisa menggunakan campuran tanah, pasir, humus, dan bubuk arang dengan perbandingan 3:1:1:1. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang memadai untuk mencegah genangan air. Siram setiap sore hari, dan pemantauan kebutuhan air menjadi lebih mudah saat ditanam di pot. Berikan pupuk organik cair GDM buah seminggu sekali, karena pemantauan nutrisi menjadi lebih mudah. Karena sifatnya merambat, markisa membutuhkan penyangga atau teralis.

8. Murbei (Mulberry)

Murbei, atau dikenal juga dengan sebutan mulberry, adalah buah kecil yang kaya nutrisi dan memiliki cita rasa manis yang khas. Selain lezat untuk dikonsumsi, murbei juga memiliki beragam manfaat kesehatan. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik dalam wadah besar, menjadikannya pilihan menarik untuk teras minimalis.

Daya tarik hias murbei berasal dari daunnya yang hijau rimbun dan buahnya yang berwarna-warni, mulai dari putih kekuningan hingga oranye, bahkan ungu kehitaman saat matang. Jika ingin menanam murbei dalam pot, sebaiknya pilih varietas kerdil agar lebih mudah dirawat. Tanaman ini cocok untuk ditanam di pot besar dan sebaiknya diletakkan di atas tanah untuk menghindari kotoran dari buah yang jatuh.

Murbei cukup tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, namun tetap membutuhkan sinar matahari cukup untuk menghasilkan buah yang manis dan melimpah. Pertumbuhannya cepat dan cepat berbuah jika menggunakan stek batang. Murbei bisa tumbuh dengan baik di berbagai jenis tanah, tetapi akan memberikan hasil terbaik jika ditanam di tanah yang gembur, subur, dan kaya bahan organik. Jika ditanam dalam pot, gunakan campuran tanah, kompos, dan pasir.

Siram tanaman dua kali sehari, pada pagi dan sore hari, pastikan air tidak menggenang di pot untuk mencegah akar busuk. Murbei memerlukan penyiraman yang cukup, terutama pada tahap awal pertumbuhan dan saat berbuah, namun hindari penyiraman berlebihan.

Berikan pupuk NPK dan guano setiap dua bulan dengan dosis 2 sendok makan per pupuk, serta gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang setiap 2-3 bulan sekali. Pemangkasan merupakan salah satu perawatan penting; lakukan pruning akar, batang, dan daun secara berkala, serta pasang ajir (penyangga) dari bambu atau kayu untuk membantu murbei merambat dan menjaga tanaman tetap tegak.

9. Ceri Barbados (Barbados Cherry)

Ceri Barbados, atau dikenal juga sebagai Malpighia emarginata, adalah tanaman buah tropis yang kaya akan vitamin C. Buahnya berukuran kecil, berwarna merah cerah saat matang, dan memiliki rasa manis-asam yang menyegarkan. Tanaman ini sangat populer di kawasan tropis dan subtropis karena kemampuannya tumbuh subur di pot maupun langsung di tanah.

Daya tarik hias ceri barbados terletak pada buahnya yang berwarna merah cerah dan daunnya yang hijau rimbun, menjadikannya tanaman hias yang menarik untuk teras. Ukurannya yang tidak terlalu besar membuatnya cocok untuk pot, sehingga ideal untuk teras minimalis Anda.

Dengan perawatan yang konsisten, tanaman Ceri Barbados dalam pot dapat mulai berbuah dalam waktu 1-2 tahun, tergantung bibit dan kondisi lingkungan. Ceri Barbados memiliki masa berbunga singkat dan dapat berbuah sepanjang tahun jika mendapat perawatan optimal.

Untuk perawatannya, ceri barbados membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam per hari, jadi letakkan pot di teras atau area pekarangan yang mendapat cahaya cukup. Membutuhkan media tanam yang subur dan memiliki drainase yang baik. Pastikan tanaman mendapat cukup air selama masa pertumbuhan dan pembuahan.

Gunakan pupuk kaya kalium untuk merangsang bunga dan buah, dan hindari pupuk nitrogen berlebihan karena lebih merangsang pertumbuhan daun daripada buah. Tambahkan kompos atau kotoran hewan untuk nutrisi.

10. Tomat Ceri (Cherry Tomato)

Tomat ceri adalah salah satu jenis tomat yang memiliki ukuran kecil seperti buah ceri. Meskipun sering dianggap sayuran, tomat secara botani adalah buah, dan varietas ceri sangat cocok untuk pemula. Tanaman ini menawarkan solusi praktis untuk menghadirkan kebun produktif di area terbatas.

Daya tarik hias tanaman tomat ceri berasal dari pertumbuhannya yang menjulur dengan dedaunannya, serta buahnya yang kecil-kecil berwarna merah atau kuning cerah sangat menarik sebagai tanaman hias. Ukurannya yang ringkas dan kemampuannya tumbuh di pot gantung menjadikannya pilihan ideal untuk teras minimalis Anda.

Tomat ceri sangat cocok untuk pemula karena siklus panennya cepat dan perawatannya tergolong mudah. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh selama kurang lebih 6-8 jam sehari. Media tanam yang subur dan drainase yang baik sangat dibutuhkan. Siram secara teratur, tetapi hindari genangan air. Pemupukan dapat dilakukan sebulan sekali. Tanaman ini mungkin membutuhkan penyangga saat buah mulai banyak agar batang tidak patah.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Jenis Tanaman Buah Hias yang Cocok untuk Teras Minimalis dan Mudah Tumbuh

1. Apa saja jenis tanaman buah hias yang cocok untuk teras minimalis?

Jawaban: Beberapa jenis tanaman buah hias yang cocok untuk teras minimalis antara lain stroberi, jeruk nagami, jambu biji kerdil, delima, anggur, buah tin, markisa, murbei, ceri barbados, dan tomat ceri.

2. Bagaimana cara merawat stroberi di pot agar cepat berbuah?

Jawaban: Stroberi membutuhkan sinar matahari penuh, media tanam dengan drainase baik, penyiraman teratur, pemangkasan tunas awal, dan pemupukan yang cukup agar cepat berbuah.

3. Mengapa jeruk nagami cocok untuk teras minimalis?

Jawaban: Jeruk nagami cocok karena ukurannya kecil, cenderung kerdil, memiliki buah berwarna jingga keemasan yang menarik, serta mudah dibudidayakan dalam pot.

4. Apakah buah tin mudah ditanam dalam pot?

Jawaban: Ya, buah tin mudah ditanam dalam pot, cepat panen, pertumbuhannya mudah dikontrol, dan tidak membutuhkan lahan luas, asalkan mendapatkan sinar matahari penuh dan media tanam lembap dengan drainase baik.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |