10 Barang di Rumah yang Diam-Diam Menguras Listrik, Waspada!

17 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Mengapa tagihan listrik rumah tetap membengkak meski penggunaan terasa sudah hemat? Fenomena ini sering kali dipicu oleh keberadaan berbagai barang di rumah yang terus menyedot daya listrik secara pasif tanpa disadari. 

Banyak perangkat elektronik tetap mengonsumsi energi selama kabel masih terhubung ke stopkontak, walaupun dalam kondisi mati atau tidak sedang digunakan. Oleh karena itu, artikel Liputan6.com ini akan membahas list barang di rumah yang paling banyak menguras listrik secara diam-diam di rumah.

1. Charger Ponsel

Barang pertama yang diam-diam menguras listrik adalah changer atau pengisi daya. Banyak orang terbiasa membiarkan charger mereka tetap menempel di stop kontak meskipun ponsel sudah dicabut. Padahal, transformator di dalam adaptor tersebut sebenarnya terus menarik arus listrik selama kabel masih terhubung ke sumber daya. 

Fenomena ini sering disebut sebagai energi vampir karena menyedot listrik secara pasif tanpa memberikan manfaat apa pun. Pastikan untuk selalu mencabut kabel pengisi daya setelah baterai perangkat terisi penuh agar tagihan tidak membengkak.

2. Rice Cooker

Rice cooker sering kali dibiarkan menyala dalam mode penghangat atau warm selama berjam-jam bahkan seharian penuh. Meskipun daya yang dibutuhkan untuk menghangatkan lebih kecil daripada saat memasak, durasi pemakaian yang sangat lama tetap memakan banyak energi. 

Selain itu, panas yang dihasilkan secara terus-menerus juga membutuhkan aliran listrik yang stabil untuk menjaga suhu nasi di dalamnya. Maka dari itu, sebaiknya nyalakan mode penghangat hanya saat mendekati waktu makan untuk menghemat konsumsi listrik harian.

3. Dispenser Air

Dispenser yang memiliki fitur pemanas dan pendingin otomatis bekerja dengan cara mendeteksi suhu air secara berkala. Mesin akan otomatis menyala kembali setiap kali suhu air turun atau naik dari batas yang ditentukan agar tetap siap sedia. Proses pemanasan ulang ini membutuhkan lonjakan daya yang cukup besar dan terjadi berulang kali selama 24 jam. Oleh karena itu, sebaiknya matikan fitur pemanas atau pendingin saat tidak digunakan terutama di malam hari supaya membantu menekan biaya pengeluaran listrik.

4. Televisi

Mematikan televisi hanya menggunakan remote sebenarnya hanya memindahkan perangkat ke dalam mode siaga atau standby. Dalam kondisi ini, lampu indikator tetap menyala dan komponen di dalamnya terus bersiap menerima sinyal dari sensor remote. Satu-satunya cara untuk benar-benar menghentikan aliran listrik adalah dengan mencabut kabel utamanya dari saklar dinding.

5. Microwave

Perangkat dapur modern seperti microwave biasanya dilengkapi dengan panel digital yang menampilkan jam atau lampu indikator. Layar kecil tersebut membutuhkan pasokan listrik yang konstan agar waktu tetap akurat dan tombol sentuh tetap responsif. 

Meskipun terlihat sepele, akumulasi dari penggunaan layar digital di berbagai alat dapur bisa menambah beban biaya listrik bulanan. Oleh karena itu, cobalah untuk mencabut colokan microwave jika alat ini tidak digunakan setiap hari atau hanya dipakai sesekali saja.

6. Pompa Air Otomatis

Pompa air otomatis sering menyedot listrik tanpa disadari. Alat ini menggunakan sensor otomatis, sehingga bocor halus pada keran atau pipa membuat mesin langsung menyala. Padahal, tarikan listrik paling besar itu justru saat mesin baru mulai menyala. Oleh karena itu, rutin mengecek instalasi air sangat penting supaya pompa nggak boros listrik tanpa alasan yang jelas.

7. Air Conditioner (AC)

AC merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam tagihan listrik karena sering digunakan dalam durasi yang sangat panjang di cuaca panas. Filter yang kotor atau pengaturan suhu yang terlalu rendah memaksa kompresor bekerja ekstra keras untuk mencapai target suhu ruangan. Pastikan untuk membersihkan unit secara rutin dan menutup ruangan dengan rapat agar pemakaian listrik tetap efisien.

8. Komputer dan Laptop

Kebiasaan meninggalkan komputer dalam mode sleep memang memudahkan pengguna untuk kembali bekerja dengan cepat tanpa proses booting. Namun, mode ini tetap membutuhkan daya listrik untuk menjaga data di dalam memori agar tidak hilang saat perangkat dinyalakan kembali. Selain itu, laptop yang terus terhubung ke pengisi daya meski baterainya sudah penuh juga dapat merusak kesehatan baterai sekaligus membuang energi. 

9. Kulkas 

Kulkas bisa menjadi boros listrik apabila isinya terlalu penuh atau malah terlalu kosong. Hal ini terjadi karena mesin kulkas harus bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu. Sirkulasi udara menjadi terhambat, sehingga kompresor harus menyala lebih lama. Selain itu, udara dingin bisa terbuang percuma apabila karet pintu longgar atau kita kelamaan membukanya. Solusinya yaitu menata isi kulkas dengan rapi dan memastikan pintu tertutup rapat untuk menjaga tagihan listrik tetap stabil.

10. Water Heater

Terakhir, ada water heater elektrik tipe tangki yang diam-diam menguras daya. Alat ini bakal terus memanaskan air biar suhunya tetap terjaga sesuai pengaturan. Jadi, tiap kali air di dalam tangki mendingin secara alami, sensor bakal otomatis menyalakan mesin lagi, bahkan saat penghuni rumah sedang tidur atau kerja. Agar lebih hemat energi, sebaiknya gunakan saklar manual dan nyalakan alatnya saat akan mandi saja.

Pertanyaan Umum tentang Topik

1. Apakah mencabut colokan benar-benar efektif menghemat listrik?

Sangat efektif karena menghentikan arus listrik yang tetap mengalir pada perangkat dalam mode siaga. Akumulasi dari banyak colokan yang tetap menempel bisa menyumbang hingga 10% dari total tagihan bulanan.

2. Mana yang lebih boros di antara mematikan AC atau membiarkannya menyala dengan suhu stabil?

Mematikan AC jauh lebih hemat jika ruangan akan ditinggalkan dalam waktu lama, seperti lebih dari satu jam. Namun, hindari terlalu sering menyalakan dan mematikan AC dalam rentang waktu pendek karena lonjakan daya saat start awal sangat besar.

3. Apakah lampu LED benar-benar lebih irit daripada lampu biasa?

Ya, lampu LED menggunakan daya jauh lebih kecil untuk menghasilkan tingkat terang yang sama dengan lampu pijar atau neon. Selain lebih hemat energi, lampu LED juga memiliki masa pakai yang jauh lebih lama sehingga lebih ekonomis.

4. Apakah membiarkan laptop diisi daya semalaman bisa merusak baterai dan boros listrik?

Membiarkan pengisi daya tetap terhubung saat baterai sudah penuh tetap menyedot listrik meskipun dalam jumlah kecil. Selain membuang energi, kebiasaan ini juga dapat mempercepat penurunan kualitas komponen baterai akibat panas yang dihasilkan terus-menerus.

5. Mengapa dispenser air dianggap sebagai salah satu alat paling boros?

Dispenser bekerja secara otomatis untuk menjaga air tetap panas atau dingin dengan menyalakan mesin setiap kali suhu berubah. Proses pemanasan dan pendinginan yang terjadi berulang kali selama 24 jam penuh inilah yang mengonsumsi banyak daya listrik.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |