Prabowo Kumpulkan Purbaya hingga Sjafrie di Hambalang, Bahas Apa?

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3).

Pertemuan ini turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mentan Amran Sulaiman, Lalu, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.

Kemudian, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teddy melalui unggahan di Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (9/3) menyampaikan pertemuan itu membahas dua agenda pokok.

Pertama, perkembangan swasembada di Indonesia dengan mengevaluasi perkembangan program swasembada pangan dan swasembada energi serta minyak.

Kedua, kesiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Hari Raya Idulfitri," ucap Teddy dikutip dari Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (9/3).

Pertemuan ini merupakan rangkaian rapat internal yang digelar maraton oleh Prabowo beberapa hari terakhir.

Prabowo sebelumnya juga menggelar rangkaian rapat bersama sejumlah menteri di Hambalang, Minggu (8/3).

Seskab Teddy menjelaskan Prabowo memimpin lima rapat berbeda sejak siang hingga malam hari.

Rangkaian rapat itu dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, hingga Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.

Teddy menyebut salah satu yang dibahas ialah soal kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Lebaran yang diperkirakan mulai meningkat dalam waktu dekat.

"Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju Hari Raya Idulfitri," kata Teddy lewat keterangannya.

Kemudian, pembahasan mengenai perkembangan situasi geopolitik internasional, khususnya dinamika di kawasan Timur Tengah.

"Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia," ucapnya.

[Gambas:Instagram]

Situasi geopolitik di Timur Tengah kali ini telah memicu dampak pada perekonomian global seiring melonjaknya harga minyak dunia.

Belakangan, nilai tukar rupiah pun resmi menembus Rp17 ribu pada perdagangan Senin (9/3).

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan lonjakan harga minyak dunia berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ratusan triliun rupiah.

Ia memperkirakan defisit APBN dapat melebar hingga Rp314 triliun jika harga minyak global terus meningkat.

"Lonjakan harga minyak sebabkan 'armagedon' tekanan fiskal terburuk sejak pandemi covid-19," kata Bhima kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (7/3).

(gil/mnf/gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |