Kontak Tembak TNI vs KKB di Maybrat Papua Barat Daya, 2 Prajurit Gugur

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kontak tembak antara aparat TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (22/3).

Mengutip dari Antara, dalam peristiwa kontak tembak itu dua prajurit TNI gugur. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua prajurit yang gugur itu adalah dari TNI Angkatan Laut (TNI AL) yakni Prada Marinir AS dari Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari Yonmar 10.

Selain itu, satu prajurit lainnya, Kopda Marinir ES dari Yonmar 7, dilaporkan dalam kondisi kritis.

Para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. R. Oetojo Sorong di Kota Sorong, Papua Barat, untuk mendapatkan penanganan medis.

Dalam peristiwa tersebut, dua pucuk senjata api milik prajurit juga dilaporkan dirampas para pelaku.

Selain itu, merespons peristiwa tersebut, TNI meningkatkan pengamanan dan memperkuat fungsi intelijen.

Komandan Korem 181/Praja Vira Tama (PVT) Brigjen TNI Slamet Riyadi menyebut pihaknya telah mengantongi indikasi awal. Namun, informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah data di lapangan dipastikan akurat.

"Kami sudah memiliki dugaan terhadap pelaku, tetapi akan kami sampaikan setelah informasi benar-benar valid," katanya di Sorong, Papua Barat, Minggu.

Dalam kesempatan itu, Danrem juga menyampaikan duka cita atas gugurnya dua prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Operasi Habema saat menjalankan tugas negara.

Senada, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya dua prajurit TNI AL setelah kontak tembak dengan KKB di Kabupaten Maybrat itu.

"Kita turut berbelasungkawa atas gugurnya dua putra terbaik bangsa yang saat ini sedang menjalankan tugas negara. Kita semua berharap ke depan para personel yang bertugas lebih berhati-hati, sehingga kejadian serupa tidak terulang," kata Elisa Kambu di Kota Sorong, Minggu.

Ia menjelaskan kehadirannya bersama Bupati Maybrat merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Maybrat dalam memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

"Kami hadir untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga kedua prajurit yang gugur," ujarnya.

Gubernur juga berharap tidak ada lagi tindakan kekerasan yang mengorbankan nyawa, dengan alasan apa pun.

"Ke depan kita berharap tidak ada lagi tindakan seperti ini yang sampai merenggut nyawa manusia," katanya.

Pergerakan pasukan

Slamet menegaskan, insiden tersebut tidak akan mengurangi soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan di Papua Barat Daya.

Slamet mengatakan pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan serta memetakan daerah-daerah rawan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah tersebut.

"Setelah kejadian ini, kami meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemetaan wilayah rawan, serta memperketat pengawasan di lapangan," ujar Danrem saat ditemui di depan RSAL Dr. R. Oetojo Kota Sorong.

Ia menjelaskan, TNI akan memperkuat koordinasi antarsatuan, termasuk dengan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Habema yang di dalamnya terdapat prajurit dari Batalion Marinir 10.

Menurutnya, pembagian sektor operasi antara satuan di bawah Korem 181/PVT dan Satgas Habema memungkinkan respons cepat apabila terjadi gangguan di lapangan.

"Koordinasi terus kami lakukan dengan Satgas Habema. Dengan pembagian sektor yang ada, setiap potensi gangguan dapat segera direspons," katanya.

Selain itu, TNI juga mempertimbangkan penambahan maupun pergeseran pasukan untuk memperkuat pengamanan di wilayah rawan.

"Penambahan pasukan sedang direncanakan, termasuk penguatan intelijen. Informasi dari masyarakat dan aparat intelijen akan terus kami kembangkan," ujarnya.

(antara/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |