Kasatgas PRR Janji Percepat Sinergi Bangun Huntap di Desa Sekumur Aceh

8 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Muhammad Tito Karnavian menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk membahas rencana pembangunan hunian tetap (huntap) di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Tito juga berjanji berkomunikasi dengan pihak PT Perkebunan Semadam yang berlokasi dekat dengan Desa Sekumur, agar berkenan memberikan sebagian wilayah Hak Guna Usaha (HGU) untuk didirikan huntap. Hal itu disampaikan dalam kunjungan ke Aceh Tamiang, Sabtu (4/4).

"Kalau sudah clear masalah tanahnya maka tinggal dibersihkan, land clearing dari kabupaten, dan setelah itu nanti dibangunkan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait. Beliau sudah minta terus datanya kepada saya," kata Tito, Sabtu (4/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memastikan, selama proses pembangunan huntap, warga akan mendapat bantuan lauk pauk senilai Rp15 ribu per orang per hari selama tiga bulan. Skema ini disesuaikan dengan target pambangunan huntap yang lebih kurang memakan waktu tiga sampai empat bulan, dan sangat bergantung dari kecepatan dan kelengkapan data dari pemerintah daerah (pemda).

"Kalau sudah nanti datanya diserahkan Kementerian PKP, maka Kementerian PKP segera turun survei, dilakukan (pembangunan) dan mungkin 3 bulan 4 bulan seperti kita lihat di Tapsel (Tapanuli Selatan) 3 bulan. Tapi yang di Sibolga 4 bulan. Tapanuli Tengah juga target 4 bulan," kata Tito.

Di kesempatan yang sama, Tito juga menyerahkan bantuan kepada warga Desa Sekumur. Bantuan terdiri atas 276 paket perlengkapan ibadah, 276 paket sembako, 276 paket perlengkapan dapur, dan lima tempat penyimpanan air (toren) berkapasitas 2000 liter.

Paket bantuan ini disalurkan untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar sosial dan ekonomi bagi penyintas bencana di Desa Sekumur.

Tito mengatakan, penyaluran bantuan kepada penyintas bencana di Desa Sekumur bukan sekadar memberikan bantuan pascabencana. Namun, juga upaya untuk memahami langsung kebutuhan hidup para penyintas bencana secara berkelanjutan.

Tito kemudian berdialog dan menyerap langsung aspirasi warga yang meminta fasilitas air bersih berupa sumur bor dan huntap. Sebagian besar masyarakat ingin dibuatkan huntap komunal, lantaran mayoritas warga tinggal di daerah yang rawan banjir dari luapan sungai.

Pecepatan dilakukan agar tak ada warga Desa Sekumur yang tinggal di pengungsian terlampau lama. Para pengungsi diketahui sempat mengalami keterisolasian, karena akses jalan yang sulit dijangkau akibat longsor dan lumpur yang menimpa Aceh Tamiang pada akhir November 2025.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |