Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemhan

17 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Jenazah Menteri Pertahanan (Menhan) pada masa Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, Juwono Sudarsono, disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada Minggu (29/3) pagi.

Jenazah tiba di Gedung Kemhan pada pukul 08.00 WIB dan langsung dilakukan prosesi persemayaman, seperti diberitakan Antara. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan jenazah disemayamkan di Ruang Hening.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan bahwa prosesi persemayaman akan digelar hingga pukul 11.00 WIB. Setelah itu jenazah akan dilakukan prosesi pelepasan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan.

"Apabila akan ada tokoh nasional yang akan hadir, takziah dan sebagainya, dipersilakan," kata Rico. "Kemudian jenazah akan diantar ke Taman Makan Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan, setelah pelepasan dari Kementerian Pertahanan di jam 11.00 WIB."

Juwono Sudarsono meninggal dunia pada Sabtu (28/3). Dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Juwono disebut mengembuskan napas terakhir di RSPI Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Juwono yang merupakan Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) sejak tahun 1998 itu menjadi satu-satunya tokoh yang dipercaya oleh empat Presiden RI menjadi menteri.

Dia sudah bolak-balik menjadi menteri dalam sejarah perjalanan negara ini, termasuk menjadi Menteri Pertahanan periode Oktober 1999-Agustus 2000 dan 21 Oktober 2004-20 Oktober 2009. Juwono menjadi orang pertama dari kalangan sipil yang menjabat Menteri Pertahanan.

Sebelumnya, selama sekitar 40 tahun atau dari tahun 1959 sampai 1999, Menteri Pertahanan selalu dijabat oleh kalangan militer.

Pria yang lahir di Ciamis, Jawa Barat, 5 Maret 1942 ini merupakan seorang politikus dan putra bungsu dari Dr Sudarsono (almarhum), diplomat yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial, Menteri Dalam Negeri, dan Duta Besar RI untuk Yugoslavia.

Semasa hidup, dengan berpindah tinggal di beberapa negara, Juwono yang pernah mengaku kesulitan berbahasa Indonesia meraih gelar doktor untuk Ilmu Hubungan Internasional di London School of Economics di London, Inggris.

Dia juga sukses mendapatkan gelar PhD dari London School of Economics and Political Science Inggris dengan disertasi berjudul "Politik Luar Negeri Indonesia 1965-1975: Studi Kasus Hubungan Indonesia-Amerika Serikat" pada 1978, serta gelar PhD dari Universitas Georgetown Inggris pada 1985.

(antara/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |