Geopolitik Memanas, DPR Dorong Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi XIII DPR RI mendorong pemerintah mempercepat program kemandirian energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar, menilai eskalasi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera memperkuat kemandirian energi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah maupun BBM dari kawasan Timur Tengah yang hari ini berkonflik, berpotensi menimbulkan risiko besar terhadap stabilitas ekonomi nasional.

"Ketegangan di sekitar jalur energi global seperti Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur distribusi minyak dunia, dapat memicu lonjakan harga energi secara drastis," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (7/3).

"Jika konflik global semakin meluas, harga minyak dunia bahkan berpotensi menembus di atas angka US$100 per barel," kata Bias lagi.

Bias mengatakan, kondisi itu sangat mungkin memberikan tekanan besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari meningkatnya inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga tekanan berat terhadap struktur APBN.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah agar segera mengambil langkah strategis dengan mengurangi ketergantungan impor minyak dari kawasan Timur Tengah dan memperluas kerja sama energi dengan negara lain di kawasan Amerika, Afrika, maupun Asia Pasifik.

Selain itu, Bias menilai Kementerian ESDM sudah harus mendorong Pertamina untuk mempercepat target produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari.

"Langkah ini harus diiringi pembangunan infrastruktur energi, peningkatan kapasitas penyimpanan cadangan BBM nasional, serta dukungan kebijakan fiskal yang memadai," tuturnya.

Kenaikan harga energi dipicu oleh konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan tersebut juga memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Jika konflik berlanjut, sejumlah negara produsen energi memperkirakan harga minyak dapat melonjak lebih tinggi.

(tfq/rti)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |