:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333179/original/088580500_1787735332-Untitled2.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Ciri orang yang selalu memilih kursi dekat pintu menurut psikologi ternyata berkaitan dengan kebutuhan rasa aman dan kontrol diri. Menurut AllPsych, pilihan tempat duduk mencerminkan kepribadian, terutama soal privasi dan jarak dari orang lain.
Riset dari Lifehack menyebut posisi dekat pintu sering dipilih orang yang ingin mengendalikan situasi, mengamati lingkungan, dan siap keluar sewaktu-waktu. Kebiasaan ini kerap muncul pada mereka dengan kewaspadaan tinggi atau pernah merasa terjebak.
Artikel Liputan6.com ini akan membahas ciri orang yang selalu memilih kursi dekat pintu menurut psikologi. Meski terkesan sepele, kebiasaan ini bukan tanda gangguan psikologis. Menurut teori kebutuhan otonomi, rasa mampu bergerak bebas adalah kebutuhan dasar manusia. Memahami pola ini membantu kita mengenali diri sekaligus menghargai kebutuhan orang lain, Rabu (26/8/2026).
Kebiasaan Sepele yang Menyimpan Makna Psikologis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333180/original/093592300_1787735332-Untitled4.jpg)
Perbesar
Banyak orang tidak sadar bahwa cara mereka memilih tempat duduk di kafe, bioskop, kelas, atau ruang rapat sebenarnya mengungkap banyak hal tentang kepribadian dan kondisi emosional mereka. AllPsych dalam artikelnya "The Psychology of Choosing a Seat" menjelaskan bahwa mayoritas orang cenderung mencari privasi di ruang publik, meski preferensi ini tidak berlaku untuk semua orang. Faktor budaya, pengalaman masa lalu, dan bahkan sifat dasar kepribadian turut memengaruhi keputusan tersebut.
Kebutuhan akan Rasa Aman dan Kontrol
Salah satu alasan utama seseorang selalu memilih kursi dekat pintu adalah kebutuhan psikologis untuk merasa memegang kendali atas situasi di sekitarnya. Menurut ulasan yang dimuat di Lifehack berjudul "The Psychology of Where You Sit in a Room", posisi duduk dapat mengirimkan pesan tentang kekuatan dan kontrol seseorang dalam suatu ruangan. Duduk dekat pintu memberi rasa memiliki jalur keluar yang jelas, sehingga orang tersebut merasa lebih tenang karena tahu mereka bisa pergi kapan saja tanpa harus melewati banyak orang.
Kondisi ini juga berkaitan dengan apa yang disebut sebagai "autonomous exit" dalam psikologi, yaitu kesadaran bahwa seseorang memiliki kebebasan untuk meninggalkan suatu tempat tanpa negosiasi atau hambatan. Kesadaran ini, meskipun sederhana, dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan dan membuat seseorang merasa lebih nyaman berada di lingkungan yang ramai atau asing.
Kaitan dengan Pengalaman Masa Kecil dan Kewaspadaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333181/original/098167300_1787735332-Untitled3.jpg)
Perbesar
Beberapa penjelasan psikologis menyebut bahwa kebiasaan mencari posisi dekat pintu bisa berakar dari pengalaman masa kecil. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang tidak stabil atau penuh kejutan cenderung belajar untuk selalu waspada terhadap posisi pintu dan jalur keluar sebagai bentuk perlindungan diri. Kebiasaan ini kemudian terbawa hingga dewasa, muncul sebagai respons otomatis dari sistem saraf, bukan sebagai keputusan sadar yang dipikirkan matang-matang.
Dalam banyak kasus, orang yang memiliki kebiasaan ini tidak menunjukkan tanda-tanda kecemasan yang terlihat jelas. Sebaliknya, kebiasaan tersebut menjadi strategi halus untuk menjaga rasa aman pribadi di tengah situasi yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya.
Perbedaan dengan Kepribadian Introvert dan Ekstrovert
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6209974/original/021020400_1779088134-pexels-doci-2215518-11963474.jpg)
Perbesar
Menariknya, preferensi memilih kursi dekat pintu tidak selalu sama dengan kepribadian introvert atau ekstrovert. Berdasarkan pembahasan di DUNIYA WORLD dalam artikel tentang psikologi memilih tempat duduk di transportasi umum, orang yang duduk dekat pintu atau lorong biasanya menginginkan akses cepat ke luar dan kebebasan bergerak, sementara mereka yang memilih kursi dekat jendela lebih menyukai privasi dan jarak dari interaksi sosial.
Artinya, memilih kursi dekat pintu bisa jadi bukan soal ingin menghindari interaksi sosial, melainkan lebih kepada kebutuhan akan kebebasan bergerak dan efisiensi. Orang dengan kepribadian ini biasanya juga tidak suka merasa terkurung atau bergantung pada orang lain untuk keluar dari suatu ruangan.
Hubungan dengan Kebutuhan Otonomi dalam Psikologi
Konsep ini sejalan dengan teori kebutuhan psikologis dasar manusia, yang menyebutkan bahwa otonomi merupakan salah satu kebutuhan psikologis mendasar, setara dengan kebutuhan akan kompetensi dan hubungan sosial. Duduk di dekat pintu bukan semata soal kenyamanan fisik, melainkan strategi untuk tetap merasa memegang kendali dan bisa bertindak sesuai keinginan sendiri.
Pemahaman ini penting karena menunjukkan bahwa kebiasaan sekecil apa pun, termasuk memilih tempat duduk, dapat menjadi cerminan dari kebutuhan psikologis yang lebih dalam. Seseorang yang selalu mencari posisi dekat pintu mungkin sedang berusaha memenuhi kebutuhan dasar akan kendali dan kebebasan, bukan sekadar kebiasaan tanpa alasan.
Bagaimana Menyikapi Kebiasaan Ini
Jika Anda atau orang di sekitar Anda memiliki kebiasaan selalu memilih kursi dekat pintu, hal ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Kebiasaan tersebut umumnya normal dan merupakan cara alami tubuh serta pikiran untuk mengelola rasa aman. Namun, jika kebiasaan ini disertai dengan kecemasan berlebih, rasa panik saat berada di ruangan tertutup, atau kesulitan bersosialisasi karena terlalu fokus pada jalur keluar, ada baiknya berkonsultasi dengan psikolog untuk memahami lebih lanjut penyebabnya.
Mengenali pola perilaku ini juga bisa membantu kita lebih memahami kebutuhan orang lain. Ketika seseorang selalu memilih kursi dekat pintu dalam pertemuan, kelas, atau acara sosial, hal itu bukan berarti mereka tidak ingin terlibat, melainkan cara mereka menjaga kenyamanan psikologis pribadi.
Pertanyaan Seputar Ciri Orang yang Selalu Memilih Kursi Dekat Pintu
Apakah memilih kursi dekat pintu tanda kecemasan?
Tidak selalu. Umumnya ini cerminan kebutuhan rasa aman dan kontrol, bukan gangguan kecemasan, kecuali disertai gejala panik yang jelas.
Apakah kebiasaan ini terkait masa kecil?
Ya, sebagian orang mengembangkan kewaspadaan terhadap pintu dan jalur keluar akibat pengalaman lingkungan yang tidak stabil saat kecil.
Apakah orang introvert selalu memilih kursi dekat pintu?
Tidak. Preferensi ini lebih terkait kebutuhan kebebasan bergerak, sementara introvert cenderung memilih kursi dekat jendela untuk privasi.
Kapan kebiasaan ini perlu dikonsultasikan ke psikolog?
Jika disertai kecemasan berlebih, rasa panik di ruang tertutup, atau kesulitan bersosialisasi karena terlalu fokus pada jalur keluar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2993677/original/055600900_1576077637-You_X_Ventures.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333075/original/067169600_1787731366-2148725207__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332973/original/081846500_1787725771-918b02af-8c90-4ff4-b45b-209526149d29.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333115/original/028524300_1787732366-hl2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333013/original/026501800_1787727772-pexels-oktay-koseoglu-42034955-17080711.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3319962/original/072713300_1607566667-2_niburung_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4785067/original/072356400_1711442879-IMG_1874.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332890/original/040086800_1787722137-pexels-rdne-5756655.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332649/original/023005800_1787713982-jonathan-borba-RWgE9_lKj_Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331775/original/021708200_1787563546-pexels-sam-lion-6001170.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331768/original/082466300_1787563368-46588a0d-ef3f-47d9-8951-ee9de343d92a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314419/original/026585500_1785746265-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424229/original/056901700_1764136776-jcomp__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331419/original/064388100_1787542428-6aced2e1-068d-4b8e-b934-dfed5ae4b4b3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331287/original/010871200_1787536618-pexels-cottonbro-7417505.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4163304/original/068543100_1663574974-nylos-TEpcivXIa8I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331032/original/022951800_1787471389-10336701271127275168.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330656/original/015712700_1787398840-pexels-soc-nang-d-ng-2150345854-34689953.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4941112/original/061950600_1725956552-carly-rae-hobbins-zNHOIzjJiyA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225719/original/079772700_1599011517-photo-1527137342181-19aab11a8ee8.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316820/original/042254200_1755251109-pexels-alireza-kaviani-535828-1374448.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572021/original/014285000_1777729522-ChatGPT_Image_May_2__2026__08_45_00_PM__1_.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)

