Banggar-Kepala BGN Rapat, Soroti Kendala MBG dan Penajaman Anggaran

10 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mendatangi Gedung DPR RI untuk bertemu dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI guna membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah berjalan.

Dadan tiba di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4), sekitar pukul 11.00 WIB. Ia langsung memasuki ruang rapat Banggar tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bukan rapat tertutup, melainkan forum berbagi informasi antara pimpinan Banggar dan jajaran BGN untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan rapat tertutup, tadi itu kami bertemu dengan pimpinan Banggar. Forum sharing information dengan kepala BGN dan wakilnya. Yang dibahas kami ingin tahu sejauh mana pelaksanaan program MBG," kata Said dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pertemuan tersebut, Banggar mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program MBG. Namun, Said menegaskan bahwa Kepala BGN menyatakan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola program tersebut.

Menurutnya, sejumlah titik pelaksanaan program bahkan terpaksa dihentikan sementara karena tidak menjalankan prosedur operasional standar (SOP) sebagaimana ditetapkan.

"Kepala BGN punya komitmen untuk menyelesaikan pada aspek-aspek penegakan tata kelolanya," ujar Said.

Ia menambahkan, terdapat beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dicabut atau ditangguhkan operasionalnya karena pelanggaran prosedur.

"Bahkan Kepala BGN menyampaikan ada banyak titik koordinat yang dicabut kembali, kemudian ada yang disuspend karena tidak melaksanakan SOP sebagaimana mestinya," ujar Said.

Selain membahas pelaksanaan program, Banggar juga menyoroti pentingnya sensitivitas fiskal di tengah dinamika ekonomi global, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Said menegaskan bahwa setiap lembaga pemerintah perlu berkoordinasi dengan Banggar terkait penyerapan anggaran serta melakukan penajaman prioritas belanja negara.

"Lakukan penajaman prioritas. Alhamdulillah dari BGN juga memberikan sumbangsih yang nyata bisa melakukan penajaman sampai Rp20 triliun. Itu saja," pungkasnya.

(ory/ory)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |