Liputan6.com, Jakarta - Cara mengolah sampah organik untuk pemula sering dianggap rumit karena banyak orang belum memahami proses penguraian limbah dapur menjadi kompos. Padahal, sebagian besar sampah rumah tangga seperti sisa sayuran, daun, dan buah-buahan dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman.
Pengalaman tersebut dibuktikan oleh I Nyoman Suyasa, pengolah limbah organik asal Denpasar, Bali. Sejak tahun 2008, ia konsisten mengolah sampah organik rumah tangga agar tidak berakhir sebagai limbah yang mencemari lingkungan. Berawal dari keinginan sederhana untuk mengurangi barang yang terbuang sia-sia, kebiasaan tersebut kini menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Dalam wawancara ini, I Nyoman Suyasa membagikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan oleh pemula untuk mulai mengolah sampah organik di rumah. Metode yang digunakan relatif sederhana, murah, dan mudah diterapkan di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Jumat (12/6/2026).
1. Mulai dari Memilah Sampah Organik dan Non-Organik
Langkah pertama dalam mengolah sampah organik adalah melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik seperti sisa sayuran, daun-daunan, kulit buah, dan limbah dapur perlu dipisahkan dari sampah non-organik seperti plastik, kaca, dan logam. Pemilahan ini akan memudahkan proses pengolahan selanjutnya.
Menurut I Nyoman Suyasa, banyak keluarga masih mencampur seluruh sampah dalam satu wadah sehingga potensi pengolahan limbah organik menjadi terhambat. Padahal, dengan menyediakan dua tempat sampah berbeda, proses pengelolaan sampah rumah tangga menjadi jauh lebih efektif dan ramah lingkungan.
"Kalau ingin mulai mengolah sampah organik, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memisahkan sampah organik dan non-organik sejak dari rumah. Itu yang paling penting," ujar I Nyoman Suyasa, Pengolah Limbah Organik, Denpasar, Bali.
2. Manfaatkan Sisa Sayuran dan Daun sebagai Bahan Kompos
Bagi pemula, jenis sampah organik yang paling mudah diolah adalah sisa sayuran dan daun-daunan. Bahan ini memiliki struktur yang mudah terurai sehingga cocok digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kompos. Selain mudah ditemukan setiap hari, volumenya juga cukup besar dalam aktivitas rumah tangga.
I Nyoman Suyasa mengaku mulai menyadari pentingnya pengolahan sampah organik ketika melihat sayuran kol dan kubis yang hampir dibuang. Menurutnya, bahan organik yang tidak dimanfaatkan akan berpotensi menimbulkan pencemaran apabila hanya menumpuk sebagai sampah.
Penggunaan sisa sayuran sebagai bahan kompos juga membantu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di lingkungan rumah tangga.
"Daun-daunan dan sisa sayuran (adalah bahan yang paling mudah diolah)," kata I Nyoman Suyasa.
3. Gunakan Teba Modern untuk Pengolahan yang Lebih Mudah
Salah satu metode yang direkomendasikan oleh I Nyoman Suyasa adalah menggunakan Teba modern. Sistem ini berupa susunan buis beton atau gorong-gorong yang diberi penutup pada bagian atas untuk menampung dan mengurai limbah organik secara alami.
Metode Teba modern dinilai cocok bagi pemula karena tidak memerlukan teknologi yang rumit. Selain biaya pembuatannya relatif murah, perawatannya juga sederhana. Sampah organik cukup dimasukkan secara bertahap dan dibiarkan mengalami proses penguraian alami oleh mikroorganisme.
Keberadaan Teba modern juga membantu mengurangi kebiasaan membakar sampah yang masih sering dilakukan di berbagai daerah. Dengan demikian, limbah organik dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos yang berguna bagi tanaman.
"Teba modern jauh lebih mudah dan murah pembuatannya. Manfaatnya sangat baik untuk lingkungan dan bisa digunakan siapa saja yang ingin mulai mengolah sampah organik," jelas I Nyoman Suyasa.
4. Bersabar dan Nikmati Manfaat Hasil Pengolahan Sampah Organik
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah mengharapkan kompos jadi dalam waktu singkat. Padahal, proses penguraian bahan organik membutuhkan waktu yang berbeda-beda tergantung jenis bahan, kelembapan, serta kondisi lingkungan.
I Nyoman Suyasa mengaku pernah mengalami proses pengomposan yang berlangsung lebih lama dari perkiraan. Namun menurutnya, hal tersebut bukanlah kegagalan. Kesabaran menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengolahan sampah organik karena proses biologis membutuhkan waktu untuk bekerja secara optimal.
Setelah rutin mengolah sampah organik, manfaat yang paling dirasakan adalah tersedianya kompos untuk tanaman dan hasil panen yang lebih sehat untuk dikonsumsi keluarga. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, kebutuhan pupuk juga dapat ditekan karena tersedia dari hasil pengolahan sendiri.
"(Manfaat yang paling terasa adalah) jadi punya bahan makanan organik yang sehat untuk dikonsumsi," tutur I Nyoman Suyasa.
Pertanyaan Seputar Cara Mulai Mengolah Sampah Organik untuk Pemula
1. Apa langkah pertama mengolah sampah organik?
Langkah pertama adalah memisahkan sampah organik dan non-organik sejak dari rumah.
2. Sampah organik apa yang cocok untuk pemula?
Sisa sayuran, daun-daunan, dan kulit buah merupakan bahan yang paling mudah diolah.
3. Apa itu Teba modern?
Teba modern adalah tempat pengolahan limbah organik menggunakan susunan buis beton atau gorong-gorong yang diberi penutup.
4. Berapa lama proses pembuatan kompos?
Waktunya bervariasi tergantung jenis bahan dan kondisi lingkungan, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.
5. Apa manfaat mengolah sampah organik di rumah?
Mengurangi volume sampah, menghasilkan kompos, memperbaiki kualitas tanah, dan mendukung produksi pangan yang lebih sehat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8062368/original/030991000_1780906752-HL_pagar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549010/original/094739800_1775559171-Ide_Teras_dengan_Pagar_Tanaman_Sirih_Gading_Rambat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257541/original/032859600_1781246869-Screenshot_2026-06-12_133246.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8061652/original/073974600_1780905846-Gemini_Generated_Image_mumaqhmumaqhmuma.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257843/original/086617200_1781258537-Gemini_Generated_Image_qe8d6qe8d6qe8d6q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257659/original/072472100_1781250462-543cb57a-f647-4b95-8f1a-bac665f3178c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257791/original/078370400_1781256914-15159048051711362194.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480618/original/053352700_1769061586-138988.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257561/original/035247500_1781247781-melon_pagar.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257531/original/020412000_1781246723-84aee56f-2149-4923-b8d2-c3a8e04a10e3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5141629/original/011568900_1740376287-pexels-tirachard-kumtanom-112571-601170.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546581/original/073283300_1775348847-happy-mother-with-kid-nature.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257249/original/072447900_1781232919-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_8.16.36_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7162126/original/046031500_1779951782-jeruk_nipis_fix.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256987/original/040141500_1781181006-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8136244/original/044322600_1780988442-Batu_Paras_Jogja.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256193/original/041020800_1781149949-51254761751785486.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4931672/original/017034300_1724931457-Ilustrasi_pupuk_kompos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256523/original/098337300_1781160622-cara_menghilangkan_bau_yang_mengundang_kucing_datang_ke_teras.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1937643/original/078623300_1519626900-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515848/original/010205500_1772196753-Chief_Financial_Officer_Tokocrypto__Sefcho_Rizal-27_Februari_2026.jpg)