Cara Manfaatkan Sampah Rumah Tangga agar Lebih Berguna dan Ramah Lingkungan

5 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Cara memanfaatkan sampah rumah tangga agar lebih berguna dan ramah lingkungan semakin relevan diterapkan di tengah meningkatnya volume sampah yang dihasilkan setiap hari. Banyak limbah dapur yang sebenarnya masih memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan tepat.

Salah satu contoh datang dari I Nyoman Suyasa, seorang pengolah limbah organik asal Denpasar, Bali. Sejak tahun 2008, ia konsisten mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dan berbagai manfaat lain yang mendukung lingkungan lebih bersih.

Berbekal kepedulian terhadap lingkungan, Nyoman mulai mengubah kebiasaan membuang dan membakar sampah menjadi aktivitas yang lebih bermanfaat. Pengalamannya menunjukkan bahwa setiap rumah tangga dapat berkontribusi mengurangi sampah hanya dengan memanfaatkan limbah organik yang tersedia setiap hari. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Senin (8/6/2026).

Awal Mula Menyadari Potensi Sampah Organik

Kesadaran I Nyoman Suyasa untuk mengolah sampah organik muncul dari pengalaman sederhana yang terjadi di lingkungan sekitar rumahnya. Saat itu ia melihat sejumlah sayuran yang masih layak secara fisik justru hendak dibuang begitu saja.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat disayangkan, padahal, bahan-bahan tersebut masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Hal itu kemudian mendorongnya untuk mempelajari cara mengelola limbah organik secara mandiri.

"Ketika melihat sayuran yang saya suka, kol/kubis, terancam dibuang dan mencemari lingkungan oleh tetangga karena sudah terlalu lama disimpan, padahal secara tampilan fisik masih bagus," ujar I Nyoman Suyasa.

Cara Mengolah Sampah Organik

Sebelum mengenal pengolahan limbah organik, kebiasaan yang umum dilakukan di lingkungannya adalah membakar sampah rumah tangga. Cara ini dianggap praktis meskipun menimbulkan asap dan berdampak kurang baik bagi lingkungan.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai menerapkan sistem pemilahan sampah antara organik dan nonorganik. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah nonorganik dikumpulkan untuk disalurkan ke bank sampah.

Perubahan kebiasaan tersebut memberikan dampak positif yang cukup terasa. Lingkungan menjadi lebih bersih, jumlah sampah yang dibuang berkurang, dan hasil kompos dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan berkebun di rumah.

"Sebelumnya semua sampah dibakar, sekarang semua sampah dan limbah organik diolah menjadi kompos untuk tanam-tanam, seminggu sekali buang sampah non organik ke bank sampah pakai sepeda onthel," katanya.

Sampah Dapur yang Paling Mudah Dimanfaatkan

Dalam kesehariannya, jenis sampah yang paling sering diolah oleh Nyoman berasal dari aktivitas memasak di dapur. Bahan ini tersedia hampir setiap hari sehingga mudah dikumpulkan dalam jumlah cukup.

Ia menyebut daun-daunan dan sisa sayuran sebagai limbah yang paling praktis untuk diolah. Karakteristiknya yang mudah terurai membuat proses pengomposan berlangsung lebih cepat dibandingkan jenis sampah lainnya.

Selain mengurangi volume sampah rumah tangga, pemanfaatan sisa sayuran juga membantu menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat untuk tanaman. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat kembali memiliki nilai ekonomi dan fungsi ekologis.

Sampah dapur yang paling sering dimanfaatkan "Daun-daunan seperti sayur," jelas I Nyoman Suyasa, karena mudah diolah dan cepat menjadi kompos.

Pertanyaan Seputar Kegiatan Mengolah Sampah Organik Rumah Tangga

1. Sampah organik apa yang paling sering diolah oleh I Nyoman Suyasa?

Daun-daunan dan sisa sayuran dari dapur menjadi bahan yang paling sering diolah karena mudah terurai dan cepat menjadi kompos.

2. Apa yang dilakukan I Nyoman terhadap sampah nonorganik?

Sampah nonorganik dipilah dan dikumpulkan, kemudian seminggu sekali dibawa ke bank sampah menggunakan sepeda onthel.

3. Untuk apa kompos hasil olahan sampah organik digunakan?

Kompos dimanfaatkan untuk kegiatan tanam-tanam di sekitar rumah sehingga limbah organik dapat kembali berguna.

4. Seberapa sering I Nyoman mengelola sampah rumah tangga?

Pengelolaan dilakukan secara rutin setiap hari seiring munculnya limbah organik dari aktivitas rumah tangga.

5. Apa tujuan utama I Nyoman mengolah sampah organik?

Ia ingin mengurangi limbah yang terbuang sia-sia sekaligus menjaga lingkungan agar tetap bersih dan ramah lingkungan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |