- Mengapa sulit tidur kembali setelah terbangun tengah malam?
- Apa yang harus dilakukan jika terbangun dan tidak bisa tidur lagi dalam waktu singkat?
- Bagaimana lingkungan kamar tidur memengaruhi kemampuan tidur kembali?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Cara tidur kembali setelah terbangun tengah malam sering dicari banyak orang yang mengalami gangguan tidur. Ya, seperti diketahui, terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk kembali terlelap adalah pengalaman umum yang dapat mengganggu kualitas tidur secara signifikan. Kondisi ini dikenal sebagai middle insomnia atau sleep-maintenance insomnia, di mana seseorang sulit mempertahankan tidur sehingga durasi dan kualitas istirahatnya terganggu.
Jika frekuensi terbangun di malam hari semakin sering terjadi, hal ini dapat berdampak pada terganggunya aktivitas sehari-hari dan menimbulkan masalah kesehatan akibat kurang tidur. Karena kualitas tidur yang baik sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Tidur yang cukup dan berkualitas berkontribusi pada peningkatan konsentrasi, suasana hati yang lebih baik, penguatan sistem kekebalan tubuh, serta membantu regenerasi sel dan jaringan. Sebaliknya, lurang tidur dapat meningkatkan iritabilitas, memperburuk kecemasan, dan membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan mental.
Meskipun terbangun di tengah malam bisa sangat membuat frustrasi, ada berbagai strategi efektif yang dapat Anda terapkan untuk membantu Anda kembali tidur nyenyak. Artikel ini akan membahas sembilan cara tidur kembali setelah terbangun tengah malam yang dapat Anda coba untuk mendapatkan istirahat yang optimal.
1. Bangun dari Tempat Tidur
Jika Anda terbangun di tengah malam dan tidak bisa tertidur kembali setelah 15 atau 20 menit, sebaiknya bangunlah dari tempat tidur. Tetap berbaring di tempat tidur dan menunggu kantuk datang sering kali justru memperburuk keadaan insomnia Anda karena dapat meningkatkan kecemasan dan membuat Anda mengasosiasikan tempat tidur dengan frustrasi.
Melansir laman Johns Hopkins Medicine dan Mens Health Foundation, jika Anda terbangun dan tidak bisa tertidur kembali setelah 15 atau 20 menit, bangunlah dari tempat tidur. Lakukan kegiatan yang membuat Anda merasa tenang dalam cahaya redup, seperti membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, atau minum air, sampai muncul rasa mengantuk kembali.
2. Ciptakan Lingkungan yang Nyaman untuk Tidur
Ruang tidur Anda memainkan peran penting dalam membantu Anda tetap tidur nyenyak. Mengoptimalkan lingkungan kamar tidur dapat membantu Anda kembali tidur setelah terbangun di tengah malam. Berikut adalah beberapa cara untuk menciptakan lingkungan tidur yang ideal:
- Suhu Sejuk: Jaga suhu kamar Anda antara 15.6 hingga 19.4°C (60-67°F) untuk tidur yang optimal, dengan rekomendasi sekitar 18.3°C (65°F). Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mengganggu tidur Anda, khususnya tidur REM.
- Gelap: Gunakan tirai anti cahaya atau masker mata untuk menghalangi cahaya. Cahaya adalah faktor eksternal terpenting yang memengaruhi tidur, dan kegelapan memicu produksi melatonin, hormon pemicu kantuk. Matikan lampu kamar pada malam hari untuk mendukung irama sirkadian tubuh.
- Tenang: Kipas angin atau mesin penghasil suara putih (white noise machine) dapat membantu meredam kebisingan yang mengganggu. Suara bising, bahkan pada tingkat rendah, dapat menyebabkan fragmentasi tidur.
- Bebas dari Kekacauan: Ruang yang bersih dan rapi mendorong relaksasi, meskipun ini lebih merupakan aspek kebersihan tidur umum.
- Zona Bebas Elektronik: Singkirkan hal-hal yang mengalihkan perhatian seperti TV dan ponsel pintar dari kamar tidur.
3. Alihkan Pikiran dengan Aktivitas Ringan yang Membosankan
Jika pikiran Anda berpacu setelah terbangun, alihkan perhatian Anda dengan aktivitas yang ringan dan tidak merangsang. Tujuannya adalah untuk mengalihkan fokus dari kekhawatiran atau daftar tugas yang mungkin muncul di benak Anda, tanpa membuat Anda terlalu terjaga.
Ini bisa berupa membaca buku fisik (bukan di perangkat elektronik), mendengarkan musik yang menenangkan, atau melakukan peregangan ringan. Aktivitas semacam ini membantu menenangkan pikiran, terutama jika Anda terbangun karena memiliki banyak pikiran seputar pekerjaan atau hal lainnya.
4. Hindari Bermain Ponsel
Penggunaan ponsel atau perangkat elektronik lainnya saat terbangun di tengah malam sangat tidak disarankan. Layar ponsel memancarkan cahaya biru yang dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur siklus tidur-bangun Anda.
Paparan cahaya biru ini membuat otak Anda berpikir bahwa ini masih siang hari, sehingga menekan kadar melatonin dan membuat Anda lebih sulit untuk kembali tidur. Selain itu, konten yang Anda lihat di ponsel dapat merangsang otak dan membuat Anda semakin terjaga. Sebaiknya hindari perangkat elektronik setidaknya satu hingga dua jam sebelum tidur.
5. Lakukan Teknik Relaksasi atau Pernapasan
Teknik relaksasi dan pernapasan dapat membantu menenangkan sistem saraf Anda dan mempersiapkan tubuh untuk tidur. Para ahli merekomendasikan pernapasan lambat dan dalam untuk kembali tidur, karena jenis pernapasan ini akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang berperan dalam relaksasi tidur.
Salah satu teknik yang populer adalah pernapasan 4-7-8: pertama, buang napas sepenuhnya melalui mulut, membuat suara "whoosh". Kedua, tarik napas perlahan melalui hidung selama 4 hitungan. Ketiga, tahan napas selama 7 hitungan. Keempat, buang napas perlahan melalui mulut selama 8 hitungan, kembali membuat suara "whoosh".
Ulangi siklus ini beberapa kali. Teknik lain termasuk relaksasi otot progresif dan body scan (memfokuskan perhatian pada bagian tubuh secara berurutan). Meditasi juga dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan.
6. Jangan Melihat Jam
Saat terbangun di tengah malam, hindari godaan untuk melihat jam. Menghitung waktu yang tersisa sampai Anda harus bangun pada pagi hari justru dapat membuat Anda merasa cemas dan stres, sehingga semakin sulit untuk tidur kembali.
Kebiasaan ini justru dapat membuat Anda terus menghitung seberapa banyak waktu yang telah Anda habiskan tanpa tertidur. Letakkan jam di tempat yang tidak terlihat atau jauhkan ponsel Anda agar tidak tergoda untuk mengecek waktu.
7. Minum Sesuatu yang Menenangkan (Non-kafein)
Jika Anda merasa haus atau ingin minum sesuatu, pilihlah minuman yang menenangkan dan bebas kafein. Susu hangat atau teh herbal seperti chamomile dikenal memiliki efek menenangkan dan dapat membantu Anda merasa lebih rileks.
Hindari minuman berkafein setidaknya 8 jam sebelum tidur dan alkohol di malam hari, karena keduanya dapat mengganggu siklus tidur dan menyebabkan Anda terbangun.
8. Pertimbangkan untuk Menulis Jurnal
Menulis jurnal sebelum tidur dapat menjadi alat yang ampuh untuk mengurangi kekhawatiran dan membantu Anda tidur lebih cepat. Dengan menuangkan pikiran dan emosi ke atas kertas, Anda dapat membersihkan "kekacauan mental" yang seringkali membuat Anda terjaga.
Penelitian menunjukkan bahwa bahkan lima menit menulis jurnal sebelum tidur dapat membantu Anda tertidur lebih cepat dan menikmati kualitas istirahat yang lebih baik. Ini membantu otak Anda melepaskan beban pikiran tentang hal-hal yang belum terselesaikan.
9. Tetapkan Rutinitas Tidur yang Konsisten
Meskipun ini lebih merupakan tindakan pencegahan, menetapkan rutinitas tidur yang konsisten sangat penting untuk menjaga kualitas tidur Anda secara keseluruhan dan dapat mengurangi kemungkinan Anda terbangun di tengah malam.
Usahakan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan. Jadwal tidur yang teratur membantu tubuh Anda mempertahankan jam internal yang konsisten (irama sirkadian), yang pada gilirannya mengatur pelepasan hormon seperti melatonin dan kortisol.
Konsistensi ini memastikan tubuh Anda merasa mengantuk di malam hari dan waspada di pagi hari, serta memungkinkan tubuh menyelesaikan siklus tidur yang diperlukan untuk pemulihan fisik dan mental.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa sulit tidur kembali setelah terbangun tengah malam?
Kesulitan tidur kembali setelah terbangun tengah malam, dikenal sebagai middle insomnia, sering disebabkan oleh kecemasan, lingkungan tidur yang tidak optimal, atau gangguan pada irama sirkadian tubuh.
2. Apa yang harus dilakukan jika terbangun dan tidak bisa tidur lagi dalam waktu singkat?
Jika Anda tidak bisa tidur kembali dalam 15-20 menit, bangunlah dari tempat tidur dan lakukan aktivitas ringan yang menenangkan di tempat lain dengan cahaya redup sampai Anda merasa mengantuk lagi.
3. Bagaimana lingkungan kamar tidur memengaruhi kemampuan tidur kembali?
Lingkungan kamar tidur yang optimal (sejuk, gelap, dan tenang) sangat penting karena suhu, cahaya, dan suara dapat memengaruhi produksi hormon tidur (melatonin) dan tingkat relaksasi Anda.
4. Mengapa penggunaan ponsel harus dihindari saat terbangun di malam hari?
Cahaya biru dari layar ponsel menekan produksi melatonin dan merangsang otak, membuat Anda lebih sulit untuk kembali tidur.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483817/original/011992500_1769404040-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Palem_Kuning.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3459033/original/016996700_1621354115-amanda-lins-_fElrSBIjjQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501963/original/061921400_1770963789-Rak_Sepatu_Susun_Dua_Tingkat_untuk_Polybag_Mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573026/original/021259500_1777878548-cat_rumah_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569800/original/000359900_1777455187-Model_Rumah_Quiet_Luxury_yang_Cocok_untuk_Anak_Muda_Model_Dua_Lantai_dengan_Pembagian_Fungsi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575168/original/014592700_1778039701-Kebun_Paludarium_dari_Galon_Bekas_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4536618/original/086191200_1691980067-woman-smiling-with-coffee-laptop_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555364/original/030199700_1776153779-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570100/original/077432700_1777514010-Gemini_Generated_Image_tl1xiytl1xiytl1x.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533684/original/009820100_1773757060-Jasa_Pembuatan_Konten_Media_Sosial.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511791/original/067335500_1771918054-unnamed__83_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5097763/original/007875500_1737103639-Foto_tersenyum_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574165/original/027851100_1777964515-tanaman_kemangi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574293/original/081403300_1777967096-Gemini_Generated_Image_hwwomzhwwomzhwwo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574587/original/003241200_1777968371-Gemini_Generated_Image_ynoe5vynoe5vynoe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573930/original/017238300_1777956353-unnamed__77_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574036/original/056697500_1777960050-Cover_Jok_Bermerek_Anti_Cakar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434158/original/036299300_1764916608-toriyaki-chicken-dark-surface.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488201/original/084620800_1769741228-ilustrasi_pohon_mangga.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455659/original/004422000_1766723384-Desain_Teras_Sederhana_Tanpa_Terlihat_Sempit__Cocok_untuk_Santai_Sambil_Ngeteh_di_Rumah_Model_Teras_dengan_Lantai_Keramik_Dingin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469431/original/085313800_1768117137-lantai_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466780/original/052967200_1767854697-Menanam_Kangkung_di_Baskom_Bekas_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454099/original/004509200_1766549156-CFX_edit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5179416/original/014824300_1743563839-ChatGPT_Image_Apr_2__2025__10_16_14_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)