7 Trik Melubangi Galon Bekas agar Akar Tanaman Tidak Mudah Busuk, Dijamin Drainase Lancar

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan galon bekas sebagai pot tanaman merupakan salah satu cara berkebun yang hemat biaya sekaligus ramah lingkungan. Wadah berukuran besar ini cocok digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari cabai, tomat, terong, mentimun, hingga tanaman buah dalam pot (tabulampot). Namun, masih banyak orang yang hanya berfokus pada media tanam tanpa memperhatikan sistem drainase pada galon bekas.

Padahal, drainase menjadi salah satu faktor terpenting dalam menjaga kesehatan akar tanaman. Lubang yang jumlahnya terlalu sedikit, ukurannya terlalu kecil, atau posisinya kurang tepat dapat menyebabkan air menggenang di dasar galon. Kondisi tersebut membuat media tanam terlalu lembap sehingga akar kekurangan oksigen. Jika dibiarkan dalam waktu lama, akar akan mudah terserang jamur, membusuk, dan akhirnya menghambat pertumbuhan tanaman.

Agar galon bekas benar-benar berfungsi seperti pot tanaman yang ideal, diperlukan teknik melubangi yang tepat. Mulai dari menentukan jumlah lubang, ukuran, hingga penempatannya harus disesuaikan agar air dapat mengalir dengan lancar tanpa membuat media tanam cepat mengering. Lantas apa saja trik melubangi galon bekas agar akar tanaman tidak mudah busuk dan dijamin drainase lancar? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (9/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Buat Lubang Drainase Lebih dari Satu, Jangan Hanya di Tengah

Kesalahan yang paling sering dilakukan saat membuat pot dari galon bekas adalah hanya melubangi bagian tengah dasar galon. Padahal, satu lubang saja sering kali tidak cukup untuk membuang air, terutama ketika media tanam mulai memadat atau tertutup akar tanaman. Akibatnya, air akan tertahan di bagian dasar dan menciptakan kondisi yang terlalu lembap.

Sebaiknya buat sekitar 8–12 lubang yang tersebar merata pada bagian dasar galon. Dengan jumlah lubang yang lebih banyak, air dapat keluar melalui beberapa jalur sekaligus sehingga tidak ada bagian dasar pot yang menjadi tempat genangan. Teknik ini juga membantu menjaga kelembapan media tanam tetap stabil setelah penyiraman maupun saat turun hujan.

Selain mempercepat pembuangan air, banyaknya lubang juga meningkatkan sirkulasi udara di sekitar akar. Akar membutuhkan oksigen untuk melakukan respirasi dan menyerap unsur hara secara optimal. Ketika udara dapat masuk melalui lubang-lubang drainase, pertumbuhan akar menjadi lebih sehat, kuat, dan risiko busuk akar pun dapat diminimalkan.

2. Tambahkan Lubang di Sisi Bawah Galon agar Air Tidak Menggenang

Selain melubangi bagian dasar, sebaiknya buat beberapa lubang tambahan pada sisi bawah galon dengan jarak sekitar 2–3 cm dari dasar. Banyak penghobi tanaman mulai menerapkan teknik ini karena terbukti membantu mengurangi genangan air yang sering tertinggal di dasar pot. Ketika hanya mengandalkan lubang bawah, terkadang media tanam atau akar yang tumbuh lebat dapat menghambat aliran air keluar.

Lubang samping berfungsi sebagai saluran pembuangan cadangan ketika debit air cukup banyak, misalnya setelah hujan deras atau penyiraman berlebih. Air yang berada di dasar galon akan lebih cepat keluar melalui lubang tersebut sehingga media tanam tidak terlalu lama berada dalam kondisi jenuh air. Kondisi ini sangat penting untuk tanaman seperti cabai, tomat, terong, dan melon yang sensitif terhadap busuk akar.

Meski demikian, jumlah lubang samping tidak perlu terlalu banyak. Cukup sekitar 4–6 lubang dengan ukuran sedang agar media tanam tidak mudah keluar. Posisi yang tepat akan membuat sirkulasi air menjadi lebih lancar sekaligus membantu udara masuk ke bagian bawah media tanam.

3. Gunakan Bor atau Solder agar Lubang Lebih Rapi

Banyak orang menggunakan paku yang dipanaskan untuk melubangi galon bekas. Cara ini memang cukup mudah, tetapi sering menghasilkan lubang yang ukurannya tidak seragam dan tepinya kasar. Bahkan, jika plastik galon terlalu tipis, lubang dapat melebar atau retak sehingga kekuatan wadah berkurang.

Apabila memiliki peralatan yang memadai, gunakan bor listrik dengan mata bor berdiameter sekitar 6–10 mm. Lubang yang dihasilkan akan lebih presisi sehingga aliran air menjadi lebih merata. Alternatif lainnya adalah menggunakan solder listrik yang mampu melelehkan plastik secara perlahan sehingga hasil lubang lebih halus.

Lubang yang rapi tidak hanya membuat tampilan pot lebih menarik, tetapi juga mengurangi risiko retakan yang semakin membesar setelah galon digunakan dalam waktu lama. Pot yang lebih awet tentu bisa dipakai untuk beberapa musim tanam tanpa harus sering mengganti wadah.

4. Jangan Membuat Lubang Terlalu Besar

Sebagian orang beranggapan bahwa semakin besar lubang drainase maka semakin baik pula pembuangan airnya. Padahal, lubang yang terlalu besar justru dapat menyebabkan media tanam keluar setiap kali disiram. Akibatnya, volume tanah terus berkurang dan akar menjadi lebih mudah terlihat di permukaan.

Lubang yang terlalu besar juga memungkinkan unsur hara ikut terbawa bersama air saat penyiraman. Lama-kelamaan media tanam menjadi miskin nutrisi sehingga pertumbuhan tanaman tidak optimal. Selain itu, hama seperti semut atau serangga tertentu lebih mudah masuk melalui lubang yang berukuran terlalu besar.

Ukuran lubang sekitar 6–10 mm sudah cukup ideal untuk sebagian besar tanaman. Diameter tersebut mampu mengalirkan air dengan baik tanpa membuat media tanam banyak terbuang. Bila khawatir tanah tetap keluar, Anda dapat menambahkan pecahan genteng, kerikil, atau jaring plastik tipis di bagian dasar galon.

5. Beri Lapisan Kerikil atau Pecahan Genteng di Dasar Galon

Drainase yang baik tidak hanya bergantung pada jumlah lubang, tetapi juga lapisan dasar di dalam galon. Sebelum memasukkan media tanam, tambahkan kerikil kecil, batu apung, pecahan genteng, atau pecahan bata merah setebal sekitar 3–5 cm.

Lapisan tersebut berfungsi menciptakan ruang kosong di dasar pot sehingga air dapat mengalir menuju lubang drainase dengan lebih cepat. Selain itu, media tanam tidak langsung menutup lubang sehingga risiko penyumbatan menjadi jauh lebih kecil.

Cara sederhana ini juga membantu memperpanjang umur media tanam karena kelembapan lebih terjaga. Akar tanaman tidak terus-menerus bersentuhan dengan air yang mengendap sehingga pertumbuhannya menjadi lebih sehat dan kuat.

6. Sesuaikan Jumlah Lubang dengan Jenis Tanaman

Tidak semua tanaman memerlukan sistem drainase yang sama. Tanaman buah dan sayuran seperti cabai, tomat, terong, semangka, atau melon membutuhkan drainase yang lebih cepat karena akarnya mudah membusuk apabila media terlalu basah.

Sebaliknya, beberapa tanaman hias tropis masih mampu mentoleransi kelembapan yang sedikit lebih tinggi. Oleh karena itu, jumlah lubang sebaiknya disesuaikan dengan karakter tanaman yang akan ditanam agar kelembapan media tetap seimbang.

Dengan memahami kebutuhan masing-masing tanaman, Anda tidak perlu khawatir media menjadi terlalu kering maupun terlalu basah. Drainase yang tepat akan membuat penyerapan air dan unsur hara berlangsung lebih efisien sehingga tanaman tumbuh lebih subur.

7. Periksa dan Bersihkan Lubang Drainase Secara Berkala

Lubang drainase yang sudah dibuat bukan berarti akan selalu berfungsi dengan baik. Seiring waktu, lubang tersebut dapat tertutup akar, lumut, tanah yang memadat, maupun sisa daun yang terbawa air. Jika tidak dibersihkan, aliran air akan kembali terhambat.

Lakukan pemeriksaan setiap dua hingga empat minggu, terutama saat musim hujan. Pastikan seluruh lubang masih terbuka dan air dapat keluar dengan lancar ketika galon disiram. Bila ada lubang yang tersumbat, bersihkan menggunakan kawat kecil atau obeng tipis hingga aliran kembali normal.

Perawatan sederhana ini sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh terhadap kesehatan tanaman dalam jangka panjang. Drainase yang selalu lancar akan menjaga akar tetap memperoleh oksigen, mengurangi risiko serangan jamur, dan membuat tanaman lebih produktif sepanjang musim tanam.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Trik Melubangi Galon Bekas agar Akar Tanaman Tidak Mudah Busuk

1. Berapa jumlah lubang ideal pada galon bekas untuk dijadikan pot tanaman?

Umumnya sekitar 8–12 lubang di bagian dasar dan 4–6 lubang di sisi bawah galon sudah cukup untuk menghasilkan drainase yang baik.

2. Apakah semua galon bekas harus diberi lubang samping?

Sangat disarankan, terutama jika galon digunakan untuk menanam sayuran atau tanaman buah yang tidak tahan terhadap genangan air.

3. Berapa ukuran lubang drainase yang ideal?

Diameter sekitar 6–10 mm sudah cukup untuk memperlancar pembuangan air tanpa membuat media tanam banyak keluar.

4. Apa penyebab akar tanaman mudah busuk di galon bekas?

Penyebab utamanya adalah air yang menggenang akibat drainase buruk, media tanam terlalu padat, penyiraman berlebihan, serta kurangnya sirkulasi udara di sekitar akar.

5. Apakah perlu memberi kerikil di dasar galon?

Ya. Kerikil, pecahan genteng, atau batu apung membantu mencegah lubang tersumbat sekaligus mempercepat aliran air keluar dari pot.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |