7 Kesalahan yang Bikin Pohon Buah Gagal Hasilkan Panen Berkualitas, Keharusan Dihindari

20 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kesalahan yang bikin pohon buah gagal hasilkan panen berkualitas sering kali terjadi tanpa disadari oleh pekebun pemula. Sebagaimana melansir laman Orchard People, jika Anda memiliki lahan yang luas dan jika satu atau dua pohon tidak tumbuh dengan baik, mungkin itu bukan masalah besar. Namun bagi yang memiliki lahan sempit dengan beberapa pohon buah saja, Anda mungkin perlu lebih strategis mengelolanya agar tetap bisa menghasilkan panen. 

Mengetahui kesalahan Umum yang bikin pohon buah gagal hasilkan panen berkualitas setidaknya menjadi hal yang perlu dipahami lalu dihindari. Berikut beberapa kesalahan yang bikin pohon buah gagal hasilkan panen berkualitas, merekomendasikan siapa saja untuk menghindarinya, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (18/6/2026).

1. Tidak Semua Pohon Buah Bisa Melakukan Penyerbukan Sendiri

Masih melansir laman Orchad People, beberapa pohon buah, seperti apel, pir, dan plum, tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri. Artinya, mereka membutuhkan pohon lain di dekatnya untuk membantu penyerbukan. Tanpa itu, Anda mungkin akan menunggu selamanya untuk buah yang tidak pernah tumbuh.

Maka dari itu, sebelum membeli varietas pohon buah, lakukan sedikit riset untuk mengetahui apakah pohon membutuhkan pasangan penyerbuk, dan jika ya, jenis mana yang dapat melakukan tugas tersebut. Label di tempat pembibitan tidak selalu memberikan semua informasi, jadi ada baiknya untuk mencari tahu sedetail mungkin. 

2. Memilih Varietas yang Tidak Tahan Penyakit

Tidak semua varietas dari jenis buah yang sama memiliki kualitas atau ketahanan yang setara. Kesalahan yang bikin pohon buah gagal hasilkan panen berkualitas seringkali bermula dari pemilihan varietas yang kurang tepat. Beberapa varietas telah dikembangkan secara khusus agar lebih tahan terhadap penyakit umum pada tanaman buah, seperti kudis apel (apple scab), hawar api (fire blight), atau keriting daun persik (peach leaf curl). Memilih varietas yang tahan hama dan penyakit dapat mengurangi risiko serangan yang merusak hasil panen.

Contoh varietas yang dikenal relatif tahan hama dan penyakit antara lain sirsak, belimbing, jeruk nipis, alpukat kendil, duku, markisa, murbei, kesemek, dan jujube. Penting untuk mengetahui varietas pohon buah yang memiliki ketahanan alami terhadap hama atau karakteristik yang tidak disukai oleh hewan pengganggu. 

Sirsak, misalnya, tidak hanya menghasilkan buah kaya manfaat tetapi juga memiliki karakteristik yang tidak disukai beberapa hama. Pohon ini cocok sebagai peneduh rumah yang jarang didatangi hewan pengganggu. Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin yang dapat digunakan sebagai biopestisida nabati, efektif mengendalikan hama serangga dan menjadikannya pilihan ramah lingkungan untuk pekarangan rumah.

3. Mengabaikan Batang Bawah (Rootstock)

Batang bawah atau rootstock adalah bagian bawah tanaman yang menjadi tempat sambungan entres (batang atas) pada teknik okulasi atau penyambungan. Mengabaikan jenis batang bawah merupakan kesalahan yang bikin pohon buah gagal hasilkan panen berkualitas karena perannya yang krusial. Batang bawah yang tepat dapat memengaruhi ketahanan tanaman terhadap penyakit, kekeringan, serta ukuran dan produktivitas pohon.

Sebuah batang bawah yang baik harus mampu beradaptasi atau tumbuh kompak dengan batang atasnya, sehingga dapat menyatu dan menopang proses pertumbuhannya. Selain itu, batang bawah harus memiliki sistem perakaran yang baik dan dalam, serta tahan terhadap kondisi tanah yang kurang menguntungkan, termasuk hama dan penyakit yang berada di dalam tanah.

4. Pemangkasan Keliru

Pemangkasan adalah salah satu aspek penting dalam perawatan tanaman, namun kesalahan dalam melakukannya bisa menjadi penyebab pohon buah gagal hasilkan panen berkualitas. Pemangkasan yang tepat dapat merangsang pertumbuhan, meningkatkan produksi buah, dan membentuk struktur pohon yang ideal. 

Tujuan pemangkasan meliputi menjaga bentuk pohon, meningkatkan sirkulasi udara dan penetrasi cahaya, serta mengarahkan energi pohon ke pertumbuhan buah yang sehat. Kesalahan umum dalam pemangkasan meliputi pemangkasan daun produktif yang mengurangi kemampuan fotosintesis tanaman, pemangkasan terlalu sering atau berlebihan yang dapat menyebabkan stres pada pohon, serta tidak memangkas daun mati atau tua yang dapat menghambat akses panen dan meningkatkan risiko serangan hama.

Dengan melakukan pemangkasan secara benar, energi pohon dapat dialokasikan secara efisien untuk pembentukan buah, bukan hanya untuk pertumbuhan vegetatif yang tidak produktif. Hal ini juga membantu menjaga kesehatan pohon secara keseluruhan, membuatnya lebih resisten terhadap berbagai masalah.

5. Nutrisi dan Kondisi Tanah Tidak Optimal

Kondisi tanah dan ketersediaan nutrisi merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan pohon buah. Kesalahan yang bikin pohon buah gagal hasilkan panen berkualitas seringkali berkaitan erat dengan nutrisi dan kondisi tanah yang tidak optimal. Tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik akan menyediakan nutrisi yang cukup bagi tanaman, sementara kekurangan nutrisi dapat menyebabkan masalah pertumbuhan, produktivitas rendah, bahkan gagal panen.

Beberapa masalah nutrisi dan kondisi tanah yang perlu diwaspadai meliputi kelebihan nitrogen (N). Nitrogen berperan penting dalam pertumbuhan vegetatif (daun, batang). Jika terlalu banyak nitrogen, tanaman akan lebih fokus pada pertumbuhan daun dan batang, sehingga pembentukan bunga dan buah terhambat. Sebaliknya, kekurangan fosfor (P) dan kalium (K) juga berdampak negatif. Fosfor penting untuk pembentukan akar, bunga, dan buah, sementara kalium berperan dalam pembentukan karbohidrat, peningkatan kualitas buah, dan daya tahan tanaman terhadap penyakit. Kekurangan kedua unsur ini dapat menyebabkan buah kecil, mudah rontok, atau tidak sempurna.

Selain itu, drainase tanah yang buruk akibat tanah terlalu padat atau tergenang air dapat menghambat pertumbuhan akar dan menyebabkan akar membusuk karena kekurangan oksigen. pH tanah yang tidak sesuai juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi oleh akar, karena setiap jenis tanaman memiliki rentang pH idealnya sendiri.

6. Manajemen Hama dan Penyakit yang Abai

Hama dan penyakit merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kerugian besar dan menjadi kesalahan yang bikin pohon buah gagal hasilkan panen berkualitas.  Contoh hama yang sering menyerang tanaman buah antara lain ulat grayak, kutu daun, dan kumbang penggerek batang. Penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri juga dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman dan mengurangi produktivitas. 

Manajemen hama dan penyakit yang abai dapat berujung pada gagal panen. Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis hama dan penyakit yang umum menyerang buah-buahan yang ditanam. Pencegahan meliputi menjaga kebersihan lahan, penggunaan varietas tahan hama, praktik sanitasi alat pertanian, dan perawatan tanaman yang sehat. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis, biologis, atau kimiawi sebagai pilihan terakhir.

7. Kesalahan Pemilihan Bibit dan Lokasi Tanam

Selain bibit, lokasi tanam juga memegang peranan sangat penting. Menanam bibit yang tidak sesuai dengan kondisi lokasi tanam, misalnya menanam buah dataran tinggi di daerah panas, dapat menyebabkan bibit cepat layu atau mati. “Kesalahan paling sering adalah memilih bibit yang tidak sesuai dengan kondisi lokasi tanam,” demikian penjelasan BibitNesia pada tahun 2025. Lingkungan sebagai media tanam harus sesuai syarat mulai dari iklim, sinar matahari, dan curah hujan.

Beberapa tanaman buah bahkan tidak dianjurkan ditanam di depan rumah karena dapat menyebabkan masalah estetika, perawatan, atau dampak lingkungan, seperti pohon mangga yang buahnya besar dan berpotensi mengotori area sekitar. Memastikan kesesuaian bibit dengan lingkungan tanam akan menjadi penentu keberhasilan jangka panjang budidaya pohon buah.

Pertanyaan Seputar Kesalahan yang Bikin Pohon Buah Gagal Hasilkan Panen Berkualitas

1. Mengapa penyerbukan penting untuk pohon buah?

Penyerbukan adalah proses vital yang memicu pembentukan buah dan biji, serta meningkatkan kualitas buah dari segi ukuran, berat, dan kandungan nutrisi.

2. Apa risiko memilih varietas pohon buah yang tidak tahan penyakit?

Memilih varietas yang tidak tahan penyakit meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit, yang dapat merusak hasil panen dan menyebabkan kegagalan budidaya.

3. Bagaimana peran batang bawah (rootstock) dalam keberhasilan panen?

Batang bawah yang tepat memastikan adaptasi yang baik, sistem perakaran yang kuat, dan ketahanan terhadap hama serta penyakit tanah, yang semuanya mendukung pertumbuhan dan produktivitas pohon.

4. Apa saja kesalahan umum dalam pemangkasan pohon buah?

Kesalahan umum meliputi pemangkasan daun produktif, pemangkasan terlalu sering atau berlebihan, dan tidak memangkas daun mati atau tua, yang dapat menyebabkan stres pada tanaman dan mengurangi hasil.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |