Liputan6.com, Jakarta Rasa nyaman adalah fondasi dari setiap hubungan yang sehat dan langgeng. Cara membuat orang lain nyaman dengan kita sebenarnya berakar pada satu hal sederhana, yaitu kehadiran yang tulus dan penuh perhatian.
Kuncinya bukan wajah rupawan atau penampilan sempurna, melainkan bagaimana kita memperlakukan lawan bicara. Dengan menyimak, berempati, dan menjaga sikap terbuka, cara membuat orang lain nyaman dengan kita bisa dikuasai siapa pun.
Berdasarkan riset Association for Psychological Science, kecenderungan seseorang membuat orang lain merasa tenang atau justru tegang merupakan bagian kepribadian yang konsisten dan terukur, yang para peneliti sebut sebagai "affective presence". Keterampilan ini dapat dilatih melalui kebiasaan kecil sehari-hari, Selasa (28/7/2026).
Cara Membuat Orang Lain Nyaman dengan Kita Lewat Komunikasi yang Hangat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302415/original/087468700_1784546064-pexels-alex-green-5700177.jpg)
Perbesar
Komunikasi adalah pintu pertama untuk membangun kedekatan. Dalam praktiknya, cara membuat orang lain nyaman dengan kita dimulai dari bagaimana kita menyimak, menanggapi, dan menghargai setiap perkataan lawan bicara.
-
Jadilah pendengar aktif: Berikan perhatian penuh, singkirkan ponsel, lalu tanggapi dengan anggukan atau pertanyaan singkat. Menjadi pendengar yang baik membuat seseorang merasa dihargai dan diakui.
-
Sebut nama lawan bicara: Nama adalah kata paling bermakna bagi setiap orang. Menyelipkannya dalam obrolan menanamkan kesan positif secara halus di alam bawah sadarnya.
-
Ajukan pertanyaan terbuka: Pancing cerita dengan pertanyaan yang mengundang penjelasan, bukan sekadar jawaban singkat. Tetap jaga porsinya agar tidak berubah menjadi interogasi.
-
Temukan titik kesamaan: Obrolan terasa lebih nyambung ketika ada minat, hobi, atau pengalaman yang sama. Kesamaan kecil pun bisa menjadi jembatan menuju percakapan yang lebih dalam.
-
Berikan pujian yang tulus: Apresiasi yang spesifik dan jujur mampu membuat hari seseorang lebih cerah. Sampaikan dengan wajar tanpa terkesan menjilat.
Mendengarkan secara aktif mendorong keterbukaan dan kejujuran, sekaligus menciptakan atmosfer percakapan yang membuat lawan bicara merasa benar-benar didengar. Kualitas menyimak inilah yang membuat seseorang bersedia menjadikan kita tempat curhat yang aman. Saat orang lain merasa dihargai dan didengarkan, kepercayaan pun tumbuh, dan sosok responsif seperti ini umumnya disukai banyak orang.
Stephen R. Covey, dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People, menuliskan, "Berusahalah lebih dulu untuk memahami, baru kemudian dipahami."Bahasa Tubuh dan Kehadiran yang Menenangkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182084/original/005642400_1744023632-smiley-girl-mother-couch-medium-shot_23-2149028853.jpg)
Perbesar
Manusia sangat peka terhadap sinyal nonverbal. Karena itu, cara membuat orang lain nyaman dengan kita turut ditentukan oleh bahasa tubuh yang kita pancarkan tanpa sepatah kata pun.
-
Tersenyum dengan tulus: Senyum bersifat menular dan menjadi cara paling cepat mencairkan ketegangan. Ekspresi wajah yang ramah menandakan Anda senang berada di dekat lawan bicara.
-
Jaga kontak mata secukupnya: Kontak mata menandakan ketertarikan sekaligus rasa percaya diri. Namun, kontak mata yang terlalu lama bisa terkesan mengintimidasi, jadi imbangi dengan sesekali mengalihkan pandangan secara wajar.
-
Tunjukkan postur terbuka: Hindari melipat tangan atau menunduk. Sikap mencondongkan tubuh ke depan sambil sesekali mengangguk menyampaikan bahwa Anda benar-benar menyimak.
-
Terapkan teknik pencerminan: Meniru postur atau gerakan lawan bicara secara halus dapat memperkuat rasa terhubung. Saat seseorang merasa dekat, ia pun cenderung meniru gerakan tubuh kita tanpa sadar.
Kntak mata idealnya dipertahankan sekitar 60 persen dari waktu percakapan, sambil sedikit mencondongkan tubuh sebagai tanda menyimak. Sebagaimana dikutip dari Psychology Today, para peneliti membedakan koneksi "dingin" yang terkesan tidak berminat dari koneksi "hangat" yang membuat orang lain merasa disukai sekaligus tenang.
Penelitian klasik kerap dikutip bahwa hanya sekitar 7 persen makna percakapan berasal dari kata-kata, sedangkan sisanya dari nada suara dan bahasa tubuh. Karena itu, kemampuan membaca bahasa tubuh lawan bicara sangat membantu kita menyesuaikan sikap agar suasana tetap hangat. Menyelaraskan gestur dengan ucapan juga membuat pesan terasa lebih tulus, seperti diulas dalam berbagai panduan cara mendengarkan yang baik.
Empati dan Penghargaan yang Menumbuhkan Rasa Aman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305282/original/004337300_1784790299-pexels-andres-ayrton-6578997.jpg)
Perbesar
Rasa nyaman tumbuh subur ketika seseorang merasa diterima apa adanya. Inilah sisi terdalam dari cara membuat orang lain nyaman dengan kita, yaitu menghadirkan empati dan rasa aman secara konsisten.
-
Berempati dengan tulus: Cobalah memahami perasaan dari sudut pandang mereka, bukan menanggapi di permukaan saja. Empati membuat seseorang merasa tidak sendirian menghadapi persoalannya.
-
Hormati privasi dan batasan: Jangan mengorek kehidupan pribadi sebelum seseorang membukanya sendiri. Menghargai batasan menumbuhkan rasa saling percaya.
-
Berhenti menghakimi: Terima perbedaan latar belakang, pendapat, dan kebiasaan. Sikap tanpa penghakiman membuat orang bebas menjadi dirinya sendiri.
-
Nyaman dengan diri sendiri: Kegugupan mudah menular dan bisa membuat suasana kaku. Belajar percaya diri adalah modal awal sebelum menenangkan orang lain.
Sebagaimana dilaporkan Asana, rapport yang kuat membuat orang merasa didengar, dihargai, dan nyaman, sehingga komunikasi maupun kerja sama menjadi jauh lebih mudah.
Rasa percaya diri itu sendiri bisa dilatih. Beberapa metode psikologi menyebut pentingnya mengelola dialog internal, sementara lingkungan sosial yang positif turut membentuk cara kita memandang diri. Bahkan rasa gugup saat berbicara di depan umum pun dapat diredakan dengan latihan bertahap.
Sebagaimana diungkapkan Positive Psychology, mengutip buku The Art of Connection karya Susan Young, kita dapat menonjolkan sisi positif orang lain dengan tetap tenang, meminta pendapat mereka, dan bersedia menaruh ego di belakang.
Kebiasaan Halus yang Membuat Orang Betah di Dekat Kita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8222496/original/002077900_1781082527-pexels-anh-khac-14621154-12939603.jpg)
Perbesar
Selain teknik besar, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang diam-diam membuat orang betah berlama-lama bersama kita. Kebiasaan ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya pada rasa aman seseorang sangat besar.
Memilih tempat pertemuan yang tenang dan tidak ramai dapat membuat interaksi terasa tidak melelahkan, sehingga percakapan menjadi lebih bermakna.
-
Mengingat detail kecil: Menanyakan kembali hal spesifik yang pernah diceritakan, seperti hobi atau rencana liburannya, membuat seseorang merasa benar-benar diperhatikan.
-
Menerima kata "tidak": Berhenti mendesak ketika seseorang menarik diri atau memberi jawaban singkat adalah bentuk penghormatan yang menenangkan.
-
Peka membaca sinyal: Belajar membaca bahasa tubuh serta kepribadian lewat gestur membantu kita menyesuaikan sikap, dan kemampuan memahami lawan bicara membuat interaksi terasa mengalir.
-
Menyisipkan humor ringan: Tertawa bersama menciptakan keselarasan. Bercandalah soal situasi atau diri sendiri, bukan merendahkan orang lain.
-
Berbicara jelas dan tidak terburu: Atur nada dan kecepatan bicara agar mudah dipahami. Suara yang tenang menandakan Anda menghargai lawan bicara maupun diri sendiri.
-
Fokus penuh tanpa gangguan: Ingat bahwa percakapan bukan tentang kita, melainkan tentang mereka. Berhenti melirik ponsel setiap saat sudah cukup menunjukkan kepedulian.
-
Menjaga sopan santun: Ucapan "tolong", "maaf", dan "terima kasih" pada waktu yang tepat membangun kesan hangat sekaligus dapat dipercaya.
Mengutip CoachHub, para peneliti Linda Tickle-Degnen dan Robert Rosenthal menyimpulkan bahwa rapport terbentuk dari tiga unsur, yaitu perhatian timbal balik, koordinasi, dan positivitas. Seperti yang diberitakan BetterUp, kita kerap keliru menilai seseorang hanya dari kesan pertama, padahal kesamaan sering kali baru terlihat setelah percakapan berjalan lebih dalam.
Membangun kenyamanan bukanlah proses instan, melainkan kebiasaan yang tumbuh seiring waktu. Dengan konsisten menyimak, berempati, dan menghargai, cara membuat orang lain nyaman dengan kita perlahan akan menjadi karakter yang melekat secara alami.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Membuat Orang Lain Nyaman
Apa yang membuat seseorang merasa nyaman dengan kita?
Seseorang merasa nyaman ketika ia merasa didengar, dihargai, dan tidak dihakimi. Kombinasi antara perhatian yang tulus, empati, dan bahasa tubuh yang terbuka menciptakan rasa aman yang membuat orang betah berada di dekat kita.
Bagaimana cara membuat orang nyaman saat ngobrol?
Fokuslah pada lawan bicara dengan menyimak tanpa memotong, ajukan pertanyaan yang relevan, dan tanggapi ceritanya dengan antusias. Sesekali temukan kesamaan agar obrolan mengalir, serta jaga kontak mata dan senyum agar suasana tetap cair.
Kenapa ada orang yang sulit membuat orang lain nyaman?
Biasanya karena terlalu fokus pada diri sendiri, kurang peka terhadap sinyal nonverbal, atau belum nyaman dengan dirinya sendiri sehingga terlihat gugup. Kabar baiknya, keterampilan ini bisa dilatih dengan membiasakan diri mendengarkan dan berempati secara konsisten.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4606473/original/072088200_1696996150-gentle-stylish-couple-are-having-walk-autumn-park_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305212/original/090597500_1784787648-0eYO9KqzCeHUT9Wyqgi9FKzKNjcA7fE2c7b9YQlM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290719/original/097006700_1783492831-pexels-novkov-visuals-34321279.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305206/original/046390400_1784787642-EQzVePONmEhxlp9gupCIHmovXp5k4bcAfsotPCgn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305527/original/028797300_1784796633-xS5xBt7kwmU8YpI2MER0FHnKbqj0Qp9oleru0isF.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305211/original/083016000_1784787647-qclcWtnasMjXkifuT2kPGqCwYgrWlDhYq2scwbH4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579484/original/041619100_1778053242-Perilaku_Manipulatif_Demi_Keuntungan_Pribadi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5751244/original/037596000_1778651848-asian-woman-dreaming-while-sleeping-bed-bedroom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305213/original/001155100_1784787650-aglCjt6yM2K82ABDwZHLtwgKvhiCEtetefsYcn3x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308406/original/024809300_1785140138-8aa6d740-0ecb-472c-92ce-e7cdd2a5e7ea.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305533/original/093741600_1784796640-5OVWW5RAwVNLi2diKToktljFRjVA41NvprVK62sD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308368/original/048087900_1785139020-0f7e66f5-a62a-4502-9e0d-2f24cabfe9a7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305214/original/011859500_1784787651-kSUuqK4y77L9rM9laadgIzmbpbIstWc3TwoZOJjH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334102/original/099948900_1756707266-high-angle-woman-gym-break.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3147005/original/033411800_1591619574-woman-in-blue-suit-jacket-2422293__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308102/original/049733300_1785128719-7f1f8754-4987-4a49-8c00-fa7781bdead6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3127876/original/030269800_1589437740-woman-in-orange-blazer-2701161.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4843926/original/068798200_1716798063-Ilustrasi_teman__konflik__bertengkar__iri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4414261/original/041753900_1683121838-spencer-backman-1KdD2iBlnRI-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305528/original/006428400_1784796635-bOPy1BsJaVFqDdtF4wg3UPO9AarMhBSfwqd784dI.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488914/original/060208200_1769769767-Gemini_Generated_Image_gzkq69gzkq69gzkq.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547657/original/046072000_1775466242-Inspirasi_Meja_Taman_dari_Batu_dan_Kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483966/original/078092000_1769410020-Jeruk_Calamondin__Si_Kecil_Pembawa_Keberuntungan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436756/original/083213400_1765185072-messy-interior-full-clothing.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4424747/original/096223300_1683862013-close-up-hands-holding-tablet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5128907/original/2100_1739263990-DALL__E_2025-02-11_15.52.52_-_A_modern_Bitcoin_ATM_with_a_sleek__futuristic_design__featuring_a_large_touchscreen_displaying_Bitcoin_price_charts_and_QR_codes_for_transactions._The.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3219334/original/048020600_1598421990-foodism360-WnKdAAo2Rvw-unsplash.jpg)