Liputan6.com, Jakarta - Mulsa plastik memang masih banyak digunakan untuk menjaga kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan gulma. Namun, semakin banyak pekebun rumahan mulai mencari bahan pengganti mulsa plastik untuk kebun sayur yang lebih ramah lingkungan, mudah diperoleh, sekaligus tidak menambah limbah setelah masa tanam berakhir.
Berbagai bahan sederhana yang sering dianggap sebagai sampah ternyata dapat dimanfaatkan sebagai mulsa alami. Daun kering, karton bekas, hingga rumput hasil memangkas halaman mampu melindungi permukaan tanah dengan fungsi yang tidak jauh berbeda dari mulsa plastik apabila digunakan secara tepat.
Berikut ini adalah beberapa bahan pengganti mulsa plastik untuk kebun sayur yang mudah ditemukan di rumah, dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (12/7/2026). Selain lebih hemat, sebagian besar bahan ini akan terurai menjadi kompos alami sehingga membantu meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjang.
1. Daun Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294449/original/047052200_1783837714-fdf42e29-9365-4e21-818e-afb16ba0b8aa.jpg)
Perbesar
Daun yang berguguran di halaman, taman, atau pinggir jalan sering kali berakhir dibakar atau dibuang begitu saja. Padahal, tumpukan daun kering ini dapat dimanfaatkan sebagai mulsa alami yang menjaga kelembapan tanah sekaligus menekan pertumbuhan gulma di sela-sela tanaman sayur.
Cara pemakaiannya pun tergolong sederhana. Daun kering cukup disebar merata di atas permukaan tanah dengan ketebalan sekitar lima hingga tujuh sentimeter, lalu dibiarkan menutupi area sekitar batang tanaman tanpa menempel langsung agar tidak memicu pembusukan pada pangkal batang.
Seiring waktu, lapisan daun ini akan terurai dan menyumbang bahan organik bagi tanah. Bagi pekebun rumahan, daun kering menjadi pilihan paling murah karena tersedia gratis dan bisa dikumpulkan langsung dari lingkungan sekitar tanpa perlu biaya tambahan.
2. Karton Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294451/original/050438000_1783837714-3752dc7b-ecd8-405c-9848-2286f10ad757.jpg)
Perbesar
Kardus atau karton bekas yang menumpuk di gudang rumah maupun toko sering dianggap sampah yang merepotkan. Namun, lembaran karton tanpa lapisan plastik maupun lilin justru efektif menutupi permukaan tanah sehingga cahaya matahari tidak sampai ke benih gulma yang tersembunyi di dalamnya.
Penggunaannya cukup dengan membentangkan lembaran karton di atas bedengan, lalu memberi lubang kecil di titik tempat bibit sayur akan ditanam. Setelah itu, karton bisa ditimpa dengan lapisan kompos atau daun kering agar tidak mudah terbang tertiup angin.
Karton juga memiliki keunggulan karena akan terurai seiring waktu dan menyatu dengan tanah. Proses penguraian ini biasanya memakan waktu beberapa bulan, tergantung ketebalan dan kondisi kelembapan lahan tempat karton tersebut digunakan.
3. Koran Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294453/original/054514100_1783837714-42c2af3e-fac4-453c-8c26-c27960517b45.jpg)
Perbesar
Koran bekas berbahan kertas hitam putih menjadi salah satu bahan pengganti mulsa plastik untuk kebun sayur yang paling mudah ditemukan. Tumpukan koran lama yang biasanya hanya menumpuk di rumah bisa langsung dialihfungsikan tanpa perlu diolah terlebih dahulu.
Untuk menggunakannya, susun beberapa lembar koran menjadi satu lapisan dengan ketebalan sekitar empat hingga enam lembar, lalu letakkan di atas tanah yang telah dibersihkan dari gulma. Metode ini efektif menghalangi sinar matahari sehingga biji gulma tidak dapat berkecambah.
Kelemahannya, koran tergolong mulsa sementara karena mudah robek dan terbawa angin. Untuk mengatasinya, lapisan koran perlu ditutup lagi dengan daun kering atau kompos agar tetap menempel dan bertahan lebih lama di atas permukaan bedengan.
4. Potongan Rumput Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294454/original/058439100_1783837714-278b62c4-48d6-404c-8462-51a357394999.jpg)
Perbesar
Rumput hasil memangkas halaman sering kali dibuang begitu saja, padahal bahan ini bisa diolah menjadi mulsa organik yang bermanfaat. Setelah dipangkas, rumput perlu dijemur terlebih dahulu hingga benar-benar kering sebelum disebar di atas tanah kebun sayur.
Proses pengeringan ini penting untuk mencegah rumput segar membusuk dan memicu bau tidak sedap saat ditumpuk di lahan. Selain itu, rumput yang masih basah cenderung memadat dan menghalangi sirkulasi udara ke akar tanaman di bawahnya.
Pekebun juga perlu memastikan rumput yang digunakan belum berbunga atau berbiji. Rumput yang sudah berbiji berisiko justru menumbuhkan gulma baru di lahan, sehingga tujuan awal penggunaan mulsa untuk menekan gulma malah tidak tercapai secara maksimal.
5. Kompos
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294456/original/062536700_1783837714-e6bd04a5-e8dd-49e4-9b34-4f5cece204a6.jpg)
Perbesar
Kompos dikenal luas sebagai penyubur tanah, tetapi fungsinya tidak berhenti di situ. Bahan organik hasil fermentasi sisa dapur dan dedaunan ini juga bisa berperan ganda sebagai mulsa yang menjaga kelembapan tanah sekaligus memperbaiki struktur tanah secara bertahap.
Lapisan kompos yang disebar di permukaan bedengan mampu menahan penguapan air lebih baik dibandingkan tanah yang dibiarkan terbuka. Kondisi ini membuat tanaman sayur tidak mudah kekurangan air, terutama saat cuaca panas atau musim kemarau berkepanjangan.
Di sisi lain, kompos berperan aktif menyuplai nutrisi bagi tanaman karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan akar. Kombinasi fungsi sebagai mulsa sekaligus pupuk inilah yang membuat kompos menjadi pilihan favorit di kalangan pekebun organik.
6. Serbuk Gergaji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294457/original/067030500_1783837714-b1691718-1474-4730-8298-dc8af79bbd59.jpg)
Perbesar
Serbuk gergaji dari bengkel kayu tergolong bahan yang mudah diperoleh di banyak kota, terutama di area yang dekat dengan sentra industri mebel atau pertukangan. Limbah kayu halus ini bisa dimanfaatkan sebagai mulsa ringan untuk kebun sayur berskala rumahan.
Penggunaannya perlu diperhatikan dengan saksama karena serbuk gergaji sebaiknya disebar dalam lapisan tipis saja. Lapisan yang terlalu tebal berisiko memadat dan menghambat air meresap ke dalam tanah, sehingga justru merugikan pertumbuhan akar tanaman sayur.
Hal terpenting yang wajib dipastikan adalah asal serbuk gergaji tersebut. Pekebun harus memilih serbuk dari kayu yang tidak diberi cat, pernis, atau bahan kimia lain agar residunya tidak mencemari tanah maupun terserap oleh tanaman yang akan dikonsumsi.
7. Sabut Kelapa atau Cocopeat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294458/original/071076000_1783837714-b1fddedd-ad83-4d86-8a7c-4ff4c7308bd3.jpg)
Perbesar
Sabut kelapa, baik dalam bentuk utuh maupun olahan cocopeat, kini mudah dibeli di toko tanaman maupun marketplace daring. Bahan ini menjadi salah satu bahan pengganti mulsa plastik untuk kebun sayur yang populer karena daya serap airnya tergolong tinggi.
Kemampuan menyimpan air inilah yang membuat cocopeat unggul dibanding mulsa organik lain, terutama untuk lahan yang cenderung cepat kering. Kelembapan tanah dapat terjaga lebih lama meski intensitas penyiraman tidak dilakukan sesering biasanya.
Selain praktis digunakan, sabut kelapa juga tahan lebih lama dibanding daun kering atau koran karena teksturnya yang lebih padat. Karakter ini membuatnya cocok untuk kebun sayur yang ditanam dalam pot maupun bedengan permanen di halaman rumah.
8. Jerami Padi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294459/original/075072900_1783837714-6a4e7d55-f965-4e43-8659-5d110919ae27.jpg)
Perbesar
Jerami padi memang lebih mudah ditemukan di daerah pertanian yang dekat dengan sawah. Meski begitu, ketersediaannya kini semakin meluas karena banyak toko pertanian maupun platform belanja daring turut menjual jerami dalam kemasan siap pakai bagi pekebun perkotaan.
Sebagai mulsa, jerami padi unggul dalam menahan panas berlebih di permukaan tanah sekaligus melindungi akar dari suhu ekstrem. Teksturnya yang berongga juga membantu sirkulasi udara tetap lancar sehingga tanah tidak mudah mengeras maupun tergenang air.
Faktor kepraktisan menjadikan jerami tetap diminati meski bukan berasal dari lingkungan sekitar rumah. Bagi pekebun yang tidak memiliki akses ke sisa panen padi, membeli jerami kemasan menjadi solusi alternatif yang tetap ramah biaya dan lingkungan.
9. Kulit Kacang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294460/original/079919100_1783837714-af8a6818-53f5-4929-8c6e-25d36f45a3ab.jpg)
Perbesar
Kulit kacang tanah maupun kulit kacang jenis lain umumnya berakhir sebagai limbah dapur yang dibuang tanpa dimanfaatkan. Padahal, bahan ini bisa diolah menjadi mulsa ringan yang cukup efektif membantu mengurangi laju penguapan air dari permukaan tanah kebun.
Teksturnya yang berongga dan ringan membuat kulit kacang mudah disebar merata di sela-sela tanaman sayur. Lapisan ini juga tidak mudah memadat sehingga sirkulasi udara ke akar tanaman tetap terjaga meski disebar dalam jumlah cukup banyak.
Sama seperti bahan organik lainnya, kulit kacang lambat laun akan terurai dan menjadi bahan organik yang menyuburkan tanah. Proses ini menjadikan kulit kacang bukan sekadar penutup tanah, melainkan juga kontributor nutrisi jangka panjang bagi kebun sayur.
10. Cangkang Telur yang Dihancurkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294461/original/083790700_1783837714-87ed4004-3a3e-4f2f-82fb-4a60f958efa6.jpg)
Perbesar
Cangkang telur sebenarnya kurang efektif jika dijadikan mulsa utama karena bentuknya yang kecil dan tidak mampu menutupi permukaan tanah secara merata. Meski demikian, bahan ini tetap punya peran penting sebagai pelengkap dalam kombinasi mulsa organik lain.
Cangkang telur yang dihancurkan biasanya ditaburkan di sekitar pangkal tanaman bersama bahan organik lain seperti kompos atau daun kering. Kombinasi ini membantu memperlambat penguapan air sekaligus menambah kalsium ke dalam tanah seiring proses penguraiannya.
Selain manfaat bagi kesuburan tanah, banyak pekebun meyakini taburan cangkang telur dapat mengurangi gangguan siput pada tanaman sayur. Tekstur tajam dari pecahan cangkang dipercaya membuat hewan lunak tersebut enggan melintasi area yang telah ditaburi bahan ini.
Pertanyaan Seputar Bahan Pengganti Mulsa Plastik untuk Kebun Sayur
1. Apa saja bahan pengganti mulsa plastik untuk kebun sayur yang paling mudah didapat?
Daun kering, koran bekas, dan karton bekas menjadi pilihan paling mudah karena umumnya sudah tersedia di rumah tanpa perlu membeli. Ketiganya juga tidak memerlukan pengolahan rumit sebelum digunakan sebagai mulsa di kebun sayur.
2. Berapa lama mulsa organik bertahan di atas tanah?
Daya tahan mulsa organik bervariasi tergantung jenis bahan dan kondisi cuaca. Koran bekas biasanya hanya bertahan beberapa minggu, sementara sabut kelapa dan jerami padi dapat bertahan hingga beberapa bulan sebelum akhirnya terurai sepenuhnya.
3. Apakah mulsa organik bisa langsung menyuburkan tanah?
Sebagian besar mulsa organik memang akan terurai dan menyumbang bahan organik bagi tanah, tetapi prosesnya berlangsung bertahap. Kompos menjadi bahan yang paling cepat memberi manfaat karena sudah dalam kondisi terurai sebagian sejak awal digunakan.
4. Apakah serbuk gergaji aman digunakan untuk kebun sayur?
Serbuk gergaji aman digunakan selama berasal dari kayu yang tidak diberi cat, pernis, atau bahan kimia lain. Penggunaannya juga perlu dibatasi dalam lapisan tipis agar tidak menghambat penyerapan air ke dalam tanah.
5. Bagaimana cara mencegah mulsa organik terbang tertiup angin?
Bahan ringan seperti koran bekas atau daun kering sebaiknya ditimpa dengan lapisan kompos atau bahan yang lebih berat di atasnya. Cara ini membantu mulsa tetap menempel di permukaan tanah meski terkena embusan angin kencang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8958319/original/083726500_1782975088-OH8BN9FIxptoM2rozCNOs6wFlgdqR2fVNZ8A6gWp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291911/original/003337200_1783579899-G5yvJuF4t59sTAp7jobCFw8Wbeu7M7K8XAmpn3pc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289814/original/022932600_1783415475-NBnhOTW7kehwXYssN20KTfrFOlQcWE2TxzgcH3RL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9294465/original/031380700_1783838040-Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9294384/original/088791700_1783833203-7421586015004536371.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9294428/original/026956500_1783836409-Dispenser.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9294341/original/067534100_1783830316-Budidaya_Ikan_Nila_di_Bak_Plastik_Bekas_untuk_Pekarangan_Rumah_Type_36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9294265/original/044600800_1783826445-ChatGPT_Image_Jul_12__2026__10_17_32_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292750/original/024019500_1783655484-msF8q4mQp5F8AuR70jgpdGOGI5L2jD4KrShtfMiA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290855/original/092277200_1783497038-TxmvJLDLSd2qCnXIZ4WycJGlJD7M0baxV37kWMSa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290858/original/029000100_1783497043-PVbQk7yNiUBVaJm1wGNtWPhNLbZl7tsMcZXyGu7I.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289839/original/083659000_1783415498-HBWAFR87IpF7N01dbJTUCd0fXdmykeeEf068gJp3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771021/original/090316200_1710314806-IMG_1696.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289815/original/077453500_1783415476-nHQWOfVL5Nm2EdgdlGgmz8v9MXAsLiDAtyZCQNZI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291563/original/014403800_1783569051-Z1J5EoI9PFdgCXPM1aLx52rmhU2FSanskUE1ypvv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293166/original/095735500_1783676798-HL_selasar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293081/original/000129600_1783671999-e971093d-edee-45aa-9ebe-6a36c5567494.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293143/original/075456600_1783675607-15604761194531344503.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293034/original/034105700_1783669920-Gemini_Generated_Image_9p0e389p0e389p0e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291932/original/098565900_1783579953-kr3MZGM1IQRMXYhAISMIfpdgZ0P0h77xsPPlyS7E.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534137/original/055681200_1773812233-Pagar_Rumah_dari_Barang_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488914/original/060208200_1769769767-Gemini_Generated_Image_gzkq69gzkq69gzkq.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516967/original/051073800_1772372177-Baju_Lebaran_Keluarga_Muda_Cocok_untuk_Silaturahmi_ke_Mertua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)