:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291563/original/014403800_1783569051-Z1J5EoI9PFdgCXPM1aLx52rmhU2FSanskUE1ypvv.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Kode kehormatan pramuka penggalang menjadi pedoman moral yang wajib dipahami setiap anggota berusia 11 hingga 15 tahun. Aturan ini menuntun sikap, ucapan, dan perilaku pramuka baik saat latihan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Secara garis besar, kode kehormatan pramuka penggalang tersusun atas dua bagian, yaitu janji yang disebut Trisatya dan ketentuan moral yang disebut Dasadarma. Keduanya bukan sekadar hafalan, melainkan komitmen yang harus diamalkan secara nyata.
Trisatya berisi tiga janji setia, sementara Dasadarma memuat sepuluh tuntunan tingkah laku. Dua unsur ini saling melengkapi dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman dan bertanggung jawab.
Merujuk Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 yang diterbitkan Kemendikbud, pendidikan kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah, sehingga pemahaman kode kehormatan ini melekat sejak bangku sekolah.
Pengertian Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2329030/original/077101100_1534214958-053500600_1494729847-20170514-Kirab-Kebangsaan-HEL-5.jpg)
Perbesar
Kode kehormatan pramuka penggalang adalah serangkaian ketentuan dasar berupa janji dan nilai moral yang menjadi ukuran tingkah laku setiap anggota. Kode ini menjadi kode etik yang berlaku baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.
Merujuk Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, kode kehormatan terdiri atas janji yang disebut Satya dan ketentuan moral yang disebut Darma. Satya diucapkan secara sukarela oleh calon anggota pada saat pelantikan sebagai pengikat diri demi kehormatannya.
Untuk golongan penggalang, yakni peserta didik berusia 11 sampai 15 tahun, kode kehormatan diwujudkan dalam Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma. Golongan ini menempati tingkatan kedua setelah siaga dan mulai dikenalkan pada tanggung jawab, kepemimpinan, serta kerja sama, yang tercermin pula pada Tanda Kecakapan Umum yang mereka raih.
Di setiap negara tempat kepanduan berkembang, gerakan ini selalu memuat janji pramuka (scout oath atau promise) dan hukum pramuka (scout law) dengan sedikit variasi sesuai tuntutan tradisi serta budaya nasional. Dari sinilah dapat dipahami bahwa Trisatya dan Dasadarma merupakan bentuk adaptasi kode kepanduan dunia ke dalam nilai keindonesiaan.
Isi Trisatya dan Dasadarma sebagai Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
Kode kehormatan pramuka penggalang memiliki rumusan baku yang wajib diucapkan dan dipegang teguh. Rumusan ini menjadi napas dari setiap kegiatan kepramukaan pada golongan penggalang.
Sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Satya dipakai sebagai dasar pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik, sedangkan Darma menjadi sistem nilai yang harus dihayati dan diamalkan di masyarakat. Berikut bunyi lengkap Trisatya Pramuka Penggalang:
- Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh, menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila; menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat; menepati Dasadarma.
Adapun sepuluh butir Dasadarma yang menjadi ketentuan moral pramuka penggalang adalah sebagai berikut:
- Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
- Patriot yang sopan dan kesatria.
- Patuh dan suka bermusyawarah.
- Rela menolong dan tabah.
- Rajin, terampil, dan gembira.
- Hemat, cermat, dan bersahaja.
- Disiplin, berani, dan setia.
- Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
- Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Satu hal yang membedakan Trisatya penggalang dari penegak terletak pada frasa "mempersiapkan diri membangun masyarakat", sementara penegak menggunakan "ikut serta membangun masyarakat". Selain rumusan janji, anggota juga diperkenalkan dengan tanda pengenal Gerakan Pramuka dan Tanda Kecakapan Khusus yang menandai perkembangan kompetensi mereka.
Makna Sepuluh Dasadarma bagi Pramuka Penggalang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4500798/original/080031900_1689222189-mufid-majnun-7FFRe4xfRrg-unsplash.jpg)
Perbesar
Dasadarma bukan sekadar deretan kalimat yang dihafal, melainkan nilai yang harus dipahami maknanya. Pemahaman inilah yang membuat kode kehormatan pramuka penggalang benar-benar hidup dalam perilaku.
Mengutip pedoman kepramukaan nasional, Dasadarma merupakan penjabaran dari Pancasila sekaligus tuntunan tingkah laku untuk melaksanakan Satya. Berikut makna singkat dari setiap butirnya:
- Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berarti menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama serta menghormati keyakinan orang lain.
- Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia mengajak pramuka menjaga lingkungan dan berbagi kasih kepada seluruh makhluk hidup.
- Patriot yang sopan dan kesatria menuntut sikap cinta tanah air yang dibarengi kesantunan dan keberanian membela kebenaran.
- Patuh dan suka bermusyawarah menekankan ketaatan pada tugas serta kebiasaan mengambil keputusan lewat mufakat.
- Rela menolong dan tabah mendorong sikap ikhlas membantu tanpa pamrih dan tidak mudah menyerah menghadapi cobaan.
- Rajin, terampil, dan gembira mengajarkan semangat bekerja, penguasaan keterampilan, dan hati yang riang.
- Hemat, cermat, dan bersahaja membiasakan hidup sederhana serta bijak mengelola waktu, tenaga, dan harta.
- Disiplin, berani, dan setia menanamkan ketepatan, keberanian mengambil keputusan, dan kesetiaan pada janji.
- Bertanggung jawab dan dapat dipercaya menuntut kejujuran serta kesediaan mengemban amanat.
- Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan menjaga kebersihan hati agar selaras antara niat, ucapan, dan tindakan.
Penghayatan makna inilah yang membuat penerapan Dasadarma terasa nyata, misalnya ketika anggota mengembalikan barang temuan atau menolong teman tanpa diminta. Momen pemahaman ini biasanya diperkuat sejak tanda pelantikan Pramuka disematkan, dan sering dipupuk melalui kata-kata Pramuka yang menyemangati.
Jejak Sejarah Kode Kehormatan dalam Gerakan Kepanduan Dunia
Kode kehormatan pramuka penggalang berakar dari gerakan kepanduan dunia yang dirintis Robert Baden-Powell. Hukum pramuka pertama kali muncul dalam buku Scouting for Boys pada 1908 dan awalnya hanya memuat sembilan poin, sebelum poin kesepuluh tentang kesucian (clean) ditambahkan Baden-Powell pada 1911.
Sejak awal, sang pendiri memandang penghayatan nilai jauh lebih penting daripada sekadar hafalan. Robert Baden-Powell, sendiri sempat menyatakan bahwa "Kita tidak pernah gagal ketika berusaha menjalankan kewajiban kita, kita justru gagal ketika mengabaikannya." Ia juga menegaskan pentingnya kejujuran sebagai fondasi, dan Baden-Powell, mengatakan, "Kepercayaan seharusnya menjadi dasar dari seluruh pembinaan moral kita."
Semangat berbuat baik setiap hari menjadi inti kepanduan yang kelak menjelma dalam butir "rela menolong" pada Dasadarma. Baden-Powell, menjelaskan maksud berbuat baik, "Yang saya maksud adalah menjadikan dirimu berguna dan melakukan kebaikan-kebaikan kecil bagi orang lain, baik mereka teman maupun orang asing."
Catatan sejarah kepanduan menunjukkan bahwa saat mengucapkan janji, pramuka memberi hormat dengan tiga jari, dan Organisasi Kepramukaan Dunia (WOSM) tetap menempatkan kewajiban terhadap Tuhan sebagai unsur penting meski memberi ruang bagi budaya tiap negara. Ruang penyesuaian inilah yang memungkinkan Indonesia merumuskan Trisatya dan Dasadarma, lengkap dengan identitas seperti lambang Gerakan Pramuka tunas kelapa.
Fungsi dan Cara Mengamalkan Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4119809/original/026574700_1660187544-5531907.jpg)
Perbesar
Fungsi utama kode kehormatan pramuka penggalang adalah sebagai kode etik sekaligus alat pembentuk karakter. Melalui janji dan nilai moral ini, anggota belajar mengambil tanggung jawab, menghormati sesama, dan menumbuhkan rasa gotong royong sejak usia remaja.
Pengamalannya dapat dimulai dari hal sederhana, seperti jujur saat ujian, membuang sampah pada tempatnya, hingga membantu teman satu regu. Nilai kebersamaan ini pula yang menyatukan anggota dari berbagai latar belakang, sejalan dengan pernyataan Baden-Powell, yang menyebut bahwa seragam menumbuhkan persaudaraan, karena ketika dipakai secara universal, ia menutupi semua perbedaan kelas dan negara. Semangat itu terlihat nyata pada penggunaan baju pramuka berwarna cokelat yang seragam di seluruh Indonesia.
Dalam praktik latihan, kode kehormatan kerap dihidupkan lewat kegiatan yang menyenangkan, mulai dari yel-yel Pramuka, permainan regu, hingga pantun Pramuka yang menyisipkan pesan moral. Baden-Powell, mengingatkan tujuan kepanduan, "Menjadi Pramuka bukan hanya untuk memberimu kesenangan dan petualangan, tetapi agar kamu siap menolong negaramu dan melayani orang lain yang membutuhkan bantuan."
Puncak penghayatan kode kehormatan biasanya terasa saat upacara dan pelantikan, ketika Trisatya diikrarkan dengan khidmat dan diiringi pembacaan doa. Kesungguhan ini pada akhirnya bermuara pada pesan abadi Baden-Powell, yakni: "Cobalah tinggalkan dunia ini sedikit lebih baik daripada saat kamu menemukannya." Nilai-nilai serupa juga bisa terus dijaga melalui kumpulan quotes Pramuka yang inspiratif maupun kata-kata anak Pramuka yang membangkitkan semangat kebersamaan.
Baca juga: Contoh teks bacaan doa upacara beserta panduan pelaksanaannya
Baca juga: Referensi yel-yel yang singkat dan mudah dihafal untuk kegiatan sekolah
Baca juga: Ide yel-yel seru untuk siswa SMP dan SMA agar makin akrab
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
Apa saja isi kode kehormatan pramuka penggalang?
Kode kehormatan pramuka penggalang terdiri atas dua bagian, yaitu Trisatya yang berisi tiga janji setia dan Dasadarma yang memuat sepuluh ketentuan moral. Keduanya wajib dipahami, dihafal, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Apa perbedaan Trisatya pramuka penggalang dan penegak?
Perbedaan utamanya terletak pada poin kedua. Trisatya penggalang menggunakan frasa "mempersiapkan diri membangun masyarakat", sedangkan penegak memakai "ikut serta membangun masyarakat", karena penegak dianggap sudah lebih matang dalam memikul tanggung jawab sosial.
Berapa usia anggota pramuka penggalang?
Pramuka penggalang adalah peserta didik yang berusia 11 hingga 15 tahun, umumnya setara siswa akhir sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Pada usia inilah kode kehormatan berupa Trisatya dan Dasadarma mulai diterapkan secara penuh.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293166/original/095735500_1783676798-HL_selasar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293081/original/000129600_1783671999-e971093d-edee-45aa-9ebe-6a36c5567494.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293143/original/075456600_1783675607-15604761194531344503.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293034/original/034105700_1783669920-Gemini_Generated_Image_9p0e389p0e389p0e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291932/original/098565900_1783579953-kr3MZGM1IQRMXYhAISMIfpdgZ0P0h77xsPPlyS7E.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292976/original/019435400_1783667126-c88984f7-4690-401b-befc-1162033a551e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293039/original/025303800_1783669976-luar_ramah_lansia_5a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293068/original/084415400_1783671704-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292952/original/085880600_1783665808-a3eb9634-f6a6-4ee0-ba23-72299567532a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291920/original/096743300_1783579911-rGwoc6W8Pd3quHWwUVk1mvxUyG7xHRqSToJftl5g.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291562/original/002937800_1783569050-vHzlVzI4w4e0YBR98DqS7OsDWiR0ifcqnJN3Zmp9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290861/original/087993000_1783497046-NkZQP4sXCDaMxokPh8oc6bzdzoeAph4zdz3u4iX6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290860/original/056539300_1783497045-7tgL6pdnMH2cgN5o9BzozOYzWl0Oej3jaSK7pr2Z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316819/original/050558400_1755251107-pexels-cottonbro-4107284.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292758/original/055461000_1783655731-Gemini_Generated_Image_7keizv7keizv7kei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289196/original/001564200_1783395698-bEtQopdvUGiFHMaSE7mpH7Cz5OB03plnAi7nRMP8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290578/original/023555000_1783486245-2J1BbCqc551jsG3dtm3YhaG7EOcRbpk1SVXIKnKd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4120503/original/007322800_1660210188-e-KTP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292025/original/091845300_1783582890-7897660443124638388.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289203/original/015463100_1783395707-MdZwAOgiw5L0riNCYyvrzHR8Im6WVnKkOdpfciEw.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534137/original/055681200_1773812233-Pagar_Rumah_dari_Barang_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488914/original/060208200_1769769767-Gemini_Generated_Image_gzkq69gzkq69gzkq.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516967/original/051073800_1772372177-Baju_Lebaran_Keluarga_Muda_Cocok_untuk_Silaturahmi_ke_Mertua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)