Pengertian dan Penyebab Rhabdomyolysis, Kerusakan Otot yang Bisa Berujung Gagal Ginjal

3 hours ago 1

Pembahasan mengenai pengertian dan penyebab rhabdomyolysis tidak dapat dipisahkan dari faktor yang memicu kerusakan otot. Secara umum, penyebabnya dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu traumatik dan non-traumatik.

1. Penyebab Traumatik

Penyebab traumatik terjadi akibat cedera fisik langsung pada otot.

Cedera Berat atau Kecelakaan

Benturan keras akibat kecelakaan kendaraan, tertimpa benda berat, atau cedera remuk (crush injury) merupakan salah satu penyebab paling umum. Kerusakan jaringan otot yang luas dapat memicu pelepasan mioglobin dalam jumlah besar.

Tekanan Berkepanjangan pada Otot

Orang yang mengalami koma, pingsan dalam waktu lama, atau kelumpuhan dapat mengalami tekanan terus-menerus pada kelompok otot tertentu. Kondisi ini mengurangi aliran darah ke jaringan dan menyebabkan kematian sel otot.

Sengatan Listrik dan Sambaran Petir

Arus listrik yang masuk ke tubuh dapat merusak serat otot secara langsung. Literatur medis menunjukkan bahwa sebagian penyintas cedera listrik berat berisiko mengalami rhabdomyolysis.

Luka Bakar Berat

Luka bakar yang luas tidak hanya merusak kulit, tetapi juga jaringan otot di bawahnya sehingga meningkatkan risiko penghancuran sel otot.

Gigitan Hewan Berbisa

Racun dari beberapa jenis ular dan serangga tertentu dapat merusak jaringan otot dan memicu rhabdomyolysis.

2. Penyebab Non-Traumatik

Penyebab non-traumatik tidak berkaitan langsung dengan cedera fisik.

Olahraga Berlebihan

Menurut Cleveland Clinic, olahraga intensitas tinggi tanpa waktu pemulihan yang cukup dapat menyebabkan rhabdomyolysis. Risiko meningkat pada atlet maraton, latihan militer, latihan interval intensitas tinggi, atau individu yang tiba-tiba melakukan aktivitas berat tanpa persiapan.

Dehidrasi dan Heatstroke

Kekurangan cairan membuat ginjal kesulitan membuang produk sisa kerusakan otot. Sementara itu, suhu tubuh yang terlalu tinggi mempercepat kerusakan jaringan otot.

Konsumsi Alkohol Berlebihan

Alkohol dapat menyebabkan kerusakan otot secara langsung serta meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan metabolisme.

Penyalahgunaan Narkoba

Berbagai zat seperti kokain, heroin, amfetamin, ekstasi, dan LSD diketahui dapat memicu kerusakan otot dan meningkatkan risiko rhabdomyolysis.

Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerusakan otot pada sebagian orang. Literatur ilmiah menyebutkan bahwa kelompok statin, obat antipsikotik, antidepresan tertentu, antivirus, dan beberapa obat lainnya dapat meningkatkan risiko rhabdomyolysis pada kondisi tertentu.

Infeksi

Infeksi virus seperti influenza, HIV, herpes simpleks, Epstein-Barr virus, dan beberapa infeksi bakteri dapat memicu peradangan serta kerusakan otot. Penelitian menunjukkan bahwa influenza termasuk salah satu infeksi yang cukup sering dikaitkan dengan rhabdomyolysis.

Gangguan Metabolik dan Endokrin

Beberapa kondisi seperti ketoasidosis diabetik, hipotiroidisme, ketidakseimbangan elektrolit, serta kelainan metabolisme bawaan juga dapat menjadi penyebab.

Penyakit Genetik

Menurut Cleveland Clinic, penyakit genetik seperti Duchenne Muscular Dystrophy dan McArdle Disease dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami rhabdomyolysis.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |